Rabu, 06 Maret 2013 Hari Biasa Pekan III Prapaskah

Rabu, 06 Maret 2013
Hari Biasa Pekan III Prapaskah

Marilah memberikan amal kasih sebab ini membasuh jiwa kita dari noda cemar dosa --- St. Fransiskus dari Assisi


Antifon Pembuka (Mzm 119:133)

Teguhkanlah langkahku seturut janji-Mu, dan janganlah suatu kejahatan pun menguasai aku
 
Doa
untuk Proses Pemilihan Paus (KONKLAF)
 
Bapa Surgawi, kami Umat-Mu,
berkumpul dalam solidaritas seperti yang dilakukan para murid di ruang Senakulum, berdoa untuk turunnya Roh Kudus atas para Kardinal yang hadir di konklaf untuk pemilihan wakil Yesus Kristus, Tuhan kami. Semoga hati dan budi para Kardinal terbuka terhadap kebijaksanaan Roh Kudus-Mu, melampaui segala pertimbangan manusiawi, untuk memilih Paus yang paling berkenan bagi-Mu dan yang akan membimbing Gereja Kudus-Mu saat ini dan sejarah ke depan. Utuslah Roh Kudus-Mu maka segalanya akan dicipta lagi dan Engkau membaharui muka bumi.

Ya Yesus, Tuhan dan Gembala Agung kami,
Kuasailah hati dan budi para Kardinal-Mu, yang sedang bersekutu di konklaf untuk memilih Paus baru, yakni hamba-Mu yang Kau-percayai untuk menjadi wakil-Mu di bumi ini dan menggembalakan kami menyusuri sejarah menuju kerajaan-Mu. Kami memohon pula kepada Bunda Maria, sebagaimana pada Pentakosta, dia bersatu dalam doa dengan para murid di ruang Senakulum, supaya saat ini juga berdoa bagi para Kardinal untuk memilih Bapa Suci yang baru dalam kepatuhan terhadap bisikan Roh Kudus.

Santa Maria, mempelai Roh Kudus, Bunda Allah dan Bunda Gereja, kami mempercayakan konklaf ini pada hati tak bernoda dan keibuan-mu. Kami mempersembahkan doa ini kepada bimbingan dan perlindunganmu selama Pemilihan Wakil Putra-mu berlangsung.

Bapa Kami…
Salam Maria…
Kemuliaan...
 
Doa Pagi

Tuhan Yesus, Engkau mengajarkan banyak hal yang baik kepadaku. Semoga hari ini aku tidak melupakan ajaran-Mu dan dengan setia melakukannya. Amin.

Hukum Tuhan menuntun kita untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Ketetapan dan peraturan tidak membatasi namun mengarahkan kita hidup bahagia. Namun jika kita menyimpang, hidup kita akan menuai bencana karena kesalahan kita sendiri. Waspadalah!

Bacaan dari Kitab Ulangan (4:1.5-9)
 
"Lakukanlah ketetapan-ketetapan itu dengan setia."

Di padang gurun seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, "Hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaan dan akal budimu di mata bangsa-bangsa. Begitu mendengar segala ketetapan ini mereka akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum, yang kubentangkan padamu pada hari ini? Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidup. Beritahukanlah semuanya itu kepada anak-anakmu dan kepada cucu-cucumu serta cicitmu."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/2, PS 863
Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, pujilah Tuhan, hai umat Allah!
Ayat. (Mzm 147:12-13.15-16.19-20; Ul: 12a)
1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.
2. Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari. Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.
3. Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

Hukum dan perintah Tuhan tidak boleh berhenti hanya pada wacana, tetapi hendaknya dilakukan dan diajarkan dengan sepenuh hati. Kristus datang untuk menggenapi hukum Allah. Sebagai murid Kristus sudahkah kita melaksanakan perintah-Nya?

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (5:17-19)
 
"Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi."

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sungguh, selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah Taurat sekali pun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat-tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga. Tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga."
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!


Renungan

Prapaskah yang berkembang di masyarakat adalah Yesus datang untuk meniadakan hukum Taurat. Padahal, hukum Taurat adalah norma tertinggi jalan kesucian bagi orang-orang Yahudi. Yesus datang justru untuk menggenapinya. Istilah teknis 'menggenapi' berarti mengembalikan hukum Taurat pada maksud semula Allah. Dengan kata lain, hari ini Yesus mengajak kita untuk kembali ke sumber, ke akar dalam menerapkan setiap aturan.

Doa Malam

Tuhan Yesus, Engkau menjanjikan tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga bagi siapa pun yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-Mu. Ampuni aku pada malam ini kalau hari ini aku kurang tekun dan setia dalam melaksanakan perintah-Mu. Amin.


RUAH