"Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?"

Selasa, 17 Februari 2015
Hari Biasa Pekan VI


Kej. 6:5-8,7:1-5,10; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Mrk. 8:14-21.

"Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?"

Kita bersyukur karena masing-masing dianugerahi mata dan telinga yang baik sehingga dengan mata kita bisa melihat dan dengan telinga bisa mendengar. Namun, kadang atau bahkan sering, karena kelemahan dan kerapuhan kita, kita tidak mampu menggunakan mata dan telinga kita dengan baik. Di satu sisi, kadang kita tidak mau melihat dan mendengar hal-hal yang seharusnya kita lihat dan kita dengarkan. Atau kalau kita melihat dan mendengar, kita pura-pura tidak melihat dan mendengarnya. Di sisi lain, kita justru mencari-cari dan menikmati hal-hal yang sebaiknya tidak kita lihat dan kita dengar. Untuk itu, marilah kita mohon rahmat Tuhan agar kita diberi kemampuan untuk melihat dan mendengar dengan baik, lebih-lebih untuk melihat karya dan kasih Tuhan serta mendengarkan sabda dan kehendak-Nya.

Doa: Tuhan, berilah kami rahmat-Mu untuk mampu melihat dan mendengar dengan baik, terutama melihat karya dan kasih-Mu serta mendengarkan sabda dan kehendak-Mu. Amin. -agawpr-

Selasa, 17 Februari 2015 Hari Biasa Pekan VI

Selasa, 17 Februari 2015
Hari Biasa Pekan VI

“Dengan pengantaraan Yesus kita pun menjadi mampu untuk mengenal Bapa-Nya” (St. Atanasius)


Antifon Pembuka (Mzm 29:1a.2)

Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada-Nya dengan hormat dan khidmat.

Doa Pagi


Allah Bapa sumber cahaya kehidupan, sembuhkanlah kebutaan mata dan dosa-dosa kami agar kami dapat memandang Putra-Mu, cahaya kami, yang didambakan oleh setiap orang dalam perjalanan menuju kepada-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

Kejahatan semakin merajalela. Tuhan lalu menyesal bahwa ia telah menciptakan manusia. Ia lalu merencanakan untuk membinasakan manusia. Itulah musibah air bah. Hanya Nuh dan keluarganya, berkat iman dan ketaatannya, mereka diluputkan dari air bah. Mereka hidup dan selamat.


Bacaan dari Kitab Kejadian (6:5-8; 7:1-5.10)
     
 
"Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi."
       
Tuhan melihat bahwa kejahatan manusia di bumi semakin besar, dan kecenderungan hati mereka selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Bersabdalah Tuhan, “Aku akan menghapuskan manusia yang Kuciptakan dari muka bumi, baik manusia maupun hewan, dan binatang-binatang melata maupun burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di hadapan Tuhan. Maka bersabdalah Tuhan kepada Nuh, “Masuklah ke dalam bahtera, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram, haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betina. Juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpeliharalah keturunannya di seluruh bumi. Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. Dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.” Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.
  
Mazmur Tanggapan, la = fis, 2/4, PS 846
Ref. Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.
Ayat. (Mzm 29:1a.2.3ac-4.3b.9b-10; R:11b)
1. Sampaikanlah kepada Tuhan, hai penghuni surga, sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!
2. Suara Tuhan terdengar di atas air, suara Tuhan mengguruh di atas air yang besar. Suara Tuhan penuh kekuatan, suara Tuhan penuh semarak.
3. Allah yang mulia mengguntur, di dalam bait-Nya setiap orang berseru, "Hormat!" Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil, do = f, gregorian, PS 959
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Yoh 14:23)
Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Yesus mengingatkan para murid-Nya agar hati-hati terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Itulah ragi kemunafikan dan kejahatan. Mereka salah paham dengan kata-kata-Nya. Yesus lalu mengecam ketidakmengertian mereka.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (8:14-21)
   
"Awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes."
     
Pada suatu hari murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya, “Berjaga-jaga dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Maka mereka berpikir-pikir, dan seorang berkata kepada yang lain, “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.” Ketika Yesus tahu, apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata, “Mengapa kalian memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kalian memahami dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kalian mempunyai mata, tidakkah kalian melihat? Dan kalian mempunyai telinga, tidakkah kalian mendengar? Sudah lupakah kalian waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Dua belas bakul.” Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti yang kalian kumpulkan?” Jawab mereka, “Tujuh bakul.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Masihkah kalian belum mengerti?”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!
 
Renungan
  
Murid-murid Yesus lupa membawa roti. Hanya sebuah roti saja yang ada pada mereka dalam perahu. Pada kesempatan itu Yesus menasihati para murid supaya berjaga-jaga dan hati-hati terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Bisa diartikan bahaya pengaruh kemunafikan, hidup harafiah dan formalitas saja dalam menghayati agama, serta hedonisme. Para murid merasa disindir persoalan roti. Yesus mengingatkan mereka mukjizat tentang roti. Kalau mereka belum mengerti tentang mukjizat itu, mereka tentu belum mengerti bahwa di perahu itu tidak hanya ada satu roti, tetapi masih ada satu ‘Roti’ lagi.

Doa Malam

Allah Bapa sumber kehidupan, kami bersyukur atas santapan anugerah-Mu berkat Yesus Putra-Mu dan Tuhan kami. Semoga kelaparan akan Dikau selalu Kaupuaskan dengan rezeki suci. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.


RUAH