Senin, 22 Agustus 2011 Peringatan Wajib. SP. Maria, Ratu

Senin, 22 Agustus 2011
Peringatan Wajib. SP. Maria, Ratu

Dengan merenungkan Injil, engkau akan memperdalam pemahamanmu akan maknanya (Beato Yohanes Paulus II)


Antifon Pembuka (Mzm 44:10)

Permaisuri berdiri di sisi Baginda, pakaiannya beraneka warna dan selubungnya berkilau laksana emas.

Doa pagi

Ya Bapa, betapa indahnya hidup saling mengasihi, memperhatikan dan melayani seperti yang diteladankan oleh Santa Perawan Maria, Ratu dan Santo Paulus, rasul-Mu. Semoga kami mampu meneladan mereka agar membawa berkah bagi sesama kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Berkat iman, kehidupan umat berkembang dalam harapan dan kasih. Melalui teladan hidup yang baik, mereka mengalami kasih Allah yang mendalam. Merasul berarti menghayati kasih baik dalam kata maupun perbuatan.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (1:2b-5.8b-10)

"Kalian telah berbalik dari berhala-berhala kepada Allah, untuk menantikan kedatangan Anak-Nya yang telah dibangkitkan."

Saudara-saudara, kami selalu mengenangkan kalian dalam doa-doa kami. Sebab kami selalu teringat akan amal imanmu, akan usaha kasihmu dan ketekunan harapanmu di hadapan Allah dan Bapa kita. Saudara-saudara yang dikasihi Allah, kami tahu bahwa Allah telah memilih kalian. Sebab Injil yang kami wartakan disampaikan kepada kalian bukan dengan kata-kata saja, melainkan juga dalam kekuatan, dalam Roh Kudus dan kepastian yang kokoh. Kalian sendiri tahu, bagaimana kami telah bekerja di antara kalian, demi kepentingan kalian. Di mana-mana telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tak usah berbicara lagi tentang hal itu. Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kalian menyambut kami, dan bagaimana kalian berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk mengabdi kepada Allah yang hidup dan benar, serta untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari surga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan akan umat-Nya.
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)

1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.


Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 10:17)
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan, Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.


Yesus menyampaikan kritik kepada ahli kitab dan orang Farisi yang hidupnya penuh dengan kemunafikan. Sebab, dengan sikap mereka itu, banyak orang akan mengalami kehancuran. Mereka begitu ketat dalam peraturan bagi orang lain, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (23:13-22)

"Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta!"

Pada suatu hari Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, karena kalian menutup pintu Kerajaan Surga di depan orang. Sebab kalian sendiri tidak masuk dan kalian merintangi mereka yang berusaha masuk. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian menelan rumah janda-janda sementara mengelabui indra orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kalian pasti akan menerima hukuman yang lebih berat. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab kalian mengarungi lautan dan menjelajah daratan untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kalian menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat daripada kalian sendiri. Celakalah kalian, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata, ‘Bila bersumpah demi bait suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas bait suci, sumpah itu mengikat.’ Hai kalian orang-orang bodoh dan orang-orang buta, manakah yang lebih penting, emas atau bait suci yang menguduskan emas itu? Dan kalian berkata, ‘Bila bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.’ Hai kalian orang-orang buta, manakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi bait suci, ia bersumpah demi bait suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi surga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan

Acap kita memperhalus, mengaburkan atau bahkan menggantikan kewajiban yang penting dan utama dalam hidup. Kita segan dan khawatir akan mengalami kesulitan bila menerima apa adanya. Memang, kita cenderung takut dengan kenyataan. “Tuhan tambahkanlah kami iman yang membuat kami menjauh dari panggilanmu dan lindungilah kami dari sikap munafik. Amin,”


RUAH

Bacaan Harian 22-28 Agustus 2011

Bacaan Harian 22-28 Agustus 2011

Senin, 22 Agustus: Peringatan Wajib Sta. Perawan Maria Ratu (P).
1Tes 1:2b-5.8b-10; Mzm 149:1-6a.9b; Mat 23:13-22.

Hidup seorang Kristen seyogyanya mampu memancarkan kasih Allah dan mengantar orang lain kepada Allah. Bukan malah sebaliknya, menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk mengalami Allah.

Selasa, 23 Agustus: Hari Biasa Pekan XXI (H).
1Tes 2:1-8; Mzm 139:1-6; Mat 23:23-26.

Orang Farisi dan ahli Taurat begitu mementingkan peraturan dan tampak lahiriah, tetapi hati mereka tidak melekat pada tujuan yang sesungguhnya dari perbuatan itu. Yesus justru mementingkan apa yang sesungguhnya ada di hati, bukan tampak luar.

Rabu, 24 Agustus: Pesta St. Bartolomeus, Rasul (M).
Why 21:9b-14; Mzm 145:10-13ab.17-18; Yoh 1:45-51.

Semua manusia pasti mengalami kesedihan dan kesakitan kalau dihina. Yang paling menyakitkan adalah dihina oleh orang yang kita cintai. Tetapi kalau kita tengok ke dalam, tanpa sadar kita mungkin sering menghina orang-orang yang kita cintai, entah dengan kata, sikap atau tindakan. Mungkin itu adalah keluarga kita sendiri. Luka yang kita timbulkan tampaknya perlu pula kita usahakan untuk kita sembuhkan.

Kamis, 25 Agustus: Hari Biasa Pekan XXI (H).
1Tes 3:7-13; Mzm 90:3-4.12-14.17; Mat 24:42-51.

Yesus mengingatkan kita untuk siap sedia, yaitu hidup dalam Terang. Orang yang didapati selalu siap sedia akan mendapat kepercayaan lebih. Hal itu nampak dalam setiap kata, sikap, dan perbuatan kita di manapun kita berada: di rumah, di lingkungan sekitar, di lingkungan gereja, ataupun di tempat kerja.

Jumat, 26 Agustus : Hari Biasa Pekan XXI (H).
1Tes 4:1-8; Mzm 97:1.2b.5-6.10-12; Mat 25:1-13.

Kita diingatkan untuk menjadi ’gadis-gadis bijaksana’ yang selalu mengisi ’pelita diri’ dengan ’minyak’ yang dapat menghasilkan terang. Tanpa ’minyak’ itu, kita sama dengan gadis-gadis bodoh yang lalai mempersiapkan diri menyambut tuannya. Sudahkah hari-hari kita disi dengan ’minyak’ supaya hidup kita selalu terang dan siaga?

Sabtu, 27 Agustus 2011: Peringatan Wajib Sta. Monika (P).
1Tes 4:9-11; Mzm 98:1.7-9; Luk 7:1-17.

Iman perwira Romawi ini sangat luar biasa. Ketika hambanya sakit keras, Ia menyuruh utusannya untuk datang kepada Yesus untuk memohon belas kasihan-Nya. Saat Yesus ingin datang ke rumahnya, ia malah menyuruh utusan lain untuk berkata kepada Yesus supaya tak usah datang ke rumahnya, tetapi bersabdalah saja maka hambanya akan sembuh. Perwira Romawi ini, meskipun dianggap sebagai bagian dari bangsa kafir, ternyata sungguh percaya akan kuasa sabda Yesus. Nah, apakah kita yang mengaku sebagai murid-murid-Nya juga percaya akan kuasa sabda Yesus Tuhan kita?

Minggu, 28 Agustus : Hari Minggu Biasa Pekan XXII (H).
Yer 20:7-9; Mzm 63:2-6.8-9; Rm 12:1-12; Mat 16:21-27.

Sama seperti Petrus, kita juga sering lebih berkutat dengan apa yang kita pikirkan daripada apa yang Allah pikirkan. Mengikuti pikiran Allah memang tidak mudah. Hal ini membutuhkan pengenalan yang lebih dalam terhadap-Nya. Kalau tidak, hidup kita cenderung hanya digerakkan oleh pikiran-pikiran kita sendiri. Semoga kita mengerti, mengapa Yesus menegur Petrus: ”Enyahlah Iblis!”