Kamis, 26 September 2013 Hari Biasa Pekan XXV

Kamis, 26 September 2013
Hari Biasa Pekan XXV
  
"Sesudah Yohanes ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, katanya: 'Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil'" (Mrk 1:14-15). "Untuk memenuhi kehendak Bapa, Kristus meresmikan Kerajaan surga di dunia" (LG 3). Tetapi kehendak Bapa itulah "mengangkat manusia untuk ikut serta menghayati hidup ilahi" (LG 2). Ia melakukan itu, dengan mengumpulkan manusia-manusia di keliling Anak-Nya Yesus Kristus. Perhimpunan ini adalah Gereja; ia merupakan "benih serta awal Kerajaan Allah di dunia" (LG 5). ---- Katekismus Gereja Katolik, 541
  
Antifon Pembuka (Mzm 149:1-2)

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan. Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Penciptanya, biarlah Sion bersorak sorai atas raja mereka.

Doa Pagi

Syukur bagi-Mu ya Allah, Tuhan atas hidup kami. Melalui nabi-Mu, Hagai, pada pagi ini Engkau telah membangunkan kami dengan hentakan sabda-Mu. Engkau menyadarkan kami tentang bagaimana keadaan kami di hadapan-Mu. Kami telah bekerja keras untuk mencari makan, minum, pakaian dan upah namun hasilnya sedikit dan tidak mencukupi. Karena itu, masuklah dalam situasi hidup kami dan tuntunlah kami berjalan ke gunung harian kami dan nyatakanlah kemuliaan-Mu dalam segala keterbatasan kami, seperti yang Engkau kehendaki. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Nabi Hagai mendahului Ezra (Ezr 5:1.6.14). Hagai hidup sekitar 520 SM. Dia menubuatkan pembangunan kembali rumah Allah yang telah hancur. Zaman Ezra, pembangunan rumah Allah itu selesai. Ada pesan yang bagus dalam nubuat Hagai hari ini, yakni pembangunan rumah Allah hendaknya melihat kondisi ekonomi umat.

Bacaan dari Nubuat Hagai (1:1-8)
   
"Bangunlah rumah Tuhan dan Aku akan berkenan menerimanya."
       
Pada tahun kedua pemerintahan Raja Darius, pada hari pertama bulan keenam, datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya: “Beginilah sabda Tuhan semesta alam, ‘Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah Tuhan!’ Maka datanglah sabda Tuhan dengan perantaraan Nabi Hagai, bunyinya: Apakah sudah tiba waktunya bagi kalian untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang rumah Tuhan tetap menjadi reruntuhan? Oleh sebab itu beginilah sabda Tuhan semesta alam, ‘Perhatikanlah keadaanmu! Kalian menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit. Kalian makan, tetapi tidak sampai kenyang. Kalian minum, tetapi tidak sampai puas. Kalian berpakaian, tetapi badanmu tidak menjadi hangat. Dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja tetapi upahnya ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang!’ Beginilah sabda Tuhan semesta alam, ‘Perhatikanlah keadaanmu! Maka naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah rumah Tuhan. Maka Aku akan berkenan menerimanya, dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ’.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan berkenan akan umat-Nya.
Ayat. (Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b)
1. Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu yang baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh! Biarlah Israel bersukacita atas penciptanya, biarlah Sion bersorak-sorai atas raja mereka.
2. Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
3. Biarlah orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka. Itulah semarak bagi orang yang dikasihi Allah.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Akulah jalan, kebenaran dan hidup; hanya melalui Aku orang sampai kepada Bapa.

Seorang pembunuh selalu dihantui kegelisahan. Herodes membunuh Yohanes Pembaptis, maka saat Yesus tampil melanjutkan pewartaan Yohanes Pembaptis, “Bertobatlah …”’ maka Herodes sangat gelisah. Pembunuhan termasuk dosa besar. Hanya Yesus yang mampu membebaskannya dari belenggu itu. Herodes pun ingin bertemu Yesus, karena didorong oleh kegelisahannya.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (9:7-9)
 
"Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?"


Ketika Herodes, raja wilayah Galilea, mendengar segala sesuatu yang terjadi, ia merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi zaman dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, “Yohanes kan telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal besar itu?” Lalu ia berusaha untuk dapat bertemu dengan Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

Renungan

Tampilnya Yesus di hadapan umum membawa banyak pertanyaan. Siapakah Dia sebetulnya? Bahkan Herodes, raja wilayah Galilea ingin bertemu dengan Yesus. Apa motivasi kita untuk menjadi pengikut-Nya? Kita dipanggil untuk mengenal Yesus secara mendalam, dan mencintai-Nya dengan tulus serta melakukan tugas perutusan-Nya dengan gembira.

Doa Malam

Ya Yesus, sebelum istirahat Engkau melengkapi pengenalan diri kami dengan pertanyaan Herodes, “Siapa gerangan Engkau (Dia) ini?” Yesus, biarlah kerinduan Herodes untuk berjumpa dengan-Mu juga menjadi dambaan hati kami, tetapi dengan alasan berbeda; Herodes ingin membunuh-Mu karena menganggap Engkau sebagai saingannya, sedangkan kami ingin lebih mengenal dan mencintai-Mu karena Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.


RUAH