Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Jumat, 16 Mei 2014
Hari Biasa Pekan IV Paskah

Kis 13:26-33; Mzm 2:6-7.8-9.10-11; Yoh 14:1-6

Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Kalau kita ingin bepergian ke suatu tempat, tentu kita akan memilih dan menentukan bagaimana kita bisa sampai ke sana. Apakah kita akan jalan kaki, menggunakan kendaraan sendiri, atau menggunakan kendaraan umum. Kalau menggunakan kedaraan umum, kita masih bisa memilih apakah dengan bis, kereta api, kapal laut atau pesawat terbang. Kriteria utama yang menjadi dasar pilihan kita antara lain mana yang paling menjamin keselamatan kita untuk sampai di tempat yang kita tuju.

Sebagai orang beriman, kita pun sedang mengadakan perjalanan menuju tanah air surgawi. Dan karena kita telah dipilih menjadi umat Allah dalam Gereja-Nya yang kudus, maka bagi kita telah ditunjukkan dengan jelas bagaimana kita dapat mencapai tujuan akhir pejiarahan kita tersebut dengan selamat, yakni melalui Yesus Kristus. "Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku", demikianlah Ia menegaskan jati diri-Nya sebagai jalan, kebenaran dan hidup kita. Untuk itu, marilah kita semakin setia mengikuti Yesus, tidak usah mencoba-coba cari jalan lain nanti malah tersesat dan hilang. Hanya dalam Yesuslah keselamatan kita sungguh-sungguh terjamin.

Doa: Bapa, kami bersyukur karena Engkau telah memberikan jaminan keselamatan kami dalam diri Yesus Kristus, Putera-Mu. Bantulah kami dengan rahmat-Mu untuk semakin setia mengikuti Putera-Mu sepanjang hidup kami. Amin. -agawpr-

Jumat, 16 Mei 2014 Hari Biasa Pekan IV Paskah

Jumat, 16 Mei 2014
Hari Biasa Pekan IV Paskah
    
Yesus Kristus selalu merupakan titik acuan yang pertama dan terakhir dari katekese. Ia adalah "jalan dan kebenaran dan hidup" (Yoh 14:6). Kalau kita memandang kepada Kristus dengan penuh iman, kita dapat mengharapkan bahwa Ia akan memenuhi janji-janji-Nya dalam diri kita. Dan kalau kita mengasihi Dia, seperti Dia telah mengasihi kita, kita akan bertingkah laku sesuai dengan martabat kita. -- Katekismus Gereja Katolik, 1698

   
Antifon Pembuka (Why 5:9-10)
 
Tuhan, Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu dari setiap suku, bahasa, rakyat, dan bangsa, dan Engkau telah menjadikan kami raja dan imam bagi Allah Bapa. Alleluya.
  
Doa Pagi
  

Allah Bapa, sumber kebijaksanaan, kami bersyukur atas kebijaksanaan yang tampak dalam diri Yesus, Putra-Mu. Buatlah kami siap sedia melakukan perintah-Nya serta mengikuti Dia, agar dapat menikmati kebahagiaan. Sebab Dialah yang dijanjikan kepada semua orang di dunia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
  
Bacaan dari Kisah Para Rasul (13:26-33)
     
   
"Janji telah digenapi Allah dengan membangkitkan Yesus."
        
Dalam perjalanannya Paulus sampai di Antiokhia di Pisidia. Di rumah ibadat Yahudi di sana Paulus berkata, "Hai saudara-saudaraku baik yang termasuk keturunan Abraham maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan sudah disampaikan kepada kita. Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Yesus, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat. Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Yesus dibunuh. Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur. Tetapi Allah membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini. Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini Engkau telah Kuperanakkan."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan
Ref. Anak-Kulah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan.
Ayat. (Mzm 2:6-7.8-9.10-11)
1. "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!" Aku mau menceritakan tentang ketetapan Tuhan: Ia berkata kepadaku, "Anak-Kulah engkau! Pada hari ini engkau telah Kuperanakkan."
2. "Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, dan memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."
3. Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! Beribadahlah kepada Tuhan dengan takwa, dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar.
  
Bait Pengantar Injil, do = g, 4/4, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:6)
Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
   
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (14:1-6)
   
"Akulah jalan, kebenaran, dan hidup."
   
Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku sudah mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana." Kata Tomas kepada-Nya, "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?" Kata Yesus kepada-Nya, "Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.
    
Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. --- Yoh 12:48
            
Renungan
   
Hidup adalah pilihan, dan biasanya ada banyak pilihan dihadapkan atau disediakan bagi kita. Kita bisa menjadi apa saja, tergantung pilihan kita. Demikian juga dalam kehidupan iman, ada begitu banyak agama, ada begitu banyak jalan untuk sampai kepada Tuhan. Ada begitu banyak ajaran, aliran, dan nabi yang semuanya menuntun manusia kepada Tuhan.

Sebagai orang yang memilih Katolik sebagai agama kita, berarti kita memilih Kristus sebagai jalan, kebenaran dan kehidupan kita untuk sampai kepada Allah Bapa. Yesus sendiri telah bersabda ”Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.

Kita memilih Yesus sebagai jalan, kebenaran, dan hidup kita. Ia akan menyediakan tempat bagi kita di rumah Bapa, dalam kerajaan Surga. Kita tidak perlu takut dan gelisah karena Kristus sendiri telah memberikan jaminannya bahwa di rumah Bapa ada begitu banyak tempat untuk kita. Yang diminta dari kita para pengikut Kristus adalah supaya kita tetap beribadah kepada-Nya dengan takwa, bertindak bijaksana, dan selalu mendengarkan ajaran-Nya, maka kehidupan kekal akan dianugerahkan kepada kita.
 
Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah jalan, kebenaran dan kehidupan bagiku. Aku ingin selalu setia kepada-Mu, supaya kehidupan kekal senantiasa Kauanugerahkan kepadaku. Amin.
       
Menjadi hak sekalian umat beriman bahwa liturgi, khususnya perayaan Misa Kudus, dilangsungkan sungguh sesuai dengan hasrat Gereja, sesuai dengan penetapan-penetapannya seperti di gariskan dalam buku-buku liturgi dan dalam hukum-hukum dan peraturan lainnya, demikian pula, umat katolik berhak untuk sebuah kurban Misa Kudus yang dirayakan bagi mereka secara utuh, sesuai dengan Ajaran Gereja, dan akhirnya, adalah hak komunitas katolik bahwa Ekaristi yang Maha Kudus itu dilaksanakan baginya sedemikian rupa sehingga sungguh mencolok sebagai sakramen kesatuan, seraya menjauhkan segala cela dan ulah yang dapat menimbulkan perpecahan dalam Gereja. (Redemptionis Sacramentum, Instruksi VI tentang sejumlah hal yang perlu dilaksanakan atau dihindari berkaitan dengan Ekaristi Mahakudus, No. 12)
           
Ziarah Batin 2014, Renungan dan Catatan Harian

Homili Rm. Agus Widodo, Pr: Kamis, 15 Mei 2014 Hari Biasa Pekan IV Paskah

Kamis, 15 Mei 2014
Hari Biasa Pekan IV Paskah
 
Kis 13:13-25; Mzm 89:2-3.21-22.25.27; Yoh 13:16-20
 
Dalam perjamuan malam terakhir Yesus membasuh kaki para murid-Nya. Sesudah itu Ia berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya; ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya."

Injil hari ini merupakan bagian dari kisah Yesus membasuh kaki para murid pada perjamuan malam terakhir. Melalui tindakan-Nya itu, Yesus memberikan teladan pelayanan seorang hamba. Membasuh kaki adalah pekerjaan dan kewajiban yang biasa dilakukan para hamba/pelayan terhadap tuannya. Tetapi Yesus - yang adalah guru dan Tuhan - melakukannya untuk para murid-Nya. Maka, selain memberikan teladan pelayanan, Ia juga memberikan teladan kerendahan hati atau merendahkan diri. Maksudnya amat jelas bagi kita. "Aku telah memberikan teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat kepadamu" (Yoh 13:16). Selanjutnya, Ia menegaskan, "berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya" (Yoh 13:17). Untuk itu, melalui tugas dan perkerjaan kita masing-masing, marilah kita melayani siapa pun dengan semangat kerendahan hati. Kita tahu, bahwa pelayanan-pelayanan sederhana yang kita lakukan terhadap sesama, hal itu sebenarnya juga kita lakukan terhadap Tuhan sendiri (bdk. Mat 25:40).

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk saling melayani dengan rendah hati. Amin. -agawpr-