Jumat, 14 Mei 2010 Pw. St. Matias, Rasul Hari Pertama Novena Roh Kudus.

Jumat, 14 Mei 2010
Pw. St. Matias, Rasul
Hari Pertama Novena Roh Kudus.

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu! Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya." (Yoh 15:9-10)

Doa Renungan

Allah Bapa yang maharahim, kasihanilah kami dan jagalah kami selalu, umat yang sudah Kauselamatkan. Kami sudah ditebus oleh wafat dan derita Putra-Mu. Semoga kami bergembira atas kebangkitan-Nya. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (1:15-17.20-26)

"Yang kena undi adalah Matias; dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas murid."

Pada waktu itu berdirilah Petrus di tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya. Ia berkata, "Hai, Saudara-saudara, harus digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud, tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami, dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Sebab ada tertulis dalam Kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya. Dan lagi: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami satu orang yang dipilih dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami. Bersama kami ia harus menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua lalu berdoa, "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas, yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu, dan yang kena undi adalah Matias. Dengan demikian Matias ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan mendudukkan dia bersama para bangsawan.
Ayat. (Mzm 113:1-2.3-4.5-6.7-8)
1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.
2. Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
3. Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
4. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama para bangsawan, bersama dengan para bangsawan bangsanya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap. (Yoh 15:16)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:9-17)

"Allah telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah."

Pada perjamuan malam terakhir Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu! Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Nama Matias hanya disebut satu kali dalam Perjanjian Baru, yaitu ketika ia dipilih menjadi rasul menggantikan Yudas Iskariot untuk menggenapi jumlah dua belas rasul. Pemilihannya terjadi sebelum peristiwa Pentakosta, awal kelahiran Gereja. Walaupun pemilihannya terjadi melalui undian, tetapi hal yang pokok adalah doa yang mendahuluinya untuk meminta petunjuk dari Tuhan. ”Mereka semua lalu berdoa.”

Suatu kebiasaan bagus bahwa peristiwa-peristiwa penting—baik dalam keluarga maupun dalam Gereja atau umat—selalu didahului dengan doa. Dengan menyerahkan peristiwa tertentu dalam doa, Tuhan diundang untuk hadir dan berkarya. Hal ini sangat sesuai bagi seseorang secara pribadi maupun bagi komunitas, misalnya untuk memutuskan apakah seseorang dipanggil untuk menjadi imam, biarawan-biarawati, atau pelayan Tuhan. Doa dan pemilahan kehendak Allah adalah hal yang—tidak bisa tidak—harus ada. ”Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.” Itulah semangat panggilan seorang murid. Biarlah suatu pengambilan keputusan dipercayakan dalam bimbingan Roh Tuhan agar—seperti Matias—pemilihan terjadi karena kehendak Tuhan sendiri.

Kita bersyukur karena kita dipanggil menjadi murid Tuhan bukan pertama-tama karena pilihan kita, tetapi karena Allah yang berkarya di dalam diri kita.

Terima kasih, Tuhan, karena Engkau telah memilih aku untuk ikut serta dalam mewujudkan Kerajaan-Mu di dunia ini. Sertailah aku untuk memenuhi panggilan ini seturut kehendak-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan

Jumat, 14 Mei 2010 Novena Roh Kudus Hari Pertama

Jumat, 14 Mei 2010
Hari Pertama Novena Roh Kudus

Tuhan bersabda: Jangan takut! Aku menyertai Engkau!

Doa Penerangan Roh Kudus PS 147

Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu, dan menyalakan di dalam api cinta-Mu.
P. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali.
U. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah kita berdoa (hening).
Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (18:9-18)

"Banyak umat-Ku di kota ini!"

9 Ketika Paulus ada di Kota Korintus, Tuhan berfirman kepadanya pada suatu malam di dalam suatu penglihatan, "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! 10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini." 11 Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. 12 Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan. 13 Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat." 14 Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, 15 tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian." 16 Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan. 17 Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu. 18 Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 825
Ref. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.4-5.6-7)
1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!
2. Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.
3. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya.
4. Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya Tuhan itu, dengan diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat.
Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:20-23)

"Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu."

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan bersukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa pada-Ku.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Saudara-saudari yang terkasih, berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
· Para ibu, terutama yang baru/ketika pertama kali melahirkan anaknya, dan mungkin juga bapak/suaminya, kiranya terbantu untuk merenungkan Warta Gembira di atas ini, dengan mengenangkan pengalaman ketika akan melahirkan anaknya serta pada saat anaknya lahir. Kalau saya boleh menggambarkan kiranya ada pengalaman takut, was-was bercampur harapan akan kebahagiaan sejati, sebagaimana disabdakan oleh Yesus : ”Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia”. Pengalaman berpartisipasi dalam Wafat dan Kebangkitan Yesus, mati dan hidup baru, itulah yang terjadi.

Hari ini adalah hari pertama Novena Pentekosta, dan kita diajak untuk merenungkan sabda Yesus di atas ini. “Menangis, meratap dan berduka cita” itulah yang akan kita alami jika kita setia pada panggilan dan tugas pengutusan kita atau berparitisipasi dalam karya agung penciptaan dan penebusan atau penyelamatan. Para ibu yang sedang mengandung dan akan melahirkan anaknya kiranya hidupnya ditandai aneka bentuk matiraga atau lakutapa dengan harapan agar dapat melahirkan anaknya dengan baik dan lancar serta anak yang dilahirkan sehat wal’afiat, tanpa cacat cela atau noda apapun. Matiraga atau lakutapa hendaknya juga mewarnai atau menjiwai hidup kita sebagai orang beriman. Matiraga antara lain berarti mengarahkan dan mengendalikan raga, anggota tubuh dan nafsu-nafsu atau gairah sesuai dengan kehendak Tuhan, alias mengarah ke perbuatan-perbuatan baik, yang menyelamatkan dan membahagiakan. Buah-buah yang lahir dari matiraga karena setia pada panggilan dan tugas pengutusan akan bersifat ‘abadi’ dan dibawa mati, dan tak mungkin orang lain merampas atau mengambilnya. Buah-buah itu adalah keutamaan-keutamaan atau nilai-nilai kehidupan yang menyelamatkan dan membahagiakan. Ingat dan hayati bahwa kesabaran dan kerendahan hati lahir ketika dilecehkan dan direndahkan, lemah lembut lahir ketika ada kekerasan, murah hati lahir ditengah-tengah hidup pelit, dst..

· "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini." (Kis 18:9-10) , demikian firman Tuhan kepada Paulus, Rasul Agung. “Jangan takut” merupakan pesan Tuhan bagi orang-orang terpilih, seperti Bunda Maria, Yosef, Maria Magdalena dan Paulus. Kita semua adalah yang terpilih dan pemenang; ingat bahwa ada jutaan sperma berrebut satu telor dan hanya satu yang berhasil, yang tidak lain adalah kita semua, yang pernah dikandung oleh ibu kita masing-masing dan dilahirkan ke dunia ini. Maka hendaknya kita jangan takut untuk menjadi saksi-saksi iman, memberitakan firman atau sabda Tuhan di dalam hidup sehari-hari, karena masing-masing dari kita adalah yang terpilih dan pemenang. Lihat, cermati dan percayai bahwa di dalam hidup dan kerja bersama atau tinggal bersama lebih banyak orang baik daripada orang jahat, lebih banyak yang berkehendak baik daripada berkehendak jahat. Dekati dan perlakukan setiap orang dengan rendah hati dan dalam atau oleh cintakasih, maka mereka akan bersahabat dengan kita. Binatang buas pun ketika didekati dan diperlakukan dalam dan oleh kasih dapat menjadi sahabat, apalagi manusia. Jika ada orang yang kurang ajar, rewel, mengganggu untuk minta perhatian, dst.. hemat kami yang bersangkutan kurang kasih atau kurang menghayati kasih yang telah mereka terima secara melimpah ruah (ingat ketika masing-masing dari kita masih dalam kandungan atau bayi/kanak-kanak, hanya dalam dan oleh kasih masing-masing dari kita ada seperti saat ini), maka ingatkan dan dekati dalam dan oleh kasih mereka yang kurangajar, rewel, mengganggu, dst. Kasih akan menang atas segala sesuatu.

Ignatius Sumarya, SJ


Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kakuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup PS 92

Allah, pokok keselamatan kami, karena kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembaptisan dan menjalani hidup baru. Arahkanlah hati kami kepada Kristus yang kini duduk di sebelah kanan-Mu. Semoga Roh-Mu menjaga hidup kami sampai Penyelamat kami datang dalam kemuliaan. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa.

Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus, Amin.


Bagikan

Kamis, 13 Mei 2010 Hari Raya Kenaikan Tuhan

Kamis, 13 Mei 2010
Hari Raya Kenaikan Tuhan

Doa Renungan


Allah Bapa yang mahakuasa, kami bergembira dan bersyukur kepada-Mu, karena dengan kenaikan Putera-Mu ke surga, Engkau meninggikan martabat kami. Sebagai kepala kami Ia telah mendahului mencapai kemuliaan. Maka dibangkitkan-Nyalah pada kami, anggota-anggota tubuh-Nya, harapan yang mantap. Sebab Dialah Tuhan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (1:-11)


"Mereka melihat Dia terangkat ke surga."

Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya. Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang?demikian kata-Nya?"telah kamu dengar dari pada-Ku. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus." Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?" Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 825
Ref. Allah telah naik, diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.6-3.8-9; R:6)
1. Hai segala bangsa bertepuk tanganlah, Elu-elukan Allah dengan sorak sorai. Sebab Tuhan, yang maha tinggi adalah dahsyat. Raja agung atas seluruh bumi.
2. Allah telah naik diiringi soraksorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, kidungkanglah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur.
3. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Kepada Umat Ibrani (9:24-28; 10:19-23)

"Kristus masuk ke dalam surga sendiri."

Saudara-saudara, Kristus telah masuk ke dalam tempat kudus bukan yang buatan tangan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari tempat kudus yang sejati, tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita. Ia pun tidak berulangulang masuk untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagaimana Imam Agung setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus mempersembahkan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab kalau demikian, Kristus harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya. Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.
Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Bait Pengantar Injil PS 962

Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya

Solis: Pergilah dan ajarlah semua bangsa, sabda Tuhan, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman. (Mat 28:19.20)


Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (24:46-53)

"Ketika sedang memberkati mereka, Yesus terangkat ke surga."

Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada para murid. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Pada hari raya Kenaikan Tuhan tahun C, 13 Mei 2010 ini dibacakan Luk 24:46-53. Isinya menceritakan pengutusan para murid setelah mereka memahami warta Kitab Suci mengenai kemesiasan Yesus (ayat 46-49) dilanjutkan dengan kisah kenaikan Yesus ke surga setelah memberkati para murid (ayat 50-53).

MEMBUKA PIKIRAN

Guna memahami ayat 46-49 marilah kita tengok konteksnya, yakni ayat 45 yang tidak ikut dibacakan hari ini: "Lalu ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci". Yang dimaksud ialah warta seluruh Kitab Suci mengenai dirinya. (Hal ini diungkapkan dalam ayat 44 sebagai "Taurat Musa, nabi-nabi, dan kitab Mazmur".) Seperti diutarakan dalam ayat 46, ia menjadi Mesias Tuhan yang benar lewat penderitaan dan kebangkitannya. Ditegaskan dalam ayat 47, murid-murid kemudian diminta ikut meluruskan pendapat orang mengenai dia dan wartanya ("mewartakan tobat") agar orang mendapat "pengampunan dosa" dalam nama dia yang telah bangkit itu.

Pikiran murid-murid kini diterangi sehingga mereka mengerti itu semua. Kejadian ini juga dialami oleh kedua orang murid yang sedang ada dalam perjalanan ke Emaus. Mereka mendapat penjelasan mengenai Kitab Suci tentang Yesus (Luk 24:27) dari Yesus yang telah bangkit sendiri meskipun waktu itu mereka belum menyadarinya. Kini, dalam ayat 46 dst. murid-murid sudah tahu siapa yang menjelaskan. Mereka telah mendapat penampakan mengenai dia yang bangkit itu (Luk 24:36-44). Bagaimanapun juga di dalam kedua peristiwa ini para murid akhirnya sama-sama mendapatkan kekuatan untuk mulai menyampaikan pengalaman berjumpa dengan dia yang telah lama diberitakan dalam Kitab Suci. Kedua murid dari kisah Emaus itu segera bergegas ke Yerusalem (Luk 24:33) memberi tahu para murid lain. Kini para murid yang lain juga memperoleh dorongan untuk mewartakan tentang dia mulai dari Yerusalem (ayat 47). Perjumpaan dengan Yesus yang telah bangkit itu memberi kekuatan serta gairah.

Apa itu bersaksi mengenai dia? Kesaksian itu perlu dipahami dalam rangka peristiwa kenaikan Yesus ke surga yang dirayakan hari ini. Ia yang bangkit itu dikatakan berpisah dari murid-muridnya dan terangkat ke surga (Luk 24:51). Bacaan pertama (Kis 1:1-11) mengisahkan peristiwa yang sama dan pada akhir petikan ini (ayat 10-11) disebutkan bahwa dua orang yang berpakaian putih mengatakan kepada murid-murid bahwa Yesus akan datang kembali dengan cara seperti yang mereka lihat ketika ia naik ke surga. Maksudnya, dia yang kini telah memasuki dunia ilahi itu suatu ketika nanti akan datang kembali dengan cara yang sama. Dan tenggang waktu antara kenaikan dan kedatangannya kembali ialah zaman kita belajar mengenali kehadirannya di dunia dan mengakuinya...mempersaksikannya. Orang banyak akan makin mengerti kehadirannya. Bila terjadi maka dapat dikatakan ia telah datang kembali. Bisa dikatakan bahwa kedatangannya kembali itu sejalan dengan pengertian manusia akan kehadirannya. Tugas para murid ialah mewartakan kehadiran ini dan membuat banyak orang memahami serta menghormati kehadiran ini Dalam banyak hal boleh dikatakan bahwa kita yang percaya akan dia ikut membuatnya datang kembali dengan cara sama seperti para murid dulu melihat ia terangkat ke surga.

MENARA BABEL DAN KEHADIRAN YANG ILAHI

Baiklah kita coba pahami hubungan dunia ilahi dan dunia manusia dengan memakai gagasan dari Kitab Suci sendiri. Dalam Kej 11:1-9 diceritakan manusia yang tadinya saling mengerti dan bersatu itu akhirnya terpecah-belah karena tidak dapat saling mengerti lagi. Ini sebetulnya kisah untuk menjelaskan secara teologis asal usul kemerosotan, perpecahan dan permusuhan di antara umat manusia. Diceritakan manusia mulai berambisi memasuki wilayah Yang Ilahi tanpa menghormati kekeramatan Yang Ilahi sendiri. Mereka bermaksud membangun kota dengan menara yang puncaknya menembus ke langit (Kej 11:4) - tempat kediaman Yang Ilahi, wilayah yang keramat itu. Manusia ingin "membuat nama bagi diri sendiri agar jangan sampai terserak ke seluruh bumi", maksudnya menjadi seperti Sang Nama Ilahi itu. Apa yang terjadi? Tuhan malah membiarkan mereka tercerai berai ke seluruh bumi dan tidak saling mengerti lagi sehingga rencana mereka membangun kota dengan menara tadi gagal. Wilayah yang keramat tidak bisa dijadikan tempat berkiprah. Kesembronoan seperti itu malah menjauhkan mereka dari yang mereka inginkan.

Bukan khayal belaka bila kenaikan Yesus ke surga ini kita mengerti sebagai kebalikan kisah menara Babel tadi. Kenaikan Yesus ke surga ialah kemanusiaan yang diterima utuh oleh Tuhan. Kemanusiaan kini bahkan diangkat menjadi bagian dari Yang Ilahi sendiri. Ia juga yang menyatukan kemanusiaan. Dalam hal ini tidak ada upaya kemaruk menyamai Yang Ilahi. Ia berani mengakui diri sebagai manusia lewat penderitaan dan wafatnya itu. Ia menunjukkan kemanusiaan yang tidak meninggikan diri sampai ke awan-awan. Dan justru dengan demikian ia dibangkitkan. Ia menjadi menara kemanusiaan yang puncaknya betul-betul mencapai langit. Kenaikannya ke surga ini juga nanti bahkan diikuti kedatangan Roh Kudus yang membuat orang dari pelbagai bahasa dan bangsa dapat saling mengerti kembali. Dalam banyak arti kenaikan Yesus ke surga mengingatkan kita akan kehadiran Yang Ilahi di dalam kemanusiaan.

BAIT ALLAH DI YERUSALEM

Injil Lukas berakhir dengan berita bahwa para murid senantiasa berada di Bait Allah memuliakan Tuhan (Luk 24:53). Bait Allah juga menjadi tempat awal Injil ini. Di situlah Zakharia menerima pemberitaan akan kelahiran Yohanes Pembaptis ketika bertugas menjalankan ibadat. Ketika Zakharia mempertanyakan bagaimana ia dapat percaya semua itu, malaikat Gabriel membuatnya gagu. Meskipun Injil Lukas tidak menyebutkannya, dalam keadaan ini jelas Zakharia tidak dapat mengucapkan kata-kata berkat yang menjadi bagian ibadat di Bait Allah. Pada akhir Injil Lukas disebutkan Yesus mengangkat tangan dan memberkati murid-muridnya (Luk 24:50-51). Dengan ini kiranya Lukas hendak mengingatkan orang akan berkat imam dalam Im 9:22. Hal yang tidak dapat dilakukan oleh Zakharia kini dilakukan oleh Yesus yang sedang terangkat ke surga. Berarti ibadat di Bait Allah kini telah utuh kembali. Dan bukan itu saja. Kini batas-batas antara yang keramat dan yang duniawi telah dibuka kembali. Ia memberkati murid-murid ketika ia terangkat ke surga. Ingat juga bahwa pada saat ia wafat di salib. tirai Bait Allah yang memisahkan tempat yang paling kudus dengan bagian lain koyak terbuka (Luk 23:45). Wafatnya menandai rujuknya kembali keilahian dengan kemanusiaan. Dan Lukas maju lebih jauh lagi. Kini Yesus menjadi berkat bagi seluruh kemanusiaan. Artinya, Yang Ilahi tidak lagi jauh dari kemanusiaan. Yesus yang naik ke surga itu bukan seperti menara Babel yang mendatangkan kutuk, melainkan yang mendatangkan berkat. Inilah yang diminta agar dipersaksikan para murid kepada semua bangsa. Pertobatan mulai dengan mengakui bahwa Yang Ilahi dapat hadir di antara manusia. Ini juga memungkinkan pengampunan dosa yang diperbuat manusia dalam kisah menara Babel dulu.

NGOBROL DENGAN LUC

AG: [Di Café Venezia, menikmati gelato.] Luc, dalam jilid dua bukumu (Kis 1:3) kau katakan Yesus naik ke surga setelah berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara mengenai Kerajaan Allah selama 40 hari. Tapi pada akhir Injilmu kau tidak mengatakan tenggang waktu ini. Apa dapat sedikit kaujelaskan maksudmu?

LUC Ah, kau ini terlalu terbiasa bongkar pasang teks sastra kayak montir mobil aja. Pakai angan-angan dong! Waktu 40 hari itu kan cara untuk mengatakan murid-murid punya cukup waktu untuk memahami bahwa Yesus memang benar-benar ada di antara mereka, dan bahwa semua ajarannya mengenai Kerajaan Allah dulu itu tetap berlaku.

AG: Tapi mengapa Yesus kaukatakan melarang mereka meninggalkan kota Yerusalem sebelum Roh Kudus datang, begitu kan yang sebetulnya yang mau kaukatakan dalam Kis 1:4-5?

LUC: Kamu sendiri kan telah berulang kali menjelaskan kepada rekan-rekan bahwa bila kota itu kusebut sebagai "Hierosolyma" - dan bukan "Ierousaleem" - aku bermaksud mengatakan kota dan penghuni yang bersedia menerima kehadiran Yesus. Nah dalam Kis 1:4 kupakai bentuk "Hierosolyma". Murid-murid perlu bertekun dulu di dalam lingkungan yang menerima Yesus sambil menantikan kedatangan Roh Kudus yang bakal membuat mereka nanti mampu bersaksi kepada kota "Ierousaleem" (Kis 1:8), yakni kota dan orang-orang yang kurang menerima kehadirannya. Ingat apa yang kukatakan dalam Luk 24:47 ketika murid-murid diutus menyampaikan berita pertobatan dan pengampunan dosa kepada semua bangsa "mulai dari Ierousaleem", mulai dari lingkungan yang kurang mengakui kehadiran Yesus.

AG: Ah, kau ini menuntut agak banyak dari pembaca. Masak orang zaman kini dapat mengerti perbedaan halus seperti ini.

LUC: [Mbeling] Karena itu kamu disuruh belajar tafsir, rasakan! Orang-orang zaman ini perlu belajar memahami yang betul halus, supaya tidak cari-cari alam alus yang semu.

AG: Wah, mulai lagi memusuhi kaum alus ya! Omong-omong, apa setuju dengan pendapat para teolog bahwa masa antara kenaikan Yesus ke surga hingga kedatangannya kembali nanti itu ialah masa karya Roh Kudus di dalam Gereja?

LUC: Tentu saja! [Memandangi gelas yang sudah hampir kosong, kayak anak kecil kehabisan permen.] Dan boleh kutambahkan, hendaknya Gereja pertama-tama dimengerti sebagai kumpulan mereka yang meluangkan tempat bagi kehadiran Yang Ilahi di dunia ini, seperti yang kugambarkan dalam Kisah Para Rasul. Ngerti kan?

Dan masih banyak yang kita omongkan sore itu. Kita bicara mengenai eklesiologi yang katanya perlu dibenahi, mengenai eksegese yang sebaiknya dijadikan kegiatan kreatif agar tidak bikin ngantuk, dst. Saya tanya kenapa bahan Luc pada akhir Injilnya agak banyak kesejajarannya dengan Yoh 20:19-23. Luc mengakui, dulu ia dan Oom Hans memang sering mendengar pembicaraan Oma Miryam dengan beberapa ibu lain ketika arisan di rumah. Karena itu mereka tahu agak lebih banyak daripada Mark dan Matt.

Salam,
A. Gianto