Bacaan Harian 12 - 18 Desember 2012

Bacaan Harian 12 - 18 Desember 2012

Senin, 10 Desember: Hari Biasa Pekan II Adven (U).

Yes 35:1-10; Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14; Luk 5:17-26.

Selasa, 11 Desember: Hari Biasa Pekan II Adven (U).

Yes 40:1-11; Mzm 96:1-3.10ac.11-12.13; Mat 18:12-14

Rabu, 12 Desember: Hari Biasa Pekan II Adven (U).

Yes 40:25-31; Mzm 103:1.2.3-4.8.10; Mat 11:28-30.

Kamis, 13 Desember: Peringatan Wajib Sta. Lusia, Perawan, Martir (M).

Yes 41:13-20; Mzm 145:9.10-11.12-13ab; Mat 11:11-15.

Jumat, 14 Desember: Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja (P).

Yes 48:17-19; Mzm 1:1-2.3.4.6; Mat 11:16-19.


Sabtu, 15 Desember: Hari Biasa Pekan II Adven (U).

Sir 48:1-4.9-11; Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19; Mat 17:10-13.

Minggu, 16 Desember: Hari Minggu Adven III (MM/U)

Zef 3:14-18a; MT Yes 12:2-3.4bcd.5-6; Flp 4:4-7; Luk 3:10-18.

Senin, 10 Desember 2012 Hari Biasa Pekan II Adven

Senin, 10 Desember 2012
Hari Biasa Pekan II Adven

Pada Dia kamu akan menemukan lebih daripada yang kamu minta dan inginkan --- St. Yohanes dari Salib

Antifon Pembuka (bdk. Yer 13:10; Yes 35:4)

Dengarkanlah Sabda Tuhan, hai bangsa-bangsa, dan wartakanlah sampai ke atas bumi: Janganlah takut! Lihatlah, Penebus kita akan datang.

Doa Pagi

Tuhan, Allahku, Engkau sungguh adalah pengharapanku satu-satunya manakala kegelapan meliputi jiwaku. Ajarilah aku, ya Tuhan, agar aku senantiasa membawa harapan bagi sesamaku yang kujumpai sepanjang hari ini. Amin.

Yesaya adalah nabi yang sangat optimis, dengan kualitas pribadi yang sungguh visioner. Semangat hidup orang yang letih-lemah-lesu, lututnya goyah, tawar hati, dibangkitkan kembali. Bahkan, orang buta, tuli, lumpuh dan bisu akan dipulihkan dari kebisuan, kelumpuhan, ketulian, dan kebutaannya. Syaratnya: Pertama, orang harus kuat hatinya; artinya, kompetensi untuk bertahan dalam aneka kesulitan. Kedua, jangan takut! Artinya, memiliki "keberanian" untuk terus setia berharap kepada Allah.

Bacaan dari Kitab Yesaya (35:1-10)
 
"Allah sendiri yang menyelamatkan kamu."
 
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak sorai dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon, semarak Karmel dan Saron akan diberikan kepadanya; Orang akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, “Kuatkanlah hatimu, jangan takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kalian!” Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak sorai; sebab mata air memancar di padang gurun dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam dan tanah gersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya yang disebut Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, dan orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Allah sendiri datang menyelamatkan kita.
Ayat. (Mzm 85:9ab-10.11-12.13-14)
1. Aku ingin mendengar apa yang hendak difirmankan Allah! Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya. Sungguh, keselamatan dari Tuhan dekat pada orang-orang takwa dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
2. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan berpelukan. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan merunduk dari langit.
3. Tuhan sendiri akan memberikan kesejahteraan, dan negeri kita akan memberikan hasil. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya dan damai akan menyusul di belakang-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Lihat, Raja kita, Tuhan semesta alam, datang! Ia datang membebaskan kita dari belenggu perbudakan.

Hari ini Yesus memberikan pilihan: Mukjizat penyembuhan atau sabda. Mencermati kualitas iman orang-orang Farisi dan para ahli Taurat, Yesus sendiri memilih mukjizat penyembuhan bagi si lumpuh. Duduk mendengarkan Yesus seperti orang Farisi dan ahli Taurat tidak dengan sendirinya percaya. Iman mereka mesti dibangun dengan peristiwa spektakuler, tidak cukup dengan sabda. Mungkin, kualitas iman kita kerapkali juga setingkat itu: Mesti ada mukjizat dulu, baru beriman. Payah!!!

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (5:17-26)
  
"Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan."
 
Pada suatu hari ketika Yesus sedang mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Yesus, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Maka datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur. Mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Tetapi karena banyaknya orang di situ, mereka tidak dapat membawa masuk. Maka mereka naik ke atas rumah dan membongkar atap itu. Kemudian mereka menurunkan si lumpuh di tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia, “Hai Saudara, dosamu sudah diampuni.” Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hati, “Siapakah orang yang menghojat Allah ini? Siapa dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu Ia berkata kepada mereka, “Apa yang kalian pikirkan dalam hati? Manakah lebih mudah mengatakan, ‘Dosamu sudah diampuni’ atau mengatakan, ‘Bangunlah dan berjalanlah?” Tetapi supaya kalian tahu, bahwa didunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa.” Lalu Yesus berkata kepada si lumpuh, “Aku berkata kepadamu: Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumah!” Seketika itu juga bangunlah orang itu di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang takjub, lalu memuliakan Allah. Mereka amat takut dan berkata, “Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Setiap saat kita merasakan rahmat Tuhan. Setiap pagi kita boleh bangun kembali dari tidur dan menghirup udara segar. Kita melanjutkan hidup dan karya kita dengan sukacita. Semua ini menjadi tanda bahwa Tuhan selalu memberkati hidup kita. Bagaimana kita mensyukuri rahmat Tuhan ini? Mari kita peduli terhadap kebutuhan sesama. Kita menjadi penghibur yang susah dan penyemangat yang putus asa. Kita menghadirkan rahmat Tuhan bagi sesama.

Doa Malam

Dimuliakanlah Engkau, ya Tuhan, karena Engkau telah menyelamatkan serta menyembuhkan segala macam penderitaan orang-orang yang datang kepada-Mu. Berikanlah berkat-Mu bagi siapa saja yang sakit yang tidak mempunyai biaya untuk pengobatan yang layak karena hanya Engkaulah harapan mereka. Amin.

RUAH