Selasa, 20 September 2011 Peringatan Wajib St. Andreas Kim Taegon, Imam dan Paulus Chong Hasang dkk. Martir Korea

Selasa, 20 September 2011
Peringatan Wajib St. Andreas Kim Taegon, Imam dan Paulus Chong Hasang dkk. Martir Korea

“Kita telah menerima Sakramen Baptis, masuk dalam pelukan Gereja, serta menerima kehormatan disebut sebagai orang-orang Kristen. Tetapi, apa gunanya semua itu jika kita hanya Kristen dalam nama dan tidak dalam kenyataan?” <--> St Andreas Kim Taegon


Doa Renungan

Allah Bapa kami yang mahakudus, kami bersyukur kepada-Mu karena hari ini kami dapat mendengarkan, membaca sabda-Mu yang menguatkan hati dan menyemangati. Dampingilah kami agar tetap bertekun dan setia pada Yesus Putra-Mu. Kami percaya, bersama dengan semua orang yang berkehendak baik, kami dapat hadir sebagai terang dunia. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Pembacaan dari Kitab Ezra (6:7-8.12b.14-20)

"Mereka mentahbiskan rumah Allah dan merayakan Paskah."

Pada waktu itu Darius, raja Persia, memerintahkan kepada para bupati di daerah Sungai Efrat sebagai berikut: "Biarkanlah pekerjaan membangun rumah Allah itu. Bupati dan para tua-tua orang Yahudi boleh membangun rumah Allah itu di tempatnya yang semula. Lagipula telah dikeluarkan perintah olehku tentang apa yang harus kamu perbuat terhadap para tua-tua orang Yahudi mengenai pembangunan rumah Allah itu, yakni dari pada penghasilan kerajaan, dari pada upeti daerah seberang sungai Efrat, haruslah dengan seksama dan dengan tidak bertangguh diberi biaya kepada orang-orang itu. Aku, Darius, yang mengeluarkan perintah ini. Hendaklah itu dilakukan dengan seksama." Maka para tua-tua orang Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan lancar digerakkan oleh nubuat nabi Hagai dan nabi Zakharia bin Ido. Mereka menyelesaikan pembangunan menurut perintah Allah Israel dan menurut perintah Koresh, Darius dan Artahsasta, raja-raja negeri Persia. Maka selesailah rumah itu pada hari yang ketiga bulan Adar, yakni pada tahun yang keenam zaman pemerintahan raja Darius. Maka orang Israel, para imam, orang-orang Lewi dan orang-orang lain yang pulang dari pembuangan, merayakan pentahbisan rumah Allah ini dengan sukaria. Untuk pentahbisan rumah Allah ini mereka mempersembahkan lembu jantan seratus ekor, domba jantan dua ratus ekor dan anak domba empat ratus ekor; juga kambing jantan sebagai korban penghapus dosa bagi seluruh orang Israel dua belas ekor, menurut bilangan suku Israel. Mereka juga menempatkan para imam pada golongan-golongannya dan orang-orang Lewi pada rombongan-rombongannya untuk melakukan ibadah kepada Allah yang diam di Yerusalem, sesuai dengan yang ada tertulis dalam kitab Musa. Dan pada tanggal empat belas bulan pertama mereka yang pulang dari pembuangan merayakan Paskah. Karena para imam dan orang-orang Lewi bersama-sama mentahirkan diri, sehingga tahirlah mereka sekalian. Demikianlah mereka menyembelih anak domba Paskah bagi semua orang yang pulang dari pembuangan, dan bagi saudara-saudara mereka, yakni para imam, dan bagi dirinya sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = c, 2/4, PS 844
Ref. 'Ku menuju ke altar Allah dengan sukacita.
Ayat. (Mzm 122.1-2.4-5.6-7;8-9; R:1)

1. Ku bersukacita waktu orang berkata kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan. Sekarang kaki kami berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem.
2. Kepadamu suku-suku berziarah, yakni suku-suku Tuhan, untuk bersyukur pada nama Tuhan sesuai dengan peraturan.
3. Berdoalah agar Yerusalem sejahtera "Damai bagi orang yang mencintai Engkau. "Semoga damai turun atas wilayahmu dan kesentosaan atas purimu."
4. Atas nama saudara dan sahabatku kuucapkan selamat kepadamu. Demi bait Tuhan Allah kita kumohonkan bahagia bagimu.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (2Tes 2:14)
Allah telah memanggil kita; sehingga kita boleh memperoleh kemuliaan Yesus Kristus Tuhan kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (8:19-21)


"Ibu dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya."

Pada suatu hari datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus hendak bertemu dengan Dia. Tetapi, mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Maka diberitahukan kepada Yesus, "Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Dikau." Tetapi, Yesus menjawab, "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan sabda Allah dan melaksanakannya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.


Renungan

Hari ini, Tuhan Yesus mengajar para murid-Nya bagaimana mereka harus membangun persaudaraan yang sejati. Persaudaraan yang dihayati para murid-Nya harus melampaui batas-batas manusiawi. Mereka hendaknya bersaudara tidak hanya dengan mereka yang sedarah, melainkan dengan semua orang yang sama-sama mau mendengarkan dan melaksanakan Firman Allah. Yang menjadi dasar persaudaraan mereka adalah Yesus dan kehendak Allah. Siapa pun yang mau mendengarkan dan melaksanakan Firman Allah itulah saudara mereka.

Hari ini kita juga diajak Yesus untuk membangun persaudaraan berdasarkan iman kita. Kita membangun persaudaraan yang lebih inklusif. Janganlah bersaudara hanya dengan mereka yang sehati dan sepikiran dengan kita, melainkan dengan siapa pun yang punya kemauan baik untuk melaksanakan kehendak Allah. Kita harus keluar dari kelompok kita. Orang Kristiani harus menjadi suatu persekutuan yang terbuka terhadap siapa pun. Hanya dengan demikianlah, hidup kita akan menjadi tanda kehadiran Allah yang menyelamatkan.

Ya Yesus, Engkau menghendakiku untuk membangun persaudaraan melampaui batas-batas kemanusiaanku. Jadikanlah hidup kebersamaanku menjadi suatu kesaksian akan kehadiran-Mu yang nyata. Amin.

Ziarah Batin 2011, Renungan dan Catatan Harian