Sabtu, 22 Januari 2011 Hari Biasa Pekan II

Sabtu, 22 Januari 2011
Hari Biasa Pekan II

Pujilah Tuhan, hai jiwaku; seluruh diriku, pujilah nama-Nya yang kudus (Mzm 103:1)

Antifon Pembuka (Mzm 47:8-9)

Allahlah Raja semesta alam, bermazmurlah penuh seni. Allah merajai segala bangsa, bersemayamlah di takhta kudus.

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahabaik, betapa indahnya hidup kami yang telah Kausucikan dengan darah-Mu yang kudus ya Yesus. Semoga dengan Roh Kudus, kami semakin mampu mempersembahkan seluruh hidup kami kepada-Mu. Sebab Dialah Tuhan pengantara kami. Amin.

Kristus sebagai imam agung datang untuk membawa kesejahteraan dan masa depan bagi umat-Nya. Hal itu terjadi dalam korban salib-Nya. Darah-Nya menyucikan hati nurani kita dari perbuatan yang sia-sia. Kita dijadikan layak untuk masuk dalam kemuliaan-Nya.

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (9:2-3.11-14)

"Kristus masuk ke dalam tempat kudus dengan membawa darah-Nya sendiri."

Saudara-saudara, dalam kemah suci, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus. Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -- dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 825
Ref. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.6-7.8-9; R: 6)
1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.
2. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkan mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur!
3. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.

Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Kis 16:14b)
Bukalah hati kami, ya Allah, agar dapat memperhatikan sabda Anak-Mu.

Banyak orang gagal mengerti siapakah Yesus dan misi perutusan-Nya. Bahkan orang-orang terdekat-Nya tidak mampu memahami betapa Ia mencintai orang-orang yang dilayani-Nya dengan tulus ikhlas.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:20-21)

"Orang-orang mengatakan Yesus tidak waras lagi."

Sekali peristiwa Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Hidup dan karya pelayanan kita kadang tidak dimengerti oleh orang lain, khususnya orang-orang yang paling dekat dengan kita. Apalagi berhubungan dengan karya pelayanan sosial, Gereja, dan masyarakat luas. Mereka kadang tidak setuju dengan semangat perubahan hidup kita. Bahkan, mereka menjadi penghalang bagi proses pembaruan hidup yang baru. Padahal, hidup mesti terus diperbaharui demi kebaikan bersama.

R U A H

Jumat, 21 Januari 2011 Peringatan Wajib Santa Agnes

Jumat, 21 Januari 2011
Peringatan Wajib Santa Agnes

"Kristus mempercantik jiwaku dengan perhiasan rahmat dan kebajikan. Aku ini milik Dia, yang dilayani oleh para malaikat." ~ St. Agnes

Antifon Pembuka

Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita bernyala.

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahabaik, bersama Santa Agnes yang kami rayakan bersama pada hari ini, kami bersyukur dan berbahagia karena boleh menjadi umat-Mu, milik kesayangan-Mu. Syukur karena Engkau tidak lagi mengingat dosa-dosa kami. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Imamat Yesus adalah sebuah unsur perjanjian yang baru dan lebih baik, di mana Dia menjadi Pengantara. Janji dalam Perjanjian Lama bahwa Allah menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya adalah juga janji dalam Perjanjian Baru. Akan tetapi janji dalam Perjanjian Baru lebih kuat dan mendalam.

Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (8:6-13)

"Kristus menjadi pengantara perjanjian yang lebih agung."

Saudara-saudara, sekarang Yesus telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua. Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan. "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku. Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka." Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 4/4, PS 815
Ref. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 85:8.10.11-12.13-14; R: 9a)
1. Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan-Mu. Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa, dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (2Kor 5:19)
Dalam diri Kristus Allah mendamaikan dunia dengan Diri-Nya dan telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Yesus memilih dua belas rasul-Nya. Yesus mengangkat mereka dengan tujuan ganda: untuk menyertai-nya dalam pelayanan dan untuk ambil bagian dalam pewartaan Injil. Simon sebagai yang pertama di antara dua belas rasul.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (3:13-19)

"Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk menyertai Dia."

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injildan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, 18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Menjadi murid Kristus berarti kita siap sedia menerima tugas perutusan. Berkat Sakramen Baptis, dosa-dosa kita sudah dihapuskan dengan cuma-cuma. Hidup kita sudah dikuduskan dan dijadikan anggota keluarga Allah. Kita menjadi saksi-saksi karya keselamatan Kristus yang sudah kita alami. Sekarang tugas kita untuk membagi sukacita keselamatan ini. Tentu, kuasa Tuhan akan menyertai perutusan kita sampai akhir zaman. Aku hendak....

R U A H


Santa Agnes
Perawan dan Martir


Agnes lahir di Roma pada tahun 291. Ia cantik dan simpatik. Tidaklah mengherankan apabila banyak pemuda jatuh hati padanya dan bertekat mengawininya. Tetapi apa yang dialami pemuda-pemuda itu? Mereka menyesal, kecewa bahkan marah karena lamaran mereka ditolak. Agnes, gadis rupawan itu berkaul tidak mau menikah karena ia telah berjanji untuk tetap perawan dan setia pada Yesus yang mencintainya. Pemuda-pemuda frustasi itu melaporkan Agnes kepada pengadilan Romawi dengan mengungkapkan identitasnya sebagai seorang penganut agama Kristen.

Di hadapan pengadilan Romawi, Agnes diuji, ditakut-takuti bahkan dituduh menjalani kehidupan sebagai seorang pelacur. Ia diancam dengan hukuman mati dan dipaksa membawakan korban kepada dewa-dewa kafir Romawi. Tetapi Agnes tak gentar sedikit pun menghadapi semua ancaman dan siksaan itu. Ia dengan gagah berani menolak segala tuduhan atas dirinya dan mempertahankan kemurniannya. Belenggu yang dikenakan pada tangannya terlepas dengan sendirinya. Bagi dia, Kristus adalah segala-galanya. Dia yakin bahwa Kristus menyertai dan tetap menjaga dirinya dari segala siksaan atas dirinya.

Akhirnya tiada jalan lain untuk menaklukkan Agnes selain membunuh dia dengan pedang. Kepalanya dipenggal setelah ia berdoa kepada Yesus, mempelainya. Peristiwa naas ini terjadi pada tahun 304, setahun setelah masa penganiayaan di bawah pemerintahan kaisar Diokletianus. Jenazahnya dikebumikan di Jalan Nomentana. Kemudian di atas kuburannya didirikan sebuah gereja untuk menghormatinya.

Agnes dilukiskan sedang mendekap seekor Anak Domba (Agnus), lambang kemurnian, dan memegang daun palem sebagai lambang keberanian. Pada hari pestanya (21 Januari) setiap tahun, dua ekor anak domba disembelih di Gereja Santa Agnes di Jalan Nomentana. Bulu domba itu dikirim kepada Sri Paus untuk diberkati dan dipakai untuk membuat hiasan atau mantel. Hiasan dan mantel itu kemudian dikembalikan kepada Uskup Agung dari Gereja itu untuk dipakai sebagai simbol kekuasaannya.


"Orang Kudus Sepanjang Tahun"