Sabtu, 28 Juni 2014 Peringatan Wajib Hati Tersuci SP. Maria dan St. Ireneus, Uskup dan Martir

Sabtu, 28 Juni 2014
Peringatan Wajib Hati Tersuci SP. Maria dan St. Ireneus, Uskup dan Martir
      
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu --- Luk 2:41-42

    
Antifon Pembuka (St. Ireneus: Yeh 34:11.23-24)

Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.
  
atau
   
Antifon Pembuka (Hati Tersuci SP. Maria: Mzm 12:6)

Hatiku bergembira karena Engkau menyelamatkan daku. Aku bernyanyi bagi-Mu karena kebaikan-Mu terhadapku.

Doa Pagi (St. Ireneus)
    
Allah Bapa kami, kami bersyukur karena melalui Putra-Mu, Yesus Kristus, Engkau telah mengangkat martabat orang-orang yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan menderita. Semoga, teladan hidup-Nya menggerakkan kami untuk melakukan hal yang sama sehingga karya penyelamatan-Mu sungguh menjadi nyata dalam diri kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

atau 

Doa Pagi (Hati Tersuci SP. Maria)

Ya Yesus, Engkau memberikan Bunda-Mu kepada kami sebagai Ibu, teladan dan pelindung kami. Semoga kami selalu didampingi dalam melaksanakan kehendak Bapa agar kami kelak memperoleh kebahagiaan kekal bersama para kudus. Hati tersuci St. Perawan Maria, doakanlah kami dalam segala aktivitas hari ini. Amin.
      
(pilihan 1 dari 3; dari Bacaan Peringatan Wajib St. Ireneus, Uskup dan Martir)
              
Sebagai pengikut Kristus Rasul Paulus mengingatkan kita untuk mengejar keadilan, kesetiaan, kasih dan damai sejahtera. Hal ini menuntun kita bersikap ramah, sabar, dan lemah lembut terhadap sesama.
   
Bacaan Pertama (dari Rumus Peringatan St. Ireneus)
Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius (2:22b-26)
 
"Seorang hamba Tuhan harus ramah terhadap semua orang."
   
Saudaraku terkasih, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan, yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran. Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar. Sebaliknya ia harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, ia harus sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka, sehingga mereka mengenal kebenaran. Dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan (dari Rumus Peringatan St. Ireneus)
Ref. Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan.
Ayat. (Mzm 37:3-4.5-6.30-31; Ul: 30a)
1. Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia; bergembiralah karena Tuhan, maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!
2. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.
3. Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengatakan kebenaran. Taurat Allah ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidaklah goyah.
    
Bait Pengantar Injil (dari Rumus Umum Para Martir - St. Ireneus -)
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 17:23)
Semoga mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
    
Bacaan Injil (dari Rumus Umum Para Martir - St. Ireneus -)
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:20-26)
    
"Supaya mereka sempurna menjadi satu."
     
Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, “Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku, dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
    
(pilihan 2 dari 3; dari Peringatan Hati Tersuci SP. Maria)
  
Bacaan Pertama (dari Rumus Peringatan Hati Tersuci SP. Maria)
Bacaan dari Kitab Yesaya (61:9-11)
 
Beginilah firman Tuhan, “Keturunan umat-Ku akan terkenal di antara para bangsa, dan anak cucu mereka di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan.” Aku bersukaria dalam Tuhan, jiwaku bersorak-sorai dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin pria yang mengenakan hiasan kepala dan seperti pengantin wanita memakai perhiasannya. Sebab seperti bumi memancarkan tetumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan Allah akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
   
Kidung Tanggapan (dari Rumus Peringatan Hati Tersuci SP. Maria)
Ref. Hatiku bersukaria karena Tuhan, Juru Selamatku.
Ayat. (1Sam 2:1.4-5.6-7.8abcd)
1. Busur para pahlawan telah patah, tetapi orang-orang lemah dipersenjatai kekuatan. Orang yang dulu kenyang kini harus mencari nafkah, tetapi yang dulu lapar kini boleh beristirahat. Orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi ibu yang banyak anaknya menjadi layu.
2. Tuhan berkuasa mematikan dan menghidupkan, Ia berkuasa menurunkan ke dalam maut dan mengangkat dari sana. Tuhan membuat miskin dan membuat kaya. Ia merendahkan dan meninggikan juga.
3. Ia menegakkan orang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang miskin dari lumpur, untuk mendudukkannya di antara para bangsawan, dan memberi dia kursi kehormatan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Maria menyimpan segala perkara itu dalam hati dan merenungkannya
 
Bacaan Injil (dari Rumus Peringatan Hati Tersuci SP. Maria)
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (2:41-51)
 
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun, pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia. Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam bait Allah; sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya, “Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku cemas mencari engkau.” Jawab Yesus kepada mereka, “Mengapa Bapak-Ibu mencari Aku? Tidakkah tahu, bahwa Aku harus berada di rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
    
(pilihan 3 dari 3; dari Masa Biasa)
     
Bacaan I (dari Rumus Masa Biasa)
Bacaan dari Kitab Ratapan (22:2.10-14.18-19)
  
"Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai putri Sion."
    
Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Dalam amarah-Nya Ia menghancurkan benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi, dan mencemarkan kerajaan serta pemimpin-pemimpinnya. Maka duduklah para tua-tua puteri Sion tertegun di tanah. Mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah. Mataku kusam dengan air mata, hatiku remuk redam. Hancur luluh hatiku karena reruntuhan puteri bangsaku, sebab kanak-kanak dan bayi jatuh pingsan di lapangan-lapangan kita. Mereka bertanya kepada ibunya, “Mana roti dan anggur?” Di lapangan-lapangan kota mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur ketika menghembuskan napas di pangkuan ibunya. Apa yang dapat kunyatakan kepadamu? Dengan apa aku dapat menyamakan dikau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara Sion? Karena luas bagaikan lautlah reruntuhanmu. Siapa yang akan memulihkan dikau? Nabi-nabimu melihat penglihatan yang dusta dan hampa bagimu. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu guna memulihkan dikau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan. Berteriaklah dengan nyaring kepada Tuhan, hai puteri Sion! Cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam. Janganlah kauberi dirimu istirahat. Janganlah matamu tenang! Bangunlah, mengeranglah, pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam. Curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan. Angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan di ujung-ujung jalan karena lapar!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Mazmur Tanggapan (Rumus Masa Biasa)
Ref. Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan terus-menerus umat-Mu yang tertindas.
Ayat. (Mzm 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21; Ul:19b)
1. Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu? Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kautebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.
2. Ringankanlah langkah-Mu ke tempat yang rusak terus-menerus; segala-galanya telah dimusnahkan musuh di tempat kudus. Lawan-lawanmu mengaum di tempat pertemuan-Mu dan telah mendirikan panji-panji mereka sebagai tanda. Mereka kelihatan seperti orang mengayunkan kepalan tinggi-tinggi.
3. Mereka siap menebas kayu-kayuan yang lebat; dan sekarang ukir-ukirannya seluruhnya dipalu mereka dengan kapak dan beliung; mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api, mereka menajiskan tempat kediaman nama-Mu sampai pada tanah.
4. Pandanglah kepada perjanjian, sebab tempat-tempat gelap di bumi penuh kekerasan. Janganlah biarkan orang yang terinjak-injak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu.
 
Bait Pengantar Injil (dari Rumus Masa Biasa)
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Yesus memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.
  
Nubuat Nabi Yesaya tergenapi dalam diri Yesus. Ia menyembuhkan orang melalui kerja sama yang baik. Iman perwira menyembuhkan hambanya yang sakit. Yesus mengakui iman seorang perwira. Siapa tidak bahagia jika mendapat pengakuan seperti perwira ini?
    
Bacaan Injil (dari Rumus Masa Biasa)
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (8:5-17)
    
"Banyak orang akan datang dari timur dan barat, dan duduk makan bersama Abraham, Ishak, dan Yakub."
            
Pada suatu hari Yesus masuk ke kota Kapernaum. Maka datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan mohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi perwira itu berkata kepada-Nya, “Tuan, aku tdak layak menerima Tuan di dalam rumahku. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit, ‘Pergi!’ maka ia pergi; dan kepada seorang lagi, ‘Datang!’, maka ia datang. Ataupun kepada hambaku, ‘Kerjakanlah ini!’ maka ia mengerjakannya.” Mendengar hal itu, Yesus heran dan berkata kepada mereka yang mengikutinya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu, Banyak orang akan datang dari timur dan barat dan duduk makan bersama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga, sedangkan anak-anak Kerajaan itu sendiri akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Lalu Yesus berkata kepada perwira itu, “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan wanita itu, lalu lenyaplah demamnya. Wanita itu lalu bangun dan melayani Yesus. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan, dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu, dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah sabda yang disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.
 
Renungan
   
Setiap kali kita menyambut Tubuh dan Darah Kristus di dalam perayaan Ekaristi, kita mengulangi kata-kata yang mirip dengan kata-kata perwira yang beriman, “Tuhan, aku tidak pantas Engkau datang ke bawah atapku, tetapi katakan sepatah kata saja maka jiwaku akan sembuh.” Bila setiap kali kita mengucapkan kata-kata ini penuh iman, kita juga akan disembuhkan oleh Yesus sebagaimana pengalaman iman perwira itu yang dapat menyembuhkan hambanya yang sakit. Apakah kita menyambut Tubuh dan Darah Yesus dengan penuh iman dan mengalami penyembuhan?
  
“Cahaya Tuhan adalah sumber hidup; barangsiapa melihat Dia, mendapatkan hidup” (St. Ireneus)
          
Doa Malam
   
Bapa, kami mohon rahmat-Mu agar kami dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kebiasaan yang baik dan mengikis kecenderungan kami yang tidak teratur. Bimbinglah kami agar berjalan di jalan-Mu dan beroleh belas kasihan-Mu. Amin.

RUAH

Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.”

Sabtu, 28 Juni 2014
Peringatan Wajib Hati Tersuci Perawan Maria & St. Ireneus

2 Tim 2:22b-26; Mzm 74:1-2.3-5a.5b-7.20-21; Mat 8:5-17

Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.”

Seorang perwira datang kepada Yesus dan berkata, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh, dan ia sangat menderita” (Mat 8:6). Bagi saya, kalimat pendek dari perwira ini menunjukkan betapa ia sangat beriman. Dalam hubungannya dengan sesama, ia menghayati imanya dalam bentuk kepedulian terhadap hambanya yang sedang sakit. Ia tergerak oleh belas kasihan lalu mengupayakan kesembuhan bagi hambanya itu. Dalam hubungannya dengan Tuhan, Ia percaya penuh akan kasih Tuhan yang selalu memberikan pertolongan. Maka, dalam kalimat tersebut ia tidak memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkan hambanya sebab ia percaya kalau Tuhan sudah mengerti apa yang ia harapkan. Dan benar, Tuhan sangat tanggap dan mengerti. Kendati ia tidak memohon kepada-Nya untuk menyembuhkan hambanya, Yesus langsung mengatakan, "Aku akan datang menyembuhkannya" (Mat 8:7). Luar biasa! Kepada siapa pun yang peduli terhadap sesama dan yang dengan penuh iman mau datang kepada-Nya, Tuhan pun berkenan juga untuk segera datang dan memberikan pertolongan sesuai yang diharapkan dan dipercayainya (bdk. Mat 8:13a). Meskipun akhirnya, Yesus tidak datang ke rumahnya secara fisik, tetapi daya dan berkah-Nya sungguh-sungguh hadir dan membawa dampak yang nyata. Pada saat itu juga sembuhlah hambanya (Mat 8:13b). Kalau kita menghayati iman kita seperti diteladankan oleh sang perwira dalam bacaan Injil ini, maka Tuhan juga senantiasa berkenan hadir dan memberikan berkah-Nya secara nyata sesuai dengan situasi konkrit yang sedang kita hadapi.

Doa: Tuhan, semoga kami menghayati iman kami dalam kepedulian terhadap sesama dan dalam kepercayaan penuh kepada-Mu sehingga kami pun senantiasa mengalami kehadiran-Mu yang membawa berkah bagi kami dan sesama kami. Amin. -agawpr-

"Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati"

Jumat, 27 Juni 2014
Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus

Ul 7:6-11; Mzm 103:1-2.3-4.6-7.8.10; 1 Yoh 4:7-16; Mat 11:25-30

"Belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati"

Hari ini kita merayakan Hati Yesus Yang Mahakudus. Menurut hemat saya, kekudusan hati-Nya yang paling utama tampak dalam belas kasih-Nya kepada kita. Hati Yesus adalah hati yang mahakudus karena yang ada di dalamnya hanyalah kasih. Ia menghadirkan dan mewujudnyatakan kasih Allah Bapa kepada kita semua. Sebagaimanya dinyatakan dalam bacaan I, "Kamulah umat yang kudus bagi Tuhan, Allahmu; kamulah yang dipilih Tuhan, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya. Bukan karena jumlahmu lebih besar dari bangsa mana pun, maka hati Tuhan terpikat olehmu dan memilih kamu, -sebab nyatanya kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa! -Tetapi karena Tuhan mengasihi kamu" (Ul 7:6-7). Bagi saya, teks dari Kitab Ulangan ini, sangat meneguhkan dan membuat saya bangsa sebagai orang Katolik di Indonesia yang jumlahnya tidak sampai 3%. Sebab, kendati secara jumlah, kita amat kecil, tetapi kita dipilih dan dikasihi Tuhan. Dan untuk menyatakan kasih-Nya kepada kita, Allah tidak hanya memilih kita tetapi juga mengutus Yesus Kristus, Putra-Nya, untuk menebus dan menyelamatkan kita (bdk. 1 Yoh 4:9-10). Untuk itu, sebagai orang yang dikasihi Allah dengan kasih yang begitu besar, marilah kita juga saling mengasihi (bdk. 1 Yoh 4:11). Dengan mengasihi, maka kita menjadi semakin mengenal Allah dan hidup kita juga semakin dikuduskan. Sebab, kasih adalah jalan menuju kekudusan. Marilah, kita belajar dari Hati Yesus Yang Mahakudus agar kita juga memiliki hati yang senantiasa mampu mengasihi, mengasihi dan mengasihi. Sebagaimana para murid menjalani proses belajar dengan cara datang dan tinggal bersama sang guru (di kelas), kita pun juga belajar dari Yesus dengan cara bertekun untuk datang kepada-Nya dan tinggal bersama-Nya.

Doa: Tuhan, jadikanlah hatiku seperti hati-Mu, yakni hati yang penuh kasih. Amin. -agawpr-