| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Selasa, 18 Mei 2010 Hari Biasa Pekan VII Paskah Novena Roh Kudus Hari Kelima

Selasa, 18 Mei 2010
Hari Biasa Pekan VII Paskah
Novena Roh Kudus Hari Kelima

“Aku berdoa untuk mereka”.

Doa Penerangan Roh Kudus PS 94

Allah Bapa yang mahakudus, kami bersyukur kepada-Mu karena Roh Kudus yang telah Kaucurahkan ke dalam hati kami. Kehadiran-Nya dalam hati kami telah membuat kami menjadi bait kehadiran-Mu sendiri, dan bersama Dia pula kami telah Kaulahirkan kembali menjadi anak-anak-Mu.

Dialah penghibur dan penolong yang Kauutus dalam nama Kristus. Dialah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Semoga Dia mengajarkan segala sesuatu kepada kami dan mengingatkan kami akan firman yang telah dikatakan oleh Yesus, agar kami selalu dituntun oleh firman-Nya.

Melalui Roh Kudus-Mu ini sudilah Engkau membimbing Gereja-Mu, para pemimpin dan pembantu-pembantunya, dan berilah mereka kebijaksanaan yang sejati. Semoga karena bimbingan-Nya kami semua boleh menikmati buah-buah Roh: kasih, suka-cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebajikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Melalui Roh Kudus-Mu pula sudilah Engkau membimbing umat-Mu untuk peka dan setia kepada kehendak-Mu, untuk tetap tabah dalam penderitaan, berani menjadi saksi Putra-Mu, berani menjadi pelayan sesama, dan menjadi terang serta garam dunia.

Semoga Roh Kudus selalu memimpin kami dengan lembut dan ramah, menuntun kami dengan cermat dan teguh; semoga Ia menjadi daya ilahi di dalam kehidupan beriman dan bermasyarakat, dan menghantar kami masuk ke dalam kemuliaan surgawi untuk berbahagia abadi bersama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Doa Renungan

Allah Bapa sumber kebajikan, Putra-Mu telah menyatakan bahwa diri-Nya akan pergi meninggalkan kami. Kepergian-Nya membuat kami dewasa dan mampu menentukan hidup kami sendiri. Untuk memilih mana yang boleh kami lakukan dan mana yang tidak. Semoga kami semakin dikuatkan hari ini dengan Roh Penghiburan-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (20:17-27)

"Aku dapat mencapai garis akhir, dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus."

Dalam perjalanannya ke Yerusalem, Paulus menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu; aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih, tidak bersalah terhadap siapapun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!
Ayat. (Mzm 68:10-11.20-21)
1. Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; Engkau memulihkan tanah milik-Mu yang gersang, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah.
2. Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:1-11a)

"Bapa, permuliakanlah Anak-Mu."

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu dan milik-Mu adalah milik-Ku, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Yesus berbicara tentang kemuliaan-Nya dan kemuliaan Bapa-Nya. Apakah kemuliaan-Nya? Itu tidak lain adalah salib, yang mewahyukan luasnya cinta bagi para pendosa dan kuasa penebusan yang membatalkan hutang dosa. Yesus memberikan kepada Bapa-Nya kehormatan dan kemuliaan tertinggi melalui ketaatan dan kerelaan-Nya untuk mengikuti jalan salib. Kehormatan diberikan kepada Kristus oleh Bapa-Nya karena pengorbanan-Nya yang luar biasa demi umat manusia.

Paulus, yang tercekam oleh Kristus, sanggup mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan kepada-Nya melalui pengorbanan yang besar. Untuk itu, ia pun telah mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari mereka yang mau membunuhnya. Walaupun demikian, ia tetap setia dan tidak melalaikan tugasnya, yakni memberitakan seluruh maksud Allah. Dengan demikian, ia memberikan kehormatan dan kemuliaan kepada Tuhan, yang mengutusnya. Ia pun mengantar banyak orang kepada kehidupan kekal bersama Allah.

Kita pun dipanggil dan diutus untuk menjadi orang-orang yang hidupnya menjadi kehormatan bagi Allah dan memancarkan kemuliaan-Nya. Seperti kata St. Ireneus: ”Kemuliaan Allah adalah manusia yang hidup sepenuhnya (Gloria Dei homo vivens est).” Di mana ada sesama yang hidupnya tidak manusiawi—seperti kaum miskin, terpinggirkan, terasingkan, dan terabaikan—kita dipanggil untuk mengembalikan kodrat mulia mereka sebagai citra Allah.

Tuhan Yesus, jadikanlah hidupku menjadi pancaran kemuliaan-Mu dan kemuliaan Bapa di surga. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kakuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup PS 92

Allah yang mahakuasa dan mahakudus, semoga kekuatan Roh Kudus turun atas kami dan berdiam dalam diri kami, sehingga kami menjadi kenisah kemuliaan-Nya. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


Bagikan

Senin, 17 Mei 2010 Hari Biasa Pekan VII Paskah Novena Roh Kudus Hari Keempat

Senin, 17 Mei 2010
Hari Biasa Pekan VII Paskah
Novena Roh Kudus Hari Keempat

"Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu. Aku telah mengalahkan dunia."

