Kamis, 07 Oktober 2010 Pesta SP Maria Ratu Rosario

Kamis, 07 Oktober 2010
Pesta SP Maria Ratu Rosario

Orang diselamatkan karena rahmat Yesus Kristus yang wafat di salib. Seseorang diselamatkan bukan karena jasa dan usahanya sendiri, melainkan karena karunia Allah yang dinyatakan dalam diri Yesus yang tersalib.

Doa Renungan

Selamat pagi Bapa, Putera dan Roh Kudus. Terimalah sembah sujudku pagi ini dalam rasa syukur yang tulus untuk segala karunia-Mu dalam hidupku. Engkau bersabda, "Mintalah maka kamu akan diberi, ketuklah maka pintu akan dibukakan, carilah maka kamu akan mendapat." Berilah aku rahmat kebijaksanaan, agar aku dapat mengatur hidupku dan menjalani hari ini sesuai dengan kehendak-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (3:1-5)

"Adakah kalian menerima Roh karena melakukan hukum atau karena percaya akan pewartaan Injil?"

Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kalian? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan jelas di depanmu? Hanya ini yang ingin kuketahui daripadamu: Adakah kalian menerima Roh karena melakukan hukum Taurat? atau karena percaya akan pewartaan Injil? Adakah kalian sebodoh itu? Kalian telah mulai dengan Roh, maukah kalian sekarang mengakhirinya dalam daging? Sia-siakah semua yang telah kalian alami sebanyak itu? Masakah sia-sia! Jadi bagaimana sekarang? Tuhan telah menganugerahi kalian Roh dengan berlimpah-limpah dan Ia telah melakukan mukjizat di antara kalian; adakah Ia berbuat demikian karena kalian melakukan hukum Taurat, atau karena kalian percaya akan pewartaan Injil?
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Terpujilah Tuhan Allah Israel, sebab Ia mengunjungi umat-Nya.
Ayat. (Luk 1:69-70.71-72.73-75)
1. Tuhan menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya; seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus.
2. Ia melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus.
3. Sumpah telah diucapkan-Nya kepada Abraham bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Tuhan, bukalah hati kami, supaya kami memperhatikan sabda Anak-Mu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (11:5-13)

"Mintalah, maka kalian akan diberi."

Pada waktu itu, sesudah mengajar para murid berdoa, Yesus bersabda kepada mereka, "Jika di antara kalian ada yang tengah malam pergi ke rumah seorang sahabat, dan berkata kepadanya, 'Saudara, pinjamilah aku tiga buah roti, sebab seorang sahabatku dalam perjalanan singgah di rumahku, dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;' masakah ia yang di dalam rumah itu akan menjawab, 'Jangan mengganggu aku; pintu sudah tertutup, dan aku serta anak-anakku sudah tidur. Aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepadamu.' Aku berkata kepadamu: Sekali pun dia tidak mau bangun dan tidak mau memberikan sesuatu meskipun ia itu sahabatnya, namun karena sikap sahabatnya yang tidak malu-malu itu, pasti ia akan bangun dan memberikan apa yang dia perlukan. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, akan menerima; setiap orang yang mencari, akan mendapat, dan setiap orang yang mengetuk, akan dibukakan pintu. Bapa manakah di antara kalian, yang memberi anaknya sebuah batu, kalau anak itu minta roti? Atau seekor ular, kalau anaknya minta ikan? Atau kalajengking, kalau yang diminta telur? Jika kalain yang jahat tahu memberikan yang baik kepada anakmu, betapa pula Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada siapa pun yang meminta kepada-Nya."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Albertus berusaha menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya. Segala kebutuhan anaknya selalu diusahakannya. Kalau anaknya minta sesuatu, ia akan memperhatikan dan berusaha memenuhi sebisa-bisanya. Albertus juga percaya bahwa Bapa di surga juga akan memenuhi kebutuhan hidupnya dan mengabulkan permohonan-permohonannya.

Kata Yesus, ”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Apakah kita masih ragu-ragu untuk meminta, mencari, dan mengetok pintu kebaikan Allah Bapa di surga? Percayakah kita bahwa Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan dalam kehidupan? Apakah kita pernah meminta Roh Kudus untuk menjadi sumber kehidupan dan kekuatan kita dalam perjuangan hidup?

Terhadap anak-anak kita, apakah kita juga berusaha memenuhi kebutuhan mereka? Bukan hanya yang jasmani, namun juga kebutuhan emosional, intelektual, dan spiritual mereka. Terhadap sesama, khususnya mereka yang lebih menderita, apakah kita sudah berusaha mengulurkan tangan? Maukah kita menjadi perpanjangan tangan kasih Allah yang memberi dengan melimpah dan murah hati?

Allah Bapa yang murah hati, aku percaya bahwa semua yang kumiliki berasal dari kemurahan-Mu. Terima kasih, ya Bapa. Semoga aku juga murah hati bagi mereka yang menderita dan membutuhkan pertolonganku. Berilah aku Roh Kudus-Mu. Amin.


Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian