Kamis, 12 Februari 2009

Kamis, 12 Februari 2009
Hari Biasa Pekan V

Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya Tuhan dan berikanlah kepada kami keselamatan daripada-Mu! --- Mzm 85:8


Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Kejadian (2:18-25)

"Tuhan membawa Hawa kepada Adam, dan keduanya menjadi satu daging."


18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."19 Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.20 Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.21 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. 22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. 23 Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki."24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan
(Mzm 128:1-2.3.4-5)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau menikmati hasil jerih payahmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
2. Isterimu akan menjadi laksana pohon anggur subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun di sekeliling mejamu!
3. Sungguh, demikianlah akan diberkati Tuhan orang laki-laki yang takwa hidupnya. Kiranya Tuhan memberkati engkau dari Sion; boleh melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Terimalah dengan lemah lembut sabda Allah yang tertanam dalam hatimu, sebab sabda itu berkuasa menyelamatkan kamu.


Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (7:24-30)

"Anjing-anjing pun makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."

24 Pada waktu itu Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." 28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

Manusia adalah makhluk sosial. Seorang filsuf eksistensial Perancis, Gabriel Honore Marcel (1889-1973) menandaskan bahwa kita menemukan diri dalam kondisi tak terelakkan, yakni “ada bersama…”.

“Aku” menemukan diri dalam kebersamaan dengan “kamu”: dan “aku dan kamu” menemukan diri dalam keberadan “kita”: dalam “kita”, kita menemukan diri dalam “kita yang manusia ini dan kita yang bukan manusia”. Ini adalah fakta yang tidak dapat dielakkan. Nah, memoles kebersamaan gerejawi dan sekaligus manusiawi, khusunya dalam kerangka berbangsa dan bernegara Indonesia yang “Bhineka Tunggal Ika” ini, tidaklah lepas dari keberanian menerima fakta mendasar yang disebut “ada bersama…”. Meniadakan yang lain seakan tidak ada, dan bahkan tidak termasuk kita, dan bumi dengan segala isinya. Yesus tidak bisa menghindari perjumpaan dengan seorang wanita Yunani berkebangsaan Siro-Fenesia, yang de fakto bukan Yahudi, yang juga sangat rindu akan keselamatan seperti manusia pada umumnya. Oleh sebab itu, sebagai Allah yang telah menjadi manusia, Dia ada untuk semua orang, untuk semua ciptaan - tanpa terkecuali. Dalam Yesus tidak ada lagi Yahudi, Yunani, orang bebas, dan budak belian. Dalam Dia, kita adalah saudara.

Ya Tuhan Yesus, semoga aku semakin menjadi seperti Engkau, yakni menerima semua orang seperti Engkau sendiri telah dan selalu melakukannya. Amin

Ziarah Batin 2009 [Renungan dan Catatan Harian]





Photobucket