Bacaan Harian 29 Agustus - 04 September 2011

Bacaan Harian 29 Agustus - 04 September 2011

Senin, 29 Agustus : Peringatan Wajib Wafatnya St. Yohanes Pembaptis, Martir (M).
Yer 1:17-19; Mzm 71:1-4a.5-6ab.15ab.17; Mrk 6:17-29.

Hiburan dan kesenangan sesaat yang dinikmati tanpa kontrol diri yang kuat akan berakibat pada rasa sesal yang mendalam. Pada masa kini ada banyak godaan kenikmatan yang ditawarkan melalui pelbagai media massa. Mau tidak mau kita terekspos pada godaan tersebut dan apabila tidak hati-hati kita akan terjatuh. Maukah kita seperti Herodes yang mengorbankan kebenaran demi kesenangan sesaat?

Selasa, 30 Agustus : Hari Biasa Pekan XXII (H).
1Tes 5:1-6.9-11; Mzm 27:1.4.13-14; Luk 4:31-37.

Yesus mau peduli dan mau berurusan dengan penderitaan dan penyakit kita. Karena itulah Ia memiliki kuasa atas roh-roh yang mendatangkan kejahatan. Demikian pula kita akan diberi rahmat yang sama, pada waktu kita mengembangkan sikap peduli pada mereka yang menderita.

Rabu, 31 Agustus: Hari Biasa Pekan XXII (H).
Kol 1:1-8; Mzm 52:10-11; Luk 4:38-44.

Rasul Paulus bersukacita atas kabar yang ia dengar tentang umat di Kolose. Iman yang berkembang di antara mereka telah menghasilkan kasih sebagai buahnya. Kasih itu diberikan untuk melayani semua orang. Mereka melandaskan pelayanan kasih itu pada harapan surgawi yang akan mereka terima, kelak. Semuanya itu makin menyadarkan betapa pentingnya karya pelayanan Injil.

Kamis, 01 September : Hari Biasa Pekan XXII (H).
Kol 1:9-14; Mzm 98:2-6; Luk 5:1-11.

Simon melakukan apa yang diperintahkan Yesus dengan penuh percaya dan beroleh buah dari imannya itu. Seringkali kita kurang paham akan maksud Allah. Tapi bila kita setia melaksanakannya, akan memperoleh buahnya. Apakah kita lebih suka mengikuti kehendak-Nya atau menuruti kehendak sendiri?

Jumat, 02 September : Hari Biasa Pekan XXII (H).
Kol 1:15-20; Mzm 100:2-5; Luk 5:33-39.

Membuka pengajarannya, Paulus menegaskan dasar dan sendi utama yang menyokong harapan iman kita. Kristuslah dasar karya keselamatan Allah sejak semula. Karena itu, Ia juga menjadi kepala atas tubuh, yaitu jemaat. Sebab itu, Gereja mengajarkan bahwa kita memperoleh jalan lempang keselamatan melalui Kristus.

Sabtu, 03 September : Peringatan Wajib Sta. Gregorius Agung, Paus-Pujangga Gereja (P).
Kol 1:21-23; Mzm 54:3-4.6.8; Luk 6:1-5.

Hari-hari diciptakan Allah demi kemuliaan-Nya. Ada waktu bekerja, ada pula waktu untuk beristirahat. Kedua-duanya mengajak kita untuk semakin memuliakan Allah dalam hidup kita. Kemuliaan Allah tercipta apabila kita makin menghargai keselamatan dan nilai hidup kita dan sesama.

Minggu, 04 September : Hari Minggu Biasa XXIII (H). Hari Minggu Kitab Suci Nasional.
Yeh 33:7-9; Mzm 95:1-2.6-9; Rm 13:8-10; Mat 18:15-20.

Membangun kebersamaan dalam kehidupan jemaat beriman membutuhkan kesabaran tersendiri karena harus melalui proses yang tidak pendek. Siapa yang melakukan kesalahan harus ditegur, namun harus dengan cara yang tepat.

UJUD-UJUD KERASULAN DOA BULAN SEPTEMBER 2011


Ujud Umum:
Semoga para guru menguasai seni mengomunikasikan cinta-akan-kebenaran serta seni menumbuhkan nilai-nilai moral dan spiritual yang otentik.

Ujud Misi: Dengan penuh semangat, semoga kaum Kristiani di Asia mewartakan Injil dan menjadi saksi akan keindahannya dalam sukacita iman.

Ujud Gereja Indonesia:
Sadar akan pentingnya ketahanan pangan, semoga kesungguhan perhatian Negara kepada kaum tani semakin diwujudnyatakan dan berhasil-guna.

Senin, 29 Agustus 2011 Pw. Wafatnya St. Yohanes Pembaptis, Martir

Senin, 29 Agustus 2011
Pw. Wafatnya St. Yohanes Pembaptis, Martir

Ikutlah ambil bagian dalam Misa setiap hari; maka sepanjang harimu akan berhasil baik. (St. Petrus Yulianus Eymard)


Antifon Pembuka Mzm 118:46-47

Aku akan berbicara tentang hukum-Mu. Aku tidak malu di hadapan para raja. Segala aturan-Mu menjadi kesukaanku, yang sangat kucintai.

Doa Pagi


Allah yang Mahabaik, hari ini kami peringati wafatnya St. Yohanes Pembaptis, seorang rasul yang Kaujadikan utusan bagi umat kesayangan-Mu. Jadikanlah kami utusan-Mu bagi siapa saja yang kami jumpai hari ini. Rahmat-Mu cukup bagi kami, karena Engkau sendiri bersabda, “Aku menyertai engkau.” Amin.

Allah memberi jaminan kepada Yeremia, utusan-Nya bahwa Dia akan senantiasa menyertai-Nya. Dan berkat kekuatan-Nya itu, Yeremia diminta untuk melaksanakan tugas perutusan-Nya.


Pembacaan dari Kitab Yeremia (1:17-19)

"Sampaikanlah kepada Yehuda segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka."

Sekali peristiwa, Tuhan berkata kepadaku, Yeremia, “Baiklah engkau bersiap! Bangkitlah dan sampaikanlah kepada umat-Ku segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! Mengenai Aku, sungguh, pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imam dan rakyat negeri lain. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/4, PS 842
Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku Tenang.
Ayat. (Mzm 71:1-4a.5-6b.15ab.17)
1. Padamu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskanlah dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku, ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
3. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
4. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Bagi orang yang diutus Allah bukanlah akhir dari kehidupannya, melainkan awal kehidupannya yang baru bersama Allahnya. Maka, bagi orang tersebut kematian bukanlah peristiwa yang menyedihkan, tapi justru peristiwa yang menggembirakan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:17-29)

"Aku mau supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis!"

Sekali peristiwa Herodes menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di dalam penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, yakni karena Herodes telah memperisteri Herodias, isteri Filipus saudaranya. Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam kepada Yohanes, dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan terhadap Yohanes. Karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci; jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengarkan Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, yakni ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya – mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu putri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka raja Herodes berkata kepada gadis itu, “Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” Lalu Herodes bersumpah kepadanya, “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan kepada ibunya, “Apa yang harus kuminta?” Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau memberikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!” Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu, mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kubur.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Suara kebenaran coba diberangus oleh kekuasaan. Kematian Yohanes seolah menggambarkan kegagalan usahanya. Namun, hal itu ternyata tidak akan berhenti. Suara Tuhan dinyatakan sempurna dan tandas dalam perutusan Yesus. Iman akan kematian dan kebangkitan Yesus hendaknya meyakinkan kita untuk tetap menggaungkan suara kebenaran sampai hari ini.

Doa Malam


Allah yang Mahabaik, syukur kepada-Mu bahwa kami telah melewati hari ini yang sarat makna. Jadikanlah pujian dari sesama yang telah kami terima sebagai dukungan untuk kemajuan hidup rohani kami, juga kritik yang kami terima dapat kami jadikan sebagai sarana untuk mengenal diri kami sendiri lebih dalam. Amin.


RUAH