| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Rabu, 20 Januari 2010 Hari Biasa Pekan II

Rabu, 20 Januari 2010
Hari Biasa Pekan II

Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit

Doa Renungan

Tuhan Allah kami, Engkau mengasihi kami. Maka Engkau mengharap supaya kebaikan dan keadilan-Mu kami jadikan tampak bagi semua orang. Semoga kami tidak puas diri, tetapi tetap berjaga, untuk memperbaharui diri kami dalam Kristus, serta untuk hidup bagi sesama. Tuhan, tinggallah beserta kami, agar harapan kami menjadi nyata sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel (17:32-33.37.40-51)

"Daud mengalahkan Goliat dengan umban dan batu."

Pada suatu hari Daud menghadap Saul dan berkata kepadanya, "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu." Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit." Tetapi Daud berkata kepada Saul, "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau." Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu. Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya. Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya. Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud. Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang." Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami." Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu; lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah. Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan. Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Terpujilah Tuhan, gunung batuku.
Ayat. (Mzm 144:1b.2.9-10)
1. Terpujilah Tuhan, gunung batuku! Ia mengajar tanganku bertempur, Ia melatih jari-jariku berperang!
2. Ia menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku; Ia menjadi perisai, tempat aku berlindung; Dialah yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku!
3. Ya Allah, aku hendak menyanyikan lagu baru bagi-Mu; dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur. Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-raja dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Yesus memberitakan Injil Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:1-6)

"Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat menyelamatkan nyawa orang atau membunuhnya?"

Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu, "Mari, berdirilah di tengah!" Kemudian Yesus berkata kepada mereka, "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Yesus jengkel karena kedegilan mereka! Dengan marah Ia memandang sekeliling, lalu berkata kepada orang tadi, "Ulurkanlah tanganmu!" Ia pun mengulurkan tangannya dan sembuhlah seketika. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Dalam perikop ini kita jumpai suatu bentuk penyembuhan yang dapat disebut ”iman yang tanggap”. Di situ disebutkan bahwa ada orang yang mati sebelah tangannya, artinya tangan itu tidak dapat digerakkan. Namun demikian, Yesus memberi perintah: ”Ulurkan tanganmu” dan orang yang dimaksud segera mengulurkan tangannya dan – seketika itu pun – ia menjadi sembuh.

Di sini ada dua hal yang perlu diperhatikan! Pertama, Yesus dengan penuh wibawa berkata: ”Ulurkan tanganmu!”, Yesus tidak ragu sedikit pun dan juga tidak memberi waktu kepada si sakit untuk ragu-ragu. Maka, apa yang dikatakan-Nya menjadi kenyataan. Ini sesuai dengan ajaran-Nya sendiri dalam Lukas 17:6, ”Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

Kedua, sikap orang sakit itu yang taat mengikuti perintah Yesus. Si sakit dapat saja berkata: ”Tuhan, Engkau kan melihat, bahwa tangan saya mati. Bagaimana saya dapat mengulurkannya?” Namun, perintah Yesus itu begitu tegasnya sehingga tidak memberi kesempatan bagi si sakit untuk ragu-ragu. Maka, ia pun mengulurkan tangannya dan sembuh.

Ya Tuhan, berilah aku iman yang tanggap, sehingga aku pun dimampukan untuk melakukan apa yang telah Kaulakukan sendiri. Amin. (bdk. Yoh 14:12)

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan

Selasa, 19 Januari 2010 Hari Biasa Pekan II

Selasa, 19 Januari 2010
Hari Biasa Pekan II
Pw Yesus Ditemukan Kembali di Bait Allah

Allah bukan tidak adil. Maka tidak mungkin Ia lupa akan pekerjaan dan kasih yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya lewat pelayananmu terhadap orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. (Ibrani 6:10)

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel (16:1-13)

"Samuel mengurapi Daud di tengah saudara-saudaranya dan berkuasalah Roh Tuhan atas Daud."


Setelah Raja Saul ditolak, berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku." Tetapi Samuel berkata: "Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku." Firman TUHAN: "Bawalah seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu." Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: "Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?" Jawabnya: "Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini." Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu. Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya." Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: "Orang inipun tidak dipilih TUHAN." Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: "Orang inipun tidak dipilih TUHAN." Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN." Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari." Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia." Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku.
Ayat. (Mzm 89:20.21-22.27-28)
1. Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi. Engkau berkata, “Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.
2. Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku. Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus, maka tangan-Ku tetap menyertai dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.” Aku pun akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi Yang Tertinggi di antara raja-raja bumi.”

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Bapa Tuhan kita Yesus Kristus akan menerangi mata budi kita, agar kita mengenal harapan panggilan kita.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (2:23-28)

"Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat."

Pada suatu hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada Yesus, "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Jawab Yesus kepada mereka, "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan para pengiringnya kekurangan dan kelaparan? Tidakkah ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Agung lalu makan roti sajian -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberikannya juga kepada pengikut-pengikutnya?" Lalu kata Yesus kepada mereka, "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat. Jadi Anak Manusia adalah Tuhan, juga atas hari Sabat,"
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Bagi orang-orang Farisi, tindakan Yesus sulit dimengerti. Sebab, mereka begitu terbelenggu oleh peraturan-peraturan hukum yang mereka buat sendiri. Untuk ”melindungi” hukum Allah, mereka membuat peraturan-peraturan yang jelimet (mendetail sekali sehingga sulit melihat kesatuannya), menjadi amat kasuistik sehingga mereka justru sering melupakan atau tidak melihat lagi tujuan dari hukum itu. Misalnya, mereka mempersoalkan apakah menyalakan api atau mencuci piring pada hari Sabat itu termasuk kerja atau tidak; seberapa jauh orang boleh berjalan pada hari Sabat. Dengan demikian, sering kali manusia dikorbankan demi peraturan dan bukan peraturan untuk membantu manusia. Akhirnya, orang melakukan peraturan demi peraturan dan bukan untuk suatu tujuan yang lebih luhur.

Dalam kasus Injil ini sebenarnya tujuan menguduskan hari Sabat ialah agar manusia tidak hanya kerja—kerja dan kerja saja—melainkan mengambil waktu untuk berdoa, untuk membaca firman Tuhan, dan untuk merenungkan panggilannya yang abadi.

Dewasa ini, kesadaran akan hari Tuhan, hari Sabat (Minggu), menjadi luntur ke arah keduniawian. Bagi banyak orang—termasuk orang-orang Katolik—hari Minggu adalah hari orang berfoya-foya atau berolah raga sedemikian rupa sehingga sering kali tidak sempat ke gereja. Hari Minggu sudah dianggap bukan hari Tuhan, melainkan hari mencari hiburan duniawi.


Ya Tuhan, sadarkanlah aku bahwa hari Minggu adalah hari Tuhan, hari untuk beribadat kepada-Mu serta merenungkan Hukum-Mu. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan

Senin, 18 Januari 2010 Hari Biasa Pekan II

Senin, 18 Januari 2010
Hari Biasa Pekan II

"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" --- Mat 20:28

Doa Renungan

Allah Bapa di surga, sabda-Mu adalah pelita dan terang bagi jalanku. Aku bersyukur karena rahmat penyertaan-Mu dalam setiap perjalanan hidupku. Biarlah sabda-Mu yang adalah terang ini, selalu aku ingat, sehingga apa pun peristiwa yang aku alami hari ini, aku tahu bahwa Engkau selalu ada menyertai aku. Amin

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel (15:16-23)

"Mengamalkan sabda Tuhan lebih baik daripada kurban sembelihan. Maka Tuhan telah menolak engkau sebagai raja."

16 Setelah Raja Saul melanggar perintah Tuhan, Samuel berkata kepadanya, "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah." 17 Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel? 18 TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka. 19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?" 20 Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. 21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal." 22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. 23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.
Ayat. (Mzm 50:8-9.16bc-17.21.23)
1. Bukan karena kurban sembelihan engkau Kuhukum, sebab kurban bakaranmu senantiasa ada di hadapan-Ku! Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu.
2. ”Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkau membenci teguran dan mengesampingkan firman-Ku?”
3. Itulah yang engkau lakukan! Apakah Aku akan diam saja? Apakah kaukira Aku ini sederajat dengan kamu? Aku menggugat engkau dan ingin berperkara denganmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai kurban, ia memuliakan Daku; dan siapa yang jujur jalannya akan menyaksikan keselamatan yang dari Allah.”

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sabda Allah itu hidup dan kuat. Sabda itu menguji segala pikiran dan maksud hati.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (2:18-22)

"Pengantin itu sedang bersama mereka."

Waktu itu murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa. Pada suatu hari datanglah orang-orang kepada Yesus dan berkata, "Murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, mengapa murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka, "Dapatkah sahabat-sahabat pengantin pria berpuasa selagi pengantin itu bersama mereka? Selama pengantin itu ada bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang pengantin itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang sudah tua, karena jika demikian, kain penambal itu akan mencabiknya; yang baru mencabik yang tua, sehingga makin besarlah koyaknya. Demikian juga tak seorang pun mengisikan anggur baru ke dalam kantong kulit yang sudah tua, karena jika demikian anggur tersebut akan mengoyakkan kantong itu, sehingga baik anggur maupun kantongnya akan terbuang. Jadi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Renungan

Puasa merupakan bagian disiplin rohani yang penting dalam kehidupan rohani. Puasa sudah dikenal orang sejak zaman dahulu. Tuhan Yesus sendiri berpuasa, demikian pula para murid sesudah kebangkitan Tuhan Yesus. Dewasa ini pun banyak orang berpuasa, khususnya kaum ibu, untuk melangsingkan badan. Namun, puasa punya arti yang lebih dalam. Puasa yang baik memiliki dampak-dampak positif berikut:

1. Puasa merupakan disiplin untuk membantu penguasaan diri sehingga orang dapat menguasai dirinya sendiri.
2. Puasa yang teratur dan tepat juga membantu menjaga kesehatan badan. Dewasa ini lebih banyak orang mati karena kebanyakan makan daripada karena kurang makan.
3. Puasa akan membuat orang sadar bahwa manusia hidup bukan hanya dari makanan saja, melainkan dari setiap sabda yang keluar dari mulut Allah.
4. Puasa membantu menaikkan stamina rohani; membuat orang lebih baik doanya. Doa yang disertai puasa lebih berkenan kepada Tuhan, khususnya untuk suatu ujud tertentu. Untuk hal-hal tertentu, hanya doa yang disertai puasa saja yang membawakan hasil.

Kecuali itu, bagi para murid Yesus, puasa mempunyai arti khusus, yaitu mengungkapkan kerinduan akan kedatangan Yesus Tuhan; sebagai persiapan akan kedatangan Tuhan, baik dalam hidup pribadinya maupun pada akhir hidupnya.

Ya Roh Kudus, bangkitkan dalam hatiku kerinduan akan kedatangan Tuhan Yesus, supaya hidupku tidak hanya terarah kepada realitas dunia—yang akan berlalu—ini saja, melainkan pertama-tama terarah kepada realitas surgawi yang abadi. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian



Bagikan

Bacaan Harian 18 - 24 Januari 2010

Senin 18 Januari 2010: Hari Biasa Pekan II
Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani
1Sam 15:16-23; Mzm 50:8-9; 16bc-17,21,23; Mrk 2:18-22.
Anggur baru membutuhkan kantong kulit yang baru, bukan kantong kulit yang tua, karena kalau demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu. Selama kita tidak bisa meninggalkan kebiasaan manusia lama, selama itu pula kita akan sulit untuk sungguh-sungguh mengikuti Yesus.

Selasa, 19 Januari 2010: Hari Biasa Pekan II
1Sam 16:1-13; Mzm 89:20,21-22,27-28; Mrk 2:23-28.
Seringkali kita menghadapi benturan antara peraturan yang harus ditaati dan perbuatan kasih yang harus diwujudkan. Dalam pelayanan pastoral, taat buta terhadap peraturan seringkali menghalangi kita untuk sungguh-sungguh melayani dengan kasih dan empati.

Rabu, 20 Januari 2010: Hari Biasa Pekan II
1Sam 17:32-33,37,40-51; Mzm 144:1,2,9-10; Mrk 3:1-6.
Kebaikan sering kita kalahkan demi kondisi tertentu yang menguntungkan kita. Kebenaran sering kita singkirkan demi kepentingan pribadi dan golongan. Terhadap sikap seperti ini, Yesus mengungkapkan kemarahan-Nya..

Kamis, 21 Januari 2010: Pw S. Agnes
1Sam 18:6-9; 19:1-7; Mzm 56:2-3,9-10a,10bc-11,12-13; Mrk 3:7-12.
Kuasa Yesus luar biasa. Ia bukan saja menyembuhkan begitu banyak orang, tetapi roh-roh jahat pun mengakui Dia sebagai Anak Allah. Maka, seberat apa pun beban kita, jang sampai kita tergoda untuk mencari kekuatan dan kuasa lain. Andalkanlah Yesus.

Jumat, 22 Januari 2010: Hari Biasa Pekan II
1Sam 24:3-21; Mzm 57:2,3-4,6,11; Mrk 3:13-19.
Yesus menetapkan orang-orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil. Yesus selalu membutuhkan murid-murid untuk meneruskan Kabar Gembira-Nya. Maka, kalau kita sekarang menjadi murid Yesus, itu semua bukan karena usaha kita. Itu adalah rahmat karena kita dipilih-Nya. Apakah kita sudah membawa Kerajaan Allah itu di mana pun kita berada?

Sabtu, 23 Januari 2010: Hari Biasa Pekan II
2Sam 1:1-4,11-12,19,23-27; Mzm 80:2-3, 5-7; Mrk 3:20-21.
Perbuatan baik dan benar tidak selalu mendapatkan tanggapan positif. Tapi apakah kalau begitu kita harus berhenti berbuat baik dan memperjuangkan yang benar? Apa yang sesungguhnya kita cari?

Minggu, 24 Januari 2010: Hari Minggu Biasa III
Neh 8:3-5a,6-7,9-11; Mzm 19:8,9,10,15; 1Kor 12:12-30 (1Kor 12:12-14,27); Luk 1:1-4;4:14-21.
Yesus datang untuk menyampaikan kabar baik bagi orang miskin (lemah tak berdaya), pembebasan kepada orang-orang tawanan (yang diperbudak dosa); penglihatan bagi orang-orang buta (sakit fisik, buta rohani); serta membebaskan orang-orang yang tertindas (oleh kuasa-kuasa gelap). Yesus mau membawa rahmat Allah bagi orang-orang yang membutuhkan pertolongan, lemah, tersingkir. Yesus adalah sumber pengharapan.


Bagikan

Minggu, 17 Januari 2010 Hari Minggu Biasa II tahun C, Mengenali Karunia Rohani



Minggu, 17 Januari 2010
Hari Minggu Biasa II


MENGENALI KARUNIA ROHANI

Doa Renungan

Allah Bapa yang maha penyayang, Engkau telah memberikan diri kepada kami dalam ikatan kudus demi cinta kasih-Mu. Sebagaimana mempelai pria bergembira karena mempelai wanita, demikian pula Engkau terhadap kami. Kami mohon, berilah kami semangat kegembiraan, damai sejahtera kepada semua orang. Kami mohon semuanya ini dengan pengantaraan Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yesaya (62:1-5)

"Seorang mempelai girang hatinya melihat pengantin wanita."

Oleh karena Sion aku tidak akan beriam diri dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. Maka bangsa-bangsa akan melihat kebaenaranmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh Tuhan sendiri. Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan dan serban kerajaan di tangan Allahmu. Engkau tidak akan disebut lagi "yang ditinggalkan suami", dan negerimu tidak akan disebut lagi "yang sunyi", tetapi engkau akan dinamai "yang berkenan kepada-Ku" dan negerimu "yang bersuami", sebab Tuhan telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami, sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Ayat. (Mzm 96:1-2.2b-3.7-8.9-10a.c; Ul:3
1. Nyanyikanlah lagu bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, ya seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceriterakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, di antara segala suku.
3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.
4. Sujudlah menyembah Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (12:4-11)

"Roh yang satu dan sama memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus seperti yang dikehendaki-Nya."

Saudara-saudara, ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 952
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Allah memanggil kita untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. (2Tes 2:14)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (2:1-11)

"Itulah tanda pertama yang dikerjakan Yesus di Kana wilayah Galilea."

Pada suatu hari ada perkawinan di Kana wilayah Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu--dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya--ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


MENGENALI KARUNIA ROHANI

Pada hari Minggu Biasa II tahun C dibacakan Yes 62:1-5; 1Kor 12:4-11; dan Yoh 2:1-11. Bacaan-bacaan ini mendorong kita untuk semakin menyadari bahwa Tuhan berkenan hadir di tengah-tengah manusia dengan macam-macam karunia yang diberikan-Nya demi kesejahteraan bersama. Itulah dasar kesatuan dan kegembiraan yang sungguh.

PARADIGMA BARU BERTEOLOGI

Yes 62:1-5 ditulis dengan latar belakang pembangunan kembali kota Yerusalem yang ditinggalkan sebagai reruntuhan selama masa pembuangan (586/7 hingga 537/8 sebelum Masehi). Upaya membangun kembali kota itu didasarkan pada keyakinan bahwa Tuhan kini sudi berdiam kembali di gunung-Nya yang suci, Sion, di Yerusalem. Syair mengenai Sion dalam bacaan ini menggairahkan kembali semangat orang. Yang pertama-tama perlu dihidupkan kemÂ*bali ialah reruntuhan batin mereka. Baru dengan demikian, mereka akan dapat menghidupkan kembali tempat ibadat di kota suci itu. Perhatian besar Tuhan diibaratkan sebagai kasih sayang kepada mempelai yang dikasihi-Nya. Suasana kemurungan beralih menjadi kegembiraan pesta pernikahan. Kini umat tidak usah merasa diri ditinggalkan. Tuhan yang dulu membuat orang gemetar kini tampil sebagai mempelai yang lemah lembut dan penuh perhatian. Bangsa-bangsa lain menyaksikan hal ini dan ikut bergembira. Mereka juga tidak lagi perlu merasa terancam akan direbut harta dan kotanya seperti dulu ketika Tuhan digambarkan sebagai yang mempimpin umat-Nya merebut tanah Kanaan. Teologi penaklukan seperti itu terasa usang. Ada paradigma baru, yakni teologi yang menaruh keprihatinan untuk membangun ruang hidup bersama, baik di dalam umat maupun dengan orang-orang lain. Warta seperti ini dapat berbicara kepada orang-orang yang tidak termasuk umat dan berlaku di mana-mana karena menyentuh keinginan yang pa*ling dasar dalam diri manusia, yakni keinginan untuk hidup damai dengan orang-orang lain, keinginan untuk tidak me*rasa terancam oleh kehadiran orang lain. Yang lain kini memperkaya, bukan merebut kekayaan. Juga di bidang hidup ibadat. Umat Perjanjian Lama butuh waktu yang panjang untuk sampai pada keterbukaan seperti itu. Mereka mengalami banyak kepahitan sebelum bisa melihat bahwa orang-orang lain juga sama seperti mereka.

KEGEMBIRAAN YANG TAK TERPUTUS = TANDA?

Suasana gembira menandai pesta pernikahan di Kana. Banyak tamu datang dan ikut merasakan suasana itu. Tak heran jika persediaan anggur menipis. Akan tetapi, kegemÂ*biraan tetamu berlanjut karena ada anggur yang lebih baik yang bisa dihidangkan. Kita tahu bagaimana ini terjadi. Yesus menyuruh pelayan-pelayan mengisi tempayan-tempa*yan dengan air dan membawanya kepada pemimpin perjamuan. Pemimpin perjamuan mencicipinya sambil terheran-heran mengapa tuan rumah masih menyimpan anggur yang lebih baik! Pesta berlangsung terus dan menjadi makin meÂ*riah. Tentunya makin banyak orang dapat ikut serta bergembira.

Pada akhir kisah mengenai pesta di Kana itu disebut*kan bahwa hal itu dilakukan Yesus sebagai yang pertama dari tanda-tanda yang dikerjakannya (Yoh 2:11). Apa yang dimaksud dengan tanda di sini? Air menjadi anggur? Meskipun unsur ini penting, rasa-rasanya maksud Yohanes lain. Baginya, tanda yang jelas ialah kemeriahan pesta yang berlangsung terus dan kehadiran Yesus di situ yang memungkinkan pesta itu tidak terhenti. Inilah yang dirujuknya sebagai hal itu. Kegembiraan yang tak terputus dan malah bertambah besar inilah yang membuat murid-murid-Nya percaya kepadanya. Percaya di sini ialah percaya bahwa ia itu patut diikuti, ia itu memperhatikan orang, ia itu membuat orang makin mengenali kebaikan Tuhan. Murid-muridnya percaya bukan karena peristiwa menakjubkan air menjadi anggur. Kehadirannya yang membuat orang merasa tak kurang suatu apa itulah yang menjadi tanda yang pertama yang dilakukan Yesus bagi orang banyak.

BELAJAR DARI MARIA

Pada awal kisah di Kana itu disebutkan ... ada perkawinan di Kana dan ibu Yesus ada di situ (Yoh 2:1). Baru setelah itu dikatakan bahwa Yesus dan murid-muridnya diundang juga. Dapat diduga bahwa Maria mengajak Yesus dan Yesus mengajak murid-muridnya. Ini dilakukan orang di mana-mana. Bila diperhatikan, akan tampak betapa besarnya peran Maria dalam peristiwa ini. Dia-lah yang mengatakan kepada Yesus bahwa orang kehabisan anggur. Maria jugalah yang berkata kepada pelayan-pelayan agar menuruti semua yang dikatakan Yesus. Tidak keliru bila dikatakan Maria mengantar kedatangan Yesus sang Penghadir Tuhan kepada orang banyak dan mempertemukan mereka dengan Tuhan sendiri.

Bisa kita bayangkan Maria dapat juga berusaha mencari bantuan ke tempat lain. Tetapi ia meminta kepada Yesus. Maria percaya bahwa Yesus bisa berbuat sesuatu meskipun belum pernah menyaksikannya sendiri. Yohanes yang menceritakan peristiwa ini mungkin mau menyarankan agar kita juga percaya bahwa kehadiran Yesus itu pasti memberi sesuatu.

Bagaimana penjelasan reaksi Yesus Mau apa engkau dariku, Bu? Saatku belum tiba! terhadap kata-kata ibunya? Dalam bahasa Yunani Kitab Suci, tetapi asalnya dari bahasa Ibrani, ungkapan itu harfiahnya berbunyi Apa bagiku dan bagimu? yang sudah menjadi ungkapan klise untuk mengungkapkan macam-macam reaksi terhadap perbuatan orang lain, dari sekadar basa basi untuk mengatakan agar tak usah repot-repot sampai ungkapan rasa kurang enak. Nadanya bisa halus, netral, atau ketus. Dengan memakai sebutan Bu, ungkapan itu jadi bernada halus dan dimaksudkan agar Maria tidak perlu merepotkan diri lagi dengan perkara ini karena saatku belum tiba. Artinya, Yesus mempunyai perhitungan sendiri. Tidak perlu ungkapan ini dikait-kaitkan dengan saat penebusan di salib nanti atau saat apa lagi dalam kehidupan Yesus.

Sekali lagi, kita dapat belajar dari Maria. Ia tidak mendesak-desak. Ia percaya Yesus mempunyai perhitungan sendiri. Sering dalam doa kita merasa semuanya penting dan mendesak serta menjadi gelisah karena merasa tak ada jawaban. Amat boleh jadi Tuhan berkata kepada kita, Mau apa kalian dariku? Saatku belum tiba! seperti kepada Maria, ibunya, orang yang paling dekat kepadanya. Dan sikap Maria yang menghormati perhitungan Tuhan dapat membantu kita. Maria tidak diam saja. Ia mempersiapkan jalan Tuhan: ia menyuruh orang melakukan apa yang nanti dikatakan Yesus. Inilah cara menantikan saat Tuhan bertindak dalam perhitungan-Nya sendiri.

KARUNIA ROHANI DEMI KESEJAHTERAAN BERSAMA

Dalam bacaan liturgi hari Minggu, bacaan kedua sering tidak mudah dikaitkan dengan kedua bacaan yang lain. Namun demikian, sering dapat membantu bila didalami sikap iman mana yang dianjurkan dalam bacaan kedua itu. Dalam 1Kor 12:4-11, Paulus mengajak orang memahami bahwa Roh yang sama berkarya di tengah-tengah manusia dalam berbagai bentuk karunia dan macam-macam pelayanan serta perbuatan-perbuatan yang menakjubkan. Dalam cara bicara Paulus, ungkapan "karunia Roh" sebetulnya berarti "pemberian rohani". Jadi lebih berpusat pada pemberian sendiri dan sifat pemberian itu, bukan pada gagasan mengenai kekuatan yang tiba-tiba menghinggapi orang. Begitulah, dalam ay. 7, Paulus menegaskan bahwa semua pemberian rohani itu bagi kepentingan bersama. Bila unsur ini tak ada, orang boleh mempertanyakan apa asalnya betul-betul dari Roh, apa sungguh rohani sifatnya. Mukjizat spektakuler, sukses besar bukan jaminan bila arahnya bukan demi kebahagian bersama. Kerap istilah "karunia Roh" dipahami sebagai kekuatan atau kekhususan yang menakjubkan yang berasal dari Roh. Seperti di Kana tadi, air berubah jadi anggur melulu tidak akan banyak artinya bila tidak membuat orang-orang yang hadir bisa terus bergembira.

MUKJIZAT DAN TANDA

Dalam Injil-Injil, kisah mukjizat Yesus sebenarnya dimaksudkan sebagai tanda agar kehadiran Yang Ilahi di tengah-tengah manusia terlihat orang banyak. Kehadiran inilah yang membuka mata orang buta, yang membuat orang tuli mendengar, yang membuat orang gagu bicara, yang membuat orang lumpuh bisa berjalan kembali, yang mem*buat orang berdosa merasakan pengampunan. Bila di*mengerti sebagai mukjizat belaka, malah akan kurang tampaklah kehadiran Yang Ilahi yang sesungguhnya. Maklum*lah, di hadapan mukjizat orang akan tidak bisa berbuat banyak selain tunduk dan boleh jadi tidak lagi merdeka. Akan tetapi, berhadapan dengan tanda, orang dapat mencari maknanya dan menghidupi kenyataan yang ditandakan. Dulu umat Perjanjian Lama butuh waktu panjang sebelum menginsafi betapa tidak lestarinya keyakinan yang dibangun semata-mata atas dasar tindakan-tindakan mukjizat Tuhan yang menjadi unsur pokok teologi penaklukan tanah Kanaan. Baru kemudian mereka sadar bahwa teologi mem*bangun ruang hidup bersama lebih memungkinkan hidup damai.

Dalam masyarakat yang majemuk, teologi seperti ini dapat menyumbang banyak dengan mengajak orang menghargai perbedaan dan membuat orang peka akan cara-cara Tuhan hadir di tengah umat manusia. Teologi penaklukan malah bisa berakibat kekerasan dan permusuhan.

Salam hangat,
A. Gianto




Bagikan

Sabtu, 16 Januari 2010 Hari Biasa Pekan I

Sabtu, 16 Januari 2010
Hari Biasa Pekan I

"Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang bertobat." Mrk 2:17

Doa Renungan

Bapa, syukur kepada-Mu atas hari ini. Saat ini kami datang ke hadirat-Mu untuk mendengarkan sabda-Mu. Bukalah mata, hati, dan telinga kami agar kami dapat mengerti sabda yang Engkau sampaikan kepada kami. Sehingga sabda-Mu meresapi setiap pikiran dan perbuatan kami. Amin.

Bacaan Pertama (Sam 9:1-4.17-19.10:1a)

L. Inilah orang yang disebut-sebut Tuhan! Inilah Saul yang akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Nya.

Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel
Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada. Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorangpun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya. Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: "Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu." Lalu mereka berjalan melalui pegunungan Efraim; juga mereka berjalan melalui tanah Salisa, tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuiny. Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku." Dalam pada itu Saul, datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata: "Maaf, di mana rumah pelihat itu?" Jawab Samuel kepada Saul, katanya: "Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu. Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita
Ayat. (Mzm 21:2-3.4-5.6-7)
1. Tuhan, karena kuasa-Mulah raja bersukacita; betapa girang hatinya karena kemenangan yang Kauberikan! Apa yang menjadi keinginan hatinya telah Kaukaruniakan dan permintaan bibirnya tidak Kautolak.
2. Sebab Engkau menyambut dia dengan berkat melimpah; Engkau menaruh mahkota dari emas tua di atas kepalanya. Hidup dimintanya dari pada-Mu dan Engkau memberikannya umur panjang untuk selama-lamanya.
3. Besarlah kemuliaannya karena kemenangan yang Kauberikan; keagungan dan semarak Kaukaruniakan kepadanya. Engkau membuat dia menjadi berkat abadi, Engkau memenuhi dia dengan sukacita di hadapan-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang yang hina dina, dan mewartakan pembebasan kepada orang tawanan (Luk 4:18-19)

Bacaan Injil (Mrk 2:13-17)

I. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus
13 Sekali peristiwa Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. 14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. 15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. 16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Yesus memanggil Lewi, seorang pemungut cukai atau tukang pajak. Para pemungut cukai biasanya dibenci oleh orang-orang Yahudi. Mengapa? Karena mereka itu suka memeras orang untuk memperkaya diri sendiri, mereka juga dianggap sebagai kolaborator dengan penjajah Romawi. Namun, Yesus memanggil Lewi, pendosa itu, yang dianggap sampah masyarakat dan bahkan kemudian makan dan minum di rumahnya.

Dengan itu, Yesus menyatakan bahwa Dia datang ke dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan. Dia mengundang semua orang berdosa untuk datang kepada-Nya dan bertobat sehingga mereka diselamatkan. Namun sayang, tidak semua orang mau datang kepada-Nya dengan mengakui dosa-dosa mereka. Ada yang menolak datang kepada Yesus karena kesombongan; ada yang tidak mau datang karena kelekatan akan dosa-dosanya dan tidak rela melepaskan dosa-dosa itu.

Siapa yang mau datang kepada Yesus dengan rendah hati akan diubah dan diperbarui oleh-Nya. Sesungguhnya, di hadapan Allah, kita semua adalah pendosa: ”Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita” (1Yoh 1:8).

Karena datang kepada Yesus dan karena melakukan pertobatan, Lewi telah diubah menjadi Santo Matius, pendosa Agustinus menjadi Santo Agustinus, dan demikian pula Fransiskus, serta yang lainnya.

Ya Tuhan, berilah aku rahmat untuk berani mengakui dosa-dosaku di hadapan-Mu dan rahmat untuk sungguh-sungguh bertobat dan menerima hidup baru.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Bagikan

Jumat, 15 Januari 2010 Hari Biasa Pekan I

Jumat, 15 Januari 2010
Hari Biasa Pekan I

"Jangan mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia --- Flp 2:3

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahabaik, kami bersyukur pada-Mu atas anugerah yang Engkau berikan pada kami. Curahkanlah kuasa Roh Kudus-Mu, agar kami dapat mengerti sabda yang ingin Engkau sampaikan kepada kami hari ini. Sehingga sabda yang kami renungkan hari ini, sungguh mengubahkan kami untuk semakin serupa dengan Engkau. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel (8:4-7.10-22a)

"Kalian akan berteriak karena rajamu, tetapi Tuhan tidak akan menjawab kalian."

Sekali peristiwa berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain." Waktu mereka berkata: "Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami," perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN. TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya, katanya: "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya; ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka. Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan. Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain. Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya. Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya. Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu." Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami; maka kamipun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang." Samuel mendengar segala perkataan bangsa itu, dan menyampaikannya kepada TUHAN. TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah permintaan mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka."
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 868
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:16-17.18-19)
1. Aku hendak menyanyikan kasih Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun menurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya, kesetiaanmu tegak seperti langit.
2. Engkau berkata, "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku. Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya dan membangun takhtamu turun menurun.
3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku." Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh.

Bait Pengantar Injil PS 955
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya
Ayat. Seorang nabi agung telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (2:1-12)

"Di dunia ini Anak Manusia memiliki kuasa pengampunan dosa."

1 Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. 4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" 6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" 8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--: 11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!" 12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.

Renungan

Tidak dulu tidak sekarang, kesehatan dan kesejahteraan merupakan idaman setiap orang. Oleh karena itu, ketika mendengar ada seorang istimewa yang bisa memberikan penyembuhan, berbondong-bondong orang datang kepadanya memohon kesembuhan itu. Beberapa waktu lalu, ada berita tentang seorang anak yang dianggap mampu mengobati.

Nah ... seperti itulah yang juga digambarkan dalam Injil kali ini. Ketika tersiar bahwa Yesus ada di rumah, datanglah orang-orang memenuhi rumah. Yang menarik sekaligus mengharukan adalah kehadiran seorang lumpuh yang digotong oleh empat orang. Setelah mengetahui bahwa tidak mungkin mereka membawa orang itu kepada Yesus lewat jalan yang wajar, mereka mengambil jalan yang tidak wajar. Mereka membawa si lumpuh naik ke atap, membukanya, dan kemudian menurunkan si lumpuh disana sehingga ia dapat bertemu Yesus (ayat. 1-4).

