Rabu, 03 Februari 2010 Hari Biasa Pekan IV

Rabu, 03 Februari 2010
Hari Biasa Pekan IV
St. Blasius; St. Ansgarius
St Gilbertus; B. Stefanus Bellesini

Seorang nabi dihormati dimana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri.

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahakudus, kami bersyukur kepada-Mu atas kurnia-Mu pada kami hari ini. Engkau menganugerahi kehidupan, kesehatan, dan kesempatan yang baru untuk ikut serta dalam karya-Mu. Semoga kami sungguh mempergunakan kesempatan yang indah ini untuk melakukan segala hal yang berguna demi keselamatan kami dan kemuliaan nama-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kedua Samuel (24:2.9-17)

"Akulah yang berdosa karena menghitung rakyat. Tetapi dimba-domba ini, apakah yang mereka lakukan."

Sekali peristiwa, Raja Daud berkata kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia, katanya, “Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka.” Lalu Yoab memberitakan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus pria yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu. Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat. Maka berkatalah Daud kepada Tuhan, “Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini! Maka sekarang, Tuhan, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.” Setelah Daud bangun pada waktu pagi, datanglah sabda Tuhan kepada Nabi Gad, pelihat Daud, demikian: “Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah sabda Tuhan: Tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan menimpakannya kepadamu.” Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata, “Pilihlah dari ketiga bencana ini: Akan terjadi tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari lawanmu, sementara mereka itu mengejar engkau? Atau, akan terjadi tiga hari penyakit sampar di negerimu? Sekarang, pikirkanlah dan pertimbangkanlah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang Mengutus aku.” Lalu berkatalah Daud kepada Gad, “Sangat susah hatiku! Biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan Tuhan, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.” Jadi Tuhan mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan. Maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang. Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, menyesallah Tuhan karena malapetaka itu, lalu Ia bersabda kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu, “Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu.” Waktu itu malaikat Tuhan itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus. Ketika melihat malaikat yang telah memusnahkan bangsa itu, berkatalah Daud kepada Tuhan, “Sungguh, aku telah berdosa dan telah membuat kesalahan! Tetapi domba-domba ini, apakah yang mereka lakukan? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Ya Tuhan, ampunilah semua dosa kesalahanku.
Ayat. (Mzm 32:1-2.5.6.7; R:5c)
1. Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni dan dosa-dosanya ditutupi! Berbahagialah orang yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, dan tidak berjiwa penipu.
2. Akhirnya dosa-dosaku kuungkapkan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata, “Aku akan menghadap Tuhan.” Maka Engkau sudah mengampuni kesalahanku.
3. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi ditimpa kesesakan; kendati banjir besar terjadi ia tidak akan terlanda.
4. Engkaulah persembunyian bagiku ya Tuhan! Engkau menjagaku terhadap kesesakan. Engkau melindungi aku, sehingga aku luput dan bersorak.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengikuti Aku. (Yoh 10:27)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:1-6)

"Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri."

Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Yesus mengajar di rumah ibadat, dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia. Mereka berkata, "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mukjizat-mukjizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria? Bukankah Ia saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka, "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya." Maka Yesus tidak mengadakan satu mukjizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Sekelompok kecil karyawan dipercayakan untuk masuk dalam jajaran tim manajemen di perusahaan tempat mereka bekerja. Pada saat wawancara penyeleksian, umumnya semua mereka tidak pantas dan sungkan karena harus memimpin teman-temannya sendiri, yang tentunya telah mengenal mereka "luar-dalam". Mereka semua membayangkan betapa sulitnya kalau nanti harus memerintah atau menegur temannya sendiri.

Ketika Yesus memasuki kota asal-Nya, sekelompok kecil orang kagum dengan-Nya dan sekelompok lainnya menolak-Nya. Mereka menolak karena tahu "orang macam apa" Yesus itu. Mereka mengenal seluruh keluarga-Nya dan masa kecil-Nya. Ditolak seperti itu tak membuat Yesus mundur. Ia tetap berkarya dan berbuat kebaikan dengan mengajar dan menyembuhkan yang sakit.

Niat baik sering kali gugur di tengah jalan akibat penolakan. Juga bisa membuat orang yang ingin bekerja maksimal menjadi gamang, ragu-ragu, bahkan kemudian menjadi rendah diri.

Yesus, kuatkanlah aku untuk tetap teguh dan berani seperti Engkau sendiri dalam melayani teman-teman dan sesamaku. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian




Bagikan