Minggu, 22 Mei 2011 Hari Minggu Paskah V

Minggu, 22 Mei 2011
Hari Minggu Paskah V

"Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku akan datang kembali kepadamu." (Yoh 14:18)

Antifon Pembuka

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya agung. Di hadapan para bangsa Ia menyatakan keadilan-Nya. Alleluya

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahabaik, Engkau telah membukakan pintu gerbang iman bagi semua bangsa segala zaman. Kami mohon, berilah kami pada zaman sekarang ini orang-orang yang membaktikan diri dalam doa dan pelayanan sabda. Tambahkanlah jumlah para murid yang percaya penuh akan sabda Putra-Mu dan yang saling menaruh cinta tanpa pamrih, sebagaimana diperintahkan kepada kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul (Kis 6:1-7)

"Mereka memilih tujuh orang yang penuh dengan Roh Kudus."

Di kalangan jemaat di Yerusalem, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungut di antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena dalam pelayanan sehari-hari pembagian kepada janda-janda mereka diabaikan. Berhubung dengan itu kedua belas rasul memanggil semua murid berkumpul dan berkata, “Kami tidak merasa puas, karena kami melalaikan firman Allah untuk melayani meja. Karena itu, Saudara-saudara, pilihlah tujuh orang dari antaramu, yang terkenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat, supaya kami mengangkat mereka untuk tugas itu, sehingga kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan firman.” Usul itu diterima baik oleh seluruh jemaat. Lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang penuh iman dan Roh Kudus, dan Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus, seorang penganut agama Yahudi dari Antiokhia. Mereka itu dihadapkan kepada para rasul; lalu para rasul pun berdoa dan meletakkan tangan di atas mereka. Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak, juga sejumlah bersar imam menyerahkan diri dan percaya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 33:1-2.4-5.18-19; Ul:lh. 22, do=g, 4/4, PS 833
Ref. Kita memuji Allah kar na besar cinta-Nya.

1. Bersorak-sorailah dalam Tuhan, hai orang-orang benar!
sebab memuji-muji itu layak bagi orang jujur.
Bersyukurlah kepada Tuhan dengan kecapi,
bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali.

2. Sebab firman Tuhan itu benar,
segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
Ia senang pada keadilan dan hukum;
bumi penuh dengan kasih setia-Nya.

3. Sungguh, mata Tuhan tertuju kepada mereka yang bertakwa,
kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya;
Ia hendak melepaskan jiwa mereka dari maut
dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus (1Ptr 2:4-9)

"Kamulah bangsa yang terpilih , kaum imam yang rajawi."

Saudara-saudara terkasih, datanglah kepada Kristus, batu yang hidup, yang dibuang oleh manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Biarlah kamu pun dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang berkenan kepada Allah karena Yesus Kristus. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepadanya tidak akan dipermalukan. Karena itu, bagi kamu yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya, “Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru; juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan.” Mereka tersandung padanya karena mereka tidak taat kepada firman Allah; dan memang sudah ditentukan untuk itu. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, kaum imam yang rajawi, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. Maka kamu harus memaklumkan perbuatan-perbuatan agung Allah. Ia telah memanggil kamu keluar dari kegelapan masuk ke dalam terang-Nya yang menakjubkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do=g, 4/4, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, allelluya
Ayat. (Yoh 10:6)
Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tak seorang pun dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (Yoh 14:1-12)

"Akulah jalan, kebenaran dan hidup."

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku; Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakan kepadamu. Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke sana dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan kemana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.” Kata Tomas kepada-Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” Kata Filipus kepada-Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepada-Nya, “Telah sekian lama Aku bersama-sama engkau, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa, bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami. Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu, Sebab Aku pergi kepada Bapa.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Antifon Komuni

Akulah pokok anggur dan kamu carang-carangnya. Orang yang tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia, akan menghasilkan banyak buah. Alleluya.

Renungan

Salah satu ciri yang menandai orang Katolik ialah untuk semangat melayani. Para pengikut Yesus generasi pertama, selain bersatu hati untuk berdoa dan memecahkan roti juga dipenuhi oleh semangat melayani, terlebih melayani orang-orang miskin. Banyak orang dengan sukarela mengikuti Tuhan dan percaya kepada-Nya karena melihat semangat pelayanan para pengikut Yesus. Para pengikut Yesus menjadi saluran berkat dan cinta Tuhan sendiri. Terpilihnya tujuh orang untuk melayani orang miskin dimaksudkan agar cinta Tuhan makin meluas dan firman-Nya makin menyatu dengan kehidupan banyak orang.

Bagi orang Kristiani, cinta kepada Tuhan merupakan sesuatu yang erat menyatu dengan cinta kepada sesama. Jika cinta kepada Tuhan dinyatakan dalam doa maka cinta kepada sesama dinyatakan dalam tindakan melayani. Keterlibatan dalam melayani orang lain, terlebih mereka yang miskin meminta kita untuk mencintai mereka demi diri mereka sendiri dan bukan demi maksud-maksud kita sendiri. Hanya kalau kita mencintai secara tulus, kebaikan dan anugerah Allah akan terpancar keluar dan itu membuat hidup kita menjadi kesaksian yang meyakinkan mengenai kehadiran Tuhan yang hidup.

Kita sering kali berlaku egois. Menolong orang, tetapi sebenarnya diam-diam menguntungkan diri sendiri. Jika begini maka kita sebenarnya tidak melayani, melainkan mencari untung. Alangkah menyedihkan jika ada orang Katolik yang sepertinya sibuk melayani, tetapi sebenarnya memperalat orang lain untuk kepentingannya sendiri. Pelayan yang baik menampakkan diri sebagai pribadi yang baik, pribadi yang tindakannya tidak menimbulkan sandungan bagi iman orang lain, pribadi yang dipenuhi roh dan kebijaksanaan ilahi.

Ya Bapa, jadikanlah kami sebagai perpanjangan tangan kasih-Mu dalam tindak pelayanan yang dipercayakan kepada kami. Amin.

Oase Rohani 2011, Renungan dan Catatan Harian