| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

CARI RENUNGAN

>

Selasa, 27 Agustus 2013 Peringatan Wajib St. Monika

Selasa, 27 Agustus 2013
Peringatan Wajib St. Monika
 
“Anakku, hanya ada satu hal saja yang tadinya masih membuat aku ingin tinggal cukup lama dalam kehidupan ini, yaitu melihat engkau menjadi Kristen Katolik sebelum aku mati” (St. Monika)
 

Antifon Pembuka (Ams 31:30.28)
 
Wanita yang takwa kepada Tuhan sungguh pantas mendapatkan pujian. Ia disebut bahagia oleh anak-anaknya, dan suaminya pun memuji dia.
 
Doa Pagi

 
Tuhan, dalam tugas menggereja, seringkali menuntut pengurbanan seperti yang diteladankan St. Paulus. Untuk itu, ya Tuhan, buatlah kami rela berbagi dan berkurban kepada sesama agar Injil dan kasih-Mu semakin tersebar dan dikenal banyak orang dan nama-Mu makin dipuji dan dimuliakan sepanjang masa. Santa Monika, pelindung para ibu rumah tangga, doakanlah para ibu yang telah berusaha menjadi nabiah di tengah keluarga lewat doa-doa, kurban dan pelayanan mereka. Amin.

Paulus mengingatkan jemaat di Tesalonika tentang pengalaman hidup mereka sebagai orang beriman. Dia bekerja tanpa pamrih demi perkembangan hidup jemaat. Sikap dan tindakan Paulus seperti ini sungguh memberi kekuatan tersendiri bagi jemaat yang digembalakannya.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (2:1-8)
  
   
  "Kami rela membagi dengan kalian, bukan hanya Injil Allah, melainkan hidup kami sendiri."
 
Saudara-saudara, kalian sendiri tahu, bahwa kedatangan kami di antara kalian tidaklah sia-sia. Memang sebelum datang kepadamu, kami telah dianiaya dan dihina di Kota Filipi, seperti kalian tahu. Namun berkat pertolongan Allah kita, kami mendapat keberanian untuk mewartakan Injil Allah kepadamu dalam perjuangan yang berat. Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan, atau maksud tidak murni, atau disertai tipu daya. Sebaliknya Allah telah menganggap kami layak untuk memercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk menyenangkan Allah yang menguji hati kita. Seperti kalian ketahui, kami tidak pernah bermulut manis, dan tidak pernah sembunyi-sembunyi mengejar keuntungan pribadi; Allahlah saksinya. Tidak pernah pula kami mencari pujian dari manusia, baik dari kalian maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. Tetapi kami berlaku ramah di antara kalian, sama seperti seorang ibu mengasuh anaknya. Begitu besar kasih sayang kami kepadamu, sehingga kami rela membagi dengan kalian bukan hanya Injil Allah, melainkan juga hidup kami sendiri, karena kalian memang kami kasihi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal kami.
Ayat. (Mzm. 139:1-3.4-6)
1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
2. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu di atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

Yesus mengkritik praktik amal persepuluhan dalam kehidupan orang Yahudi. Orang kerap kali sudah merasa berbuat banyak bila orang sudah menepati aturan dan hukum. Padahal, yang menyelamatkan bukan aturan, melainkan kasih dan keadilan yang kita lakukan kepada sesama kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (23:23-26)
   
"Yang satu harus dilakukan, tapi yang lain jangan diabaikan."
    
Pada waktu itu Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kalian abaikan, yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan. Hai kalian pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu tetapi unta di dalamnya, kalian telan. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang-orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Atau: Lihat Lukas 7:11-17a

Renungan

Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Karena mereka hanya mementingkan penampilan lahiriah. Mereka lupa bahwa penghayatan iman yang benar bersumber dari dalam, dari hati manusia. Kejujuran hidup sungguh sangat dibutuhkan untuk menampilkan jatidiri kita sebagai orang-orang Kristen.

Doa Malam

Tuhan Allah kami, Engkau mengajarkan agar hidup kami tetap berlandaskan keadilan, belas kasih dan kesetiaan, namun kami sering lalai. Ampunilah kami, ya Tuhan, sertailah kami dalam niat dan usaha selanjutnya untuk hidup lebih baik sesuai ajaran-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
    
RUAH

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy