Sabtu, 27 November 2010 Hari Biasa Pekan XXXIV

Sabtu, 27 November 2010
Hari Biasa Pekan XXXIV

Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat (Luk 21:20)

Doa Renungan

Allah Bapa kami di surga berilah kami hati yang selalu waspada dan siap siaga menyambut kehadiran-Mu. Kiranya Roh Kudus-Mu sendiri yang selalu menyertai dan mendampingi sepanjang hari ini sehingga pada hari ini kami sungguh hidup dengan penuh kewaspadaan dengan apa yang kami lakukan, apa yang kami pikirkan, apa yang kami katakan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.

Pembacaan dari Kitab Wahyu (22:1-7)

"Malam takkan ada lagi, sebab Tuhan Allah menerangi mereka."

Aku, Yohanes, mendapat penglihatan sebagai berikut: Malaikat Tuhan menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan. Airnya jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba. Di tengah-tengah jalan kota itu yaitu seberang menyeberang sungai itu ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali. Dedaunan pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Maka takkan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya. Mereka akan melihat wajah-Nya dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Malam takkan ada lagi di sana, dan mereka takkan memerlukan lagi cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. Lalu Ia berkata kepadaku, "Semua perkataan ini tepat dan benar. Tuhan Allahlah yang memberi roh kepada para nabi dan telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Sungguh Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan nubuat kitab ini!"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = es, 4/4, PS 854.
Ref. Singkirkanlah penghalang sabda-mu, cairkanlah hatiku yang beku, dan bimbinglah kami di jalan-Mu.
Ayat. (Mzm 96:1-2.6-7.8-9; R: 8)
1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur, bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian Mazmur.
2. Masuklah, mari kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita; kita ini umat gembalaan-Nya serta kawanan domba-Nya.
3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, jangan bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Berjaga-jaga dan berdoalah selalu, agar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (21:34-36)

"Berjaga-jagalah agar kalian terluput dari malapeltaka yang akan terjadi."

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba datang jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa, sambil berdoa, agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Yesus mengajak para murid berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan Putra Manusia dengan berdoa dan menjauhkan diri dari perkara-perkara yang menyesatkan seperti pesta pora dan kemabukan serta kepentingan duniawi. Ajakan berdoa ini juga dikatakan Yesus sebelum Ia ditangkap.

Berdoa adalah berkanjang atau berhubungan secara pribadi dengan Tuhan. Doa menjadi alat yang paling ampuh untuk berjaga-jaga. Hidup doa yang baik selalu menghasilkan orang yang juga berpribadi baik sebagai Anak Tuhan. Ini dapat kita lihat pada diri orang-orang kudus. Mereka semua mempunyai hidup doa yang baik dan tekun. Mereka bertumbuh dalam iman dan hidup karena doa-doa mereka yang tidak kenal putus. Melalui doa, mereka memiliki hubungan pribadi dengan Yesus yang kuat dan mendalam. Tidak ada kekuatan atau hal-hal duniawi yang dapat menghancurkan orang yang memiliki hubungan pribadi dengan Yesus lewat doa.

Kita diajak untuk berjaga-jaga dalam hidup kita. Kita diajak oleh Yesus untuk selalu berdoa. Melalui doa, kita memiliki hubungan pribadi dengan Yesus. Di situlah kita mampu menolak segala perkara duniawi yang dapat menjauhkan kita dari Yesus. Bagaimanakah kehidupan doa kita? Apakah kita mempunyai waktu tetap untuk berdoa? Bila belum mempunyai waktu yang tetap, marilah kita tentukan waktu yang tetap untuk berdoa.

Ya Yesus, aku mau berjaga untuk menyongsong kedatangan-Mu. Bantulah aku untuk setia kepada-Mu. Jagalah aku dan ajarilah aku berdoa. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian