Senin, 05 September 2011 Hari Biasa Pekan XXIII

Senin, 05 September 2011
Hari Biasa Pekan XXIII

BERANI MENGUNGKAP & MELAKUKAN

Lidah si penyebar fitnah adalah ulat yang mencemari bunga-bunga yang terindah dan di atasnya meninggalkan jejak kotorannya yang menjijikkan. (St. Yohanes M. Vianney)

Antifon Pembuka (Mzm 62:67)

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang dan Dialah segala harapanku. Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku. Dia pendukungku, aku takkan goyah.

Doa Pagi


Tuhan Yesus, terima kasih, karena Engkau telah memberi kami teladan, tentang bagaimana caranya menolong orang. Kami mau berani seperti Engkau, yang tetap bertindak menolong, melakukan yang benar, meski Engkau dicemooh dan terancam bahaya. Ya Yesus...doa ini kami persembahkan dalam nama-Mu, Tuhan dan penyelamat kami..Amin.

Aneh bin ajaib, menderita tetapi melakoninya dengan sukacita. Tetapi itulah yang dilakukan oleh Rasul Paulus. Nilai pengorbanan, martiria (melengkapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus untuk tubuh-Nya, yaitu Jemaat) dan cinta akan Yesus memotivasi penderitaannya.


Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose (1:24-2:3)

"Aku telah menjadi pelayan jemaat, untuk menyampaikan rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad."

Saudara-saudara, sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita demi kalian, dan melengkapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan kepenuhan sabda Allah kepada kalian, yaitu: Rahasia yang tersembunyi berabad-abad dan turun-temurun, kini dinyatakan kepada orang-orangnya yang kudus. Allah berkenan memberi tahu mereka betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yakni: Kristus ada di antara kalian. Dialah harapan akan kemuliaan. Dialah yang kami beritakan dengan memperingatkan setiap orang dan mengajar mereka dengan segala hikmat untuk memimpin setiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kuperjuangkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat dalam diriku. Saudara-saudara, aku ingin agar kalian tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan bagi kalian, bagi mereka yang di Laodikia dan bagi semuanya yang belum mengenal aku secara pribadi. Semoga hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan pengertian yang meyakinkan dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus. Dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/4, PS 842
Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang.
Ayat. (Mzm 62:6-7.9)

1. Hanya pada Allah saja aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. Hanya Dialah gunung batu dan keselamatanku; hanya Dialah kota bentengku, aku tidak akan goyah.
2. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.

Bait Pengantar Injil,
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 10:17)
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi secara giat berusaha untuk memata-matai-Nya guna menemukan kesalahan-Nya. Pada zaman ini juga banyak orang yang memerhatikan hidup orang lain hanya untuk mencari kesalahannya dan kemudian menjadikan “obyek pewartaan” kepada orang lain. Murid Yesus yang sejati tidak demikian. Obyek pewartaannya adalah Yesus, bukan kejelekan orang lain.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (6:6-11)

"Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat."

Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, agar mereka mendapat alasan untuk menyalahkan Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Ia berkata kepada orang yang mati tangan kanannya, “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri di tengah. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku bertanya kepada kalian: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?” Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia. Maka meluaplah amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan


Tetaplah fokus pada tujuan yang benar. Kiranya itulah salah satu hal yang dapat kita petik dari Injil hari ini. Yesus diamat-amati oleh para penentang-Nya. Ia diawasi untuk dicari kesalahan-Nya. Yesus bergeming untuk tetap menyelamatkan orang. Apakah kita juga begitu terhadap sesama?

Doa Malam

Tuhan Yesus, terima kasih atas penyertaan-Mu sepanjang hari ini. Sebagai manusia aku cenderung mengamat-amati sesamaku dan kemudian dengan mudah menghakiminya. Perbaruilah aku Tuhan, agar dengan pertolongan-Mu aku hidup dengan lebih baik lagi. Amin.


RUAH

Bacaan Harian 05 - 11 September 2011


Senin, 05 September : Hari Biasa Pekan XXIII (H).
Kol 1:24 – 2:3; Mzm 62:6-7.9; Luk 6:6-11.

Setelah Yesus menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya, amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi meluap. Reaksi negatif ini mungkin bukan karena Yesus telah berbuat baik. Bagi mereka Yesus telah menghujat Allah sebab kurang memedulikan hari Sabat. Seperti para ahli Taurat dan orang Farisi, kita pun sering mempertentangkan hukum Allah dan kasih-Nya, untuk mencari kesenangan dan membenarkan tindakan kita sendiri.

Selasa, 06 September: Hari Biasa Pekan XXIII (H).
Kol 2:6-15; Mzm 145:1-2.8-11; Luk 6:12-19.

Ketika hendak melakukan sesuatu dibutuhkan kekuatan yang memungkinkan sesuatu itu dapat terlaksana. Dalam ilmu pengetahuan modern, kekuatan tersebut sering diartikan sebagai sesuatu yang bersifat fisik, misalnya dana, manajemen pengelolaan, dan sebagainya. Bagi Yesus kekuatan itu adalah doa.

Rabu, 07 September : Hari Biasa Pekan XXIII (H).
Kol 3:1-11; Mzm 145:2-3.10-13ab; Luk 6:20-26.

Mencari perkara yang di atas bukan berarti melulu memikirkan perkara rohani dan menjauhkan dari masalah sehari-hari. Itu artinya berani mengambil cara pandang dan tindakan untuk menghadapi tantangan hidup dalam terang iman dan janji yang diberikan Tuhan. Itulah cara hidup Kristus. Menjadi manusia rohani berarti mau hidup dengan cara hidup Kristus.

Kamis, 08 September: Pesta Kelahiran Sta. Perawan Maria (P).
Mi 5:1-4a atau Rm 8:28-30; Mzm 13:6abcd; Mat 1:1-16.18-23 (Mat 1:18-23).

Melalui nubuat Mikha, Tuhan hendak menyatakan rencana keselamatan yang akan dilaksanakan-Nya. Ia mau memakai siapa saja yang dikehendaki-Nya. Daerah asal yang kecil dan kurang dikenal tidak menjadi pertimbangan Allah. Ia pun berkenan memulai harapan damai dan pembaruan melalui seorang perempuan. Semuanya itu akhirnya terlaksana dalam diri St. Perawan Maria.

Jumat, 09 September: Hari Biasa Pekan XXIII (H).
1Tim 1:1-2.12-14; Mzm 16:1.2a.5.7-8.11; Luk 6:39-42.

Yesus mengajak kita untuk menyadari bahwa kematangan hidup beriman terjadi seiring makin meningkatnya kesadaran dan kepekaan terhadap diri sendiri. Artinya orang makin mampu mawas diri dalam sikap dan perbuatannya. Ia akan selalu terdorong untuk makin rendah hati dan jujur.

Sabtu, 10 September : Hari Biasa Pekan XXIII (H).
1Tim 1:15-17; Mzm 113:1-5a.6-7; Luk 6:43-49.

Yesus mengajak kita untuk melihat persoalan yang kita hadapi dari pokok atau sumbernya. Hal itulah yang menentukan apa yang akan muncul selanjutnya. Pohon yang baik akan menghasilkan buah yang baik. Dari pokok anggur orang akan memetik buah anggur. Karenanya barangsiapa yang hatinya melekat pada Kristus, akan menghasilkan kasih seperti yang dikehendaki-Nya.

Minggu, 11 September : Hari Minggu Biasa XXIV (H).
Sir 27:30 – 28:9; Mzm 103:1-4.9-12; Rm 14:7-9; Mat 18:21-35

Memaafkan sesama itu tanpa batas. Tidak ada perhitungan dalam hal maaf-memaafkan. Setiap orang yang datang meminta maaf haruslah dimaafkan, karena kalau kita mau menyadarinya, betapa besar maaf yang telah kita terima dari Allah. Bagaimana dengan Anda? Niatku hari ini adalah: