Selasa, 26 Juni 2012 Hari Biasa Pekan XII

Selasa, 26 Juni 2012
Hari Biasa Pekan XII

“Seorang anak mempunyai hak hidup sejak saat pembuahannya” (Katekismus Gereja Katolik, 2322)


Antifon Pembuka (Mzm 48:10-11)


Dalam hati-Mu, ya Allah, kami renungkan kasih setia-Mu. Nama-Mu, ya Allah, sampai ke ujung bumi; demikian pula kemasyhuran nama-Mu; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.


Doa Pagi


Allah, sumber kesucian, Engkau menciptakan kami baik adanya dan kami sungguh berharga di hadapan-Mu. Semoga kami mampu menjaga kesucian jiwa dan raga kami sepanjang hari ini agar pantas di hadapan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


Ketika mendengar bahwa Raja Asyur akan menyerang Yerusalem, berdoalah Raja Hizkia kepada Tuhan memohon perlindungan. Doanya ini didengarkan Tuhan. Tuhan mengutus malaikat-Nya ke perkemahan Asyur dan membunuh 185.000 orang Asyur, sehingga bangsa Asyur tidak jadi menyerang Yerusalem. Orang yang berseru kepada Tuhan dengan penuh iman, pasti didengarkan oleh Tuhan.


Bacaan dari Kitab Kedua Raja-Raja (19:9b-11.14-21.31-35a.36)


"Aku akan membela dan menyelamatkan kota ini demi Aku dan demi Daud."

Pada waktu Kota Yerusalem dikepung, Sanherib, Raja Asyur, mengirim utusan kepada Hizkia, Raja Yehuda. Ia berpesan, “Beginilah harus kamu katakan kepada Hizkia, Raja Yehuda: Janganlah Allahmu yang kaupercaya itu memperdayakan engkau dengan menjanjikan bahwa Yerusalem tidak akan diserahkan ke tangan Raja Asyur. Sesungguhnya engkau telah mendengar apa yang dilakukan raja-raja Asyur terhadap segala negeri, yakni bahwa mereka telah menumpasnya. Masakan engkau ini akan dilepaskan?” Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya. Kemudian pergilah ia ke rumah Tuhan dan membentangkan surat itu di hadapan Tuhan. Hizkia berdoa di hadapan Tuhan demikian, “Ya Tuhan, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi. Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. Condongkanlah telinga-Mu, ya Tuhan, dan dengarkanlah; bukalah mata-Mu, dan lihatlah, ya Tuhan; dengarkanlah perkataan Sanherib yang telah dikirimkannya untuk mengaibkan Allah yang hidup. Ya Tuhan, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan bangsa-bangsa! Mereka pun telah menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang. Maka sekarang, ya Tuhan, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya Tuhan.” Lalu Nabi Yesaya bin Amos menyuruh orang kepada Hizkia mengatakan, “Beginilah sabda Tuhan, Allah Israel, ‘Apa yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, Raja Asyur, telah Kudengar’. Inilah sabda yang telah diucapkan Tuhan mengenai dia, ‘Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olok engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu. Dari Yerusalem akan keluar orang-orang yang tertinggal dan dari Gunung Sion akan tampil orang-orang yang terluput. Cemburu Tuhan semesta alamlah yang akan melakukan hal ini’. Maka beginilah sabda Tuhan mengenai Raja Asyur, ‘Ia tidak akan masuk ke kota ini dan tidak akan menembakkan panah ke sana. Ia juga tidak akan mendatanginya dengan perisai dan tidak akan menimbun tanah menjadi tembok untuk mengepungnya. Melalui jalan dari mana ia datang, ia pun akan pulang, tetapi ke kota ini, ia tidak akan masuk’, demikianlah sabda Tuhan. ‘Aku akan membela kota ini untuk menyelamatkannya demi Aku dan demi Daud, hamba-Ku’.” Maka pada malam itu keluarlah Malaikat Tuhan, membunuh seratus delapan puluh lima ribu orang di dalam perkemahan Asyur. Sebab itu berangkatlah Sanherib, Raja Asyur; ia pulang lalu tinggal di kota Niniwe.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Allah menegakkan kotanya untuk selama-lamanya.
Ayat. (Mzm 48:2-3a.3b-4.10-11)

1. Agunglah Tuhan dan sangat terpuji di Kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi.
2. Gunung Sion, pusat kawasan utara, itulah kota Raja Agung. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri sebagai benteng.
3. Dalam bait-Mu, ya Allah, kami renungkan kasih setia-Mu. Nama-Mu, ya Allah, sampai ke ujung bumi; demikian pulalah kemasyhuran-Mu; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya, alleluya
Ayat. Akulah cahaya dunia; siapa yang mengikuti Aku, ia hidup dalam cahaya abadi.

Untuk memperoleh kehidupan dalam Kristus, dibutuhkan kerja keras bagaikan menempuh jalan yang sempit. Memanggul salib membutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Inilah konsekuensi dari seorang pengikut Kristus.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (7:6.12-14)


"Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka."

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing, dan janganlah kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injak dengan kakinya, lalu babi itu berbalik mengoyak kamu. Segala sesuatu yang kamu kehendaki diperbuat orang kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sempit itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kebinasaan, dan banyak orang telah masuk melalui pintu dan jalan itu. Tetapi sempitlah pintu dan sesaklah jalan yang menuju kehidupan, dan sedikitlah orang yang menemukannya.”

Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan


Pintu menuju keselamatan itu terbuka, tetapi sempit. Tidak mudah bagi banyak orang untuk melewatinya. Selain mengandalkan rahmat Tuhan, kita perlu melakukan sesuatu. Dengan penghayatan cinta kasih dan pengendalian diri, pintu tersebut akan terbuka bagi kita.


Doa Malam


Ya Tuhan, pada malam ini perkenankan aku mohon ampun kepada-Mu. Kadang atau sering aku berlaku tidak konsekuen dan tidak adil. Aku ingin agar segala sesuatu yang aku inginkan, orang lain lakukan untukku. Aku ingin dikasihi, ditolong dan diperhatikan. Aku ingin agar orang lain tidak berlaku jahat, kasar atau bertutur kata yang kotor. Namun aku sendiri tidak mau menolong dan memperhatikan sesama. Aku sering berlaku jahat terhadap sesama, bertutur kata yang kasar dan bahkan kotor sehingga tidak membangun hidup bersama dan hidupku tidak menjadi berkat bagi sesama. Ya Tuhan, ampunilah aku orang berdosa ini. Amin.


RUAH