Minggu, 01 Desember 2013 Hari Minggu Adven I

Minggu, 01 Desember 2013
Hari Minggu Adven I
     
Adven adalah masa amat khusus. Ini adalah masa suci -- St. Karolus Borromeus

Antifon Pembuka (Mzm 25:1-3)

Kepada-Mu, ya Tuhan, kuangkat jiwaku; Allahku, kepada-Mu aku percaya. Janganlah kiranya aku mendapat malu. Janganlah musuh-musuhku beriang-ria atas aku. Ya, semua orang yang menantikan Dikau takkan mendapat malu.
  
Ad te levavi animam meam: Deus meus in te confido, non erubescam: neque irrideant me inimici mei: etenim universi qui te exspectant, non confundentur. Vias tuas, Domine, demonstra mihi: et semitas tuas edoce me. Gloria Patri…
  
Doa Pagi
  

Allah Bapa yang mahakuasa, bangkitkanlah pada umat-Mu niat untuk menyongsong kedatangan Kristus, utusan-Mu dengan amal baik. Semoga berkat bimbingan-Nya kami pantas memperoleh kerajaan surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (2:1-5)
    
"Tuhan menghimpun semua bangsa dalam kerajaan Allah yang damai abadi."
  
Inilah firman yang dinyatakan kepada Yesaya, putera Amos, tentang Yehuda dan Yerusalem, “Pada hari-hari yang terakhir akan terjadilah hal-hal ini: Gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di atas gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit. Segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, ‘Mari kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuh jalan itu. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran, dan dari Yerusalem akan keluar sabda Tuhan’. Tuhan akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa. Maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Bangsa yang satu tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa yang lain, dan mereka tidak akan lagi berlatih perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 844
Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
Ayat. (Mzm 122.1-2.4-5.6-7;8-9; R:1)
1. Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.
3. Berdoalah agar Yerusalem sejahtera "Damai bagi orang yang mencintai Engkau. "Semoga damai turun atas wilayahmu dan kesentosaan atas purimu."
4. Atas nama saudara dan sahabatku kuucapkan selamat kepadamu. Demi bait Tuhan Allah kita ku- mohonkan bahagia bagimu.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma (13:11-14a)
  
"Keselamatan sudah dekat pada kita."
 
Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang: Saatnya telah tiba kamu bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat pada kita daripada waktu kita baru mulai percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan, dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan; jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = bes, PS 954
Ref. Alleluya
Ayat. (Mzm 85:8)
Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan, dan berilah kami keselamatan yang dari pada-Mu.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (24:37-44)
 
"Berjaga-jaga dan siap siagalah!"
 
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti halnya pada zaman Nuh, demikianlah kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada zaman sebelum air bah itu orang makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera; mereka tidak menyadari apa yang terjadi sampai air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua. Demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Kalau ada dua orang perempuan sedang menggiling gandum, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Oleh karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pencuri datang waktu malam, pastilah ia berjaga-jaga, dan tidak membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu selalu siap siaga, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Para saudara, saya suka dengan ilustrasi ini, “Ada seorang ibu rumah tangga yang suaminya berprofesi sebagai seorang tentara. Suatu saat suaminya diutus oleh negara sebagai pasukan perdamaian di daerah konflik di Vietnam. Bertahun-tahun, ia tidak mendapat kabar tentang kondisi suaminya.

Suatu ketika tetangganya mendatanginya dan membawa kabar yang sangat tidak menggembirakan bahwa suami hilang di tengah hutan di Vietnam. Si ibu ini kaget tapi hatinya mengatakan bahwa suaminya tidak mungkin hilang. Dia pasti kembali. Suatu saat. Entah kapan. Dalam penantian dia berdoa dan terus berdoa. Hati nuraninya mengatakan bahwa suaminya masih hidup dan pasti kembali.

Setelah 10 tahun menanti, suatu sore ada seorang bapak mendatangi rumahnya. Sang Bapak mengetuk pintu, tapi tak ada jawaban. Setelah tunggu beberapa lama, si Ibu membukakan pintu dan... dia langsung memeluk dan menangis terharu di pelukan suaminya. Si Ibu mengatakan bahwa dia agak lama membukakan pintu karena dia lagi berdoa Rosario. Si Bapak juga bercerita bahwa setiap hari dia berdoa untuk isterinya dan dia yakin bahwa suatu saat pasti bertemu isterinya.

Si Ibu sangat bahagia. Penantian yang tidak sia-sia. Penantian yang membawa sukacita. Mereka sama-sama bahagia. Doa menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.”

Saudara-saudari terkasih, tanpa terasa hari ini kita memasuki Minggu Adven I. Bacaan-bacaan Kitab Suci mengajak kita untuk senantiasa berjaga-jaga dalam menantikan kedatangan Tuhan karena Dia datang pada saat yang tidak kita duga. Berjaga-jaga berarti hidup dengan hati yang sepenuhnya terarah pada Tuhan dan dalam kesadaran bahwa waktu akhir ada di dalam tangan Tuhan sendiri. Dia akan datang pada waktu yang tepat.

Apa yang harus kita lakukan dalam Masa Adven ini? Apakah kita sudah siap menyambut kedatangan Tuhan baik dalam hidup harian kita maupun di akhir hidup kita? Dalam situasi berjaga-jaga, apakah kita telah menggunakan waktu sebaik mungkin? Dalam situasi berjaga-jaga, kita diajak untuk melakukan perbuatan kasih; kasih kepada Tuhan dan sesama. Hal yang sederhana dan bisa kita lakukan adalah bersikap sabar, murah hati, pemaaf, dan tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

Kita kembali ke kisah di awal renungan ini. Penantian seorang ibu menjadi kenyataan karena dia mengisi hidupnya dengan berdoa dan yakin bahwa kekuatan doa pasti menjadikan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Karenanya, dia tidak terpengaruh oleh apa pun yang dibicarakan orang tentang suaminya. Dia yakin Tuhan sangat mengasihi mereka.

Mari kita mengisi masa Adven ini dengan tekun berdoa, membaca, merenungkan dan menghayati Sabda Tuhan dalam hidup harian kita dan yang terakhir, kita diajak untuk berbuat baik, berbuat baik dan berbuat baik, hingga kita selalu siap menyambut kedatangan Tuhan. Selamat memasuki masa Adven, Tuhan memberkati. (Sixtus Leonard Beth Barry, O.Carm/RUAH)

Makna Korona Adven

 photo 20131201-rev_zps32100bb6.jpg

Copyright Tegar Andito