Rabu, 26 Juni 2013 Hari Biasa Pekan XII

Rabu, 26 Juni 2013
Hari Biasa Pekan XII
  
Jangan diizinkan menerima komuni suci mereka yang terkena ekskomunikasi dan interdik, sesudah hukuman itu dijatuhkan atau dinyatakan, serta orang lain yang berkeras hati membandel dalam dosa berat yang nyata. --- Kitab Hukum Kanonik, kan.915

Antifon Pembuka (Mzm 105:1)

Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara para bangsa!

Doa Pagi

Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengingatkan kami untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu. Kuasailah hati dan budi kami agar kami pun tidak mudah terpengaruh oleh nabi-nabi palsu zaman ini yang hanya membawa kepada kesesatan. Semoga, persekutuan di antara kami pun semakin erat, bagaikan ranting-ranting anggur yang bersatu dengan Engkau sebagai pokok anggur yang sejati sehingga kami dapat menghasilkan buah-buah iman dan cinta kasih. Sebab Engkaulah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Kejadian (15:1-12.17-18)

Pada suatu ketika datanglah sabda Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan, “Janganlah takut Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.” Abram menjawab, “Ya Tuhan Allah, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku? Aku akan meninggal tanpa mempunyai anak, dan yang akan mewarisi isi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.” Lagi kata Abram, “Engkau tidak memberi aku keturunan, sehingga seorang hambakulah yang nanti menjadi ahli warisku.” Tetapi datanglah sabda Tuhan kepadanya demikian, “Orang itu tidak akan menjadi ahli warismu!” Lalu Tuhan membawa Abram ke luar serta bersabda, “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang jika engkau dapat!” Maka sabda-Nya kepada Abram, “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu Abram percaya kepada Tuhan; maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Tuhan bersabda lagi kepada Abram, “Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim guna memberimu negeri ini menjadi milikmu.” Tetapi Abram menjawab, “Ya Tuhan Allah, dari manakah aku tahu bahwa aku akan memilikinya?” Sabda Tuhan kepadanya, “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.” Abram mengambil semuanya itu, membelahnya menjadi dua lalu diletakkannya belahan-belahan itu berdampingan, tetapi burung-burung itu tidak ia belah. Ketika burung-burung buas hinggap di atas daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu gelap gulita yang mengerikan turun meliputinya. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta bersabda, “Kepada keturunanmulah Kuberikan tanah ini, dari sungai Mesir sampai ke sungai Efrat yang besar itu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Selamanya Tuhan ingat akan perjanjian-Nya.
Ayat. (Mzm 105:1-2.3-4.6-7.8-9)
1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
2. Bermegahlah dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersuka hati orang-orang yang mencari Tuhan. Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya, carilah selalu wajah-Nya!
3. Hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, pilihan-Nya; Dialah Tuhan, Allah kita, ketetapan-Nya berlaku di seluruh bumi. 4.Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan; akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 15:4)
Tinggallah dalam Aku, dan Aku dalam kamu, sabda Tuhan; barangsiapa tinggal dalam Aku, akan menghasilkan banyak buah.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:15-20)

Dalam kotbah di bukit Yesus berkata, “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri, atau buah ara dari rumput duri? Camkanlah setiap pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik akan menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kalian akan mengenal mereka.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.


Renungan

Seorang umat berkisah bahwa ada seorang yang mengaku diri romo lalu mengadakan penyembuhan. Banyak orang datang kepadanya. Ada yang sembuh, banyak yang tidak. Umat itu kaget karena orang yang mengaku dirinya romo itu menarget sejumlah uang dari dia. Rupanya, banyak orang yang tertipu juga dengan memberikan sejumlah besar uang kepada orang itu.

Sekarang ini banyak serigala berbulu domba. Mereka menggunakan pakaian-pakaian suci, padahal di dalamnya penuh niat-niat jahat untuk memeras uang orang lain. Mereka sangat pintar berkotbah dan menggunakan Kitab Suci, tetapi kata-katanya tidak tercermin dalam kehidupannya. Banyak orang tertipu oleh penampilan seperti itu. Banyak orang mengira bahwa mereka itulah penyembuh yang benar; mereka itulah pengkotbah yang luar biasa.

Hari ini Yesus berkata, "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas" (Mat 7:15). Yesus tahu bahwa banyak orang akan memperalat nama-Nya demi kepentingan pribadi. Demi mencari uang. Demi mencari pengikut. Bagi Yesus jelas, bahwa pengikut-Nya harus menjadi nabi sejati. Apa ukurannya? Orang itu "melakukan kehendak Bapa" (ay. 21).

Orang yang melakukan kehendak Bapa, orang yang hidup dari Firman Tuhan tentu akan menghasilkan buah yang baik. Kalau buahnya baik, maka pohonnya juga baik. Pohon yang baik akan senantiasa berbuah setiap musim. Seorang nabi yang baik atau seorang yang baik akan menghasilkan buah kasih setiap hari. Tidak ada kepalsuan. Tidak ada intrik. Tidak ada istilahnya: demi kepentingan pribadi. Nabi yang benar selalu bekerja demi kepentingan Tuhan. Sedangkan nabi palsu selalu melakukan sesuatu (entah itu memberitakan Injil atau menolong sesama) demi kepentingan pribadi. Ia tidak menghasilkan buah yang baik.

Di dunia sekarang ini, perlu sekali kita jeli melihat mana nabi yang benar, mana nabi yang palsu. Jangan sampai kita tertipu oleh bulu domba, padahal di dalamnya serigala buas yang mau menghabisi kita. Jangan sampai kita tertipu oleh kulit luar, oleh kotbah yang berapi-api, oleh perbuatan baik yang memiliki motif jahat. Kita perlu banyak berdoa supaya bisa membedakan!

Cafe Rohani