Selasa, 16 Agustus 2011 Hari Biasa Pekan XX

Selasa, 16 Agustus 2011
Hari Biasa Pekan XX

"Tuhan akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan." (Mzm 85:13-14)


Doa Renungan


Allah Bapa yang Mahapengasih, hidup kami hanya bergantung kepada-Mu. Kami percaya bahwa di hadapan-Mu tidak ada yang mustahil. Ya Bapa, kerinduan kami adalah berada selalu di dekat-Mu. Bantulah kami agar selalu memikirkan-Mu. Tariklah kami untuk selalu melakukan apa yang suci agar kami kelak boleh tinggal bersama-Mu dalam kehidupan kekal. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Pembacaan dari Kitab Hakim-Hakim (6:11- 24a)

"Gideon, engkau akan menyelelamatkan Israel . Ketahuilah, Akulah yang mengutus engkau."

Pada zaman para hakim datanglah Malaikat TUHAN dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: "TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani." Jawab Gideon kepada-Nya: "Ah, tuanku, jika TUHAN menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah TUHAN telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang TUHAN membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian." Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!" Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel ? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku." Berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis." Maka jawabnya kepada-Nya: "Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku. Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu." Firman-Nya: "Aku akan tinggal, sampai engkau kembali." Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya. Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: "Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya." Maka diperbuatnya demikian. Dan Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN dari pandangannya. Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat TUHAN, lalu katanya: "Celakalah aku, Tuhanku ALLAH! sebab memang telah kulihat Malaikat TUHAN dengan berhadapan muka." Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati." Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan menjanjikan keselamatan kepada umat-Nya.
Ayat. (Mzm. 85: 9,10-12,13-14 R: 9)

1. Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?
2. Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
3. Bahkan Tuhan akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.


Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (2Kor 8:9)
Yesus Kristus telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, agar kalian menjadi kaya berkat kemiskinan-Nya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (19:23-30)

"Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum, daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga."

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah." Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin." Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Ada saja berita penipuan mengenai penggandaan uang. Orang pintar ini atau dukun itu sanggup menggandakan uang milik korban. Si korban disuruh menyerahkan uang lima juta rupiah, dan si dukun sanggup menggandakannya menjadi lima kali lipat, alias menjadi 25 juta rupiah. Lalu si korban harus menjalani ritual itu. Patgulipat! Ternyata, si dukun menipu, bukannya si korban memperoleh 25 juta rupiah tetapi malah kehilangan seluruh uangnya.

Janji untuk memperoleh secara berlipat-lipat, bahkan seratus kali lipat, memang juga dikatakan oleh Yesus dalam Injil hari ini. Akan tetapi, Yesus tidak menipu. Ia tidak berbicara mengenai patgulipat harta benda atau harta milik kita. Yesus memberikan janji untuk setiap murid-Nya yang berani meninggalkan rumahnya, saudara-saudarinya, segala miliknya, demi mengikuti Yesus dan demi nama-Nya! Itu justru jalan salib dan penderitaan. Sebab mengikuti Yesus justru berarti rela kehilangan segala sesuatu dan membiarkan Tuhan Yesus menjadi satu-satunya harta hidupnya. Nah, dalam arti inilah, para murid akan menerima seratus kali lipat. Itu bukan pertama-tama harta duniawi melainkan harta yang paling berharga dari hidup manusia, yakni bersatu dengan Allah, Sang Sumber Hidup, dan memperoleh hidup kekal.

Bersatu dengan Tuhan sebenarnya merupakan kepenuhan dari janji Yesus itu. Dan itu juga telah kita terima dalam kehidupan sekarang ini. Apalagi di saat Perayaan Ekaristi, kita mengalami kesatuan dengan Tuhan Yesus sendiri. Bukankah apabila kita telah bersatu dengan Tuhan, sudah cukup rahmat karunia itu? Yang lain-lain akan ditambahkan dan dilengkapi oleh Tuhan. Bukankah pengalaman kita sehari-hari seperti itu? Di saat kita sungguh mengalami kesatuan dengan Tuhan, kita bukan hanya merasa damai dan tenang, tetapi segalanya terasa menjadi ringan dan dapat ditanggung?

Tuhan Yesus, Engkau meninggalkan kemuliaan surga dan datang menjumpai aku di dunia ini karena ingin berbagi kasih dan kemuliaa-Mu. Ajari aku untuk berani menjawab tantangan-Mu itu. Amin.

E. Martasudjita, Pr -- Inspirasi Batin 2011

Bacaan Harian 15 - 21 Agustus 2011

Bacaan Harian 15 - 21 Agustus 2011

Senin, 15 Agustus 2011 : Hari Biasa Pekan XX (H)
Hak. 2:11-19; Mzm. 106:34-35,36-37,39-40,43ab,44; Mat. 19:16-22

Mengikuti jalan Yesus tidaklah cukup hanya dengan menaati segala perintah dan hukum Allah secara lahiriah. Diperlukan sikap yang lepas bebas terhadap segala keterikatan lain dan menyerahkan serta menggantungkan hidup hanya pada Allah.

Selasa, 16 Agustus 2011 : Hari Biasa Pekan XX (H)
Hak. 6:11-24a; Mzm. 85:9,11-12,13-14; Mat. 19:23-30

Hanya orang yang memanfaatkan kekayaan untuk membangun kebaikan akan menemukan kehidupan yang sesungguhnya. Orang seperti itu mampu menguasai kekayaannya, bukan dikuasai oleh apa yang dimilikinya.

Rabu, 17 Agustus 2011 : HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA (P)
Sir. 10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac,3a,6-7; 1Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21

Orang beriman tidak perlu ragu untuk menjalankan kewajibannya sebagai warga negara yang baik kepada pemerintah. Namun, dia juga tidak boleh bimbang untuk menomorsatukan iman dan pengabdiannya kepada Allah. Karena hanya Dialah yang menjadi jaminan hidupnya.

Kamis, 18 Agustus 2011 : Hari Biasa Pekan XX (H)
Hak. 11:24-39a; Mzm. 40:5,7-8a,8b-9,10; Mat. 22:1-14

Undangan telah dibagikan oleh Allah untuk semua orang. Tetapi maukah kita datang menghadiri pesta-Nya dengan hati dan diri yang siap berpesta? Atau jangan-jangan kita memenuhi undangan-Nya dengan setengah hati?

Jumat, 19 Agustus 2011 : Hari Biasa Pekan XX (H)
Rut. 1:1,3-6,14b-16,22; Mzm. 146:5-6,7,8-9a,9bc-10; Mat. 22:34-40

Ada banyak hukum yang baik di dunia ini, namun hanya ada satu dasar bagi semua hukum yang baik itu, yaitu cinta kasih. Cinta kasih itulah yang menggerakkan semuanya dan menjadi tujuan dari semuanya, termasuk segala tindakan kita.

Sabtu, 20 Agustus 2011 : Peringatan Wajib St. Bernardus (P)
Rut. 2:1-3,8-11;4:13-17; Mzm. 128:1-2,3,4,5; Mat. 23:1-12

Sejarah kehidupan manusia menjadi tanda penyelenggaraan ilahi yang mengagumkan. Allah menggunakan peristiwa kehidupan untuk menampilkan makna dan nilai yang mengagumkan. Apa yang dianggap orang tidak berarti ternyata bisa sungguh bernilai di hadapan Allah.

Minggu, 21 Agustus 2011 : Hari Minggu Biasa XXI (H)
Yes. 22:19-23; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,6,8bc, Rm. 11:33-36; Mat. 16:13-20

Yesus gembira dan memuji jawaban Petrus dan mengatakan bahwa sebenarnya Bapa-Nya yang telah membisikkan jawaban itu. Dia senang karena Petrus berkata dari dalam hatinya dan bukan menurut 'kata orang'. Karena ketika kita masuk ke dalam hati kita maka Allah akan membisikkan jawaban kepada kita. Sebab, hati adalah ruang perjumpaan yang terakhir antara kita dan Allah. Marilah kita masuk ke dalam hati untuk menjawab yang sama: "Siapakah Aku?