Peringatan St Perpetua dan Felisitas

Perpetua dan Felisitas adalah martir-martir Kristiani pada abad ke-3. Perpetua lahir tahun 181. Ia menikah pada usia 22 tahun; seorang wanita bangsawan dan seorang ibu yang bekerja sebagai perawat. Ia menjadi martir bersama Felisitas, hambanya, seorang ibu yang sedang menantikan kelahiran anaknya. Mereka bersama-sama menderita di Kartago, Afrika Utara, daerah jajahan Roma.

Di dalam Passion of St. Perpetua, St. Felicitas and their Companions dikatakan bahwa sekitar tahun 203 ada 5 orang katekumen, di antaranya Perpetua dan Felisitas, ditangkap dan dibunuh karena iman mereka. Tanggal kemartiran mereka secara tradisional ditetapkan 7 Maret tahun 203

Rabu, 07 Maret 2012 Hari Biasa Pekan II Prapaskah

Rabu, 07 Maret 2012
Hari Biasa Pekan II Prapaskah

“Sekarang adalah giliranku untuk menderita. Tetapi akan tiba saatnya aku akan berbahagia” (St. Perpetua)

Antifon Pembuka (Mzm 38:22-23)

Jangan Kautinggalkan daku, ya Tuhan Allahku, jangan Kaujauhkan diri-Mu daripadaku. Bergegaslah menolong aku, ya Tuhan penyelamatku

Doa Pagi

Yesus Tuhan kami, kuasailah kami dengan kasih-Mu agar tidak menuntut orang lain sesuai dengan kehendak sendiri, terlebih untuk mencari kebesaran dan kehormatan diri, melainkan rela menjadi hamba, melayani dengan tulus dan baik. Sebab Engkaulah Putera Bapa, sumber kekuatan dan kasih kami untuk selama-lamanya. Amin.


Orang yang berkata dan bertindak benar pasti akan mendapatkan banyak tantangan. Banyak orang senang berkata dan bertindak yang tidak benar. Mereka merasa nyaman dengan keadaannya. Maka bila ada orang yang berbeda paham, hidup mereka merasa terancam. Mereka berusaha mencari cara untuk melawannya. Inilah tantangan para nabi, utusan Allah yang benar.

Bacaan dari Kitab Yeremia (18:18-20)

"Persekongkolan melawan Nabi Yeremia."

Para lawan Nabi Yeremia berkata, “Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!” “Perhatikanlah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah suara pengaduanku! Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Mereka telah menggali lubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Selamatkanlah aku, ya Tuhan, oleh kasih setia-Mu!
Ayat. (Mzm 31:5-6.14.15-16; R:17b)
1. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
2. Sebab aku mendengar banyak orang berbisik-bisik, menghantuiku dari segala penjuru; mereka bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.
3. Tetapi aku, kepada-Mu ya Tuhan, aku percaya, aku berkata, "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku!

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
Ayat. (Yoh 8:12b)
Akulah terang dunia, sabda Tuhan, barangsiapa mengikuti Aku ia akan mempunyai terang hidup.

Menjadi anggota Gereja Katolik berarti masuk ke dunia yang penuh dengan salib. Inilah konsekuensi yang harus dipenuhi orang beriman katolik. Kebahagiaan dan keselamatan mesti dicapai melalui salib penderitaan. Yesus sendiri telah melalui jalan salib untuk mencapai keselamatan Allah. Dia mengurbankan jiwa raga-Nya menjadi tebusan banyak orang.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (20:17-28)

"Yesus akan dijatuhi hukuman mati."

Pada waktu Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka, “Sekarang kita pergi ke Yerusalem, dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olok, disesah dan disalibkan, tetapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus beserta anak-anaknya kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus, “Apa yang kau kehendaki?” Jawab ibu itu, “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini kelak boleh duduk di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu, dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya, “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka, “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.” Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata, “Kamu tahu, bahwa pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu! Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu. Sama seperti Anak Manusia: Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Inilah sisi yang terlupakan, saat seseorang menginginkan suatu jabatan publik, yaitu penderitaan. Dua bersaudara, Yakobus dan Yohanes, meminta jabatan. Mereka menggunakan pengaruh ibunya, yang sering melayani Yesus dengan kekayaannya. Namun Yesus tak tergoyahkan tentang isi dari jabatan, yakni pelayanan dan penderitaan. Kesadaran akan kedua hal tersebut menjadikan jabatan sungguh bermakna.


Doa Malam

Bapa yang Mahabaik, terima kasih karena kami boleh merasakan kelimpahan kasih Bapa sepanjang hari ini. Ampunilah kami bila kurang melayani sesama dengan penuh kasih. Dengan rendah hati kami mohon semoga Engkau berkenan menyempurnakan, sehingga hidup kami pantas menjadi persembahan dan pujian kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.



RUAH