Jumat, 10 Desember 2010 Hari Biasa Pekan II Adven

Jumat, 10 Desember 2010
Hari Biasa Pekan II Adven

Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu <--> Yes 60:2

Doa Pagi

Bapa, dalam masa adven ini kami Kauajak menanti kehadiran Putera-Mu yang mengajarkan kebenaran dan kasih. Namun seringkali aku kurang tanggap akan bimbingan Putera-Mu. Terangilah hidupku Tuhan, agar mampu berjalan dalam kebenaran-Mu dan bersama saudara seiman berjalan dalam terang dan kasih dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

Firman Allah selalu benar dan menuntun orang pada jalan yang lurus. Orang yang mengikuti jalan Tuhan, niscaya akan selamat sampai ke tempat tujuan. Ia akan hidup dengan bahagia dan sejahtera. Nabi Yesaya menyerukan hal ini agar orang segera berbalik kepada Tuhan dan memperhatikan perintah-perintah-Nya.

Pembacaan dari Kitab Yesaya (48:17-19)

"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku."

Beginilah firman Tuhan, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, “Akulah Tuhan Allahmu, yang mengajarkan hal-hal yang berfaedah bagimu, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya. Nama mereka takkan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 840
Ref. Bahagia kuterikat pada Yahwe. Harapanku pada Allah Tuhanku.
Ayat. (Mzm 1:1-2.3.4.6; R:5a)
1. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh; tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan, dan siang malam merenungkannya.
2. Ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan daunnya tak pernah layu; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
3. Bukan demikianlah orang-orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiup angin. Orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, orang berdosa tidak akan betah dalam perkumpulan orang benar, sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. Tuhan pasti datang. Sambutlah Dia! Dialah pangkal damai sejahtera.

Karya Tuhan seringkali tidak dimengerti oleh manusia. Manusia sibuk dengan dirinya sendiri sehingga kurang terbuka terhadap karya Tuhan. Kadang manusia juga mengeluh bila tidak dimengerti oleh sesamanya. Padahal hidup mestinya saling mengerti dan memahami satu sama lain. Yesus datang ke dunia untuk menyadarkan kedegilan hati manusia ini.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (11:16-19)

"Mereka tidak mendengarkan Yohanes Pembaptis maupun Anak Manusia."

Yesus berkata kepada orang banyak, “Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya, ‘Kami meniup seruling bagimu, tetapi kalian tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka, tetapi kalian tidak berkabung.’ Sebab Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan dan tidak minum, dan mereka berkata, ‘Ia kerasukan setan.’ Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata, ‘Lihatlah, seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa.’ Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Perbuatan baik kita kadang tidak bisa dimengerti oleh orang lain. Orang gampang curiga terhadap kebaikan kita. Keadaan ini bisa membuat kita jengkel, mangkel, bahkan putus asa. Namun perbuatan kasih tidak boleh berhenti karena prasangka buruk orang lain. Kebaikan hidup bersama harus diutamakan daripada komentar segelintir orang.

Doa Malam

Syukur dan terimakasih Yesus, alkan bimbingan-Mu hari ini. Dengan bantuan-Mu, sedikit demi sedikit aku mampu menanggapi dan menghayati sabda-Mu. Ampunilah kelalaian dan kesalahanku, sebab Engkaulah Penyelamatku. Amin.


RUAH