Jumat, 14 Juni 2013 Hari Biasa Pekan X

Jumat, 14 Juni 2013
Hari Biasa Pekan X

Barangsiapa tekun mendaras mazmur, di situ ia akan menemukan semacam gelanggang untuk semua jiwa, semacam lapangan olah keutamaan -- St. Ambrosius

Antifon Pembuka (Mzm 116:17)

Aku akan mempersembahkan kurban syukuran kepada-Mu dan akan menyerukan nama-Mu, ya Tuhan.

Doa Pagi

Allah sumber kebijaksanaan, Engkau menghendaki agar manusia bahagia dalam hidupnya. Engkau menghendaki agar semua manusia selamat. Sungguh besar kasih-Mu pada kami. Maka bantulah kami hari ini untuk melawan setiap keinginan jahat yang muncul dalam hati kami. Sehingga kami tetap Engkau dapati selalu siap siaga untuk melakukan kehendak-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (4:7-15)
  
Saudara-saudara, harta pelayanan sebagai rasul kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang berlimpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami sendiri. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terhimpit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Demikianlah maut giat di dalam diri kami, sedangkan hidup giat di dalam kamu. Namun kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, “Aku percaya, sebab itu aku berbicara.” Karena kami pun percaya, maka kami juga berbicara. Karena kami tahu, bahwa Allah yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama- sama dengan Yesus. Dan Allah itu akan menghadapkan kami bersama dengan kamu ke hadirat-Nya. Sebab semuanya itu terjadi demi kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar karena semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menghasilkan ucapan syukur semakin melimpah bagi kemuliaan Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kepada-Mu, ya Tuhan, kupersembahkan kurban syukur.
Ayat. (Mzm 116:10-11.15-16.17-18)
1. Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata, "Aku ini sangat tertindas" sekalipun aku berkata dalam kebingunganku, "Semua manusia pembohong."
2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Ya Tuhan, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu! Engkau telah melepaskan belengguku!
3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan; aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Hendaknya kalian bersinar di dunia seperti bintang-bintang sambil berpegang pada sabda kehidupan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:27-32)
  
Dalam khotbah di bukit, Yesus berkata, "Kalian telah mendengar sabda, 'Jangan berzinah!' Tetapi Aku berkata kepadamu, 'Barangsiapa memandang seorang wanita dengan menginginkannya dia sudah berbuat zinah dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan dikau, cungkillah dan buanglah, karena lebih baik bagimu satu anggota badanmu binasa daripada badanmu seutuhnya dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tangan kananmu menyesatkan dikau, penggallah dan buanglah, karena lebih baik bagimu satu anggota badanmu binasa daripada dengan badanmu seutuhnya masuk neraka. Tetapi disabdakan juga, 'Barangsiapa menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.' Tetapi Aku berkata kepadamu, 'Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, dia membuat isterinya berzinah. Dan barangsiapa kawin dengan wanita yang diceraikan, dia pun berbuat zinah.'"
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Masyarakat sekarang dapat menikmati kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi; tidak ketinggalan pula dunia informatika. Coba perhatikan, masyarakat biasa pun telah akrab dengan istilah-istilah asing seperti: e-mail, website, internet, google, twitter, belum lagi android, bbm, situs dan sebagainya.

Betapa sering pula dijumpai kata online yang artinya tersambung..., sudah masuk dalam jaringan ... Kemajuan seperti ini patut disyukuri. Ekses negatif harus dihindari. Misalnya: situs porno atau online prostitusi seperti diberitakan sebagai berikut, "'Prostitusi Online' dikuak, akhir pekan lalu Kepolisian Daerah Jawa Barat membongkar jaringan prostitusi online di Kota Bogor yang menawarkan gadis berusia 15 tahun hingga 18 tahun" (Kompas, 11/2/13).

Pada zaman Yesus, walau belum ada "Prostitusi Online", namun dalam kotbah di bukit Yesus sudah mengingatkan akan tindakan yang bertentangan dengan hidup susila ini. Seperti dalam Injil Matius bab 5 Yesus berbicara tentang 6 pokok bahasan, yaitu mengenai pembunuhan (ay. 21-26), perzinahan (ay. 27-30), perceraian (ay. 31-32), sumpah palsu (ay. 33-37), pembalasan (ay. 38-42) serta mengasihi sesama dan membenci musuh (ay. 43-48).

Yesus datang ke dunia bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (ay. 17). Kata Yesus, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna" (ay. 48). Waktu membahas hukum Taurat tersebut Yesus memulai dengan kata-kata, "Ada firman: Janganlah...." dan Ia menyempurnakannya dengan berkata, "Tetapi Aku berkata kepadamu...."

Dalam hal perzinahan Yesus menyempurnakan hukum tersebut dengan seruan, "Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya." Artinya: bukan hanya perzinahan fisik yang ditegur, tetapi perzinahan batin pun dilarang.

Yesus melihat hukum tidak sebatas pada kata-kata saja tetapi juga pada spirit, semangat dasar yang melahirkan hukum itu. Karena itu, jangan bikin gara-gara dengan Tuhan, dengan melanggar firman-Nya tentang perzinahan. Sebaiknya, mari kita senantiasa online dengan Tuhan, dengan doa dan membaca firman-Nya.

Yesus telah datang untuk memperbaiki lagi ciptaan dalam kemurnian yang asali. Dalam khotbah di bukit Ia menjelaskan dengan tegas rencana Allah: "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzina. Tetapi Aku berkata kepadamu: setiap orang yang memandang wanita dan menginginkannya, sudah berzina dengan dia di dalam hatinya" (Mat 5:27-28). Apa yang dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia Bdk. Mat 19:6. --- Katekismus Gereja Katolik, 2336
  
CAFE ROHANI