| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Jumat, 22 April 2011 :: Jumat Agung

Jumat, 22 April 2011
Jumat Agung


Acuh tak acuhkah kamu sekalian yang berlalu? Pandanglah dan lihatlah, apakah ada kesedihan seperti kesedihan yang ditimpakan TUHAN kepadaku (Rat 1:12)


Doa Renungan

Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, segala ketidaktaaatan, segala dosa, dan pengingkaran terhadap nama-Mu, telah diambil alih menjadi beban tanggungan Putra-Mu, agar dapat membebaskan kami dari dosa Adam, serta menjadikan kami putera dan puteri-Mu. Kami bersyukur kepada-Mu atas jasa-Nya dan kami mohon, ajarilah kami meluhurkan dan menghormati-Mu, dan mengimani Engkau. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


Kemuliaan kadang tersembunyi dalam penderitaan. Di balik kematian ada kehidupan yang lebih mulia. Penderitaan dan kematian orang yang diutus Allah akan membawa berkat keselamatan bagi banyak orang. Maka, Allah mengizinkan orang pilihan-Nya mengalami penderitaan.


Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Yesaya (52:13-53:12)


"Ia ditikam karena kedurhakaan kita."

Beginilah firman Tuhan, “Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil! Ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan! Seperti banyak orang tertegun melihat dia – rupanya begitu buruk, tidak seperti manusia lagi, dan tampaknya tidak seperti anak manusia lagi,-- demikianlah ia membuat tercengang banyak bangsa, dan raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia! Sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan yang tidak mereka dengar akan mereka pahami. Maka mereka berkata: Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan? Sebagai taruk Hamba Yahwe tumbuh di hadapan Tuhan, dan sebagai tunas ia muncul dari tanah kering. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan, dan biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia, dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Ia tidak tampan, dan semarak pun tidak ada padanya, sehingga kita tidak tertarik untuk memandang dia; dan rupanya pun tidak menarik, sehingga kita tidak terangsang untuk menginginkannya. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kitalah yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Sesungguhnya dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; derita yang mendatangkan keselamatan bagi kita, ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing mengambil jalan sendiri! Tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas, dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dank arena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan waktu mati ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan, dan tipu tidak ada di dalam mulutnya. Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan, dan apabila ia menyerahkan dirinya sebagai kurban silih, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak Tuhan akan terlaksana karena dia. Sesudah kesusahan jiwanya, ia akan melihat terang dan menjadi puas. Sebab Tuhan berfirman, Hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan. Ini semua sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dank arena ia terhitung di antara para pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang, dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 4/4, PS 820
Ref. Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu, Kupercayakan jiwaku.
Ayat. (Mzm 31: 2.6.12-13.15-16.17.25; R: Luk 23:46)
1. Pada-Mu ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku; sudilah membebaskan daku, Ya Tuhan Allah yang setia.
2. Di hadapan semua lawanku aku bercela, tetangga-tetanggaku merasa jijik. Para kenalanku merasa nyeri; mereka yang melihat aku cepat-cepat menyingkir, Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati. Telah menjadi seperti barang yang pecah.
3. Tetapi aku, kepada-Mu, ya Tuhan, aku percaya, Aku berkata, "Engkaulah Allahku!". Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari musuh-musuhku dan bebaskan dari orang-orang yang mengejarku!
4. Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap hatimu.

Kisah sengsara dan kematian Yesus dalam Injil ini mau mengungkapkan kasih Allah yang begitu besar. Salib yang menjadi tanda kebencian justru diubah oleh Yesus menjadi tanda kasih. Berkat salib, kematian diubah menjadi kehidupan yang lebih mulia.

Bacaan Kedua
Pembacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (4:14-16; 5:7-9)


"Yesus tetap taat dan menjadi sumber keselamatan abadi bagi semua orang yang patuh kepada-Nya."

Saudara-saudara, kita sekarang mempunyai Imam Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah. Maka baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Agung yang kita punya, bukanlah imam agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan kita! Sebaliknya Ia sama dengan kita! Ia telah dicobai, hanya saja tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita menghampiri takhta kerahiman Allah dengan penuh keberanian, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan pada waktunya. Dalam hidupnya sebagai manusia, Yesus telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut; dan karena kesalehan-Nya, Ia telah didengarkan. Akan tetapi sekalipun Anak, Ia telah belajar menjadi taat; ini ternyata dari apa yang telah diderita-Nya! Dan sesudah mencapai kesempurnaan, Ia menjadi pokok keselamatan abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = es, PS 966
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan Sang Raja kemuliaan kekal.
Ayat. (Flp 2:8-9)
Kristus taat untuk kita sampai wafat-Nya di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Dia. Nama yang paling luhur dianugerahkan kepada-Nya.

BACAAN INJIL
Y: Yesus ; S: Semua Rakyat ; Pi: Pilatus ; Pe: Petrus ; N: Naracerita ;W: Suara Wanita ; H: Hamba

P A S S I O

Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Yohanes (18:1-9:42)


MEREKA MENANGKAP YESUS DAN MEMBELENGGUNYA


N. Seusai perjamuan Paskah, keluarlah Yesus dari ruang perjamuan bersama dengan murid-murid-Nya, dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman. Yesus masuk ke taman itu bersama dengan murid-murid-Nya. Yudas, yang mengkhianati Yesus tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. Maka datanglah juga Yudas ke situ bersama sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi. Mereka datang lengkap dengan lentera, suluh dan senjata. Yesus tahu semua yang akan menimpa diri-Nya. Maka Ia maju ke depan dan berkata kepada mereka,

Y. “Siapakah yang kamu cari?”

N. Jawab mereka,

S. “Yesus dari Nazaret.”

N. Kata Yesus kepada mereka,

Y. “Akulah Dia.”

N. Yudas yang mengkhianati Yesus berdiri juga di situ bersama-sama mereka. Ketika Yesus berkata kepada mereka: “Akulah Dia”, mundurlah mereka, dan jatuh ke tanah. Maka Yesus bertanya pula,

Y. “Siapakah yang kamu cari?”

N. Jawab mereka,

S. “Yesus dari Nazaret”.

N. Jawab Yesus,

Y. “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”

N. Demikian terjadi supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan hilang.” Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. Kata Yesus kepada Petrus,

Y. “Sarungkan pedangmu itu! Bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?”


YESUS DIBAWA DULU KE ISTANA HANAS


N. Maka para prajurit serta perwiranya, dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia. Lalu mereka membawa Yesus mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Agung; dan Kayafaslah yang telah menasihatkan kepada orang-orang Yahudi: “Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.” Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Agung dan ia masuk ke halaman istana Imam Agung. Tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Agung, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu, lalu membawa Petrus masuk. Maka kata perempuan penjaga pintu itu kepada Petrus,

W. “Bukankah engkau juga murid orang itu?”

N. Jawab Petrus,

Pe. “Bukan!”

N. Sementara itu hamba-hamba dan para penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawanya dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang di situ. Petrus pun berdiri berdiang di situ. Petrus pun berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka. Maka mulailah Imam Agung menanyai Yesus tentang para murid dan tentang ajaran-Nya. Jawab Yesus kepadanya,

Y. “Aku berbicara terus terang kepada dunia! Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan.”

N. Ketika Yesus berkata demikian, seorang penjaga yang berdiri di situ menampar muka Yesus sambil berkata,

H. “Begitukah jawab-Mu kepada Imam Agung?”

N. Jawab Yesus kepadanya,

Y. “Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau benar, mengapa engkau menampar Aku?”


"BUKANKAH ENGKAU JUGA SEORANG MURID YESUS?" - "BUKAN!"


N. Lalu Hanas mengirim Yesus terbelenggu kepada Kayafas, Imam Agung. Simon Petrus masih berdiri berdiang. Kata orang-orang di situ kepadanya,

S. “Bukankah engkau juga seorang murid Yesus?”

N. Petrus menyangkalnya, katanya,

Pe. “Bukan!”

N. Salah seorang hamba Imam Agung, keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus, berkata kepadanya,

H. “Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Yesus?”

N. Maka Petrus menyangkal lagi dan ketika itu berkokoklah ayam.

HAI UMAT, APA SALAHKU (PS 507; 1-4)

1-4. Hai umat, apa salah-Ku kepadamu? Jawablah, kapan Aku menyusahkanmu.
1. Tlah Kubebaskan dirimu, dan kupatahkan belenggu.

Tetapi kini balasmu: Kau sudah menyerahkan-Ku.
2. Telah Kubimbing langkahmu dengan tuntunan awan-Ku.
Tetapi kini balasmu: Kauantar 'Ku ke Pilatus.
3. Dan Laut Merah Kubelah, supaya kamu lewatlah.
Tetapi kini balasmu: telah kautikam lambung-Ku.

4. Telah Kuhujankan manna di padang gurun yang gersang.
Tetapi kini balasmu: dera dan cambuk yang kejam

N. Keesokan harinya mereka membawa Yesus dari istana Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah. Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata,

Pi. “Apakah tuduhanmu terhadap orang ini?”

N. Jawab mereka kepadanya,

S. “Jikalau Ia bukan penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!”

N. Kata Pilatus kepada mereka:

Pi. “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu.”

N. Kata orang-orang Yahudi itu:

S. “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.”

N. Demikianlah terjadi supaya genaplah firman Yesus yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Ia akan mati. Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya,

Pi. “Engkau inikah raja orang Yahudi?”

N. Jawab Yesus,

Y. “Dari hatimu sendirikah engkau katakan hal itu? Ataukah adakah orang lain yang mengatakan kepadamu tentang Aku?”

N. Kata Pilatus,

Pi. “Orang Yahudikah aku? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala telah menyerahkan Engkau kepadaku, apakah yang telah Engkau perbuat?”

N. Jawab Yesus,

Y. “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini! Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku sudah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi. Akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini.”

N. Maka kata Pilatus kepada-Nya:

Pi. “Jadi Engkau adalah raja?”

N. Jawab Yesus,

Y. “Seperti yang kaukatakan, Aku adalah raja! Untuk itulah Aku lahir, dan untuk itulah Aku datang ke dunia ini, yakni untuk memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku.”

N. Kata Pilatus kepada-Nya:

Pi. “Apakah kebenaran itu?”

N. Sesudah mengatakan demikian, Pilatus keluar lagi mendapatkan orang-orang Yahudi, dan berkata kepada mereka,

Pi. “Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya. Tetapi padamu ada kebiasaan, bahwa pada hari raya Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi ini bagimu?”

N. Mereka pun berteriak,

S. “Jangan Dia, melainkan Barabas!”

N. Barabas adalah seorang penyamun.


"SALAM, YA RAJA BANGSA YAHUDI"



N. Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri, dan menaruhnya di atas kepala Yesus. Mereka mengenakan jubah ungu pada-Nya, dan sambil maju ke depan mereka berkata,

S. “Salam, hai raja orang Yahudi!”

N. Lalu mereka menampar wajah Yesus. Pilatus keluar lagi dan berkata kepada orang-orang Yahudi,

Pi. “Lihatlah aku membawa Dia keluar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya.”

N. Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka,

Pi. “Lihatlah manusia ini!”


HAI UMAT, APA SALAHKU (PS 507; 5-9)


5-9. Hai umat, apa salah-Ku kepadamu? Jawablah, kapan Aku menyusahkanmu.


5. Kupukul para musuhmmu, Kubuat tunduk padamu.
Tetapi kini balasmu: Kaupukuli kepala-Ku.
6. Kujunjung kat tak terperi, dan tongkat raja Kuberi.
Tetapi kini balasmu: mahkota duri yang ngeri.
7. Engkau lemah Kukuatkan, kau susah Aku hiburkan.

Tetapi kini balasmu: Kau sudah meninggalkan-Ku.
8. Kau salah Aku ampuni, kau jauh Aku hampiri.
Tetapi kini balasmu: Kau sudah mengingkari-Ku.
9. Kau mati Aku hidupkan, kau sakit Aku pulihkan.
Tetapi kini balasmu: Kau sudah menyalibkan-Ku.

N. Ketika para imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Yesus, berteriaklah mereka,

S. “Salibkan Dia, salibkan Dia!”

N. Kata Pilatus kepada mereka,

Pi. “Ambil saja sendiri dan salibkanlah Dia! Sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya.”

N. Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya,

S. “Kami mempunyai hukum, dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah.”

N. Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia. Lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan, dan berkata kepada Yesus,

Pi. “dari manakah asal-Mu?”

N. Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya. Maka kata Pilatus,

Pi. “Tidakkah Engkau mau berbicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?”

N. Yesus menjawab,

Y. “Engkau tidak mempunyai kuasa apa pun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan dari atas. Sebab itu, dia yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya.”


"ENYAHKANLAH DIA! ENYAHKANLAH DIA! SALIBKAN DIA!"



N. Sejak itu Pilatus berusaha untuk membebaskan Yesus, tetapi orang-orang Yahudi berteriak,

S. “Jikalau engkau membebaskan Dia, engkau bukanlah sahabat Kaisar. Setiap orang yang menganggap diri raja, melawan Kaisar.”

N. Ketika mendengar perkataan itu, Pilatus menyuruh Yesus ke luar. Lalu ia duduk di kursi pengadilan, di tempat yang bernama Litostrotos, dalam bahasa Ibrani: Gabata. Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam duabelas. Kata Pilatus kepada orang-orang Yahudi itu,

Pi. “Inilah rajamu!”

N. Maka berteriaklah mereka,

S. “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!”

N. Kata Pilatus kepada mereka:

Pi. “Haruskah aku menyalibkan rajamu?”

N. Jawab imam-imam kepala,

S. “Kami tidak mempunyai raja, selain Kaisar!”

N. Akhirnya Pilatus menyerahkan Yesus kepada mereka untuk disalibkan. Dan mereka menerima Yesus.

"YESUS DISALIBKAN BERSAMA DUA ORANG LAIN"


N. Sambil memikul salib-Nya, Yesus dibawa ke luar, ke tempat yang bernama Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota. Di situ Yesus disalibkan, dan bersama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah menyebelah, Yesus di tengah-tengah. Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus Orang Nazaret, Raja orang Yahudi.” Banyak orang Yahudi membaca tulisan itu, sebab tempat Yesus disalibkan itu letaknya dekat kota, dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, Latin dan Yunani. Maka kata imam-imam kepala kepada Pilatus, “Jangan engkau menulis: “Raja orang Yahudi, tetapi: Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.”

N. Jawab Pilatus,

Pi. “Apa yang kutulis, tetap tertulis.”


"MEREKA MEMBAGI-BAGI PAKAIANKU"



N. Setelah prajurit-prajurit menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian Yesus, lalu membaginya menjadi empat bagian, masing-masing prajurit satu bagian. Jubah Yesus pun mereka ambil. Tetapi jubah itu tidak berjahit, dari atas sampai ke bawah merupakan satu tenunan utuh. Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain, “Janganlah kita membagi jubah ini menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.”

N. Demikianlah terjadi supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka, dan membuang undi atas jubah-Ku.” Hal itu telah dilakukan oleh prajurit-prajurit itu.


ITULAH ANAKMU - ITULAH IBUMU



N. Di dekat salib Yesus berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang Ia kasihi disampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya:

Y. “Ibu, inilah anakmu!”

N. Dan kemudian kata-Nya kepada murid itu, “

Y. Inilah ibumu!”

N. Dan sejak saat itu murid itu menerima Maria di dalam rumahnya.


"SELESAILAH SUDAH"



N. Sesudah itu, karena Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah selesai berkatalah Ia – supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci, --

Y. “Aku haus!”

N. Di situ ada suatu buli-buli penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang pada sebatang hisop, mencelupkannya dalam anggur asam itu, lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus. Sesudah meminum anggur asam itu, berkatalah Yesus,

Y. “Sudahlah selesai.”

N. Lalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya.

………………..(Semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan)…………



"SEGERA DARAH DAN AIR MENGALIR KELUAR"



N. Karena hari itu adalah hari persiapan Paskah, dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib – sebab Sabat itu adalah hari yang besar – maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan, dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit, lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus. Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya. Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung Yesus dengan tombak, dan segera mengalirlah darah serta air keluar. Dan orang yang melihat sendiri hal itu yang memberi kesaksian ini, dan benarlah kesaksiannya. Dan ia tahu bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan; dan nas lain yang mengatakan: Mereka akan memandang Dia yang telah mereka tikam.


'JENAZAH YESUS DIBUNGKUS DENGAN KAIN KAFAN DAN DIBUBUHI DENGAN WANGI-WANGIAN"



N. Sesudah itu Yusuf dari Arimatea (Yusuf ini adalah seorang murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi) meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan jenazah Yesus. Pilatus meluluskan permintaan Yusuf. Maka datanglah Yusuf dan menurunkan jenazah Yesus. Juga Nikodemus datang di situ. Dialah yang dulu datang malam-malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil jenazah Yesus, mengapaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adapt pemakaman orang Yahudi. Di dekat tempat Yesus disalibkan itu ada suatu taman, dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan Paskah orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka membaringkan jenazah Yesus di situ.
Demikianlah Kisah Sengsara Tuhan kita.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Rekan-rekan yang budiman!
Barusan saya kembali membicarakan beberapa perkara tafsir dengan Oom Hans. Ia tak keberatan surat-menyurat kami diteruskan kepada para peminat lain. Ada pembicaraan tambahan sekitar kaitan antara Yoh 13:1 mengasihi "sampai pada kesudahannya" (eis telos) dengan Yoh 19:30 "sudah selesai" (tetelestai). Juga ada uraian tambahan tentang Yes 52:13-53:12 yang juga dibacakan pada liturgi Jumat Agung.
Salam,
A. Gianto
______________

Oom Hans yang baik!
Bagaimana kabarnya! Semoga Oom dan Oma Mir berbahagia di tempat. Ini nih, saya sedang menyiapkan komentar sana sini mengenai perkara yang Oom tulis dan yang kami bacakan pada hari Jumat Suci. Menurut Oom, Yesus berkata "Sudah selesai!" (Yoh 19:30). Kata seorang rekan di bumi sini, ini ungkapan rasa lega, penderitaan sudah lewat, rampunglah karya keselamatannya. Tapi saya kok malah kagak sreg dengan uraian seperti itu. Rasanya kok kayak tontonan, layar turun, tamat, selesai, kukut. Oom kan gunain ungkapan Yunani, "tetelestai", yang saya ngerti dari kata "telos", yaitu akhir yang merangkum perjalanan dari awal, yang memberi arti pada semua yang telah dijalani. Rasa-rasanya Yesus kan mau mengatakan sudah terlaksana sampai utuh. Kayak versi Latin yang cespleng "consummatum est" dua m itu. Ingat-ingat dulu ketika kami masih suka omong Latin, consummatum itu kan dari consummare, dus con + summa, "merangkum semua jadi utuh", dan bukan dari consumere satu m, "menghabiskan" (makanan/waktu/duit), yang ada hubungannya dengan konsumsi. Untuk consummare, cosummatum, yang bener orang Jakarta bilang "udah kecapai", kalau di Jawa ya "wis klakon". Oom gimana?

Ada lagi soal lain. Kalau betul, Oom mau menggarisbawahi gagasan bahwa Yesus itu kurban Paskah yang diterima Yang Di Atas sana sehingga benar-benar menjadi silih bagi dosanya umat manusia. Karena itu Oom memakai urut-uruatan kronologi peristiwa secara lain, yaitu penyaliban terjadi sebelum Paskah, berbeda dengan Mark cs. yang menaruh Paskah pada perjamuan malam terakhir. Iya kan? Saya sudah pernah katakan di sebuah milis bahwa perjamuan terakhir di mana Yesus membasuh kaki murid-murid itu bukan perjamuan Paskah, melainkan sebelumnya.

Pada awal perjamuan itu Oom sebutkan bahwa Yesus mengasihi orang-orangnya yang di dunia ini dan betul mengasihi "eis telos", sampai pada kesudahannya (Yoh 13:1). Ini sepertinya antisipasi atau padahan bagi kata-kata Yesus "tetelestai", sudah terlaksana, yang diucapkannya pada saat terakhir di salib? Jadi kedua ayat itu saling menjelaskan. Ia mengasihi orang-orangnya sampai terlaksana sesuatu yang mengubah arah hidup mereka, dan hidupnya sendiri, begitu kan? Tolong komentarin.
Salam hangat,
Gus

PS: Ada teman yang tanya mana nomer HP-nya Oom, mau nunut kirim SMS buat Oma Miryam seperti ini 2UBOK4ever, ;-) + :-)). Kawan-kawan itu sih sekarang genggamannya hp dan bukan lagi rosario.
______________

Dear Gus, Peace!
You're absolutely right. The truth is, when he uttered "tetelestai" (Yoh 19:30), Jesus was trying to say, "Here I am, I've done everything to the end, now take it all, Father!" The Indonesian version "Sudah selesai" - "It's over" - doesn't sound quite right, I agree. Why not try "Sudah terlaksana / terpenuhi" or something to that effect?

As I said, the word "tetelestai" was spoken by Jesus to his Father. But we overheard it. It teaches much about him, about God, about what love means, the thing he dwelt on during that supper - at first I thought he was just being odd. But then this "consummatum est" is the key to all that. The penny drops!

Glad to hear you see the connection between sudah terlaksana/"tetelestai" here and "eis telos" said about his act during the last supper (Yoh 13:1). Yes, on that background, his death on the cross gives a fuller sense to what "loving one's own who are in the world (=still under the threat of darkness, evil power)" means. He accompanies them, and us, in our darkest moment. We can be sure now that we won't be abandoned by the one sent by the Father to bring us back to Him, the Source of Light.

As for your second question, quite, Jesus is the true Paschal lamb. Not that the Almighty likes blood gushing out of this man, by no means! The point is, his blood acts like the lamb's blood in Exodus 12:13. So when Jesus died on the cross in that sense, the Almighty took him and cast out darkness for good. That's the light of His Word. Did you get it? You're the exegete.

By the way, don't try to reconcile my chronology of the passion with Mark's story and all that jazz. The washing of the feet, about which those three young men know nothing, is the preface to the true Passover meal, the sacrifice of the Lamb of God on the cross, not to the last supper. Jesus shares his origin and destiny so that we can become sons and daughters of the Almighty. I read your note on the washing of the feet; I sort of like the idea of taking part in Jesus' "sangkan paran". See, I am no stranger to your cultural heritage.

Ma Miryam is fine. She was amused by the SMS - a young seraph taught her to read the emoticons. And she dictated her reply: Thanx >, ;-*. But let's not talk gibberish. I don't use a cell phone. She does. But she prefers to keep her number unlisted.

Best,
Hans
______________

Oom Hans yang baik!

Terima kasih banyak. Mau tanya lagi. Ini kelanjutan dari yang di atas. Ketika lembing ditusukkan, yang keluar dari lambung Yesus ialah darah dan air (Yoh 19:34). Apa sih maksud Oom? Mark dkk. tidak tahu perkara itu. Kemarin saya tanya Luc, dia bilang ah, Oom Hans aneh-aneh saja, paranormal sih.
Tolong sampaikan salam buat Oma Miryam begini :-* 4U.
As ever,
Gus
______________

Dear Gus,
Like our ancestors, we imagine blood as the seat of life and water as the force that sustains life. With Jesus' death on the cross, there came forth life and life-sustaining force - that's what I was trying to say. I'm no physician like Luc, but I saw more. Didn't I write somewhere in my chapter 19 that I witnessed all this. I still want to share this truth with all of you.
Ugh, it's two am, :-o B4N
Hans
_____________

POSTSCIPTUM:

Masih ada beberapa soal yang kami bicarakan di beberapa kesempatan lain. Ini ringkasannya. Saya beritahukan kepadanya bahwa dalam liturgi Jumat Agung dibacakan juga Kidung Hamba Tuhan Yes 52:13-53:12. Ada satu hal yang mengusik di situ. Sang hamba itu mengalami penderitaan, dihina, dianggap sama kayak penjahat justru agar mereka yang memperlakukannya dengan kekerasan ini selamat. Tuh disebut dalam 53:4-7 bahwa sang hamba menanggung penyakit kemanusiaan, ia diremukkan karena kejahatan umat manusia, dan ia diam seribu bahasa dan terus menjalaninya. Lebih aneh lagi dikatakan, coba lihat sendiri, hamba itu "dipukul dan ditindas Allah" (53:4) dan "Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan" (53:10). Aneh kan? Saya tanyakan apa boleh kita pahami bahwa sang hamba itu "tumbal" bagi kedosaan manusia, kambing hitamnya kebobrokan manusia? Untuk membereskan kemanusiaan Yang Maha Kuasa menimpakan hukuman yang semestinya jatuh kepada orang banyak kepada satu orang ini, hamba Tuhan itu? Menarik, tapi apa beres penalaran ini?

Jawaban Oom Hans menarik. Menurutnya boleh saja pakai teori kambing hitam, malah ia tahu ada pelbagai teori yang mirip-mirip yang sudah pernah dipakai: teori silih, denda, ganti rugi, melunasi hutang. Tetapi apa akan sampai ke pokok yang mau disampaikan Kidung itu sendiri? Begitu tantang Oom Hans. Menurut beliau, bila diamat-amati, yang hendak disampaikan dalam kidung tadi ialah peran sang hamba mendamaikan kembali manusia dengan Yang Ilahi. Malah bisa dikatakan lebih tajam lagi, sang hamba mengajak kemanusiaan mengenali kembali jejak-jejak Yang Ilahi dalam diri sang hamba yang semakin sulit dikenal karena manusia semakin kehilangan kepekaan ke sana. Yang dilakukan hamba itu ialah menunjukkan bahwa keburukan serta kekerasan manusia itu ialah kenyataan yang tidak bisa didiamkan. Oom Hans menyarankan agar teks kidung tadi dibaca dengan empati, sampai bisa rada ikut berpikir dan merasa seperti penyairnya yang lambat laun menyadari bahwa kebobrokan dalam diri kemanusiaan - yakni penderitaan sang hamba - sebenarnya ialah penderitaan masing-masing kita, hanya kita telah terlalu mengemohi dan melupakannya dan ingin melimpahkan ke pihak lain, mengkambinghitamkannya. Lebih ironi lagi, orang malah menganggap bahwa Yang Maha Kuasa juga berlaku begitu: melimpahkan hukuman yang mestinya dijatuhkan ke umat manusia semuanya hanya kepada hambanya yang setia ini. Ayat 4 dan 10 itu sebaiknya dibaca sebagai pernyataan ironi sehingga orang bisa berpikir, bukan diambilalih sebagai dasar penegasan teologis mengenai kelakuan Yang Ilahi menuntut tumbal. Oom Hans menyarankan agar kidung itu dan tentunya kisah sengsara Yesus hendaknya didalami sebagai penjernihan batin guna mengenali keadaan manusia yang tidak menyadarinya penderitaan yang hakiki: sisi kemanusiaan yang gagal menampilkan kehadiran ilahi, dan hanya kekerasan yang entah dari mana muncul. Sang hamba dalam kidung itu menggugah orang untuk mulai sadar akan ketimpangan ini. Juga penderitaan dan kematian Yesus di kayu salib hendaknya membuat orang berpikir kembali mengenai kemanusiaan sendiri. Bila ini tafsir ini diteruskan, kita memang tidak perlu memakai gagasan tumbal atau kambing hitam dan teori-teori lain yang sifatnya statis, hanya potret kaku dua dimensi. Yang disarankan Oom Hans ialah melatih kepekaan batin mengenali jejak-jejak ilahi dalam kemanusiaan sendiri sejelek, sehina apapun. Dan jejak-jejak-Nya akan makin terang dan membawa kedekat-Nya sendiri.

Salam dari Roma,
A. Gianto


Kamis, 21 April 2011 :: Kamis Putih

Kamis, 21 April 2011
Pagi: Hari Kamis Dalam Pekan Suci (U).
Renungan Ekaristi Krisma di Gereja Katedral (P).
Pembaharuan Janji Imam.

Sore/Malam: Kamis Putih (P)

"...jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." (Yoh 13:14-15)

Doa
Renungan

Allah Bapa kami yang maha pengasih dan maha penyayang, hari ini kami Kauperkenankan untuk merayakan perjamuan-Mu yang mahakudus. Perjamuan cinta kasih ini dianugerahkan Kristus pada malam Ia menyerahkan diri, kepada Gereja-Nya sebagai korban baru sepanjang masa. Hari ini, kami menegaskan komitmen kami, mengikuti jalan salib dan derita-Mu, yang tidak lain jalan kasih-Mu yang menyelamatkan. Semoga dengan ikut ambil bagian dalam perjamuan-Mu, kami Kaumampukan, berani sebagai pelaku kabar gembira dimanapun kami berada. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup, berkuasa, kini dan sepanjang masa. Amin.

Hari raya terbesar untuk umat Israel dalam Perjanjian Lama, ialah Pesta Paskah. Pada hari itu mereka memperingati pembebasan mereka dari perbudakan di tanah Mesir. Untuk kita pun Paskah adalah hari raya yang terbesar; kita memperingati pembebasan kita dari perbudakan dosa. Puncak perayaan, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, ialah suatu perjamuan. Untuk itu umat Israel menyembelih, mengurbankan, dan menyantap seekor anak domba. Anak domba itu akan menjadi pralambang Anak domba Allah, Yesus Kristus. Dia memberikan diri disembelih dan dikurbankan. Kita pun menyantap Anak domba Allah itu dalam tanda-tanda pengurbanan-Nya. Tubuh dan Darah-Nya dalam roti dan anggur.

Bacaan Pertama
Pembacaan dari Kitab Keluaran (12:1-8.11-14)

"Aturan perjamuan Paska."

Pada waktu itu berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir,
"Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu, bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun. Katakanlah kepada segenap umat Israel, 'Pada tanggal sepuluh bulan ini hendaklah diambil seekor anak domba oleh kamu masing-masing menurut kaum keluarga, seekor domba untuk tiap rumah tangga. Tetapi jika rumah tangga itu terlalu sedikit jumlah anggotanya untuk menghabiskan seekor anak domba, maka hendaklah ia bersama dengan tetangga yang terdekat mengambil seekor menurut jumlah jiwa. Tentang domba itu, kamu harus membuat perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang. Anak domba itu harus jantan, tidak bercacat, dan harus berumur satu tahun. Kamu boleh mengambil domba, boleh juga kambing. Anak domba itu harus kamu kurung sampai tanggal empat belas bulan ini. Lalu seluruh umat Israel yang berkumpul, harus menyembelihnya pada senja hari. Darahnya harus diambil sedikit, dan dioleskan pada kedua tiang pintu dan ambang-atas dari rumah, tempat orang-orang makan anak domba itu. Pada malam itu juga mereka harus memakan dagingnya yang dipanggang; daging panggang itu harus mereka makan dengan roti yang tidak beragi dan sayur pahit. Beginilah kamu harus memakannya: pinggangmu berikat, kaki berkasut, dan dengan tongkat di tanganmu. Hendaknya kamu memakannya dengan cepat-cepat. Itulah Paskah bagi Tuhan. Sebab pada malam ini aku akan menjelajahi negeri Mesir, dan membunuh semua anak sulung, baik anak sulung manusia maupun anak sulung hewan, dan semua dewata Mesir akan Kujatuhi hukuman. Akulah Tuhan. Adapun darah domba itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kamu tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan melewati kamu. Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu, pada saat Aku menghukum negeri Mesir. Hari ini harus menjadi hari peringatan bagimu, dan harus kamu rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun-menurun.'"
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, 3/4, PS 856
Ref. Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu. Inilah Darah-Ku yang ditumpahkan bagimu. Lakukanlah ini akan peringatan kepada-Ku.
Ayat. (Mzm 116:12-13.15-16bc.17-18; R: lh. 1Kor 10: lh.16)

1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebaikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama Tuhan.

2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Ya Tuhan, aku hamba-Mu; aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu. Engkau telah melepaskan belengguku.
3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama Tuhan. Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan di depan seluruh umat-Nya.

Sewaktu-waktu terjadi bahwa kita mengundang orang, atau kita sendiri diundang, untuk merayakan atau memperingati suatu peristiwa penting. Dan biasanya pada kesempatan itu diadakan juga suatu perjamuan. Sambil makan bersama, kita mengalami suatu persekutuan, suatu persaudaraan dengan semua hadirin. Demikian pula Yesus mengadakan suatu perjamuan. Perjamuan itu sebagai awal sengsara-Nya. Sebab pada malam itu juga Yesus akan ditangkap; dan pada hari berikutnya, terjadilah kemenangan kehidupan atas kematian. Para undangan bukan hanya kedua belas murid Yesus itu, melainkan semua orang dari segala zaman diundang untuk ikut dalam perjamuan. Dalam perjamuan itu, Yesus menghidangkan Tubuh dan Darah-Nya sendiri. Perjamuan itu akan berlangsung terus, sampai dunia ini berakhir. Kita akan mendengar Santo Paulus berkata, "Setiap kali kamu makan roti ini dan minum dari cawan ini, kamu mewartakan wafat Tuhan sampai Ia datang."


Bacaan Kedua

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus (1Kor 11:23-26)

"Setiap kali kamu makan dan minum, kamu mewartakan wafat Tuhan."

Saudara-saudara,
apa yang kuteruskan kepadamu ini telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam Ia diserahkan, mengambil roti, dan setelah mengucap syukur atasnya, Ia memecah-mecahkan roti itu seraya berkata, "Inilah Tubuh-Ku, yang diserahkan bagimu; perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku!" Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata, "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dalam darah-Ku. Setiap kali kamu meminumnya, perbuatlah ini untuk mengenangkan Daku." Sebab setiap kamu makan roti ini dan minum dari cawan ini, kamu mewartakan wafat Tuhan sampai Ia datang.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, Mzm 95:8ab, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yoh 13:34)
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

Yesus tahu bahwa sudah tiba saatnya Ia pergi menghadap Bapa. Dalam perjamuan, dengan suatu lambang Ia mau menjelaskan sekali lagi, bahwa perutusan-Nya membuktikan Ia menaruh kasih sedalam-dalamnya kepada manusia. Ia memberikan pelayanan yang paling hina kepada murid-murid-Nya, yaitu membasuh kaki mereka: lambang pelayanan cinta kasih, yang kemudian Ia tuntut juga supaya kita melakukannya seorang terhadap yang lain.

Bacaan Injil
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (13:1-15)

"Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir."

Sebelum hari raya Paskah mulai,
Yesus sudah tahu bahwa saatnya telah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya; sekarang pun Ia mengasihi mereka dengan tak ada hingganya. Ketika mereka sedang makan bersama, setan membisikkan dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, rencana untuk mengkhianati Yesus. Yesus tahu bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya, dan bahwa Ia telah datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka Yesus bangun dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Kemudian Ia menuang air ke dalam sebuah bejana, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, lalu mengeringkannya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya, "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?" Jawab Yesus kepadanya, "Apa yang Kubuat ini, engkau sekarang belum mengerti, tetapi kelak engkau akan memahaminya." Kata Petrus kepada-Nya, "Selama-lamanya Engkau tidak akan membasuh kakiku!" Jawab Yesus, "Jika Aku tidak membasuh kakimu, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku." Kata Petrus kepada-Nya, "Tuhan, kalau begitu, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku! Kata Yesus kepada-Nya, "Barang siapa sudah mandi, cukuplah ia membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Kamu pun sudah bersih, hanya tidak semua! Yesus tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia; karena itu Ia berkata, "Tidak semua kamu bersih." Sesudah membasuh kaki mereka, Yesus mengenakan lagi pakaian-Nya dan duduk kembali. Lalu Ia berkata kepada mereka, "Mengertikah kamu arti perbuatan-Ku ini? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Nah, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki. Sebab Aku telah memberikan teladan kepadamu, supaya kamu juga buat seperti yang telah Kuperbuat kepadamu."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.


Renungan


Rekan-rekan yang baik!
Hanya dalam Injil Yohanes sajalah didapati kisah pembasuhan kaki para murid (Yoh 13:1-15) yang dibacakan pada Pesta Perjamuan Tuhan pada hari Kamis dalam Pekan Suci. Memang lazim orang membasuh kaki sendiri sebelum masuk ke ruang perjamuan sebagai ungkapan datang dengan bersih. Hanya tamu yang amat dihormati sajalah, misalnya seorang guru atau orang yang dituakan, akan dibasuh kakinya. Bila dilakukan, akan dijalankan sebelum perjamuan mulai. Tetapi dalam Injil Yohanes peran-peran tadi dibalik. Yesus sang guru itu membasuh kaki para muridnya. Lagi pula pembasuhan ini terjadi selama perjamuan sendiri, bukan sebelumnya seperti biasa dilakukan orang. Kiranya memang hendak disampaikan hal yang tidak biasa. Pembasuhan kaki di sini tidak ditampilkan semata-mata sebagai tanda memasuki perjamuan dengan bersih, tetapi untuk menandai hal lain. Apa itu? Baiklah didekati kekhususan Yohanes dalam menyampaikan kejadian-kejadian terakhir dalam hidup Yesus.

KAITAN DENGAN BACAAN PERTAMA Kel 12:1-8; 11-14.

Yohanes menyampaikan kejadian pada hari-hari terakhir Yesus dengan cara yang agak berbeda dengan ketiga Injil lainnya. Dalam Injil Markus, Matius dan Lukas, kedatangan Yesus ke Yerusalem mengawali peristiwa-peristiwa yang mengantar masuk ke dalam penderitaan, kematian serta kebangkitannya nanti, termasuk juga perjamuan Paskah. Yohanes lain. Dalam Injil Yohanes kedatangan Yesus ke Yerusalem dan pembersihan Bait Allah dipisahkan dari peristiwa salib dan kebangkitan. Bagi Yohanes, serangkaian kejadian yang berakhir dengan kebangkitan itu justru berawal pada perjamuan malam terakhir. Berbeda juga dengan ketiga Injil lainnya, perjamuan ini bukan perjamuan Paskah, melainkan perjamuan malam yang diadakannya sebelum Paskah. Bagi Yohanes, Paskah yang sejati terjadi dalam pengorbanan Yesus di salib.

Dengan demikian Injil Yohanes membaca kembali pengorbanan Yesus di salib sebagai perayaan Paskah yang dahulu mulai sebagai ingatan akan saat Tuhan memimpin umat-Nya keluar dari tanah Mesir dengan kuasa besar sebagaimana dibacakan dari Kel 12:1-8; 11-14. Darah domba kurban Paskah yang dahulu dioleskan pada bingkai pintu rumah (Kel 12:8) menandai darah yang terpoles pada kayu salib. Salib menjadi ambang memasuki hidup baru bersama Yang Ilahi. Bingkai pintu yang terpoles darah domba itu juga menjadi tanda bahwa di rumah itu tinggal umat yang akan dipimpin keluar dari tanah Mesir dan penghuninya tidak kena bencana dan hukuman (Kel 12:12-13). Salib yang menandai darah pengorbanan Yesus menjadi tanda bahwa yang berada di balik salib itu ialah orang-orang yang diselamatkan. Namun dalam peristiwa perjamuan yang dikisahkan Yohanes, semua ini baru terjadi nanti pada saat Yesus disalibkan, wafat, dan kurbannya menjadi tanda keselamatan siapa saja yang ada bersamanya. Sekarang, dalam perayaan perjamuan malam sebelum Paskah hendak disampaikan bagaimana semua ini bisa terjadi, bagaimana pengorbanan ini memang menurut kemauan Yang Maha Kuasa dan utusannya, yakni Yesus, kini siap menjalankannya. Pengorbanan ini dijalaninya karena mengasihi "sampai pada kesudahannya" yang diungkapkan Yohanes pada awal perjamuan ini (Yoh 13:1). Marilah kita simak dari dekat peristiwa perjamuan ini

MEMBASUH KAKI PARA MURID

Yohanes juga menekankan, Yesus sadar bahwa dirinya "datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah" (ay. 3). Karena itu mereka yang mengenalnya akan mengenali Yang Ilahi dari dekat. Ini semua diajarkan Yesus kepada para murid terdekat pada perjamuan malam terakhir itu dengan membasuh kaki mereka. Dia yang sadar berasal dari Allah dan sedang kembali menuju kepadaNya ingin menunjukkan bahwa orang-orang terdekat itu sedemikian berharga, sedemikian terhormat. Lebih dari itu, ia ingin berbagi "sangkan paran" - dari siapa dan menuju ke siapa - dengan mereka. Inilah yang dimaksud dengan mengasihi sepenuhnya (ay. 1, Yunaninya "eis telos"). Tidak setengah-setengah melainkan hingga tujuan kedatangannya terlaksana, yakni membawa manusia ke dekat Allah, asal terang dan kehidupan.

Petrus terheran-heran dan tak bisa menerima gurunya membasuh kakinya. Yesus mengatakan bahwa kelak ia akan mengerti walaupun kini belum menangkapnya (ay. 6-7). Tetapi Petrus belum puas dan bersikeras menolak dibasuh kakinya oleh gurunya itu. Pada saat inilah Yesus menjelaskan, " Jikalau aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam aku." (ay. 8). Dia yang "sangkan paran"-nya ialah Allah sendiri mau berbagi kehidupan dengan para murid. Dan berbagi asal dan tujuan kehidupan inilah jalan keselamatan bagi manusia. Bila asal dan akhir itu Allah sendiri, tentunya yang di maksud ialah Allah sumber terang, sumber kehidupan. Utusannya itu datang ke dunia yang masih berada dalam ancaman kuasa gelap untuk membawa kembali orang-orang yang dekat padanya kembali ke sumber terang, kepada Allah, ke sumber kehidupan sendiri. Itulah "sangkan paran" yang diungkapkan di dalam perjamuan ini.

BERBEKAL TELADAN

Pada kesempatan itu Yesus juga mengatakan bahwa pembasuhan kaki itu disampaikan sebagai teladan bagi para murid, agar mereka berbuat seperti itu satu sama lain (ay. 15). Teladan ini kemudian menjadi bekal kehidupan orang-orang yang percaya bahwa Yesus itu datang dari Allah dan pulang kepada-Nya setelah berhasil memperkenalkan siapa Allah itu sesungguhnya.

Boleh dikatakan saat itulah lahir kumpulan orang yang hidup berbekal sikap Yesus yang menganggap sesama sedemikian berharga sehingga pantas dilayani dan dihormati. Inilah Gereja dalam ujudnya yang paling rohani, paling spiritual. Dalam arti inilah Gereja berbagi "sangkan paran" dengan Yesus sendiri. Hidup mengGereja yang berpusat pada ekaristi baru bisa utuh bila dijalani dengan bekal yang diberikan Yesus tadi. Hanya dengan cara itu Gereja akan tetap memiliki integritas. Memang masih berada di dunia, masih berada dalam kancah pergulatan dengan kekuatan-kekuatan gelap, tetapi arahnya jelas, ke asal dan tujuan tadi: ke Sumber Terang sendiri bersama dengan dia yang diutus oleh-Nya.

Karena itu tak perlu heran bila para murid - dan Gereja - tidak semuanya bersih. Yesus berkata dalam ay. 11 "Tidak semua kamu bersih." Kata-kata itu bukan mencela melainkan mengakui kenyataan bahwa ada kekuatan-kekuatan gelap. Nanti pada saat ia kembali kepada Allah, kekuatan ilahi akan tampil dengan kebesarannya dan saat itu jelas kekuatan-kekuatan gelap tidak lagi menguasai meskipun tetap dapat menyakitkan. Penderitaan ini tidak akan memporakperandakan kumpulan orang-orang yang percaya kepadanya. Malah menguatkan harapan.

Salam hangat,
A. Gianto

Kamis, 21 April 2011 Pagi: Hari Kamis Dalam Pekan Suci (U). Ekaristi Krisma di Gereja Katedral (P). Pembaharuan Janji Imam.

Kamis, 21 April 2011
Pagi: Hari Kamis Dalam Pekan Suci (U).

Ekaristi Krisma di Gereja Katedral (P).
Pembaharuan Janji Imam.
Catatan:
1. Ekaristi Krisma (P), dapat dipindahkan/dirayakan pada tgl. pertemuan para imam bersama Uskup, asal tidak jauh dari hari Kamis.
2. Hari ini baik kalau dijadikan hari penerimaan kembali mereka yang bertobat dari dosa berat.


ROH TUHAN ADA PADAKU

Doa Renungan

Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah diutus Allah untuk menyampaikan kabar gembira kepada seluruh dunia terutama kepada mereka yang sedang menderita. Karuniakanlah Roh Kudus-Mu kepadaku ya Tuhan, sehingga pada hari ini aku mampu ikut ambil bagian dalam karya perutusan-Mu untuk menyampaikan kabar gembira kepada mereka yang sedang menderita. Amin

Pembacaan dari Kitab Yesaya (61:1-3a.6a.8b-9)

"Aku bersukaria di dalam Tuhan."

Kata nabi, Roh Tuhan ada padaku, oleh karena Tuhan telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar. Tetapi kamu akan disebut imam Tuhan dan akan dinamai pelayan Allah kita. Aku akan memberi upahmu dengan tepat, dan akan mengikat perjanjian abadi dengan kamu. Keturunanmu akan terkenal di antara bangsa-bangsa, dan anak cucumu di tengah-tengah suku-suku bangsa, sehingga semua orang yang melihat mereka akan mengakui, bahwa mereka adalah keturunan yang diberkati Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = f, 2/2, PS 868
Ref. Kerelaan Tuhan hendak kunyanyikan selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 89:21-22.25.27; Ul: lihat 2a)

1. Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku;
Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus
Maka tangan-Ku tetap menyertai dia
bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

2. Kesetiaan dan kasih-Ku menyertai dia,
dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi.
Dia pun akan berseru kepada-Ku, "Bapakulah Engkau,
Allahku dan gunung keselamatanku.
Pembacaan dari Kitab Wahyu (1:5-8)

"Ia yang berkuasa atas raja-raja di bumi telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah."

Yesus Kristus adalah saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Dia mengasihi kita, dan berkat darah-Nya Ia telah melepaskan kita dari dosa kita. Dia telah membuat kita menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya. Bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin. Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan, dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, Amin! "Aku adalah Alfa dan Omega," firman Tuhan Allah, "yang kini ada, yang dulu sudah ada, dan yang akan tetap ada, Yang Mahakuasa."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Yes 61:1)
Roh Tuhan ada pada-Ku.
karena Ia telah mengurapi Aku.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (4:16-21)


"Aku diutus menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin."

Sekali peristiwa datanglah Yesus ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Kita semua sebagai murid-murid atau pengikut-pengikut Yesus Kristus kiranya dipanggil untuk bertindak yang sama, sebagaimana dilakukan oleh Yesus, ‘dalam kuasa Roh Kudus’ kita kembali ke daerah tempat kita dibesarkan untuk mewartakan Kabar Baik dan sekaligus menjadi kabar baik bagi sesama kita.

Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya”. Nas atau ayat-ayat yang dibacakan menyatakan bahwa Yesus diurapi untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, membebaskan orang-orang tertindas. Dengan kata lain kedatangan Yesus di tengah saudara-saudari-Nya merupakan rahmat Allah.

Kita semua kiranya dipanggil untuk meneladan Yesus, dimana kita hadir atau berada diharapkan menjadi rahmat atau berkat bagi saudara-saudari kita. Kehadiran dan sepak terjang kita dimanapun dan kapanpun senantiasa menyelamatkan dan membahagiakan orang lain, terutama bagi mereka yang merasa miskin, tertawan, buta dan tertindas dalam berbagai bentuk. Jika kita semua dapat saling menjadi rahmat atau berkat, maka kiranya hidup bersama akan menjadi bahagia, damai sejahtera, tidak ada lagi yang miskin, tertindas, tertawan atau buta.

Marilah kita bersyukur atas banyak rahmat yang telah kita terima dan mohon terang dan kekuatan Roh Kudus agar kita terus berupaya untuk selalu bisa tinggal dalam Tuhan.

Tuhan Yesus, berilah aku iman yang penuh, sehingga apa pun yang terjadi dalam hidupku, apa pun yang kualami dan hadapi aku mau percayakan dan serahkan sepenuhnya hanya kepada-Mu. Amin.

Renungan Pagi 2011, New Spirit, New Life
Renungan - Inspirasi Hari Ini (Tahun A/I)

Rabu, 20 April 2011 Hari Rabu dalam Pekan Suci

Rabu, 20 April 2011
Hari Rabu dalam Pekan Suci

Salib Yesus topanglah aku. Paku-paku Yesus cengkeramlah aku. Bibir Yesus berkatilah aku. (St. Elizabeth Ann Seton)


Antifon Pembuka

Dalam nama Yesus, bertekuklah setiap lutut di surga, di bumi dan di bawah bumi. Sebab Yesus telah taat sampai wafat, bahkan di salib. Maka, Yesus Kristus adalah Tuhan untuk kemuliaan Allah Bapa (Flp 2:10.8.11)

Doa Renungan

Ya Tuhan, tambahkanlah kepekaan hati kami agar kami selalu berpaling kepada-Mu pada setiap saat dan tempat. Semoga kami tidak berkecil hati dalam menghadapi dan mengatasi persoalan hidup yang kami jumpai hari ini, sebab Engkaulah Penolong kami. Amin.

Seorang hamba sangat sadar akan apa yang menjadi panggilan hidupnya. Dia tahu apa yang menjadi prioritas hidupnya. Dia harus melaksanakan tugas perutusannya dengan tulus. Untuk itu, dia sungguh percaya kepada Allah yang telah memanggil dan mengutusnya.

Pembacaan dari Kitab Yesaya (50:4-9a)

"Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi."

Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu. Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Biarlah ia mendekat kepadaku! Sungguh, Tuhan Allah menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Demi kasih setia-Mu yang besar, ya Tuhan, jawablah aku pada waktu Engkau berkenan.
Ayat. (Mzm 69:8-10.21bcd-22.31.33-34)

1. Karena Engkaulah ya Tuhan, aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
2. Cela itu telah mematahkan hatiku, dan aku putus asa; aku menantikan belaskasihan, tetapi sia-sia, dan waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.
3. Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan lagu syukur; Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali, hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan.

Bait Pengantar Injil,
do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Salam, ya Raja kami, hanya Engkaulah yang mengasihani kesesatan-kesesatan kami.


Pengkhianatan Yudas mau menyadarkan umat beriman bahwa dalam kehidupan bersama, pengkhianatan dari kawan terdekat itu bisa saja terjadi. Meski demikian, betapa pun menyakitkan suatu pengkhianatan ternyata tetap membuahkan hikmat dalam kehidupan, yakni penebusan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (26:14-25)

"Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!"

Sekali peristiwa, pergilah seorang dari keduabelas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata, "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata, "Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Jawab Yesus, "Pergilah ke kota, kepada Si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru: Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku." Lalu murid-murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama dengan keduabelas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya, "Bukan aku, ya Tuhan?" Yesus menjawab, "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!" Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut, "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya, "Engkau telah mengatakannya."
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Kita berziarah di dunia ini untuk menemukan cinta sejati. Kita mendambakan cinta sejati, yang tidak berasal dari manusia karena sama-sama dijerat oleh dosa. Hanya cinta Tuhan yang dapat mencuci batin kita yang dilumuri dosa. Cinta Tuhan bersumber pada hati manusia. Setiap saat, hati Tuhan tergerak oleh belas kasihan. Dia memandang, menyentuh, dan memberi kita makanan dan minuman yang melegakan. Cinta Tuhan merengkuh kita seperti seorang ibu yang merengkuh anaknya.

Doa Malam

Yesus, demi kepentingan pribadi, Engkau diserahkan Yudas kepada imam-imam dengan harga tigapuluh uang perak. Luputkanlah kami dari sikap menghalalkan segala cara demi tercapainya kepentingan pribadi dengan mengurbankan sesama, terlebih dengan menjual Engkau. Terpujilah Engkau, ya Tuhan dan Allah kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


RUAH

Selasa, 19 April 2011 Hari Selasa dalam Pekan Suci

Selasa, 19 April 2011
Hari Selasa dalam Pekan Suci

AMBISI & KHIANAT


Doa Renungan

Allah Bapa di surga, bukalah hati kami, agar kami dapat menangkap bahasa tanda-tanda-Mu. Yakinkanlah kami bahwa Engkaulah yang menyertai kami meninggalkan tanah penjajahan menuju tanah pembebasan berkat jasa Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Pembacaan dari Kitab Yesaya (49:1-6)

"Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! Tuhan telah memanggil aku sejak dari kandungan, telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing, dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku, "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata, "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia! Namun, hakku terjamin pada Tuhan, dan upahku pada Allahku." Maka sekarang berfirmanlah Tuhan yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya; yang karenanya aku dipermuliakan di mata Tuhan, dan Allahku menjadi kekuatanku; beginilah firman-Nya, "Terlalu sedikit bagimu untuk hanya menjadi hamba-Ku, hanya menegakkan suku-suku Yakub, dan mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Maka Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang daripada-Ku sampai ke ujung bumi."
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, ya Tuhan.
Ayat. (Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15.17)

1. Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskan dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
2. Jadilah padaku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku, ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik!

3. Sebab Engkaulah harapan-Ku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku!

4. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.


Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Salam, ya Raja kami yang setia kepada Bapa; Engkau dibawa untuk disalibkan, tidak membuka mulut seperti domba yang dibawa ke pembantaian.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (13:21-33.36-38)

"Salah seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku ... Sebelum ayam jantan berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali."

Di dalam perjamuan Paska dengan murid-murid-Nya, Yesus sangat terharu, lalu bersaksi, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain; mereka bertanya-tanya siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid-murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata, "Tanyakanlah siapa yang dimaksudkan-Nya!" Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada Yesus, "Tuhan, siapakah itu?" Jawab Yesus, "Dia adalah orang, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian, Yesus mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya, "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas, ada yang menyangka bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus, "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan, dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, tinggal sedikit waktu saja Aku bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi 'Ke tempat Aku pergi tidak mungkin kamu datang' demikian pula Aku mengatakannya sekarang kepada kamu. Simon Petrus berkata kepada Yesus, "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus, "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepada-Nya, "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" Sahut Yesus, "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Tidak pernah terpikirkan sahabat akan mengkhianati sahabatnya. Tidak pernah terbayangkan orang menikah untuk saling menyakiti dan saling menceraikan. Tidak ada seorang pun mengucapkan kaul kekal dengan rencana akan meminta dispensasi. Namun, adalah fakta bahwa frustrasi menjadi bagian kehidupan kita yang mendorong kita mengambil keputusan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Kita lalu kecewa dan mungkin mengecewakan orang lain juga.

Yesus tahu apa yang akan terjadi. Yesus dikhianati oleh murid-murid-Nya sendiri. Yesus sangat kecewa, tetapi tidak membiarkan diri-Nya terjebak oleh keadaan yang demikian.

Kalau kekecewaan kita karena kita merasa dan sadar bahwa sikap dan perilaku kita tidak sesuai dengan apa yang diharapkan Allah, kita harus berjuang terus untuk memperbaiki diri kita. Kita harus kembali kepada Tuhan karena Tuhan sendirilah yang mampu menguatkan kita untuk sampai kepada akhir perjuangan dan perjalanan hidup kita.

Yesus, Engkau tidak pernah mengecewakan aku. Ingatkanlah aku agar tidak mengecewakan Engkau dan orang yang mengharapkan saya. Amin.


Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian

Minggu Palma Minggu Telapak Tangan

Minggu Palma
Minggu Telapak Tangan



Minggu, 17 April 2011, di Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Semarang perayaan Minggu Palma dimulai pada jam 08.00 dengan upacara perarakan dengan daun palma. Upacara pemberkatan daun palma dilaksanakan di Taman Doa gereja Katedral, dan dilanjutkan dengan prosesi melewat jalan besar menuju gereja Katedral.

Palma” kata bahasa Latin, dalam bahasa Inggris “palm” berarti "telapak tangan". Kata itu kemudian digunakan untuk nama pohon yang berdaun seperti telapak tangan, maka dikenallah nama pohon palma.


Dalam Kitab Suci tersimpan peristiwa Yesus dielu-elukan oleh rakyat ketika Ia masuk kota Yerusalem. Peristiwa itu masuk dalam liturgi Gereja baru pada akhir abad ke empat AD; dan kemudian sejak abad ke sepuluh mendapat bentuk seperti dilaksanakan oleh umat Kristiani sampai sekarang. (Lh. http://www.faithclipart.com/guide/Ch...lm-sunday.html).

Kalau palma berarti telapak tangan, maka Minggu Palma dapat disebut juga dengan “Minggu Telapak Tangan”. Dengan kedua tangan kita kita mengungkapkan diri kita. Kita bersyukur pada waktu ini dengan tangan-tangan kita, kita masih dapat memotong daun-daun palma untuk upacara perarakan. Semoga tahun depan kita masih dapat juga dengan tangan-tangan kita memotong daun palma. Kalau kita memotong daun palma, sebenarnya kita berkewajiban untuk melestarikan pohon-pohon palma yang hidup di sekitar kita. Tugas kitalah menghijaukan bumi kita dengan penanaman pohon, untuk mengatasi bahaya pemanasan gobal.

Mengawali masa Pra Paska kita menerima abu pada dahi kita, sebagai tanda pengingat bahwa kita berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Abu tersebut terbuat dari daun-daun palma kering yang dibakar, daun-daun palma yang kita gunakan pada perayaan Minggu Palma ini. Pada daun palma tersimpan peziarahan hidup kita dari tanah kembali menjadi tanah. Peziarahan menuju Yerasalem baru itulah yang kita peragakan dengan perarakan kita memasuki gereja Katedral.

Dengan perayaan Minggu Palma kita memasuki Minggu Sengsara, yang akan memuncak pada Minggu Paska Kebangkitan Tuhan. Pada liturgi Sabda kita dengarkan kisah sengsara Tuhan. Kita dengarkan lagi kisah tangan-tangan manusia, yang dalam hitungan menit mudah berubah dari melambai-lambaikan daun palma menjadi tangan-tangan yang menangkap Tuhan, melukai tubuh-Nya, mencabuti jenggot-Nya. Dengan tangan pula mahkota duri kita pasang pada kepala Tuhan. Lalu dengan tangan-tangan kita tancapkan paku-paku pada telapak tangan-Nya yang kudus.

Kisah sengsara Tuhan tersimpan dalam telapak tangan kita dengan jari-jari kita yang memerankan pelaku-pelaku peristiwa tersebut. Yesus Kristus yang bertumbuh menjadi unggul, yang menghimpun beberapa orang menjadi murid-murid-Nya, dan memikat banyak orang karena keunggulan-Nya dalam kebaikan, ditolak orang orang-orang Farisi, para ahli Taurat, Mahkamah Agama, yang berkehendak memusnahkan hidup-Nya. Namun, Allah Bapa-Nya membenarkan-Nya. Hidup-Nya tidak musnah. Dan pada peristiwa kematian di kayu salib terungkalah iman kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus, yang berkata dengan mengacungkan kedua ibu jari mereka, "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah." (Mat 27: 54)

Telapak tangan dengan jari-jemari kita menyimpan kisah sengsara Tuhan, kisah keselamatan kita. Marilah kita belajar kearifan dari telapak tangan kita. Selamat ber-Hari Minggu Palma, Hari Minggu Telapak Tangan.


Salam, doa ‘n Berkah Dalem,

Semarang, 17 April 2011

+ Johannes Pujasumarta
Uskup Keuskupan Agung Semarang

http://pujasumarta.multiply.com/journal/item/337/Minggu_Palma_-_Minggu_Telapak_Tangan

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy