Apa yang dimaksud dengan Masa Paskah?

Masa Paskah adalah masa dalam kalender liturgi Gereja katolik yang dimulai dari Hari Minggu Paskah sampai hari Raya Pentakosta. Pada masa ini kita diajak untuk merefleksikan Yesus yang bangkit dari alam kematian; suatu kesempatan yang diberikan Gereja kepada umatnya untuk kembali menghadirkan peristiwa puncak dari seluruh rencana keselamatan Allah bagi kita.

Paskah yang kita kenal ini memang diambil dari tradisi Yahudi. Namun, tentu ada perbedaan antara Paskah Yahudi dengan Paskah yang ada dalam tradisi Gereja Katolik. Paskah Yahudi adalah masa peringatan bagi bangsa Israel akan pembebasan bangsa ini dari perbudakan di Mesir oleh Yahweh. Paskah Yahudi ditandai oleh upacara makan bersama dalam keluarga Yahudi. Dalam acara keluarga itu dibacakan kembali kisah keluarnya bangsa Yahudi dari tanah Mesir.

Mengapa pada Malam Paskah diarak lilin Paskah dan mengapa minggu-minggu setelah Paskah, lilin itu masih diletakkan di dekat mimbar?

Dalam liturgi Malam Paskah ada bagian yang dikenal dengan Upacara Cahaya. Dalam upacara itu diaraklah sebuah lilin besar yang dinyalakan dari api baru yang sudah diberkati. Biasanya lampu-lampu gereja dipadamkan sehingga ruangan menjadi gelap. Hanya nyala lilin paskah dan juga nantinya lilin-lilin kecil yang dipegang umat yang menyala menerangi ruang gereja hingga Madah Kemuliaan dinyanyikan.

Lilin Paskah ini melambangkan kemuliaan Kristus yang menerangi kegelapan dunia akibat kedosaan umat manusia. Ia membawa cahaya baru bagi dunia. Oleh karena itu umat juga menyanyikan lagu “Kristus Cahaya Dunia”. Lilin Paskah itu penuh simbol yang mengungkapkan Kristus Mulia sang pembawa terang bagi dunia. Dalam lilin itu tertera tanda Alfa (Δ) dan Omega (Ω) yang melambangkan awal dan akhir dan tertera pula tahun bersangkutan sebagai lambang Kristus penguasa waktu. Kemuliaan dan kekuasaan-Nya tak habis dimakan zaman.

Setelah diarak dari luar gereja, lilin ini lalu diletakkan di samping mimbar tempat lektor biasanya membacakan Kitab Suci. Secara simbolik posisi ini mau mengajarkan bahwa Kristus yang mulia itu menuntun langkah manusia lewat sabda-sabda kehidupan yang dibacakan dari atas mimbar ini. Lilin paskah ini akan terus ada di samping mimbar selama masa Paskah.

Minggu, 24 April 2011 HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN

Minggu, 24 April 2011
HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN

"Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah karena besarlah ganjaranmu di surga" --- Mat 5:11-12

  • Kristus cahaya dunia
  • Syukur kepada Allah

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahamulia, kabar dari para perempuan yang setia pada Yesus Putera-Mu telah menyadarkan Petrus yang kurang percaya. Pada hari ini kami merayakan kemenangan-Mu atas kematian. Secara nyata karya kemenangan-Mu kami terima dalam tanda yang sangat kudus, yaitu dalam Ekaristi Kudus. Semoga kami yang telah Engkau tebus semakin mencintai Sabda-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Petrus tampil di hadapan umum dan berkotbah mengenai hidup Yesus yang berpuncak pada penderitaan, wafat dan kebangkitan-Nya. Para rasul dipilih untuk menjadi saksi hidup dan kebangkitan-Nya di tengah dunia, lewat kata-kata dan hidup mereka. Barangsiapa menerima kesaksian mereka akan selamat dan mendapatkan pengampunan dosa.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (10:34a.37-43)

"Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati."

Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, "Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh dan kuat kuasa. Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib. Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Yesus telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 821
Ref. Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.
Ayat. (Mzm 118:1-2.16ab-17.22-23; Ul:24)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik, kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya."
2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!
3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Lewat pembaptisan, orang yang percaya itu mati terhadap dosa dan hidup secara baru dalam Allah. Orang-orang Kristiani memang hidup dalam iman. Maka hendaknya hidup mereka sepadan dengan panggilan mereka. Mereka dipanggil untuk mengarahkan perhatian kepada harta surgawi.


Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (3:1-4)

"Pikirkanlah perkara yang di atas, dimana Kristus berada."

Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita! Apabila Ia menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

atau

Berkat kebangkitan Kristus, orang-orang Kristiani dipanggil untuk menjadi manusia Paskah. Tidak lain, mereka dipanggil untuk meninggalkan dosa dan hidup sebagai manusia baru, membuang ragi yang lama (dosa) dan menjadi adonan baru, roti kemurnian dan kebenaran.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 5:6b-8)

"Buanglah ragi yang lama, agar kamu menjadi adonan baru."

Saudara-saudara, kamu tahu bahwa ragi yang sedikit saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan. Maka buanglah ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab Kristus, anak domba Paskah kita, sudah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan roti yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Madah Paskah, do = d, PS 518

dinyanyikan sebelum Alleluya, Paskah Pagi
Hai umat Kristen, pujilah Kristus, Sang Kurban Paskah.
Cempe menebus domba: Kristus yang tak berdosa mendamaikan kita dengan Bapa.
Maut dan kehidupan dahsyat saling menyerang:
Sang Hidup yang mati, bangkit jaya.
Katakan, Maria, yang kaulihat di jalan!
Kubur dan kemuliaan Sang Kristus yang hidup serta bangkit:
Saksi malaikat, kain peluh dan kafan.
Kristus, harapanku bangkit, mendahului ke Galilea.
Kita yakin Kristus bangkit dari kematian: Kau Raja Pemenang, kasihanilah.

Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. Mari kita merayakan perjamuan Paskah, sebab Yesus Kristus sudah dikurbankan. (1Kor 5:7b-8a)

Kendati ragu dan bingung, iman para rasul atas kebangkitan Yesus bertumbuh. "Dia melihat dan percaya". Para rasul nampaknya lamban untuk mengakui kebangkitan Yesus karena Roh Kudus belum datang menerangi mereka. Roh Kudus sungguh dibutuhkan, supaya setiap murid Kristus memahami Kitab Suci yang memberi kesaksian bahwa Yesus harus bangkit dari alam maut.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (20:1-9)

"Yesus harus bangkit dari antara orang mati."

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, "Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa ia harus bangkit dari antara orang mati.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


P A S K A H S O R E


"Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati ?”

Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. Tuhan Yesus, bukalah arti Kitab Suci bagi kami, kobarkanlah hati kami karena ajaran-Mu.

Dua orang murid sedang dalam perjalanan menuju rumah mereka di Emaus. Mereka kecewa karena kegagalan salib. Mereka tidak mengerti bahwa Mesias harus menanggung semuanya itu untuk masuk dalam kemuliaan-Nya. Yesus lalu membuat hati mereka berkobar-kobar ketika Ia berbicara tentang diri-Nya dalam Kitab Suci, dan membuat mata mereka terbuka ketika ia memecah-mecahkan roti. Yang disangka mati dan kalah, ternyata bangkit, hidup dan berada di tengah-tengah mereka.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (24:13-35)

"Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti."

Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan, dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenali Dia. Yesus berkata kepada mereka, "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya, "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" Kata-Nya kepada mereka, "Apakah itu?" Jawab mereka, "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret! Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati, dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Dan beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan bahwa Yesus hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Yesus sendiri tidak mereka lihat." Lalu Ia berkata kepada mereka, "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya akan segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Sementara itu mereka mendekati kampung yang mereka tuju. Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka mendesak-Nya dengan sangat, "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka, dan mereka pun mengenali Dia. Tetapi Yesus lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain, "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan, dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita? Lalu bangunlah mereka dan langsung kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid. Mereka sedang berkumpul bersama teman-teman mereka. Kata mereka kepada kedua murid itu, "Sungguh, Tuhan telah bangkit, dan telah menampakkan diri kepada Simon." Lalu kedua murid itu pun menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan, dan bagaimana mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan


Hati kedua murid berkobar-kobar saat Yesus menerangkan Kitab Suci kepada mereka. Apakah kita merasakan yang sama saat membaca Kitab Suci? Aku hari ini hendak ...



Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahabaik, Engkau berbicara kepada kami dengan berbagai cara. Secara nyata Engkau telah bersabda kepada kami melalui Putera-Mu yang telah bangkit dari kematian. Kebangkitan-Nya telah dituliskan dalam Kitab Suci, namun kadang kami tidak percaya. Semoga karena cinta-Mu kami semakin mencintai Kitab Suci, sehingga kami semakin mengerti dan melihat kehadiran-Mu yang menyelamatkan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.


Renungan



Bila suatu saat Anda sempat ikut ziarah ke Tanah Suci, salah satu tempat yang akan dikunjungi adalah makam yang menurut tradisi dipercaya sebagai tempat Yesus dimakamkan. Begitu banyak orang yang ingin melihat sehingga orang harus antri agar dapat masuk ke dalamnya.

Dalam suatu kesempatan, saya pernah mengikutinya; dan setiap kali melihat mereka yang telah masuk, selalu keluar dengan mata sembab karena menangis haru. Ketika saya bertanya kepada mereka, mengenai apa yang mereka rasakan, beberapa dengan mantap mengatakan, "Aku bahagia dan percaya Tuhan Yesus telah bangkit menyelamatkan saya dari dosa-dosaku." Sebagian lain mengatakan, "Apa benar sih Yesus dimakamkan di sini dan sungguh bangkit?"

Pada zaman ini, menjadi sebuah pengalaman tersendiri di mana orang melihat makam kosong dan memiliki iman akan kebangkitan. Ada pula yang meragukan karena lebih memakai logika. Demikian pula mungkin bisa digambarkan situasi dan kondisi Maria Magdalena, Petrus dan murid yang lain. Maria Magdalena bingung dan berpikir dengan logikanya sendiri, "Ah, Tuhanku telah dicuri orang." Petrus, setelah melihat suasana dalam makam, keluar dengan rasa bingung, antara percaya dan tidak akan dibangkitkan. Murid yang lain itu, begitu melihat langsung percaya, DIA telah bangkit, karena melihat dengan kacamata iman memandang dan memahami kebangkitan Tuhan. Bagi mereka yang mengutamakan dan mengandalkan pikiran logisnya, selalu akan muncul pertanyaan dan keraguan tentang YESUS yang bangkit untuk mengalahkan maut itu. Ada pula yang ragu-ragu. Dan mereka yang mengandalkan iman selalu tegas menyatakan YA, AKU PERCAYA DIA TELAH BANGKIT.

Bagaimana dengan kita? Kita yang tidak melihat penampakan Yesus dan melihat isi kubur secara langsung bisa jadi memiliki salah satu dari sikap di atas. Namun, yang ideal tentunya adalah memandang dengan iman. Tanpa melihat langsung dan tanpa harus mendapat penampakan, namun dengan iman kita percaya bahwa kebangkitan Yesus memang benar terjadi.

Untuk memperteguh iman memang diperlukan bukti. Seperti para rasul, mendapatkan bukti kebangkitan dan memercayainya kemudian lewat Kitab Suci, maka kita di zaman ini pun perlu terus-menerus membaca dan mempelajari Kitab Suci. Di dalam Kitab Suci kita menemukan bukti otentik bahwa Yesus bangkit seperti dinubuatkan-Nya (bdk. Mrk 8:31; 9:31; 10:34). Dan bagi orang-orang yang belum mengimani Kristus yang bangkit ini, kita harus memberikan bukti dengan tindakan praktis, yaitu memberi kasih kepada sesama.

Hubungan kasih kita dengan Yesus yang bangkit, perlu disalurkan untuk membantu orang-orang memercayai Kristus yang bangkit ini. Kristus Yesus itu, menderita sengsara, wafat dan kemudian bangkit dengan satu tujuan, menampilkan KASIH ALLAH kepada manusia agar manusia dapat KEMBALI KE "TAMAN EDEN" surga bahagia dalam kebersamaan dengan ALLAHnya.

Maukah kita menjadi saksi kebangkitan Kristus itu? Iman dan Kitab Suci menjadi landasan kerasulan kita.

R U A H

Sabtu, 23 April 2011 Sabtu Malam Paskah

Sabtu, 23 April 2011
Sabtu Malam Paskah (P)

"Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya." (Mat 28:6)

Doa Renungan

Allah yang mahakuasa dan kekal, Engkau menghendaki kami hidup bahagia bersama-Mu. Tak putus-putusnya, Engkau menumbuhkan harapan agar kami berkembang dalam cinta, hidup dengan hati dan rasa. Kami percaya, Engkau hadir di antara kami sekarang ini, menyertai kegembiraan kami. Semoga perayaan malam Paska ini membangkitkan rasa syukur kami atas karya penebusan-Mu, sebagaimana dahulu para leluhur kami dalam iman, merasakan pembebasan dari perbudakan dosa. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Pada awal mula Allah menjadikan semuanya baik adanya. Alam dan segala isinya yang teratur menjadi lambang kemuliaan Tuhan. Semuanya menjadi pujian nyata bagi Allah yang agung. Allah dengan segala kuasa-Nya membagikan segala kebaikan-Nya ke dalam dunia. Allahlah sumber segala yang baik di dunia ini. (RUAH)

Bacaan Pertama (Maka jadilah petang dan pagi: PS 866)
Pembacaan dari Kitab Kejadian (1:1-31; 2:1-3)


"Allah melihat semua yang telah dijadikan-nya dan amat baiklah semuanya itu.”

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.


5 6 1 2 1 2 3 1 7 6 1 . 6 5 77 6 5 5
Maka jadilah petang dan pagi, hari per- ta - ma.



Lalu berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Allah menamai cakrawala itu langit.

Maka jadilah petang dan pagi, hari kedua.

Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari ketiga.

Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari keempat.

Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung - yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."

Maka jadilah petang dan pagi, hari kelima.

Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari keenam

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Maka jadilah petang dan pagi, hari ini.

Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan I, do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.
Ayat.
(Mzm 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c)
1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan Allahku, Engkau sungguh besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak, berselimutkan terang ibarat mantol.
2. Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyah untuk selama-lamanya. Dengan samudera raya bumi ini Kau selubungi; air telah naik melampaui gunung-gunung.
3. Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air yang mengalir di antara gunung-gunung. Burung-burung di udara bersarang di dekatnya, bersiul-siul dari antara dedaunan.
4. Dari bangsal-Mu Engkau menyirami gunung-gunung, bumi penuh dengan segala yang Kauturunkan dari langit. Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan, dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, Engkau mengeluarkan makanan dari dalam tanah.
5. Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan. Bumi penuh dengan ciptaan-Mu: Pujilah Tuhan, hai jiwaku!


Iman itu memiliki kekuatan yang dahsyat. Orang tetap percaya kendati melihat seakan-akan Allah sendiri mau menghancurkan perjanjian-Nya. Abraham sungguh menjadi bapa kaum beriman. Ia percaya bahwa Allah sendiriakan menyelesaikannya.Ia menyediakan segalanya. (Ruah)

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Kitab Kejadian (22:1-2.9a.10-13.15-18)

"Korban Abraham leluhur kita."

Setelah Abraham mendapat anak, Ishak, maka Allah mencobai Abraham. Allah berfirman kepada Abraham, "Abraham." Abraham menyahut, "Ya Tuhan." Sabda Tuhan, "Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." Maka sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham. Abraham lalu mengulurkan tangannya, dan mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit, "Abraham, Abraham!" Sahut Abraham, "Ya Tuhan." Lalu Tuhan bersabda, "Jangan bunuh anak itu, dan jangan kauapa-apakan dia. Kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku." Lalu Abraham menoleh, dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Diambilnya domba itu, dan dipersembahkannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya. Untuk kedua kali berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kata-Nya, "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri ---- demikianlah firman Tuhan ---- Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Melalui keturunanmulah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab engkau mentaati sabda-Ku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Doa Renungan


Allah, Engkaulah pencipta alam semesta, kami memuji Dikau demi alam ciptaan-Mu yang sungguh bagik adanya. Semoga kami dengan penuh syukur dan tanggung jawab mengolah dan mengembangkan alam ciptaan yang Kaupercayakan kepada kami kini, sehingga akan tetap dimanfaatkan oleh umat-Mu turun menurun, dan tetap mencerminkan kesempurnaan-Mu sendiri. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Mazmur Tanggapan II, do = c, 2/4, PS 847
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa.
Ayat. (Mzm 16:5.8.9-10.11; R1)
1. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
2. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai dan tubuhku akan diam dengan tentram sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.
3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Dalam bacaan ketiga ini kita mendengar kisah tentang pembebasan bangsa Israel dari perbudakan bangsa asing yang menindas mereka. Pembebasan itu terjadi atas bantuan Allah, yang membelah air laut bagi mereka, sehingga mereka dapat menyeberang. Penyeberangan Laut Merah itu melambangkan Sakramen Pembaptisan. Sebab sakramen itu juga bagaikan suatu penyeberangan: tadinya kita dikuasai oleh dosa dan oleh setan. Tetapi setelah dibaptis, kita menjadi bebas merdeka. Itulah hasil karya penebusan oleh Yesus Kristus. Mungkin kita masih mereasa diri bagaikan hidup dalam gurun, yaitu hidup kita dari hari ke hari tidak luput dari tantangan. Tetapi dengan bahu-membahu kita dapat mengatasi godaan dan penderitaan, dan melanjutkan perjalanan hidup ini, sebagai satu bangsa di bawah pimpinan Kristus sendiri, menurut Tanah Terjanji Surgawi!

Bacaan Ketiga
Pembacaan dari Kitab Keluaran (14:15-15:1)

“Orang-orang Israel berjalan di tengah laut yang kering."

Dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir, ketika hampir tersusul oleh pasukan Firaun, ketakutanlah orang-orang Israel dan berseru-seru kepada Tuhan. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa. 'Mengapa engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu, dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut dan berjalan di tanah yang kering. Dan sementara itu Aku akan menegarkan hati orang-orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang-orang Israel. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orang-orang yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. Maka orang Mesir akan insaf bahwa Aku ini Tuhan, apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda.'

Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berpindah, berjalan di belakang mereka, dan tiang awan yang tadinya bergerak di depan mereka beranjak dan berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang awan itu berdiri di antara tentara Mesir dan orang Israel. Awan itu menimbulkan kegelapan, sehingga malam itu berlalu tanpa kesempatan bagi orang Mesir untuk mendekati orang-orang Israel.

Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman Tuhan menguakan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, serta mengeringkan Laut itu.

Maka terbelahlah air laut itu, dan orang Israel masuk dan berjalan di tengah-tengah laut yang kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir pun mengejar dan menyusul mereka. Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya mengikuti orang Israel masuk ke tengah-tengah laut itu.

Pada waktu jaga pagi, Tuhan memandang tentara Mesir dari dalam tiang api awan, lalu mengacau balaukan tentara Mesir. Tuhan membuat roda kereta mereka berjalan miring dan maju dengan berat sehingga orang Mesir berkata, 'Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir! Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, 'Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, kereta mereka, dan pasukan berkuda mereka. Musa mengulurkan tangannya ke atas laut; maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula, sedangkan orang Mesir lari menuju air itu. Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Jadi berbaliklah segala air itu, lalu menimbun kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel ke laut. Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering di tengah-tengah laut, sedang di kiri dan kanan mereka air itu bagai tembok bagi mereka.

Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut. Ketika orang Israel melihat betapa dahsyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir, maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan; mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa hamba-Nya.

Pada waktu itulah Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan madah ini bagi Tuhan.


Mazmur Tanggapan III. PS 671 (Kel 15:1-2.3-4.5-6.17-18; R1a)
BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN
Solis/Kor:

1. Bersyukurlah kepada Tuhan,
U: kar'na kekal kasih Allah.
pada Allah segala dewata,
U: kar'na kekal kasih Allah.
pada Tuhan segala penguasa,
U: kar'na kekal kasih Allah.

2. Hanya Dia mengerjakan karya agung,
U: kar'na kekal kasih Allah.
dengan arif menciptakan langit,
U: kar'na kekal kasih Allah.
membentangkan bumi di atas laut,
U: kar'na kekal kasih Allah.

