Senin, 22 Maret 2010 Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Senin, 22 Maret 2010
Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau --- Yes 43:1.4

Doa Renungan

Allah Bapa di surga, kami bersyukur atas kepercayaan-Mu memberi hidup kepada kami pada hari ini. Lindungi dan berkati apa yang kami lakukan pada hari ini, tuntunlah hati dan pikiran kami dengan Roh Kudus serta Roh Kebijaksanaan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Nubuat Daniel (Singkat: 13:41c-62)

"Sungguh, aku rela mati, meskipun aku tidak melakukan suatu pun dari yang mereka tuduhkan."

Pada waktu itu Suzana dijatuhi hukuman mati atas tuduhan berbuat serong. Maka berserulah Suzana dengan suara nyaring, "Allah yang kekal, yang mengetahui apa yang tersembunyi, dan mengenal sesuatu sebelum terjadi, Engkau pun tahu, bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati, meskipun aku tidak melakukan sesuatu pun dari yang mereka dustakan tentang aku." Maka Tuhan mendengarkan suaranya. Ketika Suzana dibawa ke luar untuk dihabisi nyawanya; Allah membangkitkan roh suci dalam diri seorang anak muda, Daniel namanya. Anak muda itu berseru dengan suara nyaring, "Aku tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!" Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya, "Apa maksudnya kata-katamu itu?" Daniel pun lalu berdiri di tengah-tengah mereka. Katanya, "Demikian bodohkah kamu, hai orang Israel? Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti? Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!" Maka bergegaslah rakyat kembali ke tempat pengadilan. Orang tua-tua berkata kepada Daniel, "Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahukanlah kami sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua." Lalu kata Daniel kepada orang yang ada di situ, "Pisahkanlah kedua orang tua-tua tadi jauh-jauh, maka mereka akan diperiksa." Setelah mereka dipisahkan satu sama lain, Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya, "Hai engkau yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kaubunuh. Oleh sebab itu, jikalau engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?" Sahut orang tua-tua itu, "Di bawah pohon mesui!" Kembali Daniel berkata, "Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah telah menerima firman dari Allah untuk membela engkau!" Setelah orang itu disuruh pergi, Daniel pun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu, "Hai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, kecantikan telah menyesatkan engkau dan nafsu birahi telah membengkokkan hatimu. Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel, dan mereka pun terpaksa menurut kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu! Oleh sebab itu katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur?" Sahut orang tua-tua itu, "Di bawah pohon berangan!" Kembali Daniel berkata, "Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri. Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu dengan pedang terhunus untuk membahan engkau, supaya engkau binasa!" Maka berserulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya. Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya. Sesuai dengan Taurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 849
Ref. Tuhanlah gembalaku, tak'kan kekurangan aku
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6)
1. Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan. Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. Ia membimbing aku ke air yang tenang, dan menyegarkan daku.
2. Ia menuntun aku di jalan yang lurus, demi nama-Nya yang kudus. Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Tongkat gembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan segala lawanku. Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak, pialaku penuh berlimpah.
4. Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku seumur hidupku. Aku akan diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

Bait Pengantar Injil PS. 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan kepada pertobatannyalah Aku berkenan, supaya ia hidup.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (8:1-11)

"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan ini."

Sekali peristiwa Yesus pergi ke bukit Zaitun. Dan pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Yesus duduk dan mengajar mereka. Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada Yesus seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah, lalu berkata kepada Yesus, "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari dengan batu perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapatmu tentang hal ini?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Yesus, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis di tanah dengan jari-Nya. Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Lalu Yesus membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu, yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya, "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya, "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus, "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus

Renungan

"Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku kamu mengenal juga Bapa-Ku."

Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
• Ketegangan antara Yesus dan orang-orang Farisi yang tidak percaya kepadanya semakin panas, dan mereka ingin menangkap-Nya tetapi tak mungkin "karena saat-Nya belum tiba". Mereka tidak percaya dan mengenal Yesus sebagai Mesias, maka semakin Yesus menyatakan jati Diri-Nya mereka semakin tidak tahu. Maka baiklah kita mawas diri "apakah kita mengenal Yesus dan Bapa di sorga". Mengenal Yesus berarti bergaul akrab dengan-Nya, dan karena Dia Allah maka bagaimanapun juga kita akan dikuasai-Nya, serta mau tidak mau harus mentaati sabda-sabda-Nya dan meneladan cara hidup dan cara bertindak-Nya. Dengan mengenal-Nya kita hidup dan berjalan di dalam terang, sehingga melalui cara hidup dan cara bertindak kita dapat menerangi mereka yang barada di dalam kegelapan. Kita adalah saksi-saksi Yesus, Sang Terang Dunia sejati. Menjadi saksi terang berarti senantiasa mewartakan kebenaran-kebenaran, maka untuk itu mau tidak mau pasti akan menghadapi aneka tantangan, hambatan dan masalah dari mereka yang kurang atau tidak beriman. Kita diharapkan menyikapi segala sesuatu tidak menurut ukuran manusia, melainkan menurut ukuran Tuhan, tidak hanya berhenti pada ukuran manusia, melainkan sampai ke yang ilahi/spiritual. Maka dengan ini kami mengingatkan kita semua: marilah kita hidup dan bertindak sesuai dengan spiritualitas atau charisma pendiri oorganisasi atau paguyuban kita, entah sebagai imam, bruder, suster atau awam. Secara umum, sebagai orang-orang yang percaya kepada Yesus diharapkan semakin kristiani, sehingga dengan dan dalam semangat iman kristiani kita hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Maka berseru-serulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya. Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya" (Dan 13:60-61). Dengan cerdas dan berani Daniel berhasil membongkar kedok dan kebohongan `kedua orang tua-tua', yang tidak lain adalah tokoh-tokoh hidup bermasyarakat pada zamannya. Daniel berhasil mendobrak kesaksian palsu. Pada masa kini kiranya kita butuh `Danel-Daniel', orang-orang cerdas dan berani membongkar aneka kepalsuan dan kebohongan yang masih marak di dalam kehidupan bersama. Memang keberanian dan kecerdasan macam itu pada umumnya ada dalam diri para mahasiswa-mahasiswi yang baik, cerdas, jujur dan berani, maka kami berharap rekan-rekan mahasiswa-mahasiswi atau generasi muda hendaknya tetap cerdas, berani dan rendah hati menyuarakan kebenaran-kebenaran dalam rangka mendobrak kebohongan dan kepalsuan. Secara khusus kami juga berharap semoga di dalam berbagai proses pengadilan yang terjadi sungguh diperjuangkan kebenaran-kebenaran; semoga kebenaran memang atas uang dan kedudukan. Entah para hakim, jaksa maupun pembela kami dambakan sungguh menjadi pejuang dan pembela kebenaran-kebenaran; demikian juga rekan-rekan yang berada di jajaran Polri. Semoga mereka yang kaya akan uang atau harta benda juga tidak mudah memberi uang pelicin atau sogokan demi keuntungan diri sendiri.

Jakarta, 22 Maret 2010

Ignatius Sumarya, SJ


Bagikan

Bacaan Harian 22 - 28 Maret 2010

Bacaan Harian 22 - 28 Maret 2010

Senin, 22 Maret 2010: Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U).
Dan 13:1-9.15-17.19-30.33-62 (Dan 13:41c-62); Mzm 23:1-6; Yoh 8:12-20.
Yesus adalah terang dunia. Kalau kita hidup di dalam Dia, kita tidak akan berjalan di dalam kegelapan, karena kita mempunyai terang hidup. Rindu mengalami hidup yang terang? Hiduplah sungguh-sungguh dalam Dia dan andalkanlah Dia. Pantas kita renungkan: sudahkah Yesus sungguh bertakhta dan memerintah dalam hidupku?

Selasa, 23 Maret 2010: Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U).
Bil 21:4-9; Mzm 102:2-3.16-21; Yoh 8:21-30.
Yesus datang membawa keselamatan yang berasal dari Bapa. Ia ingin manusia percaya kepada-Nya dan kepada Dia yang telah mengutus-Nya. Ia juga ingin agar manusia bangkit dari dosa dan berjalan bersama-Nya, dalam untung dan malang, hidup dalam Kerajaan Allah. Dalam keadaan apa pun, marilah kita menaruh percaya pada campur tangan-Nya yang ajaib dalam hidup kita. Ia pasti menepati janji-Nya.

Rabu, 24 Maret 2010: Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U).
Dan 3:14-20.24-25.28; MT Dan 3:52-56; Yoh 8:31-42.
Firman yang telah ditaburkan kepada kita begitu sulit berakar, bertumbuh, dan berbuah. Hari ini Yesus mengingatkan kita, bahwa kita benar-benar adalah murid-Nya kalau kita hidup dalam firman-Nya. Dengan cara seperti itulah kita akan mengetahui kebenaran yang akan memerdekakan kita. Kalau kita tidak mau terus-menerus menjadi budak dosa, agaknya tak ada jalan lain: mulailah menjadi pelaku firman-Nya.

Kamis, 25 Maret 2010: Hari Raya Kabar Sukacita (P).
Yes 7:10-14 – 8:10; Mzm 40:7-11; Ibr 10:4-10; Luk 1:26-38.
Hari Raya Kabar Sukacita, yang jatuh tepat 9 bulan sebelum hari Natal, mengajak kita merenung tentang ketaatan seorang perawan sederhana yang bernama Maria. ”Jadilah padaku menurut perkatanmu itu.” Ia tidak memaksakan rencananya sendiri. Ia juga tidak bertanya tentang apa yang akan diterimanya. Dalam ketaatannya pada rencana Allah, ia berserah total untuk menjadi ’alat’ Tuhan.

Jumat, 26 Maret 2010: Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U).
Yer 20:10-13; Mzm 18:2-7; Yoh 10:31-42.
Saat ini Allah ingin bekerja untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baik-Nya melalui kita yang adalah alat-alat-Nya. Dengan pekerjaan-pekerjaan baik yang kita lakukan, kita menghadirkan Allah yang penuh kasih. Kendati tidak semua orang menyambut baik pekerjaan-pekerjaan baik itu, hal itu tak perlu menyurutkan kita untuk terus melakukan kebaikan yang mendatangkan sukacita dan kebahagiaan bagi sesama.

Sabtu, 27 Maret 2010: Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U).
Yeh 37:21-28; MT Yer 31:10-12ab.13; Yoh 11:45-56.
Seperti imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, seringkali kita juga tidak siap menerima kenyataan ada orang yang lebih diterima, lebih populer, lebih mampu dari diri kita. Lalu muncullah rasa iri dan dengki. Kita lupa bahwa Kerajaan Allah tidak bisa dikalahkan; kebaikan dan kebenaran tak dapat disembunyikan. Waktu memang terus berjalan, tetapi akan tiba juga saat di mana perbuatan atas dasar iri dan dengki akan berujung pada keterpurukan yang lebih dalam.

Minggu, 28 Maret 2010: Hari Minggu Palma Mengenang Sengsara Tuhan (M). Pemberkatan daun palma dan perarakan.
Bacaan Perarakan Lukas 19:28-40.
Bacaan Ekaristi: Yes 50:4-7; Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24; Flp 2:6-11; Luk 22:14 – 23:56 (Luk 23:1-49).
Dalam kisah sengsara Yesus, kita menonton begitu banyak peran yang dimainkan oleh berbagai macam tokoh: ada ahli Taurat yang berpegang buta pada peraturan, ada imam-imam kepala yang takut posisi mereka terancam, ada Pilatus yang mau cari aman, dan ada orang banyak yang mengikuti arus dan mudah terhasut. Semuanya sepakat untuk ’menyalibkan’ Yesus. Saat ini, mungkin jadi kita juga memainkan salah satu peran itu untuk terus membuat Yesus menderita. Sikap yang bagaimanakah yang paling dominan dalam diri kita yang membuat Yesus terus tersalib?


Bagikan