Rabu, 19 Juni 2013 Hari Biasa Pekan XI

Rabu, 19 Juni 2013
Hari Biasa Pekan XI
  
Berpuasa yang Kukehendaki ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk ..." --- Yes 58:6
  
Antifon Pembuka (Yoh 14:23)
 
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya.

Doa Pagi

Tuhan, Engkau melihat ketulusan hati kami dalam memberi dan berbagi. Semoga dari hari ke hari kami memberi dengan sukacita dan tidak lagi memperhitungkan untung rugi. Semoga hari ini pun kami dapat menjadi saluran berkat-Mu bagi sesama. Amin.

Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus (9:6-11)
 
"Allah mengasihi orang yang memberi sukacita."
 
Saudara-saudara, camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit pula. Sebaliknya orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula. Hendaklah masing-masing memberi menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau terpaksa. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kalian, supaya kalian senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis, “Ia murah hati, orang miskin diberi-Nya derma. Kebenaran-Nya tetap untuk selama-lamanya.” Dia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Dia juga yang akan menyediakan benih bagi kalian serta melipatgandakannya, dan menumbuhkan buah kebenaranmu. Kalian akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya.
Ayat. (Mzm 112:1-2.5-6.7-8.9)
1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka akan segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.
2. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap dikenang selama-lamanya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.
3. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. (Yoh 14:23)
Barangsiapa mengasihi Aku, ia akan menaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (6:1-6.16-18)
 
"Bapamu yang melihat yang tersembunyi, akan mengganjar engkau."
 
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Hati-hatilah, jangan sampai melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat. Karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga. Jadi, apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong supaya dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri di rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu, dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu, ‘Mereka sudah mendapat upahnya’. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Dalam hal memberikan pujian, kita sering dilema. Kita boleh bertanya apakah pujian ini nanti tepat sasaran atau tidak, jangan-jangan salah sasaran. Memuji orang lain dengan tulus tidak pernah salah, kecuali memuji dengan maksud tertentu. Banyak orang, mungkin termasuk kita, mencari pujian dengan melakukan tindakan-tindakan yang memancing pujian, supaya kita dikatakan hebat, serba mewah, serba wah, dan kitalah yang terbaik diantara yang lainnya. Mencari pujian dengan sengaja mendatangkan kesombongan. Apalagi, memegahkan diri karena keinginan selalu di puji. Akhirnya, kita hidup bukan apa adanya, terlalu jaga wibawa, terlalu berkelas, dan hidup ada apanya, yang penting memuaskan.

Hari ini dengan tegas Yesus mengajak untuk merefleksikan diri sendiri, agar kita menghindari keinginan-keinginan palsu, mencari kemegahan diri dengan segala kesombongan-kesombongan duniawi, tapi melupakan makna tindakan yang sesungguhnya. Sebab sesungguhnya perbuatan sekecil apa pun dengan maksud yang baik, dan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi Allah akan mengetahuinya, daripada melakukan perbuatan yang kecil, tetapi ingin diketahui orang lain supaya di besar-besarkan adalah percuma. Diagung-agungkan karena perbuatan kecil dengan maksud mencari pujian adalah sia-sia. Lebih baik melakukan perbuatan yang kecil dengan tulus hati tanpa maksud mencari pujian, maka Allah sendiri yang akan membesarkan kita. Manusia mungkin tidak tahu dan tidak mampu mengukur kemunafikan kita, tetapi Allah mampu dan tahu kemunafikan manusia.

Ya Bapa Yang Mahapengasih, hindarkanlah aku dari bahaya cinta diri, agar aku tidak lupa diri. Sebab hanya Engkaulah yang tahu segala isi hatiku, sucikan hatiku, jagalah mulutku dalam bertutur kata, dan bersihkanlah pikiranku dari segala yang jahat. Amin.

Ziarah Batin 2013, Renungan dan Catatan Harian