Minggu, 16 Mei 2010 Hari Minggu Paskah VII Hari Komunikasi Sosial Sedunia 44, Novena Roh Kudus Hari Ketiga

Minggu, 16 Mei 2010
Hari Minggu Paskah VII
Hari Komunikasi Sosial Sedunia 44
Novena Roh Kudus Hari Ketiga

Imam dan Pelayanan Pastoral di Dunia Digital: Media Baru Demi Pelayanan Sabda

Doa Penerangan Roh Kudus PS 147

Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu, dan menyalakan di dalam api cinta-Mu.
P. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali.
U. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah kita berdoa (hening).
Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Doa Renungan

Ya Allah Bapa kami, Engkau sendiri telah menciptakan dan menghadirkan semua sarana komunikasi modern di dunia untuk kami gunakan. Berkatilah dan tuntunlah kami, doronglah kami agar kami berani memanfaatkan semua media komunikasi modern yang berada dalam jangkauan kami untuk membangun persekutuan dan kemajuan nama-Mu seperti yang didambakan oleh Yesus Kristus Tuhan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (7:55-60)

"Aku melihat Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."

Di hadapan Mahkamah Agama Yahudi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.
Ayat. (Mzm 97:1.2b.6.7c.9; R:1a.9a)
1.Tuhan adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya!
2.Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Segala dewata sujud menyembah Allah.
3.Sebab Engkaulah ya Tuhan, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi. Engkau sangat dimuliakan di atas segala dewata.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Kitab Wahyu (22:12-14.16-17.20)

"Datanglah Tuhan Yesus!"

Aku Yohanes, mendengar suara yang berkata kepadaku, "Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah untuk membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir." Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya. Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota yang turun dari surga, dari Allah. Aku mendengar pula suara yang berkata, "Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, bintang timur yang gilang-gemilang." Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil PS 956
Ref. Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya, Alleluya
Solis: Aku tidak akan meninggalkan kamu, sebagai yatim piatu, Aku datang kembali kepadamu, dan hatimu akan bersuka cita. (Yoh 14:18)

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (17:20-26)

"Supaya mereka sempurna menjadi satu"

Dalam perjamuan terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, "Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan


Bacaan Injil hari ini adalah bagian terakhir dari doa Yesus sebagai Imam Agung. Bagian pertama (Yoh 17:1–8) berisi doa Yesus bagi diri-Nya sendiri, bagian kedua (9–19) berisi doa Yesus bagi para murid-Nya, dan bagian ketiga (20–26) berisi doa Yesus bagi kita dan semua orang beriman. Inti doa-Nya adalah persatuan, yakni supaya semua menjadi satu.

Kesaksian akan persatuan ini penting bagi tugas perutusan ”supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Ia menginginkan agar persatuan yang berlandaskan kasih Allah menjadi sempurna. ”Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” Itulah doa yang diinginkan oleh Yesus dari para pengikut-Nya.

Ketekunan iman Stefanus ditimbanya dari doa yang menguatkan dia sementara ia dilempari batu. Kematian Stefanus dan Yesus mempunyai kemiripan-kemiripan. Keduanya dituduh menghujat Allah. Pengadilan keduanya tidak adil. Keduanya diseret keluar kota suci Yerusalem untuk dibunuh. Keduanya meninggal secara kejam. Sebagaimana Yesus berdoa kepada Bapa-Nya untuk mengampuni para pembunuh-Nya, demikian juga Stefanus. Keduanya menyerahkan roh mereka kepada Allah.

Sebagai murid-murid Yesus, kita percaya akan kekuatan doa. Doa adalah kunci untuk membuka bilik kasih karunia Allah. Doa yang tekun menyatukan hati kita dengan hati Yesus sendiri.

Doa: Tuhan Yesus Kristus, jaga dan kembangkan persatuan di antara kami sebagai tanda nyata bahwa kami adalah murid-murid-Mu di dunia ini. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kakuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup
PS 92

Allah, Penyelamat kami, kami percaya bahwa Kristus telah bersatu dengan Dikau dalam keagungan. Semoga dalam Roh-Nua Ia selalu menyertai kami sampai akhir zaman, seperti dijanjikan-Nya. Sebab Dialah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.




Renungan

Rekan-rekan yang baik,
Saya teruskan pembicaraan dengan Oom Hans tentang Yoh 17:20-26 yang dibacakan pada hari Minggu Paskah VII tahun C, 16 Mei 2010 ini.


Salam hangat,
A. Gianto


================


Oom Hans yang baik!
Di Indonesia pada hari Minggu Paskah VII tahun C akan dibacakan Yoh 17:20-26. Bagaimanapun juga saya mau tanya satu dua hal. Apa sebenarnya yang dimaksud oleh Yesus ketika berdoa agar siapa saja yang ikut percaya kepadanya karena pemberitaan para muridnya akan tetap bersatu sebagai satu umat (Yoh 17:21). Lalu menyangkut ayat 24, ingin saya tanyakan apa pula arti doa Yesus ini: "Aku (=Yesus) ingin agar di mana pun aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan aku...sehingga mereka memandangi kemuliaanku yang telah Engkau (=Bapa) berikan kepadaku, sebab Engkau mengasihi aku sebelum dunia dijadikan."



Salam hangat,
Gus

==========================

Gus, Salam Damai!
Doa Yesus selama perjamuan terakhir itu kutampilkan kembali agar kalian makin mengerti siapa dia itu. Itulah saat-saat orang mengungkapkan diri dengan jujur di hadapan Yang Mahakuasa. Kita beruntung dapat ikut mendengarkannya. Kau ingat kan, itu saat-saat terakhir ia masih bisa berada bersama para muridnya, saat-saat yang amat khusus, bebas dari kehadiran kuasa jahat, seperti kau sebut dalam esaimu mengenai Injil hari Minggu Paskah V tahun C dua minggu lalu. Dia yang memikirkan para pengikutnya sampai saat-saat terakhir itu kini mendoakan murid-murid dan orang-orang yang bakal mempercayai berita para murid mengenai dirinya. Jadi ia juga berdoa bagi kalian di hadapan Yang Mahakuasa yang disapanya sebagai Bapa itu. Ia yakin permohonannya terkabul karena ia amat dekat dengan-Nya.

Tapi, Gus, baiklah kesempatan ini kita pakai membicarakan hal yang sudah lama kupikirkan tapi belum pernah bisa kuungkapkan. Begini. Yesus itu kan berdoa bagi kesatuan kalian. Ia tidak ingin kalian mengalami perpecahan. Namun bukan ia bermaksud membuat kalian merasakan hidup damai bersatu seperti di Firdaus. Ia ingin menunjukkan mengapa bersatu itu ada nilainya sendiri. Maksudnya, supaya kalian bisa ikut menyadari kesatuan antara dia dengan Bapanya. Mungkin aneh penjelasanku ini? Bukankah ia berdoa agar kalian bersatu seperti ia bersatu dengan Bapanya. Jadi kesatuan dengan Bapanya itu jadi "paradigma", jadi contoh bagi kesatuan dalam umat manusia, begitu akan kaupikir tentunya.

Memang itulah cara berpikir teologi. Tapi bila kalian melihatnya dari segi pengalaman hidup batin, akan sedikit berbeda rasanya. Begini penjelasannya. Kalian baru akan dapat memahami apa artinya Yesus ada sedemikian dekat dengan Bapanya hanya bila kalian bisa mengalami kesatuan di antara kalian. Boleh jadi kalian hanya akan dapat mengalaminya secara negatif. Bila tak ada kesatuan, kalian akan merasakan ada yang kurang. Ada yang belum beres. Begitulah. Bila kalian paham ini maka baru kalian bisa mulai mengerti kesatuan antara Yesus dan Bapa yang mengutusnya ke dunia ini.

Aku memusatkan seluruh pewartaan Injilku pada kesatuan Yesus dengan Bapanya. Namun Injilku tidak dipahami bila orang belum melihat bahwa kesatuan itu memang dapat mendatangkan kebahagiaan. Membuat orang merasa tak kurang suatu apa. Ringkasnya, pengalaman batin kalian dalam menghadapi kesatuan atau perpecahan itu pengalaman yang amat berharga karena dapat membuat kalian memahami kehadiran Yang Ilahi sendiri.

Kukira kalian tidak menyangkal bahwa masih ada sisi-sisi gelap dalam hidup kita. Bukan gelap bagi persepsi orang lain, tapi bagi diri kita masing-masing. Memang kita belum utuh. Dan banyak orang menderita karena itu. Kesukaran ini sering tak terkatakan dan hanya bisa dihidupi. Namun bernilai. Sang Firman itu datang bersinar ke dunia yang terkurung kegelapan. Tak semua sisi dunia ini dapat menerima terangnya. Tapi ia terarah bagi semua sisi kehidupan. Inilah yang makin lama makin kumengerti sebagai kebesaran Tuhan. Ia datang kepada siapa saja, baik yang menerima maupun yang tidak segera menerimaNya. Bahkan yang menolak-Nya pun tidak dijauhi-Nya. Ia tetap menunggu. Ia membiarkan orang berjalan sampai menemukan-Nya.

Sekaligus kujawab pertanyaanmu mengenai Yoh 17:24. Memang sejak awal Tuhan itu ada bagi siapa saja. Tak ada yang bisa berada tanpa kehadiran-Nya. Ini semua kusebut dalam bagian awal Injilku. Dan orang tidak bisa mendiamkan-Nya saja. Ia mendatangi orang-orangNya. Ia berperhatian. Kalian mungkin belum menyadarinya. Tapi nanti akan kau lihat betapa besarnya perhatian-Nya kepada kalian, kepada alam ciptaan. Ia memandangi semuanya. Kalian ini menjadi bagian dari dia yang dikasihiNya, dari Yesus yang sekarang mendoakan kalian.

Aku tahu mungkin tidak mudah menyampaikan hal-hal ini kepada rekan-rekan. Tak usah khawatir. Yang Mahakuasa menerangi. Uskup Hipo yang sering kau kutip itu kan pernah merumuskan hal ini dengan jitu. Ada penerangan, ada illuminatio, tulisnya, yang asalnya dari atas sana sehingga orang bisa mengerti makna hal-hal yang pada dirinya sendiri sulit dipahami. Tak usah was-was menjelaskan misteri kehadiran Yang Ilahi. Beri ruang pada-Nya dan sisanya akan dikerjakan-Nya sendiri. Ini martyria, ini kesaksian.

Salam,
Hans

=================

Oom Hans yang baik!
Terima kasih banyak. Penjelasan Oom sangat membantu. Tetapi saya ragu-ragu apa bisa semua ini diceritakan begitu saja kepada rekan-rekan. Kok rasanya seperti ajaran mistik. Akan saya coba nanti. Satu hal lagi ingin saya tanyakan. Apa doa Yesus itu juga disampaikan dengan maksud berbagi "sangkan paran" atau asal dan tujuan dengan siapa saja yang percaya kepadanya, kepada kita-kita ini?

Salam hangat
Gus

==================

Gus yang baik!
Seperti pernah kau jelaskan kepada rekan-rekan Kamis Putih yang lalu, dalam perjamuan terakhir itu Yesus memang mau berbagi "sangkan paran" dengan murid-muridnya. Dan dalam doa yang hari ini kaudengar, ia malah meminta Bapanya agar membuat kalian juga bisa berbagi hidup dengannya. Dan bukan dengan dia saja, melainkan dengan Yang Mahakuasa yang dipanggilnya sebagai Bapa. Lihatlah betapa besar perhatiannya bagi kalian!

Dengan ini bisakah kalian tinggal diam kalau melihat kemanusiaan terpojok oleh tingkah kekerasan manusia sendiri. Jangan salah mengerti. Aku tidak mengajarkan perlawanan. Aku hanya mau menunjukkan betapa tingginya martabat manusia dan betapa rendahnya tindak kekerasan. Jangan dihadapi dengan cara yang sama-sama memerosotkan. Mintalah kepada Bapa di atas sana menyinarkan wajahnya kepada dunia supaya orang-orang yang berkemauan baik makin mengerti.

Salam,
Hans

Bagikan

Sabtu, 15 Mei 2010 Hari Kedua Novena Roh Kudus

Sabtu, 15 Mei 2010
Hari Kedua Novena Roh Kudus
Pw S. Perawan Maria, Ratu Para Rasul

Hari Biasa Pekan VI Paskah

“Mintalah maka kamu akan menerima supaya penuhlah sukacitamu.”

Doa Penerangan Roh Kudus PS 147

Ya Bapa, utuslah Roh Kudus memenuhi hati umat-Mu, dan menyalakan di dalam api cinta-Mu.
P. Utuslah Roh-Mu, maka semuanya akan dicipta kembali.
U. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.

Marilah kita berdoa (hening).
Ya Allah, Engkau telah mengajar hati umat-Mu dengan penerangan Roh Kudus. Berilah supaya berkat Roh yang kudus ini kami senantiasa berpikir benar, bertindak bijaksana, serta selalu bergembira karena penghiburan-Nya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahamulia, tuntunlah kami dan semua komunitas Kristiani, jadikanlah kami tanda-tanda kehadiran-Mu oleh semangat doa, kerukunan, dan keramahan kami, serta kesabaran satu sama lain. Kami percaya, roh-Mu mengiringi langkah kami dan melindungi kami dari segala yang jahat. Dengan demikian kami senantiasa memuliakan nama-Mu dalam setiap tutur kata dan perilaku kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kisah Para Rasul (18:23-28)

"Apolos membuktikan dari Kitab Suci, bahwa Yesus adalah Mesias."

Paulus meninggalkan Korintus dan kembali ke kota Antiokhia di Siria. Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid. Sementara itu datanglah ke Efesus seorang Yahudi bernama Apolos, yang berasal dari Aleksandria. Ia seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal Kitab Suci. Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus, tetapi ia hanya mengetahui baptisan Yohanes. Ia mulai mengajar dengan berani di rumah ibadat. Tetapi setelah Priskila dan Akwila mendengarnya, mereka membawa dia ke rumah mereka dan dengan teliti menjelaskan kepadanya Jalan Allah. Karena Apolos ingin menyeberang ke Akhaya, saudara-saudara di Efesus mengirim surat kepada murid-murid di situ, supaya mereka menyambut dia. Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan PS 825
Ref. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.
Ayat. (Mzm 47:2-3.8-9.10; R: 6)
1. Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!
2. Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.
3. Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan”

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Solis: A
ku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (16:23b-28)

"Bapa mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya."

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."
Demikianlah Injil Tuhan
Terpujilah Kristus.


Renungan

Menjelang keberangkatan-Nya dari dunia, Yesus menyampaikan janji yang membesarkan hati, yakni apa pun yang diminta oleh para murid-Nya akan dikabulkan.

Kita sering berdoa untuk sesuatu yang sekadar kita inginkan, bukan untuk sesuatu yang sungguh-sungguh kita butuhkan. Apakah yang sesungguhnya kita butuhkan? Yang utama ialah berada dekat dengan Tuhan, mengalami kasih-Nya, serta dilengkapi dengan segala sesuatu yang akan mendekatkan kita dengan kehendak-Nya dan yang memampukan kita untuk membangun Kerajaan-Nya.

Allah mempunyai cara-Nya sendiri mengabulkan doa kita; sering di luar dugaan kita. Doa yang benar bukanlah mendikte Allah sesuai keinginan kita. Doa membantu kita untuk menyadari kasih Allah, kebutuhan-kebutuhan nyata kita, ketidakmampuan kita, dan bagaimana serta kapan Allah bertindak mengabulkannya. Salah satu syaratnya adalah ketekunan dan kerendahan hati. Bagi St. Teresa dari Avila, berdoa adalah berjalan bersama Tuhan dengan kerendahan hati untuk menuju kesempurnaan. Doa dan kerendahan hati tidak dapat dipisahkan.

Tugas dan karya yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita masing-masing membutuhkan doa, baik dari kita sendiri maupun dari orang-orang lain. Karya harus diresapi doa dan doa menyuburkan karya kita. Karya dan doa saling memperkaya.

Tuhan Yesus, ajarilah aku berdoa dengan ketekunan dan kerendahan hati untuk mencari kehendak-Mu semata-mata. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian

Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus PS 93

Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi; dan semoga kami Kaulepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini; semoga kami selalu melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.

Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kakuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu; dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

Datanglah, ya Roh takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu di manapun kami berada; tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu. Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini, dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami. Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

Doa Penutup PS 92

Allah yang mahabijaksana, Putra-Mu menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul dan memenuhi janji itu sesudah Ia naik ke surga. Semoga kami pun Kauanugerahi kurnia Roh Kudus. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Amin.



Bagikan