Bacaan Harian 30 Desember 2013 - 05 Januari 2014

Bacaan Harian 30 Desember 2013 - 05 Januari 2014

Senin, 30 Desember 2013: Hari Keenam Dalam Oktaf Natal (P).
1Yoh. 2:12-17; Mzm. 96:7-8a,8b-9,10; Luk. 2:36-40.

Selasa, 31 Desember 2013: Hari Ketujuh Dalam Oktaf Natal (P).
1Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12,13; Yoh. 1:1-18.

Rabu, 01 Januari 2014: Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah - Hari Perdamaian Sedunia. (P).
Bil. 6:22-27; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Gal. 4:4-7; Luk. 2:16-21

Kamis, 02 Januari 2014: Peringatan Wajib St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze (P).
1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28

Jumat, 03 Januari 2014: Hari Biasa Masa Natal (P).
1Yoh. 2:29-3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34

Sabtu, 04 Januari 2014: Hari Biasa Masa Natal (P).
1Yoh. 3:7-10; Mzm. 98:1,7-8,9; Yoh. 1:35-42

Minggu, 05 Januari 2014: Hari Raya Penampakan Tuhan - Hari Anak Misioner Sedunia (P).
Yes. 60:1-6; Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13; Ef. 3:2-3a,5-6; Mat. 2:1-12

Senin, 30 Desember 2013 Hari Keenam dalam Oktaf Natal

Senin, 30 Desember 2013
Hari Keenam dalam Oktaf Natal

Wahai manusia, janganlah saling bermusuhan! - St. Hipolitus

Antifon Pembuka (Keb 18:14-15)

Ketika segalanya diliputi kesunyian dan malam mencapai puncak peredarannya, turunlah Sabda-Mu yang Mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan.

Doa Pagi

Allah sumber segala rahmat, kami bersyukur atas segala limpahan kebaikan-Mu yang telah kami terima sepanjang hidup kami terlebih selama satu tahun yang akan kami akhiri. Kami mohon pada-Mu semoga kami dapat melihat segala kebaikan-Mu selama ini dan tak lupa mengucap syukur atas segalanya. Ampunilah segala kelemahan kami agar bersama Hana yang setia menanti dan mempersiapkan dirinya untuk menyambut-Mu dalam hidupnya. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Yohanes menyampaikan pesan dan nasihatnya baik kepada anak-anak, orang muda, maupun bapa-bapa. Mereka semua diingatkan tentang rahmat yang mereka terima, perilaku yang telah mereka tinggalkan dan keutamaan yang harus selalu mereka bangun.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes (2:12-17)
 
"Orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya."
  
Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat. Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. 16 Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/4; 4/4, PS 806
Ref. Hendaklah langit bersuka cita, dan bumi bersorak-sorai dihadapan wajah Tuhan, kar'na Ia sudah datang.
Ayat. (Mzm 96:7-8a.8b-9.10)
1. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya.
2. Bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya, sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi!
3. Katakanlah di antara bangsa-bangsa, "Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

Bait Pengantar Injil, do = f, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Inilah hari yang suci! Marilah, hai para bangsa, sujudlah di hadapan Tuhan, sebab cahaya gemilang menyinari seluruh muka bumi.

Bait Allah adalah tempat di mana Hana mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan. Di Bait Allah pula, Allah menyatakan diri-Nya kepada Hana. Kanak-kanak Yesus harus hidup tersembunyi di Nazaret. Dan Dia bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:36-40)
   
"Hana berbicara tentang Kanak-Kanak Yesus."
 
Ketika Kanak-Kanak Yesus dipersembahkan di Bait Allah, ada di Yerusalem seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Karena Tuhan Yesus dan Bapa adalah satu, maka segala kuasa Bapa telah diserahkan kepada Yesus, Sang Putra. Nabiah Hana sangat bersukacita boleh melihat Yesus. Inilah puncak perjuangan hidupnya yang berkanjang dalam doa dan puasa. Setelah melihat Yesus, segala sesuatu yang lain terasa tak berarti. Kita bisa mencapai puncak kebahagiaan saat bersatu dengan Yesus. Sekarang pun, kita bisa melihat dan merasakan kehadiran Yesus dengan mata iman.

Doa Malam

Yesus, Engkaulah yang dinanti-nantikan oleh nabiah Hana dengan tekun dan setia beribadah, berpuasa dan berdoa. Semoga kami pun mau dan mampu meneladannya dalam hidup kami, karena Engkaulah sumber hidup dan sukacita kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

RUAH

Minggu, 29 Desember 2013 Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria, Yusuf

Minggu, 29 Desember 2013
Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria, Yusuf

Keluarga Kristen adalah persekutuan pribadi-pribadi, satu tanda dan citra persekutuan Bapa dan Putera dalam Roh Kudus. Di dalam kelahiran dan pendidikan anak-anak tercerminlah kembali karya penciptaan Bapa. Keluarga dipanggil, supaya mengambil bagian dalam doa dan kurban Kristus. Doa harian dan bacaan. Kitab Suci meneguhkan mereka dalam cinta kasih. Keluarga Kristen mempunyai suatu tugas mewartakan dan menyebarluaskan Injil. (Katekismus Gereja Katolik, 2205)
 
Antifon Pembuka
 
Para gembala bergegas datang dan bertemu dengan Maria dan Yosef serta Sang Bayi yang terbaring di palungan.
 
Doa Pagi
 
Ya Allah, Engkau berkenan memberikan kepada kami Keluarga Kudus sebagai teladan yang unggul. Semoga kami meneladannya dalam keutamaan hidup berkeluarga dan dalam ikatan cinta agar kami layak menikmati dengan penuh sukacita anugerah hidup abadi di dalam rumah-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (3:2-6,12-14)
 
"Orang takwa menghormati ibu-bapanya."
 
Anak-anakku, dengarkanlah aku: Tuhan telah memuliakan bapa di atas anak-anaknya, dan hak itu atas para anaknya Ia teguhkan. Barangsiapa menghormati bapanya, ia memulihkan dosa, dan siapa memuliakan ibunya, ia sama dengan orang yang mengumpulkan harta. Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan. Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan hati ibunya. Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, dan jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Kalau akalnya sudah berkurang, hendaklah kaumaafkan, jangan menistakan dia sewaktu engkau masih berjaya. Kebaikan yang ditujukan kepada bapa tidak akan terlupakan; sebaliknya akan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 841
Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan
Ayat. (Mzm 128:1-2.3.4-5; R:1)
1. Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya. Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur yang ada di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di se keliling mejamu!
3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan, orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion: boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Kolose (3:12-21)
 
"Tata hidup keluarga di dalam Tuhan."
 
Saudara-saudara, kalianlah orang pilihan Allah, yang dikuduskan dan dikasihi oleh-Nya. Maka kenakanlah belas kasihan, kemurahan dan kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan hendaknya kalian saling mengampuni bila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain; sebagaimana Kristus mengampuni kalian, demikian pula kalian hendaknya. Dan di atas semuanya itu kenakanlah cintakasih, tali pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Semoga damai sejahtera Kristus menguasai hatimu, karena untuk itulah kalian dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Semoga sabda Kristus dengan segala kekayaannya tinggal di antara kamu. Hendaknya kamu saling mengajar dan menasihati dengan segala hikmat. Nyanyikanlah mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, untuk mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah itu demi nama Tuhan Yesus Kristus, dan dengan perantaraan-Nya bersyukurlah kepada Allah, Bapa kita. Hai para isteri, tunduklah kepada suamimu sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai para suami, kasihilah isterimu, dan janganlah berlaku kasar terhadapnya. Hai anak-anak, taatilah orangtuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai para bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = f, 2/4, PS 956
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Kol 3:15a.16a)
Semoga damai Kristus melimpahi hatimu, semoga sabda Kristus berakar dalam dirimu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (2:13-15,19-23)
  
"Bawalah Bayi serta ibu-Nya mengungsi ke Mesir."
  
Setelah orang-orang majus yang mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem pulang, nampaklah Malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya! Larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangun. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf di Mesir dalam mimpi. Kata malaikat itu, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.” Lalu Yusuf pun bangunlah. Diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, dan pergilah mereka ke tanah Israel. Tetapi setelah mendengar bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, Yusuf takut ke sana. Setelah dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana ia tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi-nabi bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Lampu Natal masih bernyala kelap-kelip di ruang tamu. Pohon Natal masih menjadi hiasan segar dan beberapa hadiah masih tergeletak di bawah pohon Natal. Setelah merayakan Natal dalam perayaan liturgis dan kegembiraan keluarga, umat Katolik diajak oleh Gereja untuk melengkapi perayaan itu dengan merayakan “Pesta Keluarga Kudus, Yesus Maria dan Yusuf” (lazim disebut Keluarga Kudus dari Nazaret).
Injil pada pesta ini menonjolkan tokoh Yusuf yang berperan besar dalam ambil bagian untuk mengawal rencana Allah menyelamatkan dunia melalui inkarnasi Putra-Nya, Yesus Kristus. Memang bukan hanya Yusuf yang berperan besar dalam mengawal rencana keselamatan manusia. Selain Yusuf juga ada Maria dan malaikat, namun peran Yusuf sebagai kepala keluarga mendapat tempat khusus dalam karya keselamatan ini.

Injil Matius menegaskan peranan Yusuf dengan sangat jelas. Ia menjadi pendengar yang baik dan setia pada Sabda Tuhan. Ketaatannya sungguh luar biasa. Sampai tiga kali ia harus membuat keputusan untuk membawa keluarganya berpindah-pindah tempat. Pengungsian ke Mesir, bagi Yusuf adalah suatu tempat yang tidak aman secara rohani. Bagi orang Israel, Mesir adalah tempat yang selalu mengingatkan nasib mereka sebagai budak. Mesir adalah tempat para ahli nujum dan pesihir hidup. Oleh karena itu, pengungsian ke Mesir bagi Yusuf merupakan hal yang tidak mudah. Kesan mengungsi ke Mesir memang seolah tempat yang jauh dan aman dari jangkauan Herodes, tetapi Mesir sendiri bukan tempat pengungsian yang ideal bagi keluarga Israel yang taat akan hukum Tuhan dan adat istiadat Yahudi. Tidak adakah tempat pengungsian yang lebih baik bagi keluarga Yusuf, Maria dan Yesus? Kiranya Allah mempunyai maksud khusus dengan meminta Yusuf untuk mengungsi ke Mesir.

Matius menyiratkan hal itu ketika ia memberi kesaksian bahwa pengungsian ke Mesir dilakukan untuk menggenapi firman Tuhan. Matius menegaskan bahwa hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi, “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.” Kirnaya inilah spiritualitas Yusuf dalam menjalankan fungsi kebapakan dalam hidup keluarganya. Ia membangun keluarganya dengan dasar untuk menggenapi firman Tuhan. Ia selalu taat pada bimbingan Tuhan melalui malaikat yang selalu memberinya nasihat lewat mimpinya.

Keluarga katolik di zaman ini adalah keluarga yang hidupnya seperti hidup keluarga Yusuf di Mesir. Dunia sekarang dipenuhi ahli nujum dan pesihir. Tentu bukan ahli nujum Mesir dan bukan pesihir Mesir, tetapi ahli nujum dan pesihir model masa kini. Ahli nujum masa kini yang menawarkan ramalan-ramalan hidup sukses, ahli nujum masa kini yang meramalkan nasib manusia dan dunia dengan dasar kekuatan prananya. Pesihir masa kini yang menawarkan sihir kekayaan instan, kecantikan instan, sekali tepuk semua tersedia dengan nyaman dan tanpa usaha banyak. Di tengah situasi seperti itu, spiritualitas Yusuf dalam membangun keluarganya sudah seharusnya dan sewajarnya menjadi acuan keluarga Katolik.

Spiritualitas Yusuf dalam membangun keluarga adalah berdasar ketaatan dan kesetiaan pada firman Tuhan karena keluarganya membawa misi Tuhan. Hal itu menjadi dasar pula bagi keluarga Katolik masa kini. Keluarga Katolik adalah Gereja Inti, Gereja Rumah Tangga. Mereka membangun relasi berdasarkan Sakramen Perkawinan. Mereka mengemban tugas untuk memperluas anggota Keluarga Allah. Oleh karena itu, tiap kepala keluarga Katolik adalah Yusuf masa kini. Tanpa menyadari hal itu, mereka akan tetap tinggal dan tersesat di Mesir zaman ini yang dipenuhi ahli nujum dan pesihir.

RUAH

Kobus: Yang Tercerai, Dikumpulkan




silahkan klik gambar untuk memperbesar


'Memusnahkan' Benda Rohani Yang Telah Rusak

 photo 20131229_zps4eebdece.jpg
Copyright: Tegar Andito