Minggu, 22 Juli 2012 Hari Minggu Biasa XVI/B

Minggu, 22 Juli 2012
Hari Minggu Biasa XVI/B

Paus dalam menjalankan tugas Gembala tertinggi Gereja, selalu terikat dalam persekutuan dengan Uskup-uskup lainnya, bahkan juga dengan seluruh Gereja; tetapi ia mempunyai hak untuk menentukan cara, baik personal maupun kolegial, pelaksanaan jabatan itu, sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan Gereja. ---- KHK#333 § 2


Antifon Pembuka (Mzm 54:6.8)


Sesungguhnya, Allah adalah penolongku;

Tuhanlah yang menopang aku.
Dengan rela aku mempersembahkan korban kepada-Mu,
bersyukur sebab nama-Mu baik, ya Tuhan.

Doa Pagi


Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah menggembalakan kami, kawanan-Mu. Semoga, kami hidup sebagai kawanan yang selalu bersatu dan tekun mendengarkan Sabda Putra-Mu serta melaksanakannya dalam hidup kami sehari-hari. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.


Bacaan dari Kitab Yeremia (23:1-6)


"Aku akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku, dan Aku akan mengangkat gembala-gembala atas mereka."


Beginilah firman Tuhan, "Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!" Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku, "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai; kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalas kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat, demikianlah firman Tuhan. Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negeri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka; mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun, demikianlah firman Tuhan. Sungguh, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah nama yang diberikan orang kepadanya: Tuhan -- keadilan Kita.
Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 3/2, 2/4, PS 849

Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ayat. (Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6, Ul: lih. 1)

1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: 'ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. 'Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.
3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.
4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Efesus (2:13-18)


"Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak."

Saudara-saudara, di dalam Kristus Yesus kamu yang dahulu 'jauh' sekarang sudah menjadi 'dekat' oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan permusuhan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang 'jauh' dan kepada mereka yang 'dekat'. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952

Ref. Alleluya, allleluya, alleluya
Ayat. (Yoh 10:27)
Sesudah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:30-34)

"Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala."

Sekali peristiwa Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan perutusannya, mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!" Sebab memang begitu banyaknya orang datang dan pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus dan murid-murid-Nya. Ketika mendarat, dan melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Homili



MINGGU, 22 JULI 2012 – MINGGU BIASA XVI/B
Yer 23:1-6; Ef 2:13-38; Mrk 6:30-38
Bacaan-bacaan hari ini semakin memperteguh iman kita akan Tuhan yang penuh dan maha belas kasih. Bacaan pertama memaparkan kesaksian Yeremia akan belas kasih Allah kepada umat Israel dan Yehuda yang merupakan kawanan domba-Nya. Tuhan bersabda,
Aku sendiri akan mengumpulkan kambing domba-Ku dan Aku akan membawa mereka kembali ke padang mereka; mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekor pun … “ (Yer 6:3-4).
Tuhan, Sang pemilik kawanan domba, yakni kita semua, senantiasa menjamin kehidupan kita. Ia mempersatukan kita, menjamin pertumbuhan dan perkembangan kita. Ia memberikan gembala-gembala yang baik dan menjamin keselamatan kita masing-masing sehingga pada saatnya kita dapat kembali ke rumah-Nya dengan selamat. Tak seorang pun luput dari pemeliharaan-Nya dan dibiarkan hilang binasa.
Dalam bacaan kedua, melalui suratnya kepada Jemaat Efesus, St. Paulus semakin menegaskan bahwa Tuhan itu sungguh maha belas kasih.
dalam Kristus Yesus kamu yang dahulu 'jauh' sekarang sudah menjadi 'dekat' oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang 'jauh' dan kepada mereka yang 'dekat'. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh” (Ef 2:13-18)
Belas kasih Allah itu mencapai puncak dan kepenuhannya dalam diri Yesus Kristus, Putera-Nya, yang rela menumpahkan darah-Nya di salib. Pengorbanan Kristus itulah yang memperdamaikan kembali kita dengan Allah yang telah kita rusak dengan dosa-dosa kita. Dengan pendamaian itu, maka kita yang telah menjauhi Allah, kini didekatkan kembali. Yesus menjadi bagi kita jalan masuk untuk mendekatkan diri kepada Allah sampai akhirnya nanti masuk ke rumah-Nya yang abadi.
Kehadiran Yesus yang hati-Nya selalu penuh dan digerakkan oleh belas kasih inilah yang juga merupakan warta gembira Injil hari ini.
Yesus berkata kepada mereka, Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak! Tetapi pada waktu mereka bertolak, banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu dan mereka malah mendahului Yesus dan murid-murid-Nya. Ketika mendarat, dan melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.” (Mrk 6:30-34)
Kendati Yesus merasa lelah, haus, dan lapar, hati-Nya yang penuh belas kasih, tidak tega melihat kehausan orang banyak yang ingin mendengarkan sabda dan pengajaran-Nya. Maka, mulailah Ia mengajarkan banyak hak kepada mereka. Yesus mengurungkan niatnya untuk berisitarahat sejenak.
Setelah iman kita akan Allah yang penuh dan maha belas kasih diteguhkan, sekarang bagaimana kita sebaiknya menghayati iman kita itu?
Pertama-tama, tentu saja kita diajak untuk selalu mensyukuri belas kasih Allah yang senantiasa dianugerahkan kepada kita. Bahkan Ia tidak ngeman (menyayangkan) Putera-Nya sendiri demi keselamatan kita. Betapa luar biasanya Allah kita ini. Mari kita selalu memuji nama-Nya dan bersyukur kepada-Nya. Seperti para murid, yang “setelah menunaikan tugas perutusannya, mereka kembali berkumpul dengan Yesus” (Mrk 6:30), marilah di tengah kesibukan tugas dan pekerjaan kita, kita juga selalu kembali berkumpul dengan Tuhan. Luangkan waktu untuk berdoa, memuji kebesaran-Nya, bersyukur atas segala rahmat-Nya, dan memohon berkat-Nya agar kita dapat setia serta penuh tanggung jawab melaksanakan tugas perutusan kita masing-masing.
Kedua, mari kita juga belajar dari orang banyak yang antusias untuk mencari dan menemukan Yesus, kemudian mengikuti-Nya dan tinggal bersama-Nya sehingga dapat selalu mendengarkan sabda dan pengajaran-Nya. Kalau kita selalu mempunyai antusiasme iman, yaitu iman yang selalu mencari dan menemukan serta mengikuti dan mendegarkan Tuhan, percayalah Tuhan akan selalu tergerak hati-Nya oleh belas kasih kepada kita. Dengan demikian, kita akan senantiasa mengalami belaskasih-Nya.
Ketiga, mari kita juga belajar dari Yesus yang hati-Nya selalu tergerak oleh belas kasihan. Karena kita telah mengalami belas kasih-Nya, kita pun diajak untuk menghadirkan belas kasih Tuhan itu kepada sesama. Hal ini tentu saja menuntut pengorbanan seperti Yesus. Ia mengorbankan kenyamanan-Nya dengan tidak peduli akan rasa lelah, lapar dan haus yang dialami-Nya, bahkan rela mengorbankan diri-Nya di kayu salib. Maka, kalau kita ingin sungguh-sungguh berbelas kasih kepada sesama, tentu kita juga harus berani berkorban. Mengorbankan waktu, tenaga, pemikiran, dana, dll demi terlaksananya tugas dan karya pelayanan kita dan demi terpenuhinya kebutuhan orang-orang yang kita layani.
Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat-Nya kepada kita sehingga kita semakin mampu mensyukuri belas kasih-Nya, semakin antusias dalam beriman, dan semakin berkobar dalam menghadirkan belas kasih Allah kepada sesama.

Rm. Ag. Agus Widodo, Pr

Sabtu, 21 Juli 2012 Hari Biasa Pekan XV

Sabtu, 21 Juli 2012
Hari Biasa Pekan XV

“Menyerahkan diri kepadaku berarti membiarkan dirimu dibimbing olehku. Itu berarti memercayakan dirimu kepadaku, seperti seorang anak yang membiarkan diri dituntun oleh ibunya” (Our lady, 21 Juli 1973)


Antifon Pembuka (Mat 12:18)


Inilah hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi. Roh-Ku akan Kucurahkan kepada Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa.


Doa Pagi


Allah yang kekal dan kuasa, sering kami jatuh dalam hal-hal yang jahat dan dosa yang sama. Insafkanlah kami ya Allah, agar kami tidak dicampakkan ke dalam kegelapan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


Penyalahgunaan kekuasaan adalah kejahatan. Waktu tidur adalah saat istirahat, bukan untuk merencanakan kejahatan, untuk dilakukan pada pagi harinya. Kekuasaan yang dimilikinya bukan dipandang sebagai amanah, melainkan sebagai kesempatan untuk menindas orang-orang yang tak berdaya. Nah, Allah memiliki banyak alasan untuk mendatangkan malapetaka kepada penguasa seperti itu.


Bacaan dari Nubuat Mikha (2:1-5)


"Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai putri Sion."

Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan merencanakan kejahatan di tempat tidurnya! Pada waktu fajar mereka melakukannya, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya. Bila menginginkan ladang, mereka merampasnya; bila menginginkan rumah, mereka menyerobotnya. Mereka menindas orang bersama isi rumahnya dan manusia bersama milik warisannya. Sebab itu beginilah sabda Tuhan, “Sungguh Aku merancang malapetaka terhadap kaum ini. Dan kalian takkan dapat menghindarkan lehermu dari padanya. Kalian takkan dapat lagi berjalan angkuh, sebab waktu itu adalah waktu yang mencelakakan. Pada hari itu orang akan melontarkan sindiran tentang kalian dan akan memperdengarkan suatu ratapan. Mereka akan berkata, “Kita telah dihancurluluhkan! Bagian warisan bangsaku telah diukur dengan tali, dan tak ada orang yang mengembalikannya. Ladang-ladang kita dibagikan kepada orang-orang yang menawan kita.” Sebab itu tidak akan ada bagimu orang yang melontarkan tali dengan undian di dalam jemaah Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ref. Ya Tuhan, janganlah Kaulupakan orang yang tertindas.
Ayat. (Mzm 10:1-2.3-4.7-8.14)

1. Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh ya Tuhan, dan menyembunyikan diri-Mu di kala aku kesesakan? Karena congkak, orang fasik giat memburu orang yang tertindas, mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan.
2. Orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, orang tamak mengutuk dan menista Tuhan. Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas, “Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!” itulah seluruh pikirannya.
3. Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan. Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah.
4. Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong.

Bait Pengantar Injil do = f, 4/4, kanon, PS 960

Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Ayat. (2Kor 5:19)
Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya dalam diri Kristus dan mempercayakan warta perdamaian kepada kita.

Tokoh yang diramalkan Yesaya terpenuhi dalam diri Yesus. Ia akan membawakan hukum yang sesungguhnya, yakni hukum tempat semua hukum bergantung. Hukum itulah yang sering disebut hukum emas, yaitu hukum cinta kasih. Cinta kasih tidak akan memadamkan nyala semangat orang yang lemah, tetapi justru meneguhkannya.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (12:14-21)

"Dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan."


Sekali peristiwa orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus. Tetapi Yesus tahu maksud mereka, lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Dia, dan Ia menyembuhkan mereka semua. Dengan keras Ia melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah sabda yang telah disampaikan oleh Nabi Yesaya, “Lihatlah, itu hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepadanya jiwa-Ku berkenan. Roh-Ku akan Kucurahkan atas Dia, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada sekalian bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak, suara-Nya tidak terdengar di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Kepada-Nyalah semua bangsa akan berharap.”

Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran, dan hidup kami.

Renungan


Orang-orang Farisi berencana untuk membunuh-Nya, walau Yesus telah berbuat baik bagi banyak orang. Itulah sebabnya Ia menyingkir dari hadapan publik. Namun Yesus tidak bisa menyembunyikan diri. Banyak orang tetap mengikuti-Nya dan Ia masih saja terus berbuat bagi mereka semuanya. Sebagai pengikut Yesus, kita tidak pernah luput dari kesulitan, walau mungkin kita sudah banyak melakukan kebaikan. Kita diminta untuk tetap bertekun dan bersabar dalam memberikan kesaksian tentang cinta Tuhan.


Doa Malam


Allah Bapa yang Mahabaik, perbuatan Yesus yang baik sering dianggap sebagai ancaman oleh orang Farisi. Mampukanlah kami untuk berpandangan luas sehingga dapat membantu mereka yang lemah dan membangkitkan semangat bagi yang sedang dalam kesulitan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.


RUAH