Rabu, 25 Mei 2011 Hari Biasa Pekan V Paskah

Rabu, 25 Mei 2011
Hari Biasa Pekan V Paskah

MENGHASILKAN BUAH


Dengan pohon, iblis menjatuhkan Adam, dan dengan pohon salib Kristus mengalahkan iblis (St. Yohanes Krisostomus)

Antifon Pembuka

Semoga mulutku bernyanyi dan memuji Engkau, dan bibirku bersorak bermadah kepada-Mu (Mzm 70.8.23). Alleluya.

Doa Renungan


Allah Bapa kami maha pengasih dan penyayang, kami bersyukur kepada-Mu atas cinta kasih yang kami kenal dari Yesus Putra-Mu. Semoga cinta kasih itu menjadi sumber segala sesuatu yang kami katakan dan kami lakukan, agar sirnalah segala duka, perang serta perselisihan, terhalau oleh keserasian dan keselarasan di antara manusia di dunia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

Ada pendapat bahwa jikalau orang tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, orang tersebut tidak dapat diselamatkan. Paulus dan Barnabas, yang adalah rasul bagi bangsa-bangsa lain menentang hal itu. Mereka lalu mengisahkan apa yang telah dilakukan Allah terhadap orang-orang bukan Yahudi dengan perantaraan mereka. Persoalan ini dibawa ke Yerusalem untuk dibicarakan dengan para rasul dan penatua-penatua.

Pembacaan dari Kisah Para Rasul (15:1-6)


"Paulus dan Barnabas pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal-soal yang timbul di tengah-tengah jemaat."

Sekali peristiwa, beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ, “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceritakan pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul serta penatua-penatua, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka. Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata, “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.” Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.


Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 844
Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita
Ayat. (Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5)
1. Aku bersukacita, ketika orang berkata kepadaku, "Mari kita pergi ke rumah Tuhan." Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat, kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan.
3. Untuk bersyukur kepada nama Tuhan sesuai dengan peraturan bagi Israel. Sebab di Yerusalemlah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga Raja Daud.

Bait Pengantar Injil, do = f, 4/4, PS 963
Ref. Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 15:4)
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu, sabda Tuhan. Barangsiapa tinggal di dalam Aku, ia berbuah banyak.


Yesus adalah pokok anggur yang benar. Ranting-rantingnya adalah para murid. Supaya menghasilkan buah, mereka terus didorong untuk tetap tinggal di dalam Yesus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:1-8)

"Barangsiapa tinggal di dalam Aku, dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak."

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya, dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya supaya berbuah lebih banyak. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting yang menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal ini Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak, dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Banyak orang bertanya, "Bagaimana kita bisa mengetahui bahwa apa yang kita lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan?" Jawaban atas pertanyaan ini sederhana. Cermati dan perhatikan buah-buah yang dihasilkan. Jika membuahkan hal-hal yang baik seperti: damai sejahtera, sukacita karena melakukan apa yang adil dan benar, kesabaran, kemurahan hati, kelemahlembutan, kesanggupan untuk menguasai diri, dan semua buah-buah yang baik maka apa yang kita lakukan memang sesuai dengan kehendak Tuhan. Jika buah-buah yang dihasilkan justru sebaliknya maka apa yang kita lakukan berlawanan dengan kehendak Tuhan. Nah, bagaimana caranya agar hidup kita adalah hidup yang menghasilkan buah-buah yang baik?

Injil hari ini menekankan betapa pentingnya kita menempel pada pokok, yaitu Yesus sendiri. Ibarat pohon anggur, kita tidak bisa berbuah jika kita lepas dari pokok. Kita mesti menyatu pada pokok itu. Yesus bersatu dengan kita dan kita bersatu dengan Dia. Tanpa persatuan dengan Yesus, hidup kita tidak menghasilkan buah. Dan karena itu, hidup kita tidak mempunyai makna. Menjadi kering kemudian tidak akan dihargai orang. Hidup kita seperti sampah yang diinjak-injak orang kemudian dibakar.

Kita tentu saja tidak ingin menjadi sampah yang tidak berguna kemudian diinjak-injak orang lalu dibakar. Kita ingin hidup kita bermakna bagi diri sendiri dan orang lain. Kita ingin hidup kita menghasilkan buah-buah yang bisa dinikmati banyak orang. Supaya berbuah maka iman akan Kristus merupakan pegangan pokoknya. Jika kita berpegang teguh pada iman kita akan Dia maka kita terus membangun hidup berdasarkan iman dan menghasilkan buah. Pilih mana? Hidup yang bermakna dan menghasilkan buah sehingga tetap hidup atau memilih hidup yang tidak berguna dan karena itu diinjak-injak orang dan dicampakkan kemudian dibakar? Tentu Anda memilih hidup yang bermakna bukan? Bersatulah dengan Yesus dan percayalah kepada-Nya. Hidup Anda menjadi hidup yang berbuah.

Tuhan Yesus, sumber sukacita dan kebahagiaanku, arahkanlah hatiku kepada-Mu supaya aku menghasilkan buah yang baik di dalam hidup ini. Amin.

RUAH, Oase Rohani 2011, Renungan dan Catatan Harian