Kamis, 12 Mei 2011 Hari Biasa Pekan III Paskah

Kamis, 12 Mei 2011
Hari Biasa Pekan III Paskah


"Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yoh 6:51)


Doa Renungan

Allah Bapa yang mahamulia, kami bersyukur karena Yesus Kristus, Putra-Mu adalah Roti Hidup yang turun dari surga dan yang memberi hidup bagi kami. Kami rindu untuk menyambut Tubuh dan Darah Kristus yang kami terima dalam Ekaristi sebagai bukti bahwa Yesus berbagi kasih kepada manusia. Semoga kenangan yang luhur ini membuat kami semua semakin berani berbuat kasih kepada sesama. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang hidup dan bertahta bersama Dikau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.


Pembacaan dari Kisah Para Rasul (8:26-40)

"Jika Tuan percaya dengan segenap hati, Tuan boleh dibaptis."

Waktu Filipus di Samaria, berkatalah seorang malaikat Tuhan kepadanya, "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menyusur jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang, ia duduk dalam keretanya sambil membaca kitab Nabi Yesaya. Lalu kata Roh kepada Filipus, "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" Filipus segera mendekat, dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab Nabi Yesaya. Kata Filipus, "Mengertikah Tuan apa yang Tuan baca itu?" Jawabnya, "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya, siapakah yang akan menceritakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. Maka kata sida-sida itu kepada Filipus, "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?" Maka mulailah Filipus berbicara, dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. Mereka melanjutkan perjalanan, dan tiba di suatu tempat yang ada airnya. Lalu kata sida-sida itu, "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" Sahut Filipus, "Jika Tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya, "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah." Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus, dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia menjelajah daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 4/4, PS 822
Ref. Pujilah Allah alleluya, alleluya
Ayat. (Mzm 66:8-9.16-17.20; R:1)
1. Pujilah Allah kami, hai para bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.
2. Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takwa kepada Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadapku. Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.
3. Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku, dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya daripadaku.

Bait Pengantar Injil, do = g, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 6:51)
Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan. Barangsiapa makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (6:44-51)

"Akulah roti hidup yang telah turun dari surga."

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, "Tidak seorang pun dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus aku; dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi; Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa! Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari surga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Viko berkisah, "Saat masih kecil, salah satu kebiasaan dalam keluarga yang sangat mengesan dalam diri saya ialah kebiasaan makan bersama. Ayah, Ibu, dan kami semua anak-anak duduk bersila di ruang keluarga kemudian makan bersama. Tidak penting apa makanan kami hari itu. Yang penting kami makan bersama-sama. Ada kegembiraan, ada kebersamaan, ada perasaan sau sebagai keluarga. Makan bersama menjadi sesuatu yang begitu dirindukan ketika kami mulai tinggal berjauhan dengan orang tua karena harus tinggal di asrama sekolah."

Saat menginjak dewasa Viko sadar, bahwa dengan makan bersama sebagai keluarga imannya sebagai orang Katolik bertumbuh. Sebab, tidak hanya makan yang dia nikmati, melainkan iman katolik sebab sebelum dan sesudah makan mereka sekeluarga berdoa terlebih daulu. Tidak hanya makanan jasmani yang dinikmati, tetapi terlebih makanan rohani, yaitu iman bertumbuh.

"Yesus adalah roti hidup. Semua orang yang makan dari roti hidup akan memperoleh hidup yang kekal. Yesus menjadi sumber hidup.Yesus menjadi sumber kekuatan. Yesus menjadi sumber sukacita. Karena Yesus adalah sumber hidup, maka Dia memberikan hidup-Nya kepada kita semua. Memakan Tubuh-Nya, bagi kita tidak hanya bermakna manusiawi. Tidak hanya sekedar memenuhi tuntutan tubuh, melainkan supaya kita para murid-Nya bertumbuh dalam iman akan Dia.

Jika dalam hidup sehari-hari, kita butuh makan supaya kita hidup maka dalam kehidupan iman pun kita butuh makanan supaya jiwa kita hidup selama-lamanya. Dan makanan untuk jiwa kita ialah Yesus sendiri. Jika dengan makan orang bisa bertenaga maka dengan menerima Yesus di dalam kehidupan, kita memperoleh kekuatan untuk menempuh perjalanan panjang kehidupan ini sampai memasuki kehidupan kekal.

Tuhan Yesus, Engkaulah roti yang telah turun dari surga. Semoga setiap hari aku selalu berusaha untuk menerima tubuh-Mu dalam Ekaristi sebagai makanan yang memberikan kekuatan kepadaku untuk menjalani hidup ini dengan suka-duka yang menyertainya. Amin.

Oase Rohani 2011, Renungan dan Catatan Harian