Harapan yang begitu besar atau keyakinan bahwa Yesus akan memberi kesembuhan mungkin bisa menjadi teladan bagi kita. Tetapi, ada satu hal lain yang amat indah juga menarik untuk direnungkan, yaitu solidaritas kawan-kawan si lumpuh yang mau berjerih payah mengusungnya sampai ke hadapan Yesus. Kasih kepada sesama terwujud dalam kerelaan mendampingi sahabat yang sedang menderita.

Sudahkah kita memupuk harapan kepada Allah dan solidaritas kepada sesama? Ya Tuhan, tambahkanlah imanku, supaya melalui iman yang kumiliki, aku dapat melakukan karya-karya-Mu. Amin.

Indra Sanjaya, Pr -- Inspirasi Batin 2010



Bagikan

Kamis, 14 Januari 2010 Hari Biasa Pekan I

Kamis, 14 Januari 2010
Hari Biasa Pekan I

Sabda-Mu adalah Roh dan Kehidupan

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahasetia dan mahapenyayang dengan penuh kasih dan kesetiaan Engkau mendampingi kami agar tidak jatuh ke jurang dosa yang lebih dalam lagi, tak jemu-jemunya Engkau mengingatkan kami untuk bertobat. Ajarilah kami untuk dapat sabar, penuh kasih dan setia terhadap saudara-saudari yang sering membuat hati kami jengkel. Siramkan embun kasih-Mu, agar redalah amarah kami. Dengan demikian, hanya damai persaudaraanlah yang kami bangun. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Pertama Samuel (4:1-11)

" Orang-orang Israel terpukul kalah dan tabut Allah dirampas."

1 Sekali peristiwa, orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek. 2 Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu. 3 Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: "Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita." 4 Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu. 5 Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar. 6 Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: "Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?" Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu, 7 ketakutanlah orang Filistin, sebab kata mereka: "Allah mereka telah datang ke perkemahan itu," dan mereka berkata: "Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu. 8 Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun. 9 Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!" 10 Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki. 11 Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
Demikianlah sabda Tuhan.
Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan
Ref. Bebaskanlah kami, ya Tuhan, demi kasih setia-Mu.
Ayat. (Mzm 44:10-11.14-15.24-25)
1. Ya Allah, Engkau kini membuang kami dan membiarkan kami kena umpat; Engkau tidak lagi maju bersama dengan bala tentara kami. Engkau membuat kami mundur dipukul lawan, dan dirampok oleh orang-orang yang membenci kami.
2. Engkau membuat kami menjadi celaan tetangga, menjadi olol-olok dan cemoohan bagi orang-orang sekitar. Engkau membuat kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa, suku-suku bangsa merasa geli melihat kami.
3. Bangunlah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangkitlah! Jangan membuang kami terus-menerus! Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu? Mengapa tak Kauhiraukan penindasan dan himpitan yang menimpa kami?

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Yesus mewartakan kerajaan Allah dan menyembuhkan semua orang sakit.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (1:40-45)

"Orang kusta lenyap penyakitnya dan menjadi tahir."

Sekali peristiwa, seorang sakit kusta datang kepada Yesus. Sambil berlutut di hadapan Yesus, ia mohon bantuan-Nya, katanya, "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata kepadanya, "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Yesus menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras, kata-Nya, "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka." Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Yesus tinggal di luar kota di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Menurut hukum Yahudi waktu itu orang tidak boleh menjamah seorang kusta. Bila ia berbuat demikian, ia akan menjadi najis. Yesus tahu akan hal itu. Namun, hatinya yang penuh belas kasihan lebih melihat penderitaan orang itu. Maka, Ia pun menjamah orang itu dan menyembuhkan dia. Dalam diri Yesus yang penuh belas kasihan, kita melihat kerahiman Allah sendiri. ”Siapa yang melihat Aku, melihat Bapa,” kata Yesus kepada Filipus. Oleh karena itu, dengan merenungkan apa yang diperbuat dan dikatakan oleh Yesus, kita akan mengetahui bagaimana pikiran, perasaan, dan kehendak Allah sendiri bagi kita.

Dengan merenungkan dan meresapkan sabda Allah secara teratur dan perlahan-lahan, kita akan semakin mengerti dan mengenal semangat Allah sendiri, pikiran dan kehendak-Nya untuk kita.

Sesungguhnya sabda Allah adalah roh dan kebenaran, sabda Allah mengandung hidup kekal. Sabda Allah juga punya kuasa untuk mengubah hidup seseorang: ”Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya” (Yes 55:10-11). Demikianlah, betapa kuasanya sabda Allah.

Ya Tuhan, semoga sabda-Mu selalu menjadi makananku sehari-hari dan memberikan hidup yang kekal bagiku. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy