Panduan Adven 2010 Keuskupan Agung Jakarta, Pertemuan II: Mempertahankan Keutuhan Keluarga

Minggu Kedua : “Mempertahankan Keutuhan Keluarga!”

Doa Renungan (Puji Syukur 162)


Ya Allah, Bapa sekalian insan, Engkau menciptakan manusia dan menghimpun mereka menjadi satu keluarga, yakni keluarga-Mu sendiri. Engkau pun telah memberi kami keluarga teladan, yakni keluarga kudus Nazaret, yang anggota-anggotanya sangat takwa kepada-Mu dan penuh kasih satu sama lain. Terima kasih, Bapa, atas teladan yang indah ini.
Semoga keluarga kami selalu Kau dorong untuk meneladan keluarga kudus Nazaret. Semoga keluarga kami tumbuh menjadi keluarga Kristen yang sejati yang dibangun atas dasar iman dan kasih: kasih akan Dikau dan kasih antar semua anggota keluarga.Ajarlah kami hidup menurut Injil, yaitu rukun, ramah, bijaksana, sederhana, saling menyayangi, saling menghormati, dan saling membantu dengan ikhlas hati. Hindarkanlah keluarga kami dari marabahaya dan malapetaka; sertailah kami dalam suka dan duka; tabahkanlah kami bila kami sekeluarga menghadapi masalah-masalah. Bantulah kami agar tetap bersatu padu dan sehati sejiwa; hindarkan kami dari perpecahan dan percekcokan.
Jadikanlah keluarga kami ibarat batu yang hidup untuk membangun jemaat-Mu menjadi Tubuh Kristus yang rukun dan bersatu padu.Berilah kepada keluarga kami rezeki yang cukup. Semoga kami sekeluarga selalu berusaha hidup lebih baik di tengah-tengah jemaat dan masyarakat.
Jadikanlah keluarga kami garam dan terang dalam masyarakat. Semoga keluarga kami selalu setia mengamalkan peran ini kendati harus menghadapi aneka tantangan.
Ya Bapa, kami berdoa pula untuk keluarga yang sedang dilanda kesulitan. Dampingilah mereka agar jangan patah semangat. Terlebih kami sangat perihatin untuk keluarga-keluarga yang berantakan. Jangan biarkan mereka ini hancur. Sebaliknya berilah kekuatan kepada para anggotanya untuk membangun kembali keutuhan keluarga.
Semua ini kami mohon kepada-Mu, Bapa keluarga umat manusia, dengan pengataraan Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin

BACAAN: MATIUS 1:18-25

"Silsilah Yesus, anak Daud."

Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu Yesus, bertunangan dengan Yusuf, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf, suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi: 'Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel' yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki, dan Yusuf menamai anak itu Yesus.

TUJUAN :

1. Kita dapat menemukan kegembiraan dalam hidup berkeluarga
2. Kita dapat saling setia dan tulus hati dengan pasangan hidup kita.
3. Kita dapat mempertahankan keutuhan keluarga yang kita bangun dengan meneladan keluarga Kudus dari Nazareth

GAGASAN POKOK :

  • Ketaatan Yusuf pada hukum yang berlaku
  • Ketulusan hati Yusuf yang tidak mau mempermalukan isterinya di depan umum
  • Kepatuhan Yusuf melaksanakan perintah Tuhan setelah ia terbangun dari mimpi
  • Ketabahan Yusuf dan Maria setelah menerima kabar dari malaikat Tuhan.

POKOK-POKOK PERMENUNGAN

  • Mencari jalan terbaik dalam menyelesaikan setiap persoalan.
  • Perlu ketulusan hati terhadap pasangan kita. Berpegang teguh terhadap janji yang kita ucapkan.
  • Kesediaan untuk mendengarkan suara dan menjalankan perintah Tuhan

Panduan Adven 2010 Keuskupan Agung Semarang, Pertemuan I: Menantikan Kedatangan Kristus

PERTEMUAN PERTAMA: MENANTIKAN KEDATANGAN KRISTUS
TUJUAN: Memahami Makna Adven sebagai masa penantian kedatangan Kristus Sang Juru Selamat Dunia.

Pengantar

Pada pertemuan pertama, kita diajak melihat bagaimana bangsa Israel mengharapkan kedatangan Yesus Sang Mesias. Pengharapan mereka tidak lepas dari situasi mereka yang sulit dan sekaligus pengharapan mereka akan campur tangan Tuhan. Pengalaman bangsa Israel tersebut menjadi bahan refleksi bagi kita semua untuk menghayati peristiwa Adven sebagai penantian dan pengharapan akan kedatangan Kristus dalam kehidupan dewasa ini. Sebagaimana bangsa Israel dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, mereka mengharapkan kedatangan dan campur tangan Tuhan, apakah kita juga mengharapkan kedatangan Tuhan dan campur tangan-Nya dalam kehidupan kita? Apakah Adven dapat kita hayati sebagai peristiwa iman, dimana Allah mengutus Putra-Nya untuk masuk dalam sejarah hidup manusia dan mengantar manusia pada keselamatan?

Dasar Pemikiran

a. Situasi masyarakat zaman Yesus

Palestina pada zaman Yesus dari beberapa wilayah, yaitu: Yudea, Samaria, dan Galilea. Wilayah Yudea terletak di Palestina Selatan dan merupakan daerah pegunungan yang terletak di sekitar Yerusalem dan Bait Allah. Lahan daerah ini gersang dan kering. Dalam kehidupam masyarakatnya terdapat berbagai diskriminasi dan kesenjangan sosial, dan diskriminasi rasial atau kesukuan, perendahan martabat kaum perempuan, kesenjangan dalam pekerjaan, hingga pengucilan bagi orang cacat, miskin, dan menderita. Pada zaman itu masyarakat Palestina dikuasai oleh raja-raja dan pejabat-pejabat lokal yang ditunjuk oleh penguasa Roma. Di samping pejabat-pejabat ini masih ada tuan-tuan tanah yang kaya raya dan kaum rohaniwan kelas tinggi yang suka menindas rakyat demi kepentingan dan kedudukan mereka. Golongan-golongan ini senantiasa memihak penjajah, supaya mereka tidak kehilangan hak istimewa dan nama baik di mata penjajah, karena penguasa Roma memiliki kekuasaan untuk mencabut hak milik seseorang.

Sebagian besar penduduk Palestina adalah rakyat kecil dan miskin. Lebih menyedihkan lagi, mereka masih diperparah dengan beban pelbagai pajak dan pungutan aneka kepentingan: untuk angkatan perang Romawi, para pejabat setempat dan untuk Bait Allah. Konon pajak dan pungutan itu mencapai 40% dari penghasilan rakyat.

Dalam masyarakat Yahudi, agama berarti hukum yang menuntut ketaatan. Mereka berusaha menetapkan hukum pada setiap keadaan hidupnya. Seringkali hal ini juga menyebabkan upaya pengucilan golongan masyarakat tertentu, misalnya para pendosa publik, seperti pelacur dan pemungut cukai, penderita kusta yang tidak taat pada hukum agama. Mereka semua dianggap sebagai orang berdosa. Pandangan itu seringkali membuat mereka yang saat kepada hukum, menjadi sombong dan merasa diri lebih baik dibanding orang lain. Sebagai orang yang baik dan suci, mereka tidak mau bergaul dengan orang-orang berdosa.

Sungguh situasi ekonomi sosial, politik, dan agama bukannya membawa rasa damai dan bahagia bagi masyarakat kecil, tetapi justru menjadi sumber penderitaan bagi mereka. Mereka tertindas secara politis, ekonomis, sosial bahkan secara religius. Maka tidak jarang, keadaan hidup yang tertekan itu menimbulkan usaha-usaha untuk memberontak kepada para penguasa, misalnya seperti yang dilakukan oleh kaum Zelot. Namun bagi kebanyakan orang situasi itu menumbuhkan pengharapan akan datangnya tokoh penolong dan pembela kehidupan mereka.

b. Pengharapan menantikan mesias.

Siapa yang mereka harapkan sebagai penolong? Pengharapan mereka tidak lain adalah Mesias yang mewartakan kabar baik Kerajaan Allah, di mana mereka bisa mengalami kesejahteraan lahir batin. bandingkan dengan bangsa kita, yang dalam keadaan tertindas senantiasa merindukan munculnya seorang Ratu Adil.

Impian tentang Kerajaan Allah sudah hidup selama berabad-abad dalam sejarah bangsa Israel. Ungkapan Kerajaan Allah merangkum kepercayaan bahwa Tuhanlah yang bisa diharapkan suatu ketika mengusir ketidakadilan dan kesusahan. Mereka meyakini campur tangan Allah yang menyelamatkan.

Apa yang mereka harapkan akan mesianitas itu terpenuhi dalam diri Yesus. Kehadiran Yesus di tengah-tengah mereka adalah mewartakan Kerajaan Allah yang tidak lain adalah kerahiman Allah sendiri. Yesus mewartakan bahwa Allah adalah Bapa yang penuh belas kasih dan berpihak pada orang-orang yang lemah dan berdosa. Maka yang paling nyata merasakan kerajaan Allah justru orang-orang kecil yang percaya pada campur tangan Allah. Mereka merasakan bahwa kerajaan Allah itu tidak lain adalah Yesus sendiri yang tampil di tengah mereka. dan menyatakan belas kasih dan kerahiman Allah.

Sharing Pengalaman

a. Masihkah orang-orang zaman sekarang ini menantikan kehadiran dan keterlibatan Tuhan?
b. Situasi apa saja yang membuat orang menantikan kehadiran Tuhan?
c. Apa makna Adven bagi hidupmu saat ini?

Refleksi dan Peneguhan

- Situasi hidup yang berat dan galau membuat banyak orang membutuhkan hadirnya seorang penolong dan penyelamat. Bangsa Israel mengakui bahwa penolong dan penyelamat itu tidak lain Yesus Kristus.

- Dalam masa Adven ini kita diajak untuk berefleksi tentang makna menantikan kedatangan Kristus dalam misteri inkarnasi (penjelmaan) Allah yang menjadi manusia dalam diri Yesus. Kristus tidak hanya hadir dalam sejarah masa lalu, tetapi juga hadir pada saat ini juga dan senantiasa akan selalu hadir dalam hidup manusia. Maka melalui Adven, kita diajak untuk meneguhkan penantian dan pengharapan kita akan kehadiran dan campur tangan tuhan dalam kehidupan kita yang dipenuhi dengan segala suka duka, segala harapan dan keprihatinan serta segala pengharapan dan kecemasan.
- Salah satu kecemasan dan keprihatinan yang kita hadapi bersama saat ini adalah tantangan dalam kehidupan modern yang diwarnai dengan aneka macam teknologi komunikasi. Kita berharap dalam masa Adven ini kita bisa menyikapi perkembangan zaman itu dengan bijak dan sekaligus menumbuhkan pengharapan kita akan kehadiran Tuhan yang menyelamatkan.

Sabtu, 11 Desember 2010 Hari Biasa Pekan II Adven

Sabtu, 11 Desember 2010
Hari Biasa Pekan II Adven

Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu <--> 1Petrus 5:7

Doa Renungan

Allah Bapa yang mahabaik, syukur atas kasih dan anugerah-Mu. Syukur atas keluarga dan para sahabat yang Kauanugerahkan berada bersamaku. Seringkali mereka juga menjadi perantara kasih-Mu dalam hidupku. Kiranya sabda-Mu yang akan aku renungkan hari ini menjadi kekuatan bagiku untuk dapat mengasihi mereka juga. Amin.

Kitab Putra Sirakh mengisahkan kepahlawanan iman keyahudian. Dia menyebutkan, antara lain Elia sebagai seorang nabi yang luar biasa, perkataannya laksana obor. Ia juga terangkat ke surga dalam kereta dengan kuda berapi. Dialah nabi yang dinantikan kedatangannya untuk memulihkan suku-suku Yakub sebelum datangnya hari Tuhan.

Pembacaan dari Kitab Putera Sirakh (48:1-4.9-11)

"Elia akan datang lagi."

Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel, dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mukjizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau? Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat engkau, dan yang meninggal dalam kasih.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/4, PS 802
Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
Ayat. (Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19;R: lh4)
1. Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
2. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!
3. Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, allelya, alleluya
Ayat. (Lukas 3:4.6)
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.

Para murid Yesus sadar akan tradisi tentang Elia. Bahkan Elia harus datang dahulu sebelum datangnya hari Tuhan. Yesus menegaskan bahwa Elia sudah datang. Yohanes Pembaptis itulah Elia baru.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (17:10-13)

"Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia."

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung, para murid bertanya kepada-Nya, "Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Yesus menjawab, "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Betapa kejam manusia yang tidak mau hidup dalam lingkaran rahmat Tuhan. Mereka memperlakukan orang yang diutus Tuhan untuk memaklumkan kabar gembira tentang kasih dan kebenaran-Nya dengan semena-mena. Orang-orang Israel telah menutup telinga mereka terhadap pemakluman kenabian yang dikumandangkan oleh Elia. Mereka melenyapkan Yohanes Pembaptis yang telah lantang memaklumkan pertobatan. Pada akhirnya, mereka pun memperlakukan Yesus bagaikan tokoh yang gagal total, dengan menyalibkan Dia di luar kota.

Tidak sedikit orang benar yang mendapat perlakuan tidak sepantasnya dari orang lain. Terkadang pengorbanan hidup mereka tidak berdampak apa pun bagi kehidupan orang-orang bejat di sekitarnya. Kondisi kehidupan yang memprihatinkan karena dosa seakan-akan menjadi pengalaman yang rutin dan kerap diterima saja. Berbagai upaya pemulihan seakan habis ditelan kebejatan hidup.

Masa Adven adalah saat yang tepat untuk memerangi arogansi dan kedegilan hati manusia. Marilah kita perangi berbagai keinginan hidup yang tidak teratur dan pola hidup yang tidak terpuji, yang semata-mata berpusat pada kehendak kita masing-masing, dan yang merusak orang lain serta merugikan Tuhan sendiri. Marilah kita menata suatu orientasi hidup yang berpusat pada Kristus sendiri, agar pengurbanan-Nya di kayu salib tidak menjadi sia-sia.

Ya Tuhan, ajarilah aku untuk memerangi kesombongan diriku sendiri agar aku dapat menerima Engkau dan semua orang yang telah Engkau pilih untuk mempermaklumkan nama-Mu. Amin.

Ziarah Batin 2010, Renungan dan Catatan Harian