Doa Penerangan Roh Kudus PS 94

Allah Bapa yang mahakudus, kami bersyukur kepada-Mu karena Roh Kudus yang telah Kaucurahkan ke dalam hati kami. Kehadiran-Nya dalam hati kami telah membuat kami menjadi bait kehadiran-Mu sendiri, dan bersama Dia pula kami telah Kaulahirkan kembali menjadi anak-anak-Mu.

Dialah penghibur dan penolong yang Kauutus dalam nama Kristus. Dialah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Semoga Dia mengajarkan segala sesuatu kepada kami dan mengingatkan kami akan firman yang telah dikatakan oleh Yesus, agar kami selalu dituntun oleh firman-Nya.

Melalui Roh Kudus-Mu ini sudilah Engkau membimbing Gereja-Mu, para pemimpin dan pembantu-pembantunya, dan berilah mereka kebijaksanaan yang sejati. Semoga karena bimbingan-Nya kami semua boleh menikmati buah-buah Roh: kasih, suka-cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebajikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Melalui Roh Kudus-Mu pula sudilah Engkau membimbing umat-Mu untuk peka dan setia kepada kehendak-Mu, untuk tetap tabah dalam penderitaan, berani menjadi saksi Putra-Mu, berani menjadi pelayan sesama, dan menjadi terang serta garam dunia.

Semoga Roh Kudus selalu memimpin kami dengan lembut dan ramah, menuntun kami dengan cermat dan teguh; semoga Ia menjadi daya ilahi di dalam kehidupan beriman dan bermasyarakat, dan menghantar kami masuk ke dalam kemuliaan surgawi untuk berbahagia abadi bersama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Doa Renungan

Allah sumber kekuatan kami, ingatkanlah dan teguhkan kami senantiasa bahwa tugas kami yang utama adalah percaya kepada-Mu dan kepada Yesus Putra-Mu. Semoga hari ini iman kami bertumbuh dan penyerahan kami semakin kuat kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (19:1-8)

"Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?"

Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus." Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes." Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus." Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah.
Ayat. (68:2-3ab.4-5.6-7)
1. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya.
2. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah Tuhan; beria-rialah di hadapan-Nya!
3. Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:29-33)

"Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus, "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah." Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Saudara-saudari terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
• Setia pada iman atau ajaran agama di tengah-tengah kehidupan bersama yang masih diwarnai oleh aneka macam bentuk kemerosotan moral hampir di semua bidang kehidupan masa kini, kiranya tak akan terlepas dari aneka penderitaan. Sebagai murid atau pengikut Yesus Kristus di beberapa tempat di Indonesia saat ini harus menghadapi aneka tekanan dan derita dari mereka yang tidak suka terhadap kita, yang beriman kepada Yesus Kristus. Setia pada iman atau ajaran agama pada masa kini antara lain dapat kita hayati dengan setia pada panggilan kita masing-masing dengan segala konsekwensi maupun tuntutannya, entah terpanggil sebagai suami-isteri, imam, bruder atau suster. Tanpa bermaksud mengesampingkan panggilan sebagai imam, bruder atau suster, kami mengajak dan mengingatkan pentingnya kesetiaan suami-isteri untuk saling mengasihi sampai mati baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit, sebagaimana pernah dijanjikan pada awal membangun keluarga, ketika saling menerimakan Sakramen Perkawinan. Mengapa kami mengangkat masalah hidup berkeluarga, karena apa yang dialami dan diperoleh dalam dan melalui keluarga akan menjadi modal dan bekal dalam hidup terpanggil menjadi imam, bruder atau suster maupun hidup berkeluarga bagi anak-anak. Maka dengan ini kami sungguh mendambakan agar suami-isteri setia satu sama lain dalam saling mengasihi sampai mati. Godaan-godaan duniawi yang berusaha menggerogoti kesetiaan hidup berkeluarga memang cukup banyak, tetapi marilah kita imani penyertaan atau pendampingan Yesus, yang telah bangkit dari mati, melalui Roh-Nya, sebagaimana pesanNya: "Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia".

"Ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat" (Kis 19:6). Roh Kudus juga telah dianugerahkan kepada kita secara liturgis ketika menerima Sakramen Krisma. Dengan menerima Sakramen Krisma diharapkan telah menjadi dewasa dalam hal iman, sehingga dapat berkata-kata dalam roh dan bernubuat. Berkata-kata dalam roh tidak berarti tidak dimengerti atau dipahami orang lain, tetapi dapat dipahami atau dimengerti orang lain. Memang yang penting bukan kata-kata melainkan perbuatan atau tindakan, maka mereka yang dapat berkata-kata dalam roh berarti melalui cara hidup atau cara bertindaknya lahirlah keutamaan-keutamaan seperti "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri" (Gal 5:22-23), atau siapapun yang dapat berkata-kata dalam roh akan menghayati keutamaan-keutamaan sebagai buah roh di atas ini. Orang yang menghayati keutamaan-keutamaan di atas ini juga akan mampu bernubuat artinya meraba-raba atau melihat apa yang kiranya akan terjadi. Jika orang mampu meraba-raba atau melihat apa yang akan terjadi dengan baik dan tepat, maka ia akan berjalan selamat, menelusuri jalan hidup atau panggilan dengan damai, selamat dan sejahtera. Berbahasa dalam roh dan hidup baik atau berbudi pekerti luhur bagaikan mata uang bermuka dua, dapat dibedakan namun tak dapat dipisahkan. Marilah kita saling membantu dan mengingatkan untuk setia hidup baik dan berbudi pekerti luhur, saling menguatkan dan meneguhkan dalam menghadapi aneka macam godaan atau rayuan duniawi yang mencelakakan keselamatan jiwa. Hendaknya senantiasa diusahakan keselamatan jiwa, meskipun untuk itu kita harus menderita, kerja keras, berjuang dan berkorban.

Jakarta, 17 Mei 2010


Ign Sumarya, SJ

Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kakuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup PS 92

Allah yang mahakudus, semoga kekuatan Roh-Mu turun atas kami, agar kami mematuhi kehendak-Mu dengan setia dan mengamalkannya dalam cara hidup kami. Demi Yesus Kristus Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.



Bagikan

Bacaan Harian 17 - 23 Mei 2010

Bacaan Harian 17 - 23 Mei 2010

Ujud-ujud Kerasulan Doa Bulan Mei
Ujud Umum: Sadar akan besarnya jumlah perempuan dan anak-anak yang menjadi korban, semoga semua pihak bekerjasama membrantas perdagangan manusia dalam segala bentuknya.
Ujud Misi: Semoga kaum Rohaniwan, biarawan-biarawati, maupun para pemuka umat mampu mengobarkan sikap dan semangat misioner dalam hati umat yang mereka layani.
Ujud Gereja Indonesia: Semoga Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei) mengobarkan kembali nasionalisme putra-putri Ibu Pertiwi, demi kesatuan bangsa.

Senin, 17 Mei 2010: Hari Biasa Pekan VII Paskah (P).
Kis 19:1-8; Mzm 68:2-5ac.6-7ab; Yoh 16:29-33.
Sebelum meninggalkan para murid, Yesus mengingatkan para murid bahwa Dia telah mengalahkan dunia dan karena itu mereka harus menguatkan hati saat menghadapi penganiayaan. Saat ini, untuk menjalani ajaran-ajaran Yesus, kita juga akan berhadapan dengan ’penganiayaan’ dan benturan-benturan. Akankah hati kita tetap kuat sebagaimana yang dipesankan oleh Yesus?

Selasa, 18 Mei 2010: Hari Biasa Pekan VII Paskah (P).
Kis 20:17-27; Mzm 68:10-11.20-21; Yoh 17:1-11a.
Allah telah memberikan dengan gratis segala hal yang diperlukan supaya kita bisa melakukan pekerjaan-Nya dan mempermuliakan Dia. Akankah di saat akhir kehidupan, kita berani juga berkata seperti Yesus: “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.”

Rabu, 19 Mei 2010: Hari Biasa Pekan VII Paskah (P).
Kis 20:28-38; Mzm 68:29-30.33-36c; Yoh 17:11b-19.
Yesus berdoa kepada Bapa-Nya supaya Bapa memelihara, menjaga, melindungi dari yang jahat, dan akhirnya menguduskan para murid dalam kebenaran. Sebagai para murid, kita harus yakin bahwa kita tidak dibiarkan sendirian dalam menjalankan tugas perutusan ini. Allah Tritunggal pasti selalu menyertai kita; tinggalllah kita perlu membuka diri terhadap penyertaan-Nya.

Kamis, 20 Mei 2010: Hari Biasa Pekan VII Paskah (P).
Kis 22:30 – 23:6-11; Mzm 16:1-2a.5.7-11; Yoh 17:20-26.
Yesus menghendaki agar para murid-Nya memiliki kasih Bapa yang Ia nyatakan dalam hidup-Nya. Camkan doa-Nya: “Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”

Jumat, 21 Mei 2010: Hari Biasa Pekan VII Paskah (P).
Kis 25:13-21; Mzm 103:1-2.11-12.19-20ab; Yoh 21:15-19.
Yesus bertanya kepada Petrus sampai tiga kali dengan pertanyaan: ”Apakah engkau mengasihi-Ku?” Setiap kali Petrus menjawab ”ya”, Yesus meminta Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya.Tengoklah di sekitar kita, pasti ada domba-domba yang dikirimkan-Nya. Kalau kita sungguh mencintai-Nya, dengarkan Yesus berujar: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku!”

Sabtu, 22 Mei 2010: Hari Biasa Pekan VII Paskah (P).
Kis 28:16-20.30-31; Mzm 11:4-5.7; Yoh 21:20-25.
Ketika Petrus mempersoalkan Yohanes, Yesus menjawab: ”Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Daripada sibuk mempersoalkan bagaimana cara orang lain mengikut Yesus, baiklah kita bertanya pada diri: sejauh mana aku telah menggunakan segala anugerah yang ada padaku untuk mengikut Yesus?

Minggu, 23 Mei 2010: Hari Raya Pentakosta (M).
Kis 2:1-11; Mzm 104:1ab.24ac.29bc-31.34; 1Kor 12:3b-7.12-13 atau Rm 8:8-17; Yoh 14:15-16.23b-26.
Yesus menjanjikan penghibur untuk menyertai para murid. Penghibur itulah yang akan mengajarkan dan mengingatkan para murid tentang segala sesuatu yang telah diajarkan Yesus. Maka, tidak bisa tidak, kalau kita sungguh-sungguh mau menjadi pengikut Yesus, kita harus membuka diri terhadap Roh Penghibur itu, yakni Roh Bapa dan Putera. Hanya orang yang terus menjalin hubungan dengan Bapa dan Putera yang akan mampu menangkap tuntunan Roh Penghibur itu.


Catatan:
1. Hari ini berakhirlah Masa Paskah. Lilin Paskah dipindahkan dari dekat altar ke kapel pembaptisan.
2. Jemaat-jemaat yang merayakan Senin atau Selasa sesudah Pentakosta sebagai Pentakosta ke II dapat menggunakan Misa Minggu Pentakosta di atas atau Misa Roh Kudus.


Bagikan

Minggu, 16 Mei 2010 Hari Minggu Paskah VII Hari Komunikasi Sosial Sedunia 44, Novena Roh Kudus Hari Ketiga

Minggu, 16 Mei 2010
Hari Minggu Paskah VII
Hari Komunikasi Sosial Sedunia 44
Novena Roh Kudus Hari Ketiga

Imam dan Pelayanan Pastoral di Dunia Digital: Media Baru Demi Pelayanan Sabda

Doa Penerangan Roh Kudus PS 147

Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu, dan menyalakan di dalam api cinta-Mu.
P. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali.
U. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah kita berdoa (hening).
Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Doa Renungan

Ya Allah Bapa kami, Engkau sendiri telah menciptakan dan menghadirkan semua sarana komunikasi modern di dunia untuk kami gunakan. Berkatilah dan tuntunlah kami, doronglah kami agar kami berani memanfaatkan semua media komunikasi modern yang berada dalam jangkauan kami untuk membangun persekutuan dan kemajuan nama-Mu seperti yang didambakan oleh Yesus Kristus Tuhan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (7:55-60)

"Aku melihat Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."

Di hadapan Mahkamah Agama Yahudi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
Ayat. (Mzm 97:1.2b.6.7c.9; R:1a.9a)
1.Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya!
2.Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Segala dewata sujud menyembah Allah.
3.Sebab Engkaulah ya Tuhan, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Kitab Wahyu (22:12-14.16-17.20)

"Datanglah Tuhan Yesus!"

Aku Yohanes, mendengar suara yang berkata kepadaku, "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah untuk membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota yang turun dari surga, dari Allah. Aku mendengar pula suara yang berkata, "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang." Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 956
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis: Aku tidak akan meninggalkan kamu, sebagai yatim piatu, Aku datang kembali kepadamu, dan hatimu akan bersuka cita. (Yoh 14:18)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:20-26)

"Supaya mereka sempurna menjadi satu"

Dalam perjamuan terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, "Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan


Bacaan Injil hari ini adalah bagian terakhir dari doa Yesus sebagai Imam Agung. Bagian pertama (Yoh 17:1–8) berisi doa Yesus bagi diri-Nya sendiri, bagian kedua (9–19) berisi doa Yesus bagi para murid-Nya, dan bagian ketiga (20–26) berisi doa Yesus bagi kita dan semua orang beriman. Inti doa-Nya adalah persatuan, yakni supaya semua menjadi satu.

Kesaksian akan persatuan ini penting bagi tugas perutusan ”supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Ia menginginkan agar persatuan yang berlandaskan kasih Allah menjadi sempurna. ”Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” Itulah doa yang diinginkan oleh Yesus dari para pengikut-Nya.

Ketekunan iman Stefanus ditimbanya dari doa yang menguatkan dia sementara ia dilempari batu. Kematian Stefanus dan Yesus mempunyai kemiripan-kemiripan. Keduanya dituduh menghujat Allah. Pengadilan keduanya tidak adil. Keduanya diseret keluar kota suci Yerusalem untuk dibunuh. Keduanya meninggal secara kejam. Sebagaimana Yesus berdoa kepada Bapa-Nya untuk mengampuni para pembunuh-Nya, demikian juga Stefanus. Keduanya menyerahkan roh mereka kepada Allah.

Sebagai murid-murid Yesus, kita percaya akan kekuatan doa. Doa adalah kunci untuk membuka bilik kasih karunia Allah. Doa yang tekun menyatukan hati kita dengan hati Yesus sendiri.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, jaga dan kembangkan persatuan di antara kami sebagai tanda nyata bahwa kami adalah murid-murid-Mu di dunia ini. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kakuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup
PS 92

Allah, Penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus telah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga dalam Roh-Nua Ia selalu menyertai kami sampai akhir zaman, seperti dijanjikan-Nya. Sebab Dialah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.




Renungan

Rekan-rekan yang baik,
Saya teruskan pembicaraan dengan Oom Hans tentang Yoh 17:20-26 yang dibacakan pada hari Minggu Paskah VII tahun C, 16 Mei 2010 ini.


Salam hangat,
A. Gianto


================


Oom Hans yang baik!
Di Indonesia pada hari Minggu Paskah VII tahun C akan dibacakan Yoh 17:20-26. Bagaimanapun juga saya mau tanya satu dua hal. Apa sebenarnya yang dimaksud oleh Yesus ketika berdoa agar siapa saja yang ikut percaya kepadanya karena pemberitaan para muridnya akan tetap bersatu sebagai satu umat (Yoh 17:21). Lalu menyangkut ayat 24, ingin saya tanyakan apa pula arti doa Yesus ini: "Aku (=Yesus) ingin agar di mana pun aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan aku...sehingga mereka memandangi kemuliaanku yang telah Engkau (=Bapa) berikan kepadaku, sebab Engkau mengasihi aku sebelum dunia dijadikan."



Salam hangat,
Gus

==========================

Gus, Salam Damai!
Doa Yesus selama perjamuan terakhir itu kutampilkan kembali agar kalian makin mengerti siapa dia itu. Itulah saat-saat orang mengungkapkan diri dengan jujur di hadapan Yang Mahakuasa. Kita beruntung dapat ikut mendengarkannya. Kau ingat kan, itu saat-saat terakhir ia masih bisa berada bersama para muridnya, saat-saat yang amat khusus, bebas dari kehadiran kuasa jahat, seperti kau sebut dalam esaimu mengenai Injil hari Minggu Paskah V tahun C dua minggu lalu. Dia yang memikirkan para pengikutnya sampai saat-saat terakhir itu kini mendoakan murid-murid dan orang-orang yang bakal mempercayai berita para murid mengenai dirinya. Jadi ia juga berdoa bagi kalian di hadapan Yang Mahakuasa yang disapanya sebagai Bapa itu. Ia yakin permohonannya terkabul karena ia amat dekat dengan-Nya.

Tapi, Gus, baiklah kesempatan ini kita pakai membicarakan hal yang sudah lama kupikirkan tapi belum pernah bisa kuungkapkan. Begini. Yesus itu kan berdoa bagi kesatuan kalian. Ia tidak ingin kalian mengalami perpecahan. Namun bukan ia bermaksud membuat kalian merasakan hidup damai bersatu seperti di Firdaus. Ia ingin menunjukkan mengapa bersatu itu ada nilainya sendiri. Maksudnya, supaya kalian bisa ikut menyadari kesatuan antara dia dengan Bapanya. Mungkin aneh penjelasanku ini? Bukankah ia berdoa agar kalian bersatu seperti ia bersatu dengan Bapanya. Jadi kesatuan dengan Bapanya itu jadi "paradigma", jadi contoh bagi kesatuan dalam umat manusia, begitu akan kaupikir tentunya.

Memang itulah cara berpikir teologi. Tapi bila kalian melihatnya dari segi pengalaman hidup batin, akan sedikit berbeda rasanya. Begini penjelasannya. Kalian baru akan dapat memahami apa artinya Yesus ada sedemikian dekat dengan Bapanya hanya bila kalian bisa mengalami kesatuan di antara kalian. Boleh jadi kalian hanya akan dapat mengalaminya secara negatif. Bila tak ada kesatuan, kalian akan merasakan ada yang kurang. Ada yang belum beres. Begitulah. Bila kalian paham ini maka baru kalian bisa mulai mengerti kesatuan antara Yesus dan Bapa yang mengutusnya ke dunia ini.

Aku memusatkan seluruh pewartaan Injilku pada kesatuan Yesus dengan Bapanya. Namun Injilku tidak dipahami bila orang belum melihat bahwa kesatuan itu memang dapat mendatangkan kebahagiaan. Membuat orang merasa tak kurang suatu apa. Ringkasnya, pengalaman batin kalian dalam menghadapi kesatuan atau perpecahan itu pengalaman yang amat berharga karena dapat membuat kalian memahami kehadiran Yang Ilahi sendiri.

Kukira kalian tidak menyangkal bahwa masih ada sisi-sisi gelap dalam hidup kita. Bukan gelap bagi persepsi orang lain, tapi bagi diri kita masing-masing. Memang kita belum utuh. Dan banyak orang menderita karena itu. Kesukaran ini sering tak terkatakan dan hanya bisa dihidupi. Namun bernilai. Sang Firman itu datang bersinar ke dunia yang terkurung kegelapan. Tak semua sisi dunia ini dapat menerima terangnya. Tapi ia terarah bagi semua sisi kehidupan. Inilah yang makin lama makin kumengerti sebagai kebesaran Tuhan. Ia datang kepada siapa saja, baik yang menerima maupun yang tidak segera menerimaNya. Bahkan yang menolak-Nya pun tidak dijauhi-Nya. Ia tetap menunggu. Ia membiarkan orang berjalan sampai menemukan-Nya.

Sekaligus kujawab pertanyaanmu mengenai Yoh 17:24. Memang sejak awal Tuhan itu ada bagi siapa saja. Tak ada yang bisa berada tanpa kehadiran-Nya. Ini semua kusebut dalam bagian awal Injilku. Dan orang tidak bisa mendiamkan-Nya saja. Ia mendatangi orang-orangNya. Ia berperhatian. Kalian mungkin belum menyadarinya. Tapi nanti akan kau lihat betapa besarnya perhatian-Nya kepada kalian, kepada alam ciptaan. Ia memandangi semuanya. Kalian ini menjadi bagian dari dia yang dikasihiNya, dari Yesus yang sekarang mendoakan kalian.

Aku tahu mungkin tidak mudah menyampaikan hal-hal ini kepada rekan-rekan. Tak usah khawatir. Yang Mahakuasa menerangi. Uskup Hipo yang sering kau kutip itu kan pernah merumuskan hal ini dengan jitu. Ada penerangan, ada illuminatio, tulisnya, yang asalnya dari atas sana sehingga orang bisa mengerti makna hal-hal yang pada dirinya sendiri sulit dipahami. Tak usah was-was menjelaskan misteri kehadiran Yang Ilahi. Beri ruang pada-Nya dan sisanya akan dikerjakan-Nya sendiri. Ini martyria, ini kesaksian.

Salam,
Hans

=================

Oom Hans yang baik!
Terima kasih banyak. Penjelasan Oom sangat membantu. Tetapi saya ragu-ragu apa bisa semua ini diceritakan begitu saja kepada rekan-rekan. Kok rasanya seperti ajaran mistik. Akan saya coba nanti. Satu hal lagi ingin saya tanyakan. Apa doa Yesus itu juga disampaikan dengan maksud berbagi "sangkan paran" atau asal dan tujuan dengan siapa saja yang percaya kepadanya, kepada kita-kita ini?

Salam hangat
Gus

==================

Gus yang baik!
Seperti pernah kau jelaskan kepada rekan-rekan Kamis Putih yang lalu, dalam perjamuan terakhir itu Yesus memang mau berbagi "sangkan paran" dengan murid-muridnya. Dan dalam doa yang hari ini kaudengar, ia malah meminta Bapanya agar membuat kalian juga bisa berbagi hidup dengannya. Dan bukan dengan dia saja, melainkan dengan Yang Mahakuasa yang dipanggilnya sebagai Bapa. Lihatlah betapa besar perhatiannya bagi kalian!

Dengan ini bisakah kalian tinggal diam kalau melihat kemanusiaan terpojok oleh tingkah kekerasan manusia sendiri. Jangan salah mengerti. Aku tidak mengajarkan perlawanan. Aku hanya mau menunjukkan betapa tingginya martabat manusia dan betapa rendahnya tindak kekerasan. Jangan dihadapi dengan cara yang sama-sama memerosotkan. Mintalah kepada Bapa di atas sana menyinarkan wajahnya kepada dunia supaya orang-orang yang berkemauan baik makin mengerti.

Salam,
Hans

Bagikan

Sabtu, 15 Mei 2010 Hari Kedua Novena Roh Kudus

Sabtu, 15 Mei 2010
Hari Kedua Novena Roh Kudus
Pw S. Perawan Maria, Ratu Para Rasul

Hari Biasa Pekan VI Paskah

“Mintalah maka kamu akan menerima supaya penuhlah sukacitamu.”

Doa Penerangan Roh Kudus PS 147

Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu, dan menyalakan di dalam api cinta-Mu.
P. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali.
U. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah kita berdoa (hening).
Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahamulia, tuntunlah kami dan semua komunitas Kristiani, jadikanlah kami tanda-tanda kehadiran-Mu oleh semangat doa, kerukunan, dan keramahan kami, serta kesabaran satu sama lain. Kami percaya, roh-Mu mengiringi langkah kami dan melindungi kami dari segala yang jahat. Dengan demikian kami senantiasa memuliakan nama-Mu dalam setiap tutur kata dan perilaku kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (18:23-28)

"Apolos membuktikan dari Kitab Suci, bahwa Yesus adalah Mesias."

Paulus meninggalkan Korintus dan kembali ke kota Antiokhia di Siria. Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid. Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 825
Ref. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.8-9.10; R: 6)
1. Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!
2. Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.
3. Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan”

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Solis: A
ku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:23b-28)

"Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya."

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

Menjelang keberangkatan-Nya dari dunia, Yesus menyampaikan janji yang membesarkan hati, yakni apa pun yang diminta oleh para murid-Nya akan dikabulkan.

Kita sering berdoa untuk sesuatu yang sekadar kita inginkan, bukan untuk sesuatu yang sungguh-sungguh kita butuhkan. Apakah yang sesungguhnya kita butuhkan? Yang utama ialah berada dekat dengan Tuhan, mengalami kasih-Nya, serta dilengkapi dengan segala sesuatu yang akan mendekatkan kita dengan kehendak-Nya dan yang memampukan kita untuk membangun Kerajaan-Nya.

Allah mempunyai cara-Nya sendiri mengabulkan doa kita; sering di luar dugaan kita. Doa yang benar bukanlah mendikte Allah sesuai keinginan kita. Doa membantu kita untuk menyadari kasih Allah, kebutuhan-kebutuhan nyata kita, ketidakmampuan kita, dan bagaimana serta kapan Allah bertindak mengabulkannya. Salah satu syaratnya adalah ketekunan dan kerendahan hati. Bagi St. Teresa dari Avila, berdoa adalah berjalan bersama Tuhan dengan kerendahan hati untuk menuju kesempurnaan. Doa dan kerendahan hati tidak dapat dipisahkan.

Tugas dan karya yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita masing-masing membutuhkan doa, baik dari kita sendiri maupun dari orang-orang lain. Karya harus diresapi doa dan doa menyuburkan karya kita. Karya dan doa saling memperkaya.

Tuhan Yesus, ajarilah aku berdoa dengan ketekunan dan kerendahan hati untuk mencari kehendak-Mu semata-mata. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kakuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup PS 92

Allah yang mahabijaksana, Putra-Mu menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul dan memenuhi janji itu sesudah Ia naik ke surga. Semoga kami pun Kauanugerahi kurnia Roh Kudus. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.



Bagikan

Jumat, 14 Mei 2010 Pw. St. Matias, Rasul Hari Pertama Novena Roh Kudus.

Jumat, 14 Mei 2010
Pw. St. Matias, Rasul
Hari Pertama Novena Roh Kudus.

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu! Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya." (Yoh 15:9-10)

Doa Renungan

Allah Bapa yang maharahim, kasihanilah kami dan jagalah kami selalu, umat yang sudah Kauselamatkan. Kami sudah ditebus oleh wafat dan derita Putra-Mu. Semoga kami bergembira atas kebangkitan-Nya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (1:15-17.20-26)

"Yang kena undi adalah Matias; dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas murid."

Pada waktu itu berdirilah Petrus di tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya. Ia berkata, "Hai, Saudara-saudara, harus digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud, tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami, dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Sebab ada tertulis dalam Kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya. Dan lagi: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami satu orang yang dipilih dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami. Bersama kami ia harus menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua lalu berdoa, "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas, yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu, dan yang kena undi adalah Matias. Dengan demikian Matias ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan mendudukkan dia bersama para bangsawan.
Ayat. (Mzm 113:1-2.3-4.5-6.7-8)
1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
2. Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
3. Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
4. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama para bangsawan, bersama dengan para bangsawan bangsanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap. (Yoh 15:16)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:9-17)

"Allah telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah."

Pada perjamuan malam terakhir Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu! Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Nama Matias hanya disebut satu kali dalam Perjanjian Baru, yaitu ketika ia dipilih menjadi rasul menggantikan Yudas Iskariot untuk menggenapi jumlah dua belas rasul. Pemilihannya terjadi sebelum peristiwa Pentakosta, awal kelahiran Gereja. Walaupun pemilihannya terjadi melalui undian, tetapi hal yang pokok adalah doa yang mendahuluinya untuk meminta petunjuk dari Tuhan. ”Mereka semua lalu berdoa.”

Suatu kebiasaan bagus bahwa peristiwa-peristiwa penting—baik dalam keluarga maupun dalam Gereja atau umat—selalu didahului dengan doa. Dengan menyerahkan peristiwa tertentu dalam doa, Tuhan diundang untuk hadir dan berkarya. Hal ini sangat sesuai bagi seseorang secara pribadi maupun bagi komunitas, misalnya untuk memutuskan apakah seseorang dipanggil untuk menjadi imam, biarawan-biarawati, atau pelayan Tuhan. Doa dan pemilahan kehendak Allah adalah hal yang—tidak bisa tidak—harus ada. ”Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.” Itulah semangat panggilan seorang murid. Biarlah suatu pengambilan keputusan dipercayakan dalam bimbingan Roh Tuhan agar—seperti Matias—pemilihan terjadi karena kehendak Tuhan sendiri.

Kita bersyukur karena kita dipanggil menjadi murid Tuhan bukan pertama-tama karena pilihan kita, tetapi karena Allah yang berkarya di dalam diri kita.

Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah memilih aku untuk ikut serta dalam mewujudkan Kerajaan-Mu di dunia ini. Sertailah aku untuk memenuhi panggilan ini seturut kehendak-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan

Jumat, 14 Mei 2010 Novena Roh Kudus Hari Pertama

Jumat, 14 Mei 2010
Hari Pertama Novena Roh Kudus

Tuhan bersabda: Jangan takut! Aku menyertai Engkau!

Doa Penerangan Roh Kudus PS 147

Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu, dan menyalakan di dalam api cinta-Mu.
P. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali.
U. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah kita berdoa (hening).
Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (18:9-18)

"Banyak umat-Ku di kota ini!"

9 Ketika Paulus ada di Kota Korintus, Tuhan berfirman kepadanya pada suatu malam di dalam suatu penglihatan, "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! 10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini." 11 Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. 12 Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan. 13 Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat." 14 Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, 15 tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian." 16 Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan. 17 Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu. 18 Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 825
Ref. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.4-5.6-7)
1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!
2. Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.
3. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya.
4. Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya Tuhan itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat.
Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:20-23)

"Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu."

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan bersukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa pada-Ku.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Saudara-saudari yang terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Para ibu, terutama yang baru/ketika pertama kali melahirkan anaknya, dan mungkin juga bapak/suaminya, kiranya terbantu untuk merenungkan Warta Gembira di atas ini, dengan mengenangkan pengalaman ketika akan melahirkan anaknya serta pada saat anaknya lahir. Kalau saya boleh menggambarkan kiranya ada pengalaman takut, was-was bercampur harapan akan kebahagiaan sejati, sebagaimana disabdakan oleh Yesus : ”Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia”. Pengalaman berpartisipasi dalam Wafat dan Kebangkitan Yesus, mati dan hidup baru, itulah yang terjadi.

Hari ini adalah hari pertama Novena Pentekosta, dan kita diajak untuk merenungkan sabda Yesus di atas ini. “Menangis, meratap dan berduka cita” itulah yang akan kita alami jika kita setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita atau berparitisipasi dalam karya agung penciptaan dan penebusan atau penyelamatan. Para ibu yang sedang mengandung dan akan melahirkan anaknya kiranya hidupnya ditandai aneka bentuk matiraga atau lakutapa dengan harapan agar dapat melahirkan anaknya dengan baik dan lancar serta anak yang dilahirkan sehat wal’afiat, tanpa cacat cela atau noda apapun. Matiraga atau lakutapa hendaknya juga mewarnai atau menjiwai hidup kita sebagai orang beriman. Matiraga antara lain berarti mengarahkan dan mengendalikan raga, anggota tubuh dan nafsu-nafsu atau gairah sesuai dengan kehendak Tuhan, alias mengarah ke perbuatan-perbuatan baik, yang menyelamatkan dan membahagiakan. Buah-buah yang lahir dari matiraga karena setia pada panggilan dan tugas pengutusan akan bersifat ‘abadi’ dan dibawa mati, dan tak mungkin orang lain merampas atau mengambilnya. Buah-buah itu adalah keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan yang menyelamatkan dan membahagiakan. Ingat dan hayati bahwa kesabaran dan kerendahan hati lahir ketika dilecehkan dan direndahkan, lemah lembut lahir ketika ada kekerasan, murah hati lahir ditengah-tengah hidup pelit, dst..

· "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini." (Kis 18:9-10) , demikian firman Tuhan kepada Paulus, Rasul Agung. “Jangan takut” merupakan pesan Tuhan bagi orang-orang terpilih, seperti Bunda Maria, Yosef, Maria Magdalena dan Paulus. Kita semua adalah yang terpilih dan pemenang; ingat bahwa ada jutaan sperma berrebut satu telor dan hanya satu yang berhasil, yang tidak lain adalah kita semua, yang pernah dikandung oleh ibu kita masing-masing dan dilahirkan ke dunia ini. Maka hendaknya kita jangan takut untuk menjadi saksi-saksi iman, memberitakan firman atau sabda Tuhan di dalam hidup sehari-hari, karena masing-masing dari kita adalah yang terpilih dan pemenang. Lihat, cermati dan percayai bahwa di dalam hidup dan kerja bersama atau tinggal bersama lebih banyak orang baik daripada orang jahat, lebih banyak yang berkehendak baik daripada berkehendak jahat. Dekati dan perlakukan setiap orang dengan rendah hati dan dalam atau oleh cintakasih, maka mereka akan bersahabat dengan kita. Binatang buas pun ketika didekati dan diperlakukan dalam dan oleh kasih dapat menjadi sahabat, apalagi manusia. Jika ada orang yang kurang ajar, rewel, mengganggu untuk minta perhatian, dst.. hemat kami yang bersangkutan kurang kasih atau kurang menghayati kasih yang telah mereka terima secara melimpah ruah (ingat ketika masing-masing dari kita masih dalam kandungan atau bayi/kanak-kanak, hanya dalam dan oleh kasih masing-masing dari kita ada seperti saat ini), maka ingatkan dan dekati dalam dan oleh kasih mereka yang kurangajar, rewel, mengganggu, dst. Kasih akan menang atas segala sesuatu.

Ignatius Sumarya, SJ


Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kakuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup PS 92

Allah, pokok keselamatan kami, karena kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembaptisan dan menjalani hidup baru. Arahkanlah hati kami kepada Kristus yang kini duduk di sebelah kanan-Mu. Semoga Roh-Mu menjaga hidup kami sampai Penyelamat kami datang dalam kemuliaan. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa.

Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, Amin.


Bagikan

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy