Kamis, 06 Mei 2010 Hari Biasa Pekan V Paskah

Kamis, 06 Mei 2010
Hari Biasa Pekan V Paskah

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu! Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya." (Yoh 15:9-10)

Doa Renungan

Allah Bapa mahapenyayang, semua orang Kaukehendaki menerima Roh-Mu.
Semoga Roh pemberi kehidupan itu mengingatkan kami akan cinta kasih-Mu,
yang merupakan awal dan akhir segalanya. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu Tuhan kami, kini dan sepanjang masa.
Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (15:7-21)

"Kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah."

Para Rasul dan penatua-penatua jemaat di Yerusalem bersidang, membicarakan soal sunat. Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada para rasul dan penatua-penatua, "Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga." Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula. Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Kisahkan karya-karya Tuhan yang ajaib di antara segala suku.
Ayat. (Mzm 96:1-2a.2b-3)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Nyanyikanlah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari Tuhan. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
3. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah, Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (15:9-11)

"Allah telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah."

Dalam amanat perpisahan-Nya , Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu! Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
Inilah Injil Tuhan kita!
Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahapengasih,
semoga sabda-Mu Kaujadikan kekuatan kami
dan Kautumbuhkan cinta kasih dalam hati kami.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Renungan

Pengalaman dicintai adalah pengalaman paling berharga dan membahagiakan. Pengalaman ini biasanya tidak ingin disimpan untuk diri sendiri, tetapi turut dibagikan kepada orang-orang lain. Yesus mengalami sungguh-sungguh dicintai oleh Bapa-Nya, pun dalam situasi sengsara dan penderitaan-Nya. Ia pun menghendaki agar mereka yang mengalami kasih-Nya tetap tinggal di dalam kasih itu, tidak terpisah dari kasih itu. ”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” (Yoh 15:9) Mengalami kasih, melestarikan kasih, dan tetap menjadikan kasih itu menetap adalah suatu nilai kehidupan yang tidak ada bandingnya.

Betapa banyak orang yang membutuhkan kasih, yakni kasih yang membawa kebahagiaan hidup. Kata-kata bijak dari Bunda Teresa sangat indah untuk selalu direnungkan dan diwujudkan: ”Orang-orang yang saling mencintai secara penuh dan tulus adalah mereka yang paling berbahagia di dunia ini. Milik mereka barangkali hanya sedikit, atau mereka tidak memiliki apa-apa, tetapi mereka adalah orang-orang yang berbahagia. Segala sesuatu bergantung pada bagaimana kita saling mencintai.” Juga, ”Sebarkanlah cinta di mana Anda pergi: pertama-tama di dalam rumahmu sendiri.

Berikanlah cinta kepada anak-anakmu, kepada istri atau suamimu, kepada tetangga dekatmu .... Jangan biarkan orang yang datang kepada Anda pergi tanpa merasa lebih baik dan lebih bahagia. Jadilah ungkapan hidup dari kebaikan Allah, yakni kebaikan yang terpancar di wajah Anda, di mata Anda, di senyum Anda, dan dalam sapaan ramah Anda.”

Tuhan, Engkaulah sumber kasih sejati. Jadikanlah aku saluran kasih sejati-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian


Bagikan