Selasa, 03 Juni 2014 Peringatan Wajib St. Karolus Lwanga, dkk, Martir

Selasa, 03 Juni 2014
Peringatan Wajib St. Karolus Lwanga, dkk, Martir (Novena Roh Kudus Hari Kelima)
   
“Aku ini gandum Tuhan; biarlah aku digiling lembut oleh gigi singa untuk dijadikan roti murni bagi Kristus” (St. Ignatius dari Antiokhia)

   
Doa Penerangan Roh Kudus PS 94

   
+ Allah Bapa yang mahakudus, kami bersyukur kepada-Mu karena Roh Kudus yang telah Kaucurahkan ke dalam hati kami. Kehadiran-Nya dalam hati kami telah membuat kami menjadi bait kehadiran-Mu sendiri, dan bersama Dia pula kami telah Kaulahirkan kembali menjadi anak-anak-Mu.

Dialah penghibur dan penolong yang Kauutus dalam nama Kristus. Dialah Roh Kebenaran yang memimpin kami kepada seluruh kebenaran. Semoga Dia mengajarkan segala sesuatu kepada kami dan mengingatkan kami akan firman yang telah dikatakan oleh Yesus, agar kami selalu dituntun oleh firman-Nya.

Melalui Roh Kudus-Mu ini sudilah Engkau membimbing Gereja-Mu, para pemimpin dan pembantu-pembantunya, dan berilah mereka kebijaksanaan yang sejati. Semoga karena bimbingan-Nya kami semua boleh menikmati buah-buah Roh: kasih, suka-cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebajikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Melalui Roh Kudus-Mu pula sudilah Engkau membimbing umat-Mu untuk peka dan setia kepada kehendak-Mu, untuk tetap tabah dalam penderitaan, berani menjadi saksi Putra-Mu, berani menjadi pelayan sesama, dan menjadi terang serta garam dunia.

Semoga Roh Kudus selalu memimpin kami dengan lembut dan ramah, menuntun kami dengan cermat dan teguh; semoga Ia menjadi daya ilahi di dalam kehidupan beriman dan bermasyarakat, dan menghantar kami masuk ke dalam kemuliaan surgawi untuk berbahagia abadi bersama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Antifon Pembuka (Why 12:11)

Mereka itulah orang suci yang jaya berkat darah Anak Domba. Alleluya.

Doa Pagi


Tuhan Yesus, mampukan sepanjang hari ini aku tidak mementingkan kebutuhanku sendiri, melainkan mendahulukan kepentingan umum. Tambahkan keberanianku dalam menghadapi realitas hidup pada sepanjang hari ini, dalam semangat iman dan berkorban seperti dimiliki oleh para martir-Mu, St. Karolus Lwanga dan kawan-kawannya. Amin.
 

Kesaksian Paulus kepada Penatua Jemaat di Miletus menunjukkan kesungguhannya berjuang di jalan Tuhan. Ia menjadi tahanan Roh serta berlari mencapai garis akhir dalam pelayanan menjalankan tugas dari Tuhan. Paulus tidak bersalah karena ia bertugas di jalan Tuhan.

 
Bacaan dari Kisah Para Rasul (20:17-27)
             
                     
"Aku dapat mencapai garis akhir, dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus."
              
Dalam perjalanannya ke Yerusalem Paulus menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. Sesudah mereka datang, berkatalah Paulus kepada mereka: “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini: dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku. Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumahmu. Aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem, dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain apa yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah. Sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah. Sebab itu pada hari ini aku bersaksi kepadamu, bahwa aku bersih; aku tidak bersalah terhadap siapa pun yang akan binasa. Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah!
Ayat. (Mzm 68:10-11.20-21)
1. Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; tanah milik-Mu yang gersang kaupulihkan, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas.
2. Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung beban kita; Allah adalah keselamatan kita. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan, Allah, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.    
 
Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya.
  
Yesus mengajarkan kepada kita tentang kehidupan kekal. Setiap orang Katolik yang mengambil bagian dalam tugas perutusan Yesus menjadi milik Allah. Konsekuensinya, hidup dalam kesatuan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:1-11a)  
                       
"Bapa, permuliakanlah Anak-Mu."
                          
Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Anak-Mu akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada. Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka, dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu, dan segala milik-Mu adalah milik-Ku, dan milik-Ku adalah milik-Mu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Aku tidak lagi ada dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
   

Renungan

  

Yesus mendoakan para murid yang telah diserahkan Bapa kepada-Nya. Mereka adalah milik Bapa-Nya karena segala milik Anak adalah milik Bapa. Yesus merasa perlu mendoakan mereka karena mereka masih ada di dunia ini. Kita bersyukur kepada Tuhan karena Yesus pasti tetap mendoakan kita yang masih ada di dunia. Dia tahu bahwa kita lemah dan mudah jatuh oleh kuatnya pengaruh-pengaruh dunia. Dia ingin agar tidak ada seorang pun dari pengikut-pengikut-Nya hilang. Doa Yesus untuk kita akan membuat kita tegar menghadapi situasi apa pun.
 
Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93
 
Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kaukuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup PS 92

Allah yang mahakuasa dan mahakudus, semoga Roh Kudus turun atas kami dan berdiam dalam diri kami, sehingga kami menjadi kenisah kemuliaan-Nya. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. +
 
Doa Malam
 
Puji syukur bagi-Mu ya Yesus, Engkau selalu menjaga kami yang masih berjuang di dunia ini. Semoga perjuangan demi perjuangan yang telah terlampaui dan yang akan kami hadapi sungguh menguatkan iman dan harapan serta cinta kami kepada-Mu. Amin.

RUAH

Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yoh 16:33)

Senin, 02 Juni 2014
Hari Biasa Pekan VII Paskah
Novena Roh Kudus -4

Kis 19:1-8; Mzm 68:2-3.4-5ac.6-7ab; Yoh 16:29-33
 
"Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." (Yoh 16:33)
  
Beberapa pengkotbah seringkali mengatakan dengan berapi-api bahwa menjadi pengikut Kristus itu serba enak, sejahtera, berkelimpahan, tanpa masalah dan penderitaan. Namun, realitanya tidak demikian. Tanpa perlu menyebut contoh, kita sudah tahu bahwa banyak pengikut Kristus justru mengalami penderitaan dan penganianyaan karena iman. Bahkan, boleh dikatakan bahwa Gereja justru berkembang secara tahan uji karena berbagai macam penderitaan dan penganiayaan yang dialaminya sepanjang zaman. Pada awal mula, ketika jemaat perdana dianiaya, mereka tercerai-berai dan tersebar di berbagai tempat. Namun, justru di tempat-tempat mereka melarikan diri itulah, mereka bersaksi dan mewartakan Injil sehingga Gereja berkembang di berbagai tempat (Kis 8). Kemudian, sejak pemerintahan Roma dipegang Kaisar Nero (54-68 M) sampai dengan Kaisar Diocletian (284-305 M), Gereja tidak pernah terlepas dari penganiayaan. Namun, betapa pun hebatnya penderitaan dan penganiayaan yang mereka alami, mereka sungguh percaya dan menghayati pesan Yesus "Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Kendati fisik mereka lemah dan dikalahkan oleh maut melalui aneka bentuk penganiayaan dan pembunuhan yang keji, namun hati dan iman mereka tetap kuat. St. Paulus memberi kesaksian "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus dalam tubuh kami, supaua kehidupan Yesus juga menjadi nyata dalam tubuh kami. Dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah" (2 Kor 4:8-10;6:4). Semoga, dengan teladan dan kesaksian para martir abad-abad pertama ini, kita tidak berkecil hati ketika harus menghadapi dan mengalami berbagai macam penderitaan tetapi justru semakin mengobarkan semangat kita untuk menghayati iman kita dalam kesatuan dengan pengharapan dan kasih.

Doa: Tuhan, ajarilah kami untuk selalu bersukacita dalam pengharapan, bersabar dalam kesesakan, bertekun dalam doa dan berkobar dalam kasih. Amin. -agawpr-