| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu! Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!”

Jumat, 06 Juni 2014
Hari Biasa Pekan VII Paskah -- Novena Roh Kudus ke-8

Kis 25:13-21; Mzm 103:1-2.11-12.19-20ab; Yoh 21:15-19

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu! Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!”

Ketika merenungkan Injil ini, saya teringat akan penyangkalan Petrus pada Yesus pada saat Ia diadili. Tidak ada satu pun kesaksian dalam Injil yang mengatakan bahwa Yesus sakit hati atas penyangkalan Petrus. Saya yakin, Yesus ingat secara persis bagaimana Petrus menyangkal-Nya. Bahkan, Ia tidak hanya ingat tetapi malah sudah tahu sebelumnya dan memberi peringatan kepada Petrus. Namun, setelah Ia wafat dan bangkit, kepada Petrus yang kemungkinan besar merasa malu, enggan dan takut-takut, Yesus sama sekali tidak mengungkit penyangkalannya. Inilah yang menurut hemat saya merupakan pengampunan yang sesungguhnya. Mengampuni (to forgive) itu tidak sama bahkan bertolak belakang dengan sekedar melupakan (to forget). Dalam diri orang yang sungguh-sungguh mengampuni, tidak ada lagi rasa sakit hati, dendam, marah terhadap orang lain yang melakukan hal-hal buruk kepadanya. Sebaliknya, orang yang hanya melupakan akan dengan mudah terpancing kembali rasa marah, dendam dan sakit hatinya sehingga secara tidak sadar seringkali mengungkitnya. Pengampunan dan kasih dari Yesus yang sedemikian besar inilah yang membuat Petrus menjawab dengan mantab ketika ditanting apakah ia mengasihi Yesus. Ia pun menerima tugas perutusan dari-Nya untuk menggembalakan domba-domba-Nya dengan segala risiko yang harus ditanggungnya.

Kepada kita masing-masing, Yesus juga mengasihi dengan kasih-Nya yang begitu besar. Ia selalu memberikan pengampunan atas segala dosa dan kesalahan kita. Maka, sudah sepantasnya kita bersyukur mempunyai Tuhan yang begitu baik sambil terus berusaha untuk memperbaiki hidup kita dan semakin mengasihi Tuhan yang jauh lebih dulu mengasihi kita dengan kasih yang lebih besar. Petrus mewujudkan kasihnya kepada Tuhan dengan melaksanakan tugas perutusan yang diberikan Tuhan kepadanya. Marilah kita juga mengasihi Tuhan dengan cara melaksanakan tugas perutusan kita masing-masing dengan sebaik-baiknya. Selain itu, marilah kita juga semakin mengasihi Tuhan dengan cara mengasihi Gereja-Nya, yakni dengan terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan Gereja, ikut serta memelihara fasilitas-fasilitas gereja, dan dengan menghormati serta melaksanakan ajaran-ajaran Gereja, baik dalam hal iman, moral, sosial, dan lain-lain.

Doa: Tuhan, bantulah kami untuk semakin mengasihi-Mu dengan cara semakin mengasihi Gereja-Mu dan tugas perutusan kami masing-masing. Amin. -agawpr-

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy