Minggu, 06 Desember 2015 Hari Minggu Adven II

Minggu, 06 Desember 2015
Hari Minggu Adven II
 
"Siapkanlah jalan Tuhan; inilah pewartaan Injil, penghiburan baru, dambaan besar, agar keselamatan Tuhan diketahui oleh semua manusia." (St. Eusebius dari Kaisaera)
 

Antifon Pembuka (bds. Yes 30:19,30)

Hai umat Sion, lihatlah, Tuhan akan datang menyelamatkan para bangsa. Ia akan memperdengarkan suara-Nya yang megah untuk menggembirakan hatimu.

O people of Sion, behold, the Lord will come to save the nations, and the Lord will make the glory of his voice heard in the joy of your heart.

Populus Sion, ecce Dominus veniet ad salvandas gentes: et auditam faciet Dominus gloriam vocis suae, in laetitia cordis vestri.

Doa Pagi


Ya Allah yang penuh kasih, Engkau menyediakan sukacita yang sejati bagi dunia dan menghendaki agar kami hidup dalam damai dan cinta kasih. Kami mohon, nyatakanlah cinta kasih-Mu kepada kami dan teguhkanlah kami dalam menyongsong kehadiran Duta kasih setia-Mu, yaitu Yesus Kristus, Putra-mu, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan dari Nubuat Barukh (5:1-9)
   
    
“Allah akan mempertunjukkan seri wajahmu.”
   
“Hai Yerusalem, hendaklah engkau menanggalkan pakaian kesedihan dan kesengsaraanmu, lalu mengenakan perhiasan kemuliaan Allah untuk selama-lamanya. Hendaklah engkau berselubungkan kampuh kebenaran Allah, dan memasang di atas kepalamu tajuk kemuliaan dari Yang Kekal. Sebab di bawah kolong langit seri wajahmu akan dipertunjukkan oleh Allah. Dari pihak Allah engkau akan diberi nama abadi: damai Sejahtera – Hasil – Kebenaran dan Kemuliaan – Hasil – Takwa. Bangkitlah, hai Yerusalem, hendaklah engkau berdiri tegak di ketinggian! Tengoklah ke timur! Lihatlah anak-anakmu sudah berkumpul atas firman dari yang Kudus; mereka berkumpul dari tempat matahari terbenam sampai ke tempat terbitnya. Bersukarialah, karena Allah telah ingat kepada mereka. Memang dahulu mereka pergi dari padamu dengan berjalan kami, digiring oleh musuh. Tetapi kini mereka dikembalikan kepadamu oleh Allah. Mereka diusung dengan hormat seolah-olah di atas tandu kerajaan. Sebab Allah memerintahkan, supaya segala gunung yang tinggi dan segenap bukit abadi diratakan, supaya sekalian jurang ditimbun menjadi tanah yang rata. Dengan demikian Israel dapat berjalan dengan aman di bawah naungan kemuliaan Allah. Hutan rimba dan segala pohon yang harum semerbak pun menaungi Israel atas perintah Allah. Sebab Israel akan dituntun dengan sukacita oleh Allah, oleh cahaya kemuliaan-Nya, dan dengan belas kasihan serta kebenaran-Nya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 830
Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu, karya keselamatan.
Ayat. (Mzm 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6; Ul: 1a)
1. Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.
2. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, "Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini." Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
3. Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata akan menuai dengan bersorak-sorai.
4. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi (1:4-6.8-11)
  
“Usahakanlah supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang Hari Kristus.”
    
Saudara-saudara, setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, bahwa Allah yang telah memulai karya baik di antaramu, akan melanjutkannya sampai pada hari Kristus Yesus. Sebab Allahlah saksiku betapa dengan kasih mesra Kristus Yesus aku merindukan kamu. Dan inilah doaku: Semoga kasihmu semakin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian. Dengan demikian kamu dapat memilih apa yang baik, agar kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus. Dan akhirnya, semoga kamu dipenuhi dengan buah kebenaran oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
 
Bait Pengantar Injil, do = g, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Luk 3:4.6)
Setelah ayat, Alleluya dilagukan dua kali
Persiapkanlah jalan bagi Tuhan; luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang datang dari Tuhan.
 
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (3:1-6)
  
“Semua orang akan melihat keselamatan dari Tuhan.”
  
Dalam tahun kelima belas pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi walinegeri Yudea, dan Herodes menjadi raja – wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, menjadi waja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias menjadi raja – wilayah Abilene; pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Agung, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan, Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis! Maka Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Siapkanlah jalan bagi Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, Setiap lembah akan ditimbun, setiap gunung dan bukit akan menjadi rata. Yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan. Dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

“Semua orang melihat keselamatan yang datang dari Tuhan,” itulah tema Minggu Adven kedua. Minggu lalu kita diajak Nabi Yesaya untuk mengerti rencana keselamatan Tuhan sejak masa Perjanjian Lama. Walaupun masih samar-samar, umat diajak untuk menyiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan Yesus.

Hari ini kita akan melihat bahwa keselamatan itu datang dari Tuhan. Barukh bernubuat tetang masa depan gemilang yang akan dirasakan oleh umat Israel. Segala penderitaan dan perbudakan yang mereka alami di Babel akan berakhir. Keselamatan akan datang dari Tuhan dan merupakan karya agung yang akan terlaksana dengan sempurna dan semua orang akan mengalami kedamaian sejati (Bar 5:1.4). Ia juga bernubuat bahwa Israel akan melihat terang dan berkumpul kembali di Yerusalem. Mereka bersukaria karena Allah mengingat mereka.

Bersama umat Israel, kita menantikan kedatangan Tuhan dengan sukacita, karena kita juga mengalami pengalaman Babel kehidupan secara berbeda. Kita memiliki persoalan hidup yang berbeda-beda. Persoalan hidup itu sering membenturkan kita dan meragukan penyelamatan-Nya. Namun belajar dari bangsa Israel, mereka mengalami keselamatan karena Tuhan mengasihi mereka. Allah memberi damai sejahtera, belas kasih dan kebenaran-Nya bagi kita yang percaya kepada-Nya.

St. Paulus menekankan belas kasih Tuhan. Ia mendoakan umat di Filipi, semoga kasih mereka semakin melimpah, sehingga mereka dapat memilih mana yang baik di hadirat-Nya (Flp 1:3-6). Doa adalah persekutuan kasih dengan Tuhan sendiri. Maka, apa yang dilakukan oleh Paulus adalah teladan yang bagus bagi jemaat di Filipi untuk merasakan kasih Tuhan. Doa bagi Paulus adalah sebuah kebutuhan penting bersama Tuhan. Sebab itu, kita perlu membenahi hidup doa kita juga pada Masa Adven ini. Doa kita harus bersifat sosial, bukan hanya personal, untuk kepentingan diri sendiri.

Dalam hal ini, kita perlu menimba inspirasi dari Yohanes Pembaptis. Ia dipilih Tuhan untuk menyiapkan jalan bagi Tuhan dengan seruan tobat. Wujud seruan tobat itu adalah membaptis banyak orang di Sungai Yordan. Baptisannya adalah baptisan pertobatan. Semangat pertobatan ini akan membuat banyak orang melihat keselamatan yang datang dari Tuhan. Semua orang termasuk para penguasa Romawi saat itu diajak untuk melihat terang dan keselamatan dalam dalam diri Yesus Kristus. Kita yang sudah mengalami penyelamatan-Nya, diajak untuk menjadi sarana keselamatan dan membimbing banyak orang sampai kepada Yesus.

Biarkan semua orang melihat keselamatan-Nya, karena Dialah satu-satunya pokok keselamatan kita. Yesus Kristus adalah satu-satunya Juruselamat kita. Dengan demikian, tinggalkanlah segala sesuatu yang menghalangi kita untuk bertemu dengan Yesus. Karena Yesus adalah segalanya bagi kita. Sabda Tuhan juga memampukan kita untuk memahami semua pengalaman hidup kita. Kita semua memiliki pengalaman Babel. Namun demikian, Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya menderita dalam Babel kehidupan. Dia akan berusaha menyadarkan dan menyiapkan keselamatan bagi kita. Dia akan membebaskan kita dengan kasih-Nya. [Santo/RUAH]

Antifon Komuni (Bar 5:5;4:36)

Hai Yerusalem, bangkitlah dan berdirilah tegak. Nikmatilah suka cita yang datang dari Allahmu.

Ierusalem surge, et sta in excelso: et vide iucunditatem, quae veniet tibi a Deo tuo.

Jerusalem, arise and stand upon the heights, and behold the joy which comes to you from God.