Selasa, 04 Juni 2013 Hari Biasa Pekan IX

Selasa, 04 Juni 2013
Hari Biasa Pekan IX

Ekaristi adalah kurban syukur kepada Bapa. Ia adalah pujian, yang olehnya Gereja menyatakan terima kasihnya kepada Allah untuk segala kebaikan-Nya: untuk segala sesuatu, yang Ia laksanakan dalam penciptaan, penebusan, dan pengudusan. Jadi, Ekaristi pertama-tama merupakan ucapan syukur. --- Katekismus Gereja Katolik, 1360

Antifon Pembuka (Mzm 112:1)

Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang sangat menyukai segala perintah-Nya.

Doa Pagi

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah sumber air hidup yang menyegarkan dan memberi kekuatan bagi hidup kami. Karena itu, dengan rendah hati kami serahkan segala beban dan kesesakan kami hari ini. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa. Amin.

Tobit adalah orang yang baik dan saleh. Tuhan menguji kesetiaannya. Ketika dia sedang tidur, matanya kejatuhan tahi burung, yang mengakibatkan dia buta. Bahkan ia masih sempat menegur isterinya yang dituduh mencuri. Tobit sangat taat pada perintah Tuhan, walau seringkali ia harus menghadapi banyak risiko.

Bacaan dari Kitab Tobit (2:9-14)
 
"Semakin aku diolesnya dengan obat, semakin buta mataku, karena bintik-bintik putih itu."
 
Pada malam sesudah menguburkan jenazah, aku, Tobit, membasuh diri. Lalu aku pergi ke pelataran rumah dan tidur dekat pagar temboknya. Mukaku tidak tertudung karena udara panas. Aku tidak tahu bahwa ada burung pipit di tembok tepat di atas diriku. Maka jatuhlah tahi hangat ke dalam mataku, lalu muncullah bintik-bintik putih. Aku pun lalu pergi kepada tabib untuk berobat. Tetapi semakin aku diolesnya dengan obat, semakin buta mataku karena bintik-bintik putih itu, sampai buta sama sekali. Empat tahun lamanya aku tidak dapat melihat. Semua saudaraku merasa sedih karena aku. Dua tahun lamanya aku dipelihara oleh Ahikar sampai ia pindah ke Kota Elumeis. Di masa itu isteriku Hana mulai memborong pekerjaan wanita. Pekerjaan itu pun diantarkannya kepada para pemesan dan ia diberi upahnya. Pada suatu hari, yaitu tanggal tujuh bulan Dustrus, diselesaikannya sepotong kain, lalu diantarkannya kepada pemesan. Seluruh upahnya dibayar, dan ditambah juga seekor anak kambing jantan untuk dimakan. Tetapi setibanya di rumahku anak kambing itu mengembik. Maka aku memanggil isteriku dan bertanya, “Dari mana anak kambing itu? Apa itu bukan curian? Kembalikanlah kepada pemiliknya! Sebab kita tidak boleh makan barang curian!” Sahut isteriku, “Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upah.” Tetapi aku tidak percaya kepada isteriku. Maka kusuruh dia mengembalikan anak kambing itu kepada pemiliknya. Karena perkara itu, aku sangat malu karena isteriku. Tetapi dia membantah, katanya, “Apa gunanya kebajikanmu? Apa faedahnya semua amalmu itu? Lihat saja apa gunanya bagimu!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai orang jujur teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan.
Ayat. (Mzm 112:1-2.7bc-8.9)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
2. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan kepada Tuhan. Hatinya teguh, ia tidak takut, sehingga ia mengalahkan para lawannya.
3. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 20:25)
Berikanlah kepada kaisar yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah yang menjadi hak Allah.

Yesus tidak mudah terjebak, termasuk ketika ditanya hal membayar pajak. Tetapi jawaban Yesus tepat sekali. Kita harus dapat membedakan antara mana yang menjadi hak Tuhan dan mana yang menjadi hak manusia. Setiap orang harus melakukan apa yang menjadi kewajibannya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (12:13-17)
 
"Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah."
 
Pada waktu itu beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus, untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya, “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur. Engkau tidak takut kepada siapa pun, sebab Engkau tidak mencari muka, tetapi dengan jujur mengajarkan jalan Allah. Nah, bolehkah kita membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka, “Mengapa kalian mencobai Aku? Tunjukkanlah suatu dinar untuk Kulihat!” Mereka menunjukkan sekeping dinar. Lalu Yesus bertanya, “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka, “Gambar dan tulisan kaisar.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Orang yang jujur tidak mencari muka, dan tidak melempar tanggung jawab di hadapan Allah dan manusia. Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengaku jujur, beriman dan menghormati Allah, namun seringkali takut menerima tanggung jawab terhadap sesamanya.

Doa Malam

Tuhan Yesus yang bijaksana, ampunilah kami bila sepanjang hari ini telah berbuat yang tidak berkenan bahkan menyakiti-Mu. Perbaruilah hidup kami sehingga esok hari dapat hidup lebih baik lagi. Sebab Engkaulah Putera Allah yang hidup dan berkuasa, untuk selama-lamanya. Amin.
 

RUAH