Senin, 07 Juni 2010 Hari Biasa Pekan X

Senin, 07 Juni 2010
Hari Biasa Pekan X
B. Anna dr St. Bartolomeus

"Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran"

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahabaik, terimakasih atas hari yang indah ini. Alam semesta memancarkan keindahan-Mu dan mengajak kami juga untuk memancarkan keindahan itu, sehingga semakin banyak orang dapat menikmati keindahan-Mu sendiri. Resapkanlah sabda-Mu ke dalam hati kami agar Engkau semakin nyata dalam perkataan dan perbuatan kami hari ini. Demi Yesus Kristus Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Rela masuk dalam sebuah penyelenggaraan ilahi, mungkin kata-kata itulah yang dapat kita pelajari dari kisah Elia. Mari kita tidak demikian khawatir terhadap kebutuhan hidup, namun menjadi gelisah apabila tidak mencoba memberi kesaksian tentang Allah.

Pembacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja (17:1-6)

"Elia melayani Tuhan, Allah Israel ."

Sekali peristiwa, Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, berkata kepada Raja Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel , yang kulayani, tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan." Kemudian Tuhan bersabda kepada Elia, "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana ." Maka ia pergi dan berbuat seperti disabdakan Tuhan. Ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan do= d, 4/4, PS 805
Ref. Hanya Engkaulah Tuhan Allahku dan harapan untuk hidupku.
Ayat. (Mzm 121:1-2.3-4.5-6.7-8)
1. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolongan bagiku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
2. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sungguh, tidak akan terlelap dan tidak akan tertidur Penjaga Israel .
3. Tuhan penjagamu, Tuhan naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, tidak pula bulan pada waktu malam.
4. Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dan sekarang sampai selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil do=f, 4/4, PS 960
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (Luk 6:23b)
Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga.

Hidup Kristus sendiri perlu kita lihat sebagai gambaran yang paling jelas tentang kebenaran Sabda Bahagia. Kristus telah menjadi miskin, dipenuhi kelemah lembutan, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hati, dan menjadi pencipta damai. Karena itu, pilihan menjadi murid Kristus berarti percaya pada kebenaran sabda-Nya dan berusaha menyamakan keputusan hidup kita seperti yang dilakukan-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:1-12)

"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah."

Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Mari bertanya kepada diri sendiri secara jujur: Apakah yang sesungguhnya menjadi sumber kebahagiaanku? Kekayaan harta duniawi? Persahabatan manusiawi? Kedudukan dan kekuasaan duniawi? Status sosial dan jabatan? Atau segala bentuk harta bendawi lainnya?

Kalau jawaban jujur kita tidak mengarah pada hal-hal yang bersifat duniawi, kita boleh bersyukur sebab kita sadar bahwa memang benar, akar dan sumber kebahagiaan kita tidak terletak pada hal-hal yang bersifat duniawi tersebut. Ada sumber kebahagiaan lain yang boleh menjadi kebanggaan kita, dan Yesus telah menunjukkan itu kepada kita!

Kebahagiaan kita adalah karena kita mengandalkan Allah, sumber kekayaan rohani kita. Kebahagiaan kita adalah penghiburan dari-Nya saat kita berduka. Kebahagiaan kita adalah kelemahlembutan yang memancar dari kita. Kebahagiaan kita adalah bila kita lapar dan haus akan kebenaran. Kebahagiaan kita adalah kemurahan hati kita pada sesama. Kebahagiaan kita adalah kesucian hati kita. Kebahagiaan kita adalah damai sejahtera karena kita ini adalah anak-anak Allah, bahkan ketika harus menghadapi penganiayaan, celaan, dan cercaan. Beranikah kita memilih semua ini sebagai akar kebahagiaan kita?

Ya Yesus, semoga aku lebih memilih kebahagiaan yang Kaujanjikan melalui Sabda Bahagia-Mu daripada kebahagiaan yang dijanjikan dunia kepadaku. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian & Ruah


Bagikan

Bacaan Harian 07 - 13 Juni 2010

Bacaan Harian 07 - 13 Juni 2010

Senin, 07 Juni : Hari Biasa Pekan X (H).
1Raj 17:1-6; Mzm 121:1-8; Mat 5:1-12.
Kebahagiaan yang dijanjikan Yesus dalam Delapan Sabda Bahagia ini bukanlah menggunakan ukuran yang biasa dipakai manusia, melainkan menyangkut kebahagiaan kekal. Kebahagiaan ini didasari dengan sikap miskin di hadapan Allah. Dg sikap itu kita sungguh bergantung diri secara mutlak pada Allah.

Selasa, 08 Juni : Hari Biasa Pekan X (H).
1Raj 17:7-16; Mzm 4:2-5.7-8 Mat 5:13-16.
Sebagai garam dunia, kita diharapkan dapat 'mengawetkan' apa yang baik pada dunia manusia sehingga tidak mengalami pembusukan; juga, kita diharapkan untuk berbuat apa saja supaya dunia ini terasa 'sedap' bagi Allah. Sebagai terang dunia, kita pun diharapkan dapat menunjukkan jalan bagi semua orang untuk sampai kepada Allah.

Rabu, 09 Juni : Hari Biasa Pekan X (H).
1Raj 18:20-39; Mzm 16:1-2a.4-5.8.11; Mat 5:17-19.
Yesus datang untuk menggenapi hukum Taurat. Ia membawa semua hukum itu ke dalam kepenuhan takaran yang dikehendaki Allah, yang disebut Yesus sebagai perintah baru, yaitu perintah untuk mengasihi seperti Dia telah mengasihi. Kasih adalah puncak segala hukum; hukum yang lain haruslah didasarkan pada hukum Kasih.

Kamis, 10 Juni : Hari Biasa Pekan X (H).
1Raj 18:41-46; Mzm 65:10abcde-13; Mat 5:20-26.
Tuntutan kasih memang radikal. Kita tidak hanya dilarang membunuh, malahan hanya marah saja sudah bersalah, apalagi berbicara kasar dan menghina. Hidup dalam perdamaian mempunyai nilai penting. Karena itu meminta maaf kepada sesama yang kita lukai didahulukan dari ibadat.

Jumat, 11 Juni : Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus (P).
Yeh 34:11-16; Mzm 23:1-6; Rm 5:5b-11; Luk 15:3-7.
Setiap saat bisa saja kita lepas dari genggaman Tuhan; kita kehilangan jalan dan sulit menemukannya kembali. Lalu kita hidup dalam jalan kita sendiri. Pada saat-saat seperti itu, kita diingatkan oleh bacaan hari ini: ada yang mencari! Bagaimanapun dalamnya kedosaan kita, Hati Tuhan Yang Mahakudus tetap menginginkan kita kembali kepada-Nya.

Sabtu, 12 Juni : Peringatan Wajib Hati Tersuci Sta. Perawan Maria (P).
1Raj 19:19-21; 16:1-2a.5.7-10; Mat 5:33-37.
Yesus menuntut kejujuran dan kesesuaian antara kata dan perbuatan. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat. Pada peringatan Hati Tersuci SP Maria ini, Gereja mengajak umat-Nya untuk meneladani kesucian hati Maria yang selalu konsisten melaksanakan kehendak Allah.

Minggu, 13 Juni : Hari Minggu Biasa XI (H).
2Sam 12:7-10.13; Mzm 32:1-2.5.7.11; Gal 2:16.19-21; Luk 7:36 – 8:3.
Orang yang menerima rahmat pengampunan, pasti juga akan berbuah dalam perbuatannya. Semakin dalam kita bertobat, semakin banyak rahmat pengampunan yang kita peroleh, semakin pula akan nampak dalam perbuatan-perbuatan kasih. Sebaliknya, makin kurang perbuatan-perbuatan kasih, itu pin menjadi pertanda makin sedikit ia mengalami rahmat pengampunan.


Bagikan