Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2011

Berdasarkan SKB tiga menteri, Selasa (15/6/2010), daftar libur bersama dan cuti bersama 2011 adalah sebagai berikut:

  1. 1 Januari Tahun Baru Masehi
  2. 3 Februari Tahun Baru Imlek 2562
  3. 15 Februari Maulid Nabi Muhammad SAW
  4. 5 Maret Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1933
  5. 22 April Wafat Yesus Kristus
  6. 17 Mei Hari Raya Waisak tahun 2555
  7. 2 Juni Kenaikan Yesus Kristus
  8. 29 Juni Isra Miraj Nabi Muhammad SAW
  9. 17 Agustus hari Kemerdekaan
  10. 30-31 Agustus Hari Idul Fitri 1432
  11. 6 November Hari Idul Adha
  12. 27 November Tahun Baru Hijriyah 1433
  13. 25 Desember Natal

Sedangkan cuti bersama Idul Fitri yakni pada 29 Agustus, 1 dan 2 September. Sedangkan 26 Desember cuti bersama Natal. Penetapan ini disahkan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama (Nomor 1 Tahun 2010), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nomor: KEP 110/MEN/VI/2010) dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.

Panduan Adven 2010 Keuskupan Agung Jakarta, Pertemuan IV: Kasih Dalam Perbedaan Pendapat

Minggu Keempat : “Kasih Dalam Perbedaan Pendapat”

Doa Renungan

Allah Bapa kami, sumber kebahagiaan, Putra-Mu merasakan keramahan, kemesraan dan kerasan di dalam keluarga. Di situlah Engkau mengucapkan Sabda kekal di dunia dan menguduskan keluarga, tempat Engkau tinggal di antara kami. Curahkanlah berkat-Mu kepada setiap rumah tangga, dan semoga kami hidup damai dan rukun serta saling membagi rezeki di situ. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

BACAAN: LUKAS 2:41-52

"Yesus ditemukan orang tua-Nya di tengah para ahli kitab."


Tiap-tiap tahun, pada hari raya Paskah, orangtua Yesus pergi ke Yerusalem. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun, pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Seusai hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orangtua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Yesus ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu baru mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan. Karena tidak menemukan Dia, kembalilah orangtua Yesus ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari, mereka menemukan Yesus dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan dan segala jawab yang diberikan-Nya. Ketika Maria dan Yusuf melihat Dia, tercenganglah mereka. Lalu kata ibu-Nya kepada-Nya, “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami?” Lihatlah, Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu Yesus pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan Maria menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Yesus makin bertambah besar, dan bertambah pula hikmat-Nya; Ia makin besar, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

TUJUAN

  • Setiap pasutri mengutamakan persatuan dalam ikatan keluarga.
  • Mereka yang lupa akan kehendak Allah perlu diingatkan kembali supaya berpegang pada kehendak Allah .
  • Setiap pribadi menghargai perbedaan pendapat dalam mencari penyelesaian
  • Maneladan keluarga Kudus dari Nasaret dalam menghadapi perbedaan.

GAGASAN POKOK


  • Kewajiban orang Yahudi mengikuti perayaan Paskah di Bait Allah Yerusalem
  • Yusuf dan Maria panik mencari Yesus yang tidak pulang bersama kerabatnya dari Yerusalem menuju ke Nasaret.
  • Yesus diketemukan di Bait Allah bersama guru Agama Yahudi
  • Yesus yang berusia 12 tahun berdiskusi dengan pemuka agama Yahudi
  • Yesus membuat terkejut Yusuf dan Maria dengan berkata "Mengapa kamu mencari aku? Tidakkah kamu tahu bahwa aku harus tinggal di dalam rumah Bapa-Ku."


POKOK - POKOK PERMENUNGAN


  1. Perbedaan pendapat yang terjadi Yesus dan kedua orang tuanya buka karena masing-masing mau menangnya sendiri.
  2. Yusuf dan Maria bertanggung jawab atas anak yang dipercayakan kepada mereka.
  3. Maria dan Yusus menunjukkan kemampuan untuk menahan diri dan tidak emosional, tetapi mau mendengarkan apa yang dijelaskan anak mereka.
  4. Yesus mendengarkan keluhan orang tua dan mau pulang ke Nazareth.

Panduan Adven 2010 Keuskupan Agung Jakarta, Pertemuan III: Bersama mengatasi masalah!

Minggu Ketiga : “Bersama Mengatasi Masalah!”

BACAAN: MATIUS 2:13-18

"Herodes menyuruh agar semua anak laki-laki di Betlehem dan sekitarnya dibunuh."


Setelah orang-orang majus yang mengunjungi bayi Yesus di Betlehem itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangunlah. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku’. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat memilukan; Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.


TUJUAN :


  • Tetap setia satu sama lain dalam menghadapi masalah
  • Tetap saling mengargai sekalipun berbeda pendapat
  • Saling komunikasikan setiap persoalan yang dihadapi dan menyerahkan sepenuhnya kepada terang Roh Kudus
  • Merenungkan dan menghayati bagaimana keluarga Kudus Nasaret bersama-sama sehati dan sepenanggungan mengatasi masalah .

GAGASAN POKOK

  • Suka cita keluarga kudus karena kelahiran bayi Yesus berubah menjadi duka cita.
  • Yusuf menerima mimpi untuk segera menyingkir ke Mesir dan tinggal di sana.
  • Perjalanan penuh resiko Yusuf dan Maria dari Betlehem menjuju ke Mesir yang penuh kepedihan dan resiko dari kejaran tentara Herodes.

POKOK-POKOK PERMENUNGAN


  • Yusuf dan Maria bersama-sama menghadapi persoalan yang menyangkut keselamatan anak mereka
  • Mereka berdua menempuh perjalanan yang panjang untuk menghindarkan kanak-kanak Yesus dari kekejaman Herodes.
  • Mereka memikul tanggung jawab yang besar karena anak yang mereka rawat itu adalah Anak dari Yang Maha Tinggi, yang akan menyelamatkan umat manusia.

Rabu, 15 Desember 2010 Hari Biasa Pekan III Adven

Rabu, 15 Desember 2010
Hari Biasa Pekan III Adven

Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu. Mzm 115:1

Doa Pagi

Tuhan Allah kami, Engkaulah junjungan hidup kami. Satu-satunya Allah yang patut dipuji dan disembah. Hanya dalam Dikau kami diselamatkan. Semoga semakin banyak orang yang mengimani Engkau. Amin.

Keselamatan Allah diadakan untuk segala makhluk. Langit dan bumi, alam lingkungan dan manusia diundang untuk mengalami keselamatan-Nya. Dalam Tuhan ada keadilan dan kekuatan yang sempurna. Bila berada di dalam rengkuhan kasih Tuhan, niscaya orang akan mengalami kebahagiaan kekal. Saat itulah segenap alam semesta akan bersorak sorai memuji Tuhan.

Pembacaan dari Kitab Yesaya (45:6b-8. 18. 21b-25)

"Hai langit, teteskan keadilan dari atas."

Beginilah firman Tuhan, “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap. Akulah yang memberikan kebahagiaan dan mendatangkan kemalangan. Akulah Tuhan yang membuat semuanya ini. Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya. Baiklah bumi membuka diri, dan bertunaskan keselamatan serta menumbuhkan keadilan. Akulah Tuhan yang menciptakan semuanya ini.” Sebab beginilah firman Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Dialah Allah yang membentuk dan menjadikan serta menegakkan bumi; yang menciptakan bumi bukan supaya kosong, melainkan supaya didiami orang; beginilah firman-Nya, “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain. Akulah Tuhan! Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain Aku. Allah yang adil dan juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku. Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali. Semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata, Hanya dalam Tuhanlah keadilan dan kekuatan. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu. Tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah dalam Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai langit, teteskanlah keadilan, hai awan, curahkanlah keadilan.
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya? Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat kepada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yes 25:9a-10a)
Nyaringkanlah suaramu, hai pembawa kabar baik. Lihat, Tuhan Allah datang dengan kekuatan.

Kedatangan Yesus ke dunia menunjukkan bahwa tahun rahmat Tuhan sudah tiba. Alam semesta dan manusia boleh merasakan pemulihan Allah. Aneka penyakit disembuhkan, orang mati dibangkitkan, dan orang miskin diberikan kabar baik yang penuh pengharapan. Hidup orang beriman memang penuh pengharapan. Iman yang hidup harus diwujudkan dengan sikap optimis.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (7:19-23)

"Katakanlah kepada Yohanes apa yang kalian lihat dan kalian dengar."

Yohanes memanggil dua orang muridnya dan menyuruh mereka bertanya kepada Yesus, “Tuankah yang ditunggu kedatangannya, atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata, “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya, ‘Tuankah yang ditunggu kedatangannya, atau haruskah kami menantikan seorang lain?’” Pada waktu itu Yesus sedang menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat; dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. Maka Yesus menjawab, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kalian lihat dan kalian dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberikan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya. Sabda Tuhan itu telah menjelma menjadi daging dalam pribadi Yesus Kristus, Anak Allah yang hidup. Allah Bapa telah memenuhi janji-janji keselamatan-Nya. Orang tidak perlu menunggu lagi saat keselamatan itu. Orang yang percaya dan berharap kepada-Nya akan selamat.

Doa Malam

Tuhan Allah kami, Engkaulah junjungan hidup kami, satu-satunya Allah yang patut dipuji dan disembah. Hanya dalam Dikau kami diselamatkan. Semoga semakin banyak orang yang mengimani Engkau. Amin.


RUAH