Selasa, 03 September 2013 Peringatan Wajib St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja

Selasa, 03 September 2013
Peringatan Wajib St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
 
“Demi cinta akan Tuhan, tak henti-hentinya aku mengajarkan tentang Dia” (St. Gregorius Agung)
  
Doa untuk Pemimpin Masyarakat (PS 196)

† Allah, Bapa yang mahakuasa, kami bersyukur kepada-Mu karena telah mengikutsertakan para pemuka masyarakat dalam karya penggembalaan-Mu terhadap seluruh masyarakat kami. Semoga para pemuka masyarakat yang telah Kaupilih menyadari tugas dan tanggung jawabnya, sebab karisma kepemimpinannya berasal dari-Mu. Berilah mereka semangat pelayanan yang tulus untuk mengupayakan kemakmuran dan kesejahteraan semua orang.
Bapa, bimbinglah para pemuka masyarakat dengan terang kebijaksanaan sejati agar dapat mengambil keputusan yang adil, tepat dan benar. Jauhkanlah dari mereka sikap hanya mementingkan diri sendiri, sikap menyelewengkan dan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan-kepentingan yang merugikan masyarakat. Semoga para pemimpin masyarakat mampu mengatasi godaan. Ya Bapa, karuniailah mereka berkat yang mereka perlukan. Sudilah Engkau mengangkat pemuka-pemuka yang serasi, yang dapat menjadi panutan bagi semua warga. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus. (Amin.) †

Doa Pagi

Ya Allah Bapa surgawi, karena jasa Yesus Putra-Mu kami Kauangkat menjadi anak-anak terang. Berkatilah agar kami tetap hidup bersama-Nya baik dalam suka maupun duka dan penuhilah kami dengan Roh kebijaksanaan sejati agar mampu membedakan antara terang Ilahi dan kegelapan dunia yang menyesatkan. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

Ramalan tentang hari kiamat selalu meleset. Kedatangan hari Tuhan, hari terakhir digambarkan seperti pencuri. Tak seorang pun mampu menduganya. St. Paulus memberikan resep bagaimana menghadapinya, yakni dengan berjaga-jaga dan sadar! Ini adalah ungkapan teknis untuk mengatakan hidup baik dan suci.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat Tesalonika (5:1-6.9-11)
     
"Kristus telah wafat untuk kita, agar kita hidup bersama Dia."
     
Saudara-saudara, tentang zaman dan masa kedatangan Tuhan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kalian sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri di waktu malam. Bila orang mengatakan bahwa semuanya damai dan aman, maka tiba-tiba kebinasaan menimpa mereka seperti seorang wanita hamil oleh sakit bersalin. Maka pasti mereka takkan terluput! Tetapi Saudara-saudara, kalian tidak hidup dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kalian seperti pencuri, karena kalian semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu janganlah kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadarlah! Sebab Allah menetapkan kita bukan untuk mengalami kemurkaan, melainkan untuk memperoleh keselamatan oleh Tuhan kita, Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersama dengan Dia, entah kita berjaga entah kita tidur. Maka dari itu hendaklah kalian saling menasihati dan saling membina, sebagaimana memang sudah kalian lakukan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 4/4, PS 865
Ref. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.
Ayat. (Mzm 27:1.4.13-14)
1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?
2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.
3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!

Bait Pengantar Injil, do = d, 2/2, PS 953
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 7:16; 2/4)
Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

Pujian setan terhadap Yesus, “Engkaulah yang Kudus dari Allah’’ itu benar dan jujur. Namun Yesus tetap menghardiknya. Bagi Yesus, pujian saja tidak cukup. Kesalahan utama setan adalah, “Apa urusan-Mu dengan kami?” Suatu kesalahan fatal, karena memisahkan hidup ciptaan dari campur tangan Allah.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (4:31-37)
 
"Aku tahu siapa Engkau: Engkau Yang Kudus dari Allah."
   
Sekali peristiwa Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea. Di situ Ia mengajar pada hari-hari Sabat. Orang-orang takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan. Ia berteriak dengan suara keras, “Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Engkaulah yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardik dia, kata-Nya, “Diam, keluarlah dari padanya!” Maka setan menghempaskan orang itu ke tengah orang-orang banyak, lalu keluar dari padanya, dan sama sekali tidak menyakitinya. Semua orang takjub, dan berkata satu sama lain, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat, dan mereka pun keluar.” Maka tersiarlah berita tentang Yesus ke mana-mana di daerah itu.
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Orang banyak takjub akan Yesus. Perkataan-Nya penuh kuasa. Dengan penuh kuasa dan wibawa, Ia juga mengusir setan yang menguasai seorang. Namun sebagai murid-murid Yesus, kita tidak hanya berhenti pada rasa takjub. Kita harus melangkah lebih jauh dan mendalam. Itulah saat kita menyerahkan diri kepada-Nya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. St. Gregorius Agung telah melangkah lebih jauh dan mendalam. Hal itu ia ungkapkan dengan memberikan sumbangan besar kepada Liturgi Ekaristi dan Ibadat Harian. Sampai saat ini, kita mengenal lagu-lagu Gregorian yang menolong banyak orang untuk menghayati imannya.

Doa untuk Gereja yang dianiaya

† Allah, Bapa di surga, kami bersyukur kepada-Mu, karena Yesus telah menghimpun umat baru bagi-Mu, yakni Gereja. Sungguh berat perjuangan-Nya untuk mewujudkan umat baru itu; Ia harus menderita, bahkan harus wafat di salib. Tetapi Ia sendiri telah meyakinkan kami bahwa Ia mendirikan Gereja-Nya di atas batu karang, dan alam maut tidak akan menguasainya.
Bapa, keyakinan ini pulalah yang telah memberikan kekuatan besar kepada para murid Yesus yang harus menderita karena nama-Nya. Kami ingat akan para rasul yang dikejar-kejar, ditangkap dan dipenjarakan karena nama Yesus. Kami ingat akan Stefanus yang demi kesetiaannya kepada Yesus harus menanggung penganiayaan yang kejam, dibunuh dengan dilempari batu. Tetapi dengan perkasa dia sendiri mendoakan orang-orang yang menganiayanya dan memohonkan pengampunan dari-Mu. Juga kami ingat akan Rasul Paulus yang selalu membawa salib Kristus ke mana pun pergi.

Semoga teladan hidup mereka menyadarkan kami semua, terutama saudara-saudari kami yang sedang dianiaya di Afghanistan, Mesir, Siria, dan Irak. Betapa besar kekuatan yang Kauberikan kepada mereka yang dianiaya demi nama Yesus. Semoga kesadaran itu membangkitkan pula kekuatan dan ketabahan dalam diri mereka. Semoga mereka tetap setia, bahkan merasa bangga karena boleh ikut memanggul salib Kristus, dan memberikan kesaksian tentang salib yang sungguh memberikan kekuatan. Demi Kristus, Tuhan kami. (Amin.)
(Salam Maria 3x) †

(Sumber: Puji Syukur no. 178 dengan penekanan khusus)

Doa Malam

Tuhan Yesus Kristus, jadilah kekuatan bagiku dalam menghadapi godaan dan bujukan setan. Berilah aku hati yang terbuka untuk menerima nasihat dan pengajaran yang menyelamatkan, meski tidak selalu menyenangkan. Terpujilah Engkau, Tuhan dan Allah Juruselamatku, kini dan sepanjang masa. Amin.


RUAH