3. Penerang yang besar dibuat-Nya,
U: kar'na kekal kasih Allah.
surya yang menguasai siang,
U: kar'na kekal kasih Allah.
bulan, bintang, cahaya malam,
U: kar'na kekal kasih Allah.


4. Yang membunuh anak sulung Mesir,
U: kar'na kekal kasih Allah.
dan membebaskan umat Israel,
U: kar'na kekal kasih Allah.
dengan tangan kuat dan lengan perkasa,
U: kar'na kekal kasih Allah.


5. Dia yang membelah Laut merah,
U: kar'na kekal kasih Allah.
yang menyeberangkan umat Israel,
U: kar'na kekal kasih Allah.
dan menumpas Firaun dan laskarnya,
U: kar'na kekal kasih Allah.


6. Yang memimpin umat-Nya ke padang gurun,
U: kar'na kekal kasih Allah.
kerajaan besar ditaklukkan-Nya,
U: kar'na kekal kasih Allah.
raja-raja masyhur dibunuh-Nya,
U: kar'na kekal kasih Allah.


7. Diberikan-Nya tanah mereka,
U: kar'na kekal kasih Allah.
kepada Israel hamba-Nya,
U: kar'na kekal kasih Allah.
kemalangan kita diindahkan-Nya,
U: kar'na kekal kasih Allah.


8. Bersyukurlah kepada Tuhan,
U: kar'na kekal kasih Allah.
pembebas kita dari penindas,
U: kar'na kekal kasih Allah.
dan segala makhluk diberi-Nya makan,
U: kar'na kekal kasih Allah.

Menurut St. Agustinus: "Kurban yang benar adalah setiap karya yang dikerjakan untuk mengikuti Allah dalam persekutuan kudus." Dengan kata lain kita belajar melalui pikiran, perkataan dan perbuatan kita untuk hidup dalam tangan Tuhan. Apa saja yang terjadi direfleksikan dalam kaitannya dengan sejarah keselamatan Tuhan.

Bacaan Keempat
Pembacaan dari Kitab Yesaya (54:5-14)


"Datanglah kepada-Ku, maka kamu akan hidup. Aku akan mengikat perjanjian kekal denganmu."

Tuhan bersabda kepada Nabi Yesaya, jika yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, Tuhan semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi. Sebab seperti isteri yang ditinggalkan dan yang bersusah hati Tuhan memanggil engkau kembali; masakan isteri dari masa muda akan tetap ditolak? firman Allahmu. Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman Tuhan, Penebusmu. Keadaan ini bagi-Ku seperti pada zaman Nuh: seperti Aku telah bersumpah kepadanya bahwa air bah tidak akan meliputi bumi lagi, demikianlah Aku telah bersumpah bahwa Aku tidak akan murka terhadap engkau dan tidak akan menghardik engkau lagi. Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman Tuhan, yang mengasihani engkau. Hai yang tertindas, yang dilanggar angin badai, yang tidak dihiburkan! Sesungguhnya, Aku akan meletakkan alasmu dari batu hitam dan dasar-dasarmu dari batu nilam. Aku akan membuat kemuncak-kemuncak tembokmu dari batu delima, pintu-pintu gerbangmu dari batu manikam merah dan segenap tembok perbatasanmu dari batu permata. Semua anakmu akan menjadi murid Tuhan, dan besarlah kesejahteraan mereka; engkau akan ditegakkan di atas kebenaran. Engkau akan jauh dari pemerasan, sebab engkau tidak usah lagi takut, dan engkau akan jauh dari kekejutan, sebab ia tidak akan mendekat kepadamu.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan. IV, do = g, 2/4, PS 838
Ref. Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku.
Ayat. (Mzm 30:2.4.5-6.11.12a.13b; R2)
1. Aku akan memuji ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersuka cita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan daku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
2. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab hanya sesaat ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
3. Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku, Tuhan, jadilah penolongku! Aku yang meratap telah Kuubah menjadi orang yang menari-nari, Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.


Orang yang telah dibaptis dipanggil untuk memberi kesaksian hidup di bumi ini dengan "Roh, air dan darah". Perihal 'darah' perlu kita ingat bahwa orang yang kekurangan darah atau darahnya tidak sehat akan mudah terserang penyakit dan ketika sakit dengan mudah pula menjadi manja atau marah-marah. Untuk menjaga kesehatan darah antara lain makan bergizi (bukan hanya enak) atau empat sehat lima sempurna, cukup berolahraga, hidup teratur dst. Air merupakan kebutuhan pokok kehidupan kita: setiap hari hendaknya minum air minimal 2(dua) liter per hari; air putih biasa lebih sehat dan dapat menjadi 'penyalur listrik/tenaga dalam tubuh kita'. Air juga bermakna untuk membersihkan, menghanyutkan kotoran-kotoran. Sedangkan Roh adalah yang menghidupkan, menggerakkan, menggairahkan dst..(karisma/spiritualitas??) Maka jika kita sungguh optimal atau memadai dalam hal "Roh, air dan darah", kiranya kita dapat memberi kesaksian hidup beriman sebagaimana dimimpikan oleh Yesaya: "Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya " (Yes 55:10-11). Kehadiran atau kedatangan kita dimanapun dan kapanpun membuat sesama dan lingkungan hidup tumbuh berkembang, bahagia dan sejahtera. (Dari Arsip Renungan Ign Sumarya, SJ)

Bacaan Kelima
Pembacaan dari Kitab Yesaya (55:1-11)

"Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki."

Beginilah firman Tuhan, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran! Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat. Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud. Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa; sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena Tuhan, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau. Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada Tuhan, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan V, do = c, 4/4, PS 864
Ref. Tuhan, Dikaulah sumber air hidup.

Ayat
. (Yes 12:2-3.4bcd.5-6)
1. Sungguh, Allah keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba dengan kegirangan, dari mata air keselamatan.
2. Pada waktu itu kamu akan berkata, "Bersyukurlah kepada Tuhan, panggillah nama-Nya, beritahukan karya-Nya di antara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa nama-Nya tinggi luhur!"
3. Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulia karya-Nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion, sebab yang mahakudus, Allah Israel, agung di tengah-tengahmu!

Penyelamat Dunia adalah pembawa damai sejahtera bagi semua bangsa di dunia, apapun dan siapapun yang mengganggu perdamaian dunia harus dibasmi sampai tuntas. Maka kami ajak untuk berpartisipasi dalam hal penyelamatan dunia seisinya atau perdamaian dunia. Pertama-tama dan terutama hal itu kiranya harus kita hayati dalam keluarga atau komunitas kita masing-masing, antar anggota keluarga atau komunitas. Mengapa? Karena jika kita di dalam keluarga atau komunitas memiliki pengalaman dan keterampilan saling mengasihi dalam rangka membangun hidup damai sejahtera, maka dengan mudah kita memperjuangkan atau mengusahakan damai sejahtera dalam kehidupan yang lebih luas, misalnya di masyarakat atau tempat kerja kita masing-masing. Memang damai sejahtera dapat terwujud karena anugerah atau rahmat Tuhan, dengan kata lain dalam mengusahakan damai sejahtera hendaknya kita senantiasa hidup bersama dan bersatu dengan Tuhan. Biarlah orang bertanya-tanya: “Dengan kuasa manakah anda mengusahakan damai sejahtera di tengah hidup yang diwarnai egoisme, pertentangan dan kebencian saat ini”. Jika pertanyaan ini jujur keluar dari kedalaman lubuk hatinya berarti mereka sungguh mendambakan damai sejahtera. (dari arsip renungan Rm Ign. Sumarya, SJ)


Bacaan Keenam

Pembacaan dari Kitab Barukh (3:9-15)

"Jikalau engkau berjalan di jalan Allah, niscaya selamanya engkau diam dengan damai sejahtera."

Dengarkanlah, hai Israel, segala perintah kehidupan, condongkanlah telinga untuk mengenal kearifan. Apa sebabnya, hai Israel, apa sebabnya maka engkau berada di negeri musuhmu serta menjadi tua di negeri yang asing dan menajiskan dirimu dengan yang mati dan terbilang di antara mereka yang turun ke dunia orang mati? Engkau telah meninggalkan sumber kebijaksanaan! Jikalau engkau berjalan di jalan Allah, niscaya selamanya engkau diam dengan damai sejahtera. Belajarlah di mana ada kearifan, di mana kekuatan dan di mana pengertian, supaya sekaligus kauketahui tempat umur panjang dan kehidupan, tempat cahaya mata dan damai sejahtera. Siapakah telah menemukan tempat kebijaksanaan, siapakah telah masuk ke dalam perbendaharaannya?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan VI, do = es, 2/4, PS. 852
Ref. Sabda-Mu adalah kebenaran, hukum-Mu kebebasan.
Ayat. (Mzm 19:8-9.10-11)

1. Sabda Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan teguh, membuat arif orang bersahaja. Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati. Perintah Tuhan jelas, membuat mata berseri.
2. Hikmat Tuhan baik, tetap selama-lamanya. Keputusan Tuhan benar, adil selalu. Lebih indah daripada emas murni, lebih manis daripada manu lebah.

Dengan kematian-Nya Kristus membebaskan kita dari dosa, dengan kebangkitan-Nya Ia membuka pintu masuk menuju kehidupan baru. Pada malam ini kita mengenangkan kebangkitan-Nya, yang berarti kita bersama-sama diundang untuk memasuki kehidupan baru, sebagai anak-anak Allah, meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus. Kita dipanggil untuk memperbarui hati, jiwa, akal budi dan tubuh kita, yang telah dicemari atau dikotori oleh dosa-dosa kita. "Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu" (Yeh 36:23-24). Kita dipanggil untuk menanggaapi secara positif ajakan-Nya untuk berkumpul kembali ke tanah terjanji, hidup bahagia dan mulia di surga. (Ign Sumarya, SJ)

Bacaan Ketujuh
Pembacaan dari Kitab Yehezkiel (36:16-17a, 18-28)

"Kamu akan Kuberi hati dan Roh yang baru di dalam batinmu."

Datanglah firman TUHAN kepadaku: "Hai anak manusia, waktu kaum Israel tinggal di tanah mereka, mereka menajiskannya dengan tingkah laku mereka Maka Aku mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka karena darah yang dicurahkan mereka di tanah itu, sedang tanah itu mereka najiskan dengan berhala-berhala mereka. Aku menghamburkan mereka di antara bangsa-bangsa, sehingga mereka berserak-serak di semua negeri, Aku menghakimi mereka selaras dengan tingkah lakunya. Di mana saja mereka datang di tengah bangsa-bangsa, mereka menajiskan nama-Ku yang kudus, dalam hal orang menyindir mereka: Katanya mereka umat TUHAN, tetapi mereka harus keluar dari tanah-Nya. Aku merasa sakit hati karena nama-Ku yang kudus yang dinajiskan oleh kaum Israel di tengah bangsa-bangsa, di mana mereka datang. Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang. Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Orang yang dibaptis sebetulnya ditenggalamkan ke dalam air: ia hilang sejenak dari muka bumi, sama seperti jenazah yang dikuburkan. Tetapi segera juga orang itu muncul kembali dari air, berada lagi dari dunia ini. Demikianlah menjadi jelas apa yang Santo Paulus katakan: Dalam pembaptisan kita dikuburkan bersama Kristus, tetapi seperti Kristus bangkit dari kuburnya, demikian pula kita bangkit dari air baptisan dan mengalami hidup yang baru. Selanjutnya kita tidak lagi dikuasai oleh dosa, melainkan kita hidup bagi Allah! (TPS)

Mazmur Tanggapan VIIA, do = d, 2/2, PS 843
Ref. Jiwaku haus pada-Mu, Tuhan ingin melihat wajah Allah.
Ayat. (Mzm 42:3.5bcd;43:3-4; Ul: lih 42:2; 2/4)

1. Jiwaku haus akan Allah akan Allah yang hidup! Bilakah tiba saatnya aku boleh datang melihat Allah.
2. Ku terkenang, ketika berkenan maju di tengah kepadatan manusia, melangkah menuju ke rumah Allah di tengah sorak-sorai dan nyanyian syukur.
3. Suruhlah terang dan kesetiaan-Mu supaya menuntun langkahku dan membawaku ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
4. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, suka citaku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, sumber kegembiraanku.


atau

Mazmur Tanggapan VIIB, do = d, 2/2, PS 603

Ref. Curahkan rahmat dalam hatiku, ciptakan hati dan semangat baru.

Ayat. (Yeh 36:25-27)

1. Engkau Kusucikan dan Kubersihkan dari cinta diri, engkau Kuhidupkan, dan Kukobarkan, cinta di hati.
2. Hatimu yang kaku, keras dan beku, Kuambil darimu, ambillah dari-Ku semangat baru dalam karyamu.

dilanjutkan

Kemuliaan (do = c, 4/4, Misa Kita IV, PS 354)
5 54 32 11 23 43 4 55
Kemuliaan kepada Allah di surga,

dan damai di bumi, dan damai di bumi
kepada orang
yang berkenan pada-Nya.
Kami memuji Dikau.
Kami meluhurkan Dikau.
Kami menyembah Dikau.
Kami memuliakan Dikau.
Kami bersyukur, kami bersyukur. Kami bersyukur pada-Mu.
Karena kemuliaan-Mu yang besar.
Kar'na kemuliaan-Mu yang besar.
Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang mahakuasa.
Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang tunggal.
Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putra Bapa.
Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
Karena hanya Engkaulah kudus.
Hanya Engkaulah Tuhan.
Hanya Engkaulah mahatinggi,
ya Yesus Kristus,
bersama Roh Kudus, bersama Roh Kudus
dalam kemuliaan Allah Bapa.
Amin.


Doa Renungan

Allah yang mahakuasa, tangan-Mu sungguh kuat dan perkasa. Secara mengagumkan Engkau membebaskan umat-Mu dari perbudakan musuh. Maka segarkanlah pula karunia baptis yang telah kami terima, supaya air baptis yang telah membasuh kami, sungguh membebaskan kami dari perbudakan setan dan dari segala kejahatan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


Kematian dan kehidupan – Sungguh sebuah kontras yang kita hadapi pada hari Sabtu Suci ini. Semua sunyi-sepi dari pagi sampai dengan sore hari. Catatan singkat dalam kalendarium menjelaskan semuanya: “Dengan Berdoa dan Berpuasa Gereja berada di Makam Tuhan.” Gedung gereja terlihat kosong, termasuk tabernakel. Akan tetapi tidak demikianlah malam ini.

Malam ini dikenal sebagai Easter Vigil, a night of vigil, suatu malam untuk kita berjaga-jaga, malam untuk berefleksi, malam antisipasi. Yesus telah wafat dan jenazah-Nya telah diletakkan dalam kuburan yang ditutup dengan batu besar. Tubuh-Nya telah dirusak oleh berbagai dera dan siksa. Darah-Nya telah ditumpahkan, dan semua dosa kita telah ditebus. Namun pada malam ini kita kembali akan diperkenalkan kepada kepenuhan hidup lewat kebangkitan Yesus yang penuh kemuliaan. Pada malam ini gereja-gereja kita akan dipenuhi dengan hidup baru dan keindahan. Memang sebuah kontras bila dibandingkan dengan keadaan dan suasana pada pagi/siang harinya.

Dengan demikian, malam ini juga adalah malam penuh sukacita! Pada malam ini kita semua akan membuat komitmen yang lebih mendalam lagi kepada Yesus. Mengapa? Karena kita semua telah mati juga. “Tidak tahukah kamu bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?” (Rm 6:3). Tidak hanya dosa-dosa kita yang telah dicuci bersih, melainkan sumber dosa-dosa itu sendiri – diri kita yang lama, kodrat lama kita yang mempunyai kecenderungan berdosa telah dibawa Kristus ke kayu salib dan kemudian dikuburkan. Dalam kubur Yesus di rahim bumi, kita ditransformir dan dilahirkan kembali ke dalam suatu hidup baru, suatu kehidupan yang tersedia bagi kita oleh rahmat dan melalui iman.

Dalam tulisan Santo Paulus yang menjadi salah satu dari sejumlah bacaan pada Misa Malam Paskah ini, rasul ini mengajar kita bahwa kita ikut ambil bagian, baik dalam kematian maupun kebangkitan Yesus. Pembaptisan kita sendiri sebenarnya adalah sebuah paradoks kehidupan dan kematian. Melalui baptisan ke dalam kematian Yesus di kayu salib, kita mati terhadap dosa. Melalui baptisan yang sama ke dalam kebangkitan-Nya, kita juga dibangkitkan ke dalam suatu kehidupan baru dalam Roh-Nya. Suatu kontras penuh kemuliaan yang diperuntukkan bagi kita. Selagi kita setiap hari mati terhadap diri kita sendiri dan dosa, kita menerima hidup baru lewat kuasa kebangkitan Yesus. Kehidupan Tuhan yang bangkit ada dalam diri kita karena kita telah dibaptis ke dalam diri-Nya. Kuasa-Nya ada dalam diri kita guna mengubah kita. Oleh Roh-Nya, kita dapat mulai menghayati suatu hidup baru.

Sabtu Suci merupakan suatu kesempatan bagus sekali bagi kita untuk mencari hidup baru ini lewat doa dan pembacaan serta permenungan firman Allah dalam Kitab Suci. Sedapat mungkin, gunakanlah hari yang khusus ini sebagai sebuah hari untuk mencari Allah dalam keheningan dan penantian. Marilah kita mengantisipasi karunia hidup baru yang akan kita terima malam ini selagi kita memperbaharui janji baptis dan turut serta dalam liturgi Paskah.

Hari Sabtu Suci merupakan suatu kesempatan untuk bertumbuh semakin dekat pada Yesus dan menerima hidup-Nya dengan lebih mantap lagi. Yesus telah mengalahkan dosa, kematian dan Iblis. Kita dapat mengalami kemenangan kematian dan kebangkitan-Nya pada hari ini. Kita dapat mengharapkan terjadinya perubahan-perubahan nyata dalam kehidupan kita di hari-hari dan pekan-pekan mendatang, karena kite telah menerima kuasa kebangkitan Yesus sendiri. (sangsabda.wordpress.com)


Bacaan Kedelapan:
Epistola
Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (6:3-11)

"Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, dan tidak akan mati lagi."

Saudara-saudara, kita semua, yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh pembaptisan dalam kematian, supaya seperti halnya Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu bahwa masing-masing kita turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, sesudah bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas Dia! Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Bait Pengantar Injil PS 867
Ref. A l l e l u y a

(3x 1= F, G, A)
Dinyanyikan tiga kal; setiap kali ganti nada dasar. Sesudah ulangan ketiga baru dinyanyikan ayat-ayat Mazmur.
Ayat. (Mzm 118:1-2.16ab.17.22-23)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, "Kekal abadi kasih setia-Nya.
2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan! Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.
3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di antara kita.


Bacaan Injil

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (28:1-10)

"Ia telah bangkit, dan mendahului kamu ke Galilea."

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Budi segera bangun, mengambil teks, membenahi pakaiannya sebentar, lalu maju melangkah lagi. Ya, Budi, remaja SMA, yang berbadan tegap itu baru saja tersandung jatuh, persis ketika ia melangkah untuk membacakan teks "Pembacaan UUD 1945". Suasana upacara bendera di sekolah itu jadi riuh. Namun, Budi remaja yang tegar. Ia malu sesaat, namun ia bangkit kembali. Dengan tabah ia melanjutkan tugasnya. Ia bangkit dan berjalan sampai podium. Ia membacakan teks itu dengan lantang.


Budi pernah jatuh, malu, merasa bersalah karena tidak hati-hati, namun mau bangkit untuk melanjutkan tugasnya dengan sempurna. Apa artinya kejatuhan ditonton ratusan pasang mata, jika dibandingkan dengan kebangkitannya untuk membacakan teks yang penting itu? Setelah selesai, ia kembali ke tempatnya. Semua mata memandang kepadanya.

Kita bisa saja jatuh, terpuruk, dan gagal. Namun, ada yang lebih penting, yaitu bangkit dan melanjutkan hidup dengan lebih dewasa. Yesus yang disalib dan mati itu bangkit. Ia sertia sampai akhir maka Bapa membangkitkan Yesus. Alleluya, puji Tuhan.


Kebangkitan Yesus menjadi daya kekuatan bagi kita selalu. Kita menjadi orang yang berpengharapan akan hidup kekal bersama Yesus.


Tuhan Yesus, ajarilah aku untuk bangkit jika aku jatuh, karena Engkau telah mengalahkan maut dengan kebangkitan-Mu. Amin.


Oase Rohani 2011, Renungan dan Catatan Harian