| Home | Bacaan Harian | Support Renungan Pagi | Renungan Minggu Ini | Kisah Para Kudus | Katekese Iman Katolik | Privacy Policy |

Jangan cuma katanya#1



 photo 20130901-rev_zps9bfb6ef6.jpg

Kobus: Ukuran Sesungguhnya





silahkan klik gambar untuk memperbesar

Minggu, 01 September 2013 Hari Minggu Biasa XXII

Minggu, 01 September 2013
Hari Minggu Biasa XXII - Minggu Kitab Suci Nasional
   
“Jika engkau mengikuti kehendak Allah, engkau tahu bahwa biarpun ada serba macam hal mengerikan yang terjadi atas dirimu, namun engkau tidak akan kehilangan tempat perlindungan terakhir. Engkau tahu bahwa fondasi dunia ini adalah kasih sehingga biarpun tak ada seorang manusia pun yang dapat atau bersedia membantumu, engkau tetap dapat berjalan maju, seraya mempercayai Ia yang mengasihimu” – Joseph Ratzinger (Paus Emeritus Benediktus XVI)

Antifon Pembuka (Mzm 86:3.5)

Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Sebab Engkau ya Tuhan baik dan suka mengampuni, dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.

Miserere mihi Domine, quoniam ad te clamavi tota die: quia tu Domine suavis ac mitis es, et copiosus in misericordia omnibus invocantibus te.

Doa untuk Gereja yang dianiaya

† Allah, Bapa di surga, kami bersyukur kepada-Mu, karena Yesus telah menghimpun umat baru bagi-Mu, yakni Gereja. Sungguh berat perjuangan-Nya untuk mewujudkan umat baru itu; Ia harus menderita, bahkan harus wafat di salib. Tetapi Ia sendiri telah meyakinkan kami bahwa Ia mendirikan Gereja-Nya di atas batu karang, dan alam maut tidak akan menguasainya.
Bapa, keyakinan ini pulalah yang telah memberikan kekuatan besar kepada para murid Yesus yang harus menderita karena nama-Nya. Kami ingat akan para rasul yang dikejar-kejar, ditangkap dan dipenjarakan karena nama Yesus. Kami ingat akan Stefanus yang demi kesetiaannya kepada Yesus harus menanggung penganiayaan yang kejam, dibunuh dengan dilempari batu. Tetapi dengan perkasa dia sendiri mendoakan orang-orang yang menganiayanya dan memohonkan pengampunan dari-Mu. Juga kami ingat akan Rasul Paulus yang selalu membawa salib Kristus ke mana pun pergi.

Semoga teladan hidup mereka menyadarkan kami semua, terutama saudara-saudari kami yang sedang dianiaya di Afghanistan, Mesir, Siria, dan Irak. Betapa besar kekuatan yang Kauberikan kepada mereka yang dianiaya demi nama Yesus. Semoga kesadaran itu membangkitkan pula kekuatan dan ketabahan dalam diri mereka. Semoga mereka tetap setia, bahkan merasa bangga karena boleh ikut memanggul salib Kristus, dan memberikan kesaksian tentang salib yang sungguh memberikan kekuatan. Demi Kristus, Tuhan kami. (Amin.)
(Salam Maria 3x) †

(Sumber: Puji Syukur no. 178 dengan penekanan khusus)

Doa Pagi

Allah Bapa kami yang mahamurah, semua yang kecil dan hina, Kaujunjung tinggi. Meskipun kami papa miskin, namun Kaupanggil juga ikut serta dalam perjamuan-Mu. Kami mohon, jadilah tuan rumah yang ramah bagi kami. Berikanlah perhatian serta kegembiraan-Mu kepada siapa pun yang Kauundang. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

Bacaan dari Kitab Putra Sirakh (3:19-21.30-31)
 
"Rendahkanlah dirimu, supaya kaudapat karunia di hadapan Tuhan."
 
Anakku, lakukanlah pekerjaanmu dengan sopan, maka engkau akan lebih disayangi daripada orang yang ramah-tamah. Makin besar engkau, patutlah makin kaurendahkan dirimu, supaya engkau mendapat karunia di hadapan Tuhan. Sebab besarlah kekuasaan Tuhan, dan oleh yang hina-dina Ia dihormati. Kemalangan tidak menyembuhkan orang sombong, sebab tumbuhan keburukan berakar di dalam dirinya. Hati yang arif merenungkan amsal, dan telinga yang pandai mendengar merupakan idaman orang bijak.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, mi = fis, 4/4 PS 816
Ref. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.
Ayat. (Mzm 68:4-5ac.6-7ab.10.11; R:11b)

1. Orang-orang benar bersukacita, Mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. Bernyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi nama-Nya!Nama-Nya ialah Tuhan; beria-rialah di hadapan-Nya!
2. Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, Itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara,Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia.
3. Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; tanah milik-Mu yang gersang Kaupulihkan, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu, ya Allah, Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas.
    
Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani (12:18-19.22-24a)
 
"Kamu sudah datang ke Bukit Sion, dan ke kota Allah yang hidup."
 
Saudara-saudara, kamu tidak datang kepada gunung yang tidak dapat disentuh, dan tidak menghadapi api yang menyala-nyala, kamu tidak mengalami kekelaman, kegelapan atau angin badai, kamu tidak mendengar bunyi sangkakala dan suara dahsyat yang membuat mereka yang mendengarnya memohon supaya suara itu jangan lagi berbicara kepada mereka. Sebaliknya kamu sudah datang ke Bukit Sion, dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi. Kamu sudah datang kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di surga; kamu telah sampai kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna. Dan kamu telah datang kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil, do = a, 4/4, Pelog Bem, PS 962
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya.
Ayat. (Mat 11:29ab)
Pikullah kuk yang Kupasang padamu, sabda Tuhan, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati.


Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas (14:1.7-14)
 
"Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan."
 
Pada suatu hari Sabat Yesus masuk ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan seksama. Melihat tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Yesus lalu mengatakan perumpamaan ini, “Kalau engkau diundang ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan. Sebab mungkin ada undangan yang lebih terhormat daripadamu. Jangan-jangan orang yang mengundang engkau dan tamu itu datang dan berkata kepadamu, ‘Berikanlah tempat itu kepada orang ini’. Lalu dengan malu engkau harus pergi pindah ke tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, duduklah di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu, ‘Sahabat, silakan duduk di depan’. Dengan demikian engkau akan mendapat kehormatan di mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.” Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang-Nya, “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam, janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula, dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

Renungan
 
 Kita terbiasa mengerti bahwa tempat terhormat itu dapat diperoleh dengan duduk di tempat terendah atau di belakang, bukan di depan. Pemahaman seperti itu dapat muncul ketika membaca Injil hari ini di mana Yesus mengatakan, “Janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu,” dan seterusnya. Kita bisa saja berpikir bahwa Yesus sedang berbicara tentang kesopanan atau nilai kerendahan hati. Tetapi, karena itu adalah perumpamaan, maka kita mengertinya lebih dari itu.
  
Baiklah kita menyadari, bahwa Yesus sedang menyampaikan perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Yesus datang untuk mewartakannya dan kehadiran-Nya menjadi tanda bagi kedatangan-Nya. Kehadiran-Nya, seperti yang disampaikan-Nya di Bait Allah dalam Luk 4:18-20, adalah “untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Itulah orang-orang yang berada di tempat terendah dan Yesus datang mengundang mereka semua untuk menempati tempat terhormat.
  
Lalu, apakah dengan sendirinya mereka masuk dan duduk di tempat terhormat? Tentu tidak. Yesus yang mengundang, tetapi hanya Dia yang berhak untuk memilih siapa yang di tempat terhormat itu. Ini bukan berarti Dia tidak adil apabila kita melihat orang yang begitