Senin, 26 Juli 2010 Pw. St. Yoakim dan Sta. Anna, Orangtua Sta. Perawan Maria

Senin, 26 Juli 2010
Pw. St. Yoakim dan Sta. Anna, Orangtua Sta. Perawan Maria

Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. (Mat 13:17)

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahapengasih, terimakasih atas hidup yang Kauanugerahkan kepada kami, terlebih atas pengakuan terhadap diri kami sebagai sahabat meski kami sering berdosa. Kami mohon ampun atas langkah laku dan tindakan kami yang seringkali tidak sesuai dengan kehendak-Mu. Hanya dengan melayani sesama, hidup akan bahagia dan menjadi layak untuk Kerajaan Surga. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Sirakh (44:1.10-15)

"Nama mereka hidup terus turun-menurun."

Kami hendak memuji orang-orang termasyhur, para nenek moyang kita menurut urut-urutannya. Tetapi yang berikut ini adalah orang kesayangan, yang kebajikannya tidak sampai terlupa; semuanya tetap tinggal pada keturunannya sebagai warisan baik yang berasal dari mereka. Keturunannya tetap setia kepada perjanjian-perjanjian, dan anak-anak merekapun demikian pula keadaannya. Keturunan mereka akan tetap tinggal untuk selama-lamanya, dan kemuliaannya tidak akan dihapus. Dengan tenteram jenazah mereka ditanamkan, dan nama mereka hidup terus turun-temurun. Bangsa-bangsa bercerita tentang kebijaksanaannya, dan pujian mereka diwartakan jemaah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Betapa menyenangkan tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam.
Ayat. (Mzm 132:11.13-14.17-18)
1. Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: "Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;
2. Sebab Tuhan telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: "Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.
3. Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi. Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya."

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya.
Ayat. Dengan rela hati Allah telah melahirkan kita oleh sabda kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung ciptaan-Nya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (13:16-17)

"Banyak nabi dan orang saleh telah rindu melihat yang kamu lihat."

Akan tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

”Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.” Di balik pernyataan Yesus ini tersirat dua pertanyaan mendasar: apa yang dilihat atau didengar? Dan mengapa tidak dapat melihat atau mendengarnya? Sudah pasti apa yang dilihat atau didengar ini bukan sesuatu yang kasat mata, atau material-fisik yang dapat diindrai saja, melainkan sesuatu yang non material, yang metafisik. Maka, untuk memahaminya tidak cukuplah dengan indra lahiriah; dibutuhkan mata hati, mata iman, indra batiniah.

Banyak orang yang berhenti dan puas pada pencapaian hal-hal yang lahiriah, terpesona oleh hal-hal fisik belaka, serta menganggap di luar itu hanya ilusi. Orang-orang seperti itu tidak akan pernah dapat melihat apa yang orang beriman lihat; tidak akan pernah memahami apa yang didengar oleh orang yang membuka dirinya bagi sesuatu yang adikodrati. Namun, tidak berarti semua orang yang beriman pun otomatis bisa menangkap kebenaran-kebenaran adikodrati yang Yesus maksudkan ini. Hanya mereka yang fokus, yang bersedia meninggalkan ketertarikan lahiriah, dan menghayati keutamaan-keutamaan Yesus sajalah yang mampu melihat dengan benar dan menangkap kehendak Yang Ilahi. Dan mereka itulah ”yang berbahagia”.

Santo Yoakim dan Ana, orangtua S.P. Maria memang sungguh berbahagia, sebab mereka dengan mata batin dan iman telah menangkap maksud Ilahi dan memasrahkan Maria anak mereka kepada misteri penyelenggaraan Allah. Apakah Anda termasuk ke dalam kelompok orang ”yang berbahagia” itu?

Tuhan Yesus, aku sangat ingin Engkau menyapaku ”yang berbahagia”. Namun, aku sadar akan kelemahanku. Melekkanlah mata batinku agar senantiasa terbuka dan fokus pada rencana terbaik-Mu bagi hidupku dan sesamaku. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian



Bagikan

Bacaan Harian 26 Juli - 01 Agustus 2010

Bacaan Harian 26 Juli - 01 Agustus 2010

Senin, 26 Juli: Peringatan Wajib St. Yoakim dan Sta. Anna, Orangtua Sta. Perawan Maria (P).
Sir 44:1.10-15; Mzm 132:11.13-14.17-18; Mat 13:16-17
Kita mensyukuri rahmat iman yang dilimpahkan Tuhan pada kita. Kita mensyukuri karena kita dipilih-Nya untuk menjadi murid-Nya. Marilah kita nyatakan syukur kita dengan mewujudkan iman kita dalam kehidupan kita.

Selasa, 27 Juli: Hari Biasa Pekan XVII (H).
Yer 14:17-22; Mzm 79:8.9.11.13; Mat 13:36-43.
Setelah mengingatkan apa yang ditaburkan-Nya dan apa yang dikerjakan iblis di dunia – dengan segala akibatnya pada akhir zaman – Yesus berujar: ”Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” Sudahkah kita sungguh-sungguh mendengar Dia atau masih asyik mengikuti tawaran iblis yang memang menarik?

Rabu, 28 Juli: Hari Biasa Pekan XVII (H).
Yer 15:10.16-21; Mzm 59:2-5a.10-11.17-18; Mat 13:44-46.
Untuk mendapatkan mutiara Kerajaan Surga, kita harus berani melepaskan segala keterikatan lain yang tidak sejalan dan tidak sesuai dengan Kerajaan Surga itu. Bukan berarti semua yang lain itu tidak penting; yang ditekankan adalah “mutiara” Kerajaan Surga itu jangan dikalahkan oleh hal-hal lain yang bersifat duniawi.

Kamis, 29 Juli: Peringatan Wajib Sta. Marta, Maria dan Lazarus, Sahabat Tuhan (P).
1Yoh 4:7-16; Mzm 34:2-11; Yoh 11:19-27 atau Luk 10:38-42.
Melalui kisah Marta dan Maria, kita diingatkan bahwa banyak kesibukan dalam rangka pelayanan Tuhan dan umat-Nya menjadi tidak berarti apabila Sabda Tuhan tidak menjiwai dari dalam. Relasi pribadi dengan Tuhan harus menjadi dasar setiap pelayanan. Baru dengan cara begitulah, pelayanan kita mencapai maknanya yang terdalam.

Jumat, 30 Juli: Hari Biasa Pekan XVII (H).
Yer 26:1-9; Mzm 69:5.8-10.14; Mat 13:54-58.
Tidak semua pekerjaan baik akan ditanggapi baik. Bahkan mungkin saja orang hanya melihat sisi buruk dari pekerjaan baik itu. Haruskah kita berhenti untuk melakukan pekerjaan baik karena takut mendapatkan tanggapan buruk? Kalau begitu, kita menyerahkan diri pada pekerjaan iblis yang memang selalu ingin mematahkan segala pekerjaan baik.

Sabtu, 31 Juli : Peringatan Wajib St. Ignasius dari Loyola, Imam (P).
Yer 26:11-16.24; Mzm 69:15-16.30-31.33-34; Mat 14:1-12.
Tak jarang terjadi, demi menyenangkan orang lain kita rela melakukan perbuatan yang kita ketahui jahat dan tidak benar. Memang, diperlukan keberanian dan pengorbanan untuk bersikap dan berbuat sesuai dengan kebenaran iman kita. Kalau tidak, kita hanya akan menjadi makanan lahap si iblis!

Minggu, 01 Agustus : Hari Minggu Biasa XVIII (H).
Pkh 1:2 – 2:21-23; Mzm 90:3-6.12-14.17; Kol 3:1-5.9-11; Luk 12:13-21.
Harta dunia bukanlah jaminan untuk memperoleh keselamatan, tetapi ia harus ditempatkan pada perspektif yang tepat untuk sampai pada keselamatan. Hidup manusia harus tetap bergantung pada satu-satunya jaminan, yaitu Allah Sang Andalan. Kalau begitu kita layak disebut kaya di hadapan Allah.
Bagikan