Selasa, 03 Februari 2009

Selasa, 03 Februari 2009
Hari Biasa Pekan IV

Doa Renungan

Allah Bapa kami yang penuh kasih, tak henti-hentinya Engkau menganugerahi kami rahmat, rezeki, dan cinta. Dampingilah kami, agar dapat mewartakan pengalaman iman ini, sehingga semakin banyak orang mengenal dan merasakan kasih-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari surat kepada orang Ibrani (12:1-4)


"Marilah kita berlari dengan tabah hati dalam perlombaan yang diwajibkan kepada kita."


1 Saudara-saudara, karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. 2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa. 4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Orang yang mencari Engkau, ya Tuhan, akan memuji-muji Engkau.
Ayat.
(Mzm 21:2bb-27;8.30.31-32)
1. Nazarku akan kubayar di depan orang-orang yang takwa. Orang miskin akan makan sampai kenyang, orang yang mencari Tuhan akan memuji-muji Dia; biarlah hati mereka hidup untuk selamanya!
2. Segala ujung bumi akan menjadi sadar, lalu berbalik kepada Tuhan; segala rumpun bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya. Ya, kepada-Nya akan sujud menyembah: Semua orang sombong di bumi, di hadapan-Nya akan berlutut semua orang yang telah kembali ke pangkuan pertiwi.
3. Dan aku akan hidup bagi Tuhan, anak cucuku akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan menceritakan hal ikhwal Tuhan kepada angkatan yang akan datang, dan menuturkan keadilan-Nya kepada bangsa yang akan lahir nanti. Semua itu telah dikerjakan oleh Tuhan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Yesus memikul kelemahan kita, dan menanggung penyakit kita.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (5:21-43)


"Hai anak, Aku berkata kepadamu: Bangunlah!

21 Sekali peristiwa, sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau, 22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya 23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: "Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup." 24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. 25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. 26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk. 27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. 28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh." 29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. 30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: "Siapa yang menjamah jubah-Ku?" 31 Murid-murid-Nya menjawab: "Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?" 32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. 33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. 34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!" 35 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: "Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?" 36 Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!" 37 Lalu Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut serta, kecuali Petrus, Yakobus dan Yohanes, saudara Yakobus. 38 Mereka tiba di rumah kepala rumah ibadat, dan di sana dilihat-Nya orang-orang ribut, menangis dan meratap dengan suara nyaring. 39 Sesudah Ia masuk Ia berkata kepada orang-orang itu: "Mengapa kamu ribut dan menangis? Anak ini tidak mati, tetapi tidur!" 40 Tetapi mereka menertawakan Dia. Maka diusir-Nya semua orang itu, lalu dibawa-Nya ayah dan ibu anak itu dan mereka yang bersama-sama dengan Dia masuk ke kamar anak itu. 41 Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!" 42 Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan, sebab umurnya sudah dua belas tahun. Semua orang yang hadir sangat takjub. 43 Dengan sangat Ia berpesan kepada mereka, supaya jangan seorangpun mengetahui hal itu, lalu Ia menyuruh mereka memberi anak itu makan.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!




Renungan



Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:



- Sehat dan sakit erat kaitannya dengan beriman dan tidak/kurang beriman; mereka yang tidak atau kurang beriman pada umumnya sedang menderita sakit atau mudah jatuh sakit, entah sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi atau sakit tubuh. Bagi mereka yang sedang menderita sakit kami ajak meneladan 'seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan' dengan penyerahan diri berkata :"Asal kujamah saja jubahNya, aku akan sembuh". Memang kaum perempuan yang sedang menderita sakit, antara lain sakit hati dengan bentuk memusuhi saudara-saudarinya mudah terserang penyakit pendarahan atau 'blooding'. Asal kujamah jubahNya secara konkret dapat kita wujudkan dengan bersembah-sujud kepada mereka atau apa yang kita musuhi alias berani mengampuni dan mengasihi sebagai perwujudan beriman atau percaya kepadanya. Kutipan Warta Gembira hari ini mengajak dan memanggil kita semua untuk dengan semangat iman hidup bersama, berbangsa, bermasyarakat dan berbangsa; makan dan minum dengan iman, dst.. Aneka perbedaan memang dapat menimbulkan permusuhan yang tumbuh berkembang menjadi penyakit. Yang paling sederhana terkait dengan sehat atau sakit adalah hal makanan dan minuman; jika menghendaki sehat wal'afiat, segar bugar hendaknya menyantap dan menikmati makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, bukan hanya yang enak sesuai dengan selera pribadi. Barangsiapa dalam hal makan dan minum hanya mengikuti selera pribadi akan mudah jatuh sakit. Makan dan minum dengan iman artinya jika orang lain makan dan minum apa yang ada tetap sehat dan segar bugar, maka ketika saya juga menikmati makanan dan minuman tersebut pasti akan sehat dan segar bugar, meskipun makanan dan minuman tersebut tidak sesuai dengan selera pribadi.


- "Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah" (Ibr 12:2) "Carpe diem" = Nikmatilah hari ini, demikian kata pepatah bahasa Latin. Makna dari pepatah ini hemat saya suatu ajakan untuk dengan semangat iman menghadapi aneka situasi, pekerjaan, kondisi, tantangan dan hambatan, dst. , artinya dalam dan bersama dengan Tuhan kita menghadapi semuanya. Dengan kata lain kita diajak untuk 'menemukan Tuhan dalam segala sesuatu atau menghayati segala sesuatu dalam Tuhan'. Segala sesuatu yang ada di dunia ini ada, tumbuh berkembang hanya karena dan oleh Penyelenggaraan Ilahi/Tuhan yang memang juga menjadi nyata melalui orang-orang beriman. Maka jika kita mendambakan 'kesempurnaan hidup' artinya nanti ketika dipanggil Tuhan/meninggal dunia berarti menjadi satu kembali dengan Tuhan di sorga, hidup mulia selama-lamanya, hendaknya senantiasa menghayati segala sesuatu dalam Tuhan, dengan iman. Marilah kita saling mempersembahkan diri serta membakatikan diri pada segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan dengan dan dalam kasih.


I. Sumarya, SJ

st-andreas.or.id


Photobucket