Selasa, 04 Oktober 2011 Pesta St. Fransiskus dari Assisi

Selasa, 04 Oktober 2011
Pesta St. Fransiskus dari Assisi

"Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan." (St Fransiskus dari Assisi)

Antifon Pembuka

Santo Fransiskus, utusan Allah, meninggalkan rumah ayahnya, melepaskan harta warisannya, dan menjadi miskin dan hina dina. Tetapi Tuhan mempermuliakannya.

Doa Renungan

Allah Bapa umat manusia, yang kecil dan lemah Kaubela, dan kepada kami Kauajarkan arti keadilan dan perdamaian. Bukalah hati kami terhadap sesama di sekitar kami. Buatlah kami saling memerhatikan satu sama lain, sanggup dipercaya dalam pelayanan kecil maupun besar. Semoga kami mengikuti langkah Santo Fransiskus dari Assisi yang menjadi miskin dan berkat bantuan kekuatan-Mu kami ingin bersama-sama berkembang menjadi tubuh Kristus yang dewasa. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Allah selalu menginginkan semua orang hidup dengan baik dan benar. Kalau orang jatuh dalam dosa, Allah berusaha menyadarkannya agar bertobat dan berbalik kembali kepada-Nya. Yunus diutus-Nya untuk mentobatkan orang-orang Niniwe dari dosanya. Sikap sesal dan tobat yang tulus akan meredakan murka Allah. Keselamatan menjadi jaminan orang yang bertobat.

Bacaan dari Nubuat Yunus (3:1-10)


"Penduduk Niniwe berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan Tuhan menaruh belas kasih."

Untuk kedua kalinya Tuhan bersabda kepada Yunus, "Bangunlah dan berangkatlah ke Niniwe, kota besar itu. Sampaikanlah kepadanya seruan yang Kusabdakan kepadamu." Maka bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan sabda Tuhan. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan." Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa; baik dewasa maupun anak-anak mengenakan kain kabung. Setelah kabar itu sampai kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya; diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di atas abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah; dan haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal, serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa." Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah atas malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka; dan Ia pun tidak jadi melakukannya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
Ayat. (Mzm 130:1-2.3-4ab.7-8)
1. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah seruanku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
2. Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
3. Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel! Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

atau

Rasul Paulus mengajarkan pentingnya makna penderitaan Kristus yang tersalib, sebab tanpa itu tidak ada kebangkitan; sebab Minggu Paskah hanya terjadi karena adanya Jumat Agung. Sebab Kristus yang disalibkan itulah yang bangkit dari mati untuk memberikan kepada kita hidup yang kekal. Yesus mati untuk kita di kayu salib. Maka Salib Kristus merupakan instrumen penebusan dan telah menjadi salah satu pokok yang hakiki kalau kita berbicara tentang keselamatan kita. Salib adalah suatu tantangan dan sebuah jalan menuju kemuliaan, pertama-tama bagi Kristus, kemudian bagi semua orang Kristiani.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Galatia (6:14-18)

"Pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus."

Saudara-saudara, aku sekali-kali tidak mau bermegah selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Bagi semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, dan bagi semua orang yang menjadi milik Allah, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat. Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. Saudara-saudara, Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai rohmu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = bes, 2/4, PS 831
Ref. Bersyukurlah kepada Tuhan, kar'na baiklah Dia!
Ayat. (Mzm 92:2-3.13-14.15-16; Ul:2a)
1. Sungguh baik menyanyikan syukur kepada Tuhan, dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, Yang Mahatinggi, memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi, memberitakan kesetiaan-Mu di waktu malam.
2. Orang benar akan bertunas seperti pohon kurma akan tumbuh subur seperti pohon ara di Libanon mereka yang ditanam di bait Tuhan akan bertunas di pelatarn Allah kita.
3. Pada masa tua pun mereka masih berbuah menjadi gemuk dan segar untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar bahwa Ia Gunung Batuku, dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 2/2, PS 957
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya.

Ora et labora. Berdoa dan bekerja, kontemplatif dan aktif. Dua aktivitas orang beriman yang hidupnya harmonis. Berdoa saja tidak cukup. Bekerja saja tanpa doa juga tidak akan menghasilkan buah. Doa hendaknya menjadi dasar yang kuat bagi tiap karya pelayanan. Di dalam kerja pun hendaknya selalu melibatkan kekuatan Tuhan. Itulah keseimbangan hidup Kristen.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (10:38-42)


"Marta menerima Yesus di rumahnya, ia telah memilih bagian yang paling baik."

Dalam perjalanan ke Yerusalem Yesus dan murid-murid-Nya tiba di sebuah kampung. Seorang wanita bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Wanita itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria itu duduk di dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan sabda-Nya. Tetapi Marta sangat sibuk melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, "Tuhan, tidakkah Tuhan peduli, bahwa saudariku membiarkan daku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Yesus menjawabnya, "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu saja yang perlu. Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan


Fransiskus dari Assisi, pernah sangat sibuk dengan urusan dunia. Sebagai anak saudagar kaya, maka perhatiannya ke kekayaan, kesenangan, kenikmatan hidup, pertemanan eksklusif. Sampai suatu saat, perkara dunia ini menjadi tak berarti, sesudah sebuah perjumpaan dengan Tuhan sendiri, yang secara ajaib memanggilnya 'memperbaiki Gereja-Nya'. Fransiskus berpikir Gereja itu bangunan fisik gereja; ternyata Gereja adalah keluarga Allah; ternyata Gereja yang dimaksud adalah dirinya sendiri juga.

Seperti Marta, Fransiskus pernah sibuk dengan perkara dunia. Kemudian dia beralih ke perkara gerejani, perkara Kerajaan Allah. Ia memberi waktu, hidup dan seluruh dirinya, duduk di kaki Yesus, yang dikenalnya sebagai 'Ia yang disalibkan dan yang miskin'. Ia menyibukkan diri dengan menghantar dunia kepada Kristus. Ia menjadi sahabat penuh damai dari Tuhan, dari sesamanya, dari alam semesta dari segala ciptaan.

Apa yang memenuhi hatiku saat ini? Perkara apa yang menjadi kepedulianku untuk mana kubaktikan seluruh tenaga, waktu dan kemampuanku? Apakah perkara itu menghantarku lebih dekat kepada Tuhan dan sesama, atau menjauhkanku? Jangan sampai kita salah memilih dan kehilangan sesuatu yang paling berharga.

Tuhan Yesus, terima kasih untuk waktu doa dan kesempatan kerja yang Kauberikan. Seperti Bunda Maria, kuingin diam dan merenungkan dalam hati apa saja yang Kau firmankan. Amin.

Renungan Harian Mutiara Iman, sangsabda.wordpress.com, RUAH