Bacaan Harian 11 - 17 Maret 2013

Bacaan Harian 11 - 17 Maret 2013

Senin, 11 Maret : Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U).
Yes 65:17-21; Mzm 30:2.4-6.11-12a.13b; Yoh 4:43-54.


Selasa, 12 Maret: Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U).
Yeh 47:1-9.12; Mzm 46:2-6.8-9; Yoh 5:1-16.


Rabu, 13 Maret: Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U).
Yes 49:8-15; Mzm 145:8-9.13cd-14.17-18; Yoh 5:17-30.


Kamis, 14 Maret: Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U).
Kel 32:7-14; Mzm 106:19-23; Yoh 5:31-47.


Jumat, 15 Maret: Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U).
Keb 2:1a.12-22; Mzm 34:17-21.23; Yoh 7:1-2.10.25-30.


Sabtu, 16 Maret: Hari Biasa Pekan IV Prapaskah (U).
Yer 11:18-20; Mzm 7:2-3.9bc-12; Yoh 7:40-53.

Minggu, 17 Maret : Hari Minggu Prapaskah V (U).
Yes 43:16-21; Mzm 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6; Flp 3:8-14; Yoh 8:1-11.

Senin, 11 Maret 2013 Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Senin, 11 Maret 2013
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Jika ada suatu jalan pasti yang menghantarmu ke Kerajaan Abadi, itu adalah penderitaan, yang ditanggung dalam kesabaran (St. Koleta)

Antifon Pembuka
(Mzm 31:7-8)

Aku berharap pada-Mu, ya Tuhan. Aku hendak bersorak dan bergirang atas kerahiman-Mu, sebab Engkau mengindahkan kehinaanku

Doa Pagi


Allah Bapa yang Mahabaik, Engkau menghendaki kebahagiaan hidup kami. Namun, kami seringkali menolak tawaran-Mu dengan sikap yang kurang berterima kasih dan acuh tak acuh terhadap kebaikan-Mu. Tolonglah kami agar berani menanggapi kerinduan-Mu dengan usaha tobat kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Kitab Yesaya (65:17-21)
  
"Tidak ada kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang."
 
Beginilah firman Allah, "Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru! Hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi di dalam hati. Bergiranglah dan bersorak-sorai untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan. Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorai, dan penduduknya penuh kegirangan. Aku akan bersorak-sorai karena Yerusalem dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan, dan bunyi erang pun tidak. Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk. Sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk. Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga."
Demikianlah sabda Tuhan
Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = a, 2/4, PS 838
Ref. Tuhan telah membebaskan dan menyelamatkan daku
atau: Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas.
Ayat. (Mzm 30:2.4.5-6.11-12a.13b)
1. Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
2. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihani oleh-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan menjelang pagi ada sorak-sorai.
3. Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku! Tuhan, jadilah penolongku! Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari. Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

Bait Pengantar Injil, do = bes, 4/4, PS 965
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Ayat. (Am 5:14)
Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian Allah akan menyertai kamu.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes (4:43-54)
 
"Lihat anakmu hidup."

Sekali peristiwa, Yesus berangkat dari Samaria dan pergi ke Galilea. Sebab Ia sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. Setelah Yesus tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan Yesus di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, yang anaknya sedang sakit. Ketika pegawai itu mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya, lalu meminta supaya Yesus datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata Yesus kepadanya, "Jika kamu tidak melihat tanda dan mukjizat, kamu tidak percaya." Pegawai istana itu berkata kepada-Nya, "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya, "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka, "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya, "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan

Kita sering mendengar berita tentang orang bunuh diri. Mengapa orang sampai putus asa dan nekad mengakhiri hidupnya? Secara umum akan dijawab karena terhimpit oleh tuntutan hidup yang tak tertanggung lagi. Secara sederhana, bisa dikatakan ”orang putus asa karena andalan hidupnya adalah materi dan hal duniawi!”

Materi tidak pernah bisa menyelamatkan hidup. Satu-satunya penyelamat adalah Sang Pencipta. Kedua bacaan hari ini mengundang kita untuk menjadikan Allah sebagai andalan hidup. ”Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru. Bergirang dan bersorak-sorailah untuk selama-lamanya!” Seorang pegawai istana dalam Injil mengandalkan kuasa dan kasih Yesus untuk menyembuhkan anaknya: ”Tuhan, datanglah sebelum anakku mati!” Iman itu tidak sia-sia, anaknya sembuh dari sakit. Tidak jadi mati.

Selama orientasi kita pada materi dan hal-hal duniawi, kita akan menghadapi keterbatasan dan keputusasaan. Sebaliknya, bila firman Allah yang mengisi pikiran kita, kita tidak akan menghadapi jalan buntu; sebaliknya akan memiliki hidup kekal.

Tuhan Yesus, tinggallah di hatiku agar aku senantiasa mengandalkan Engkau. Amin.

Ziarah Batin 2013, Renungan dan Catatan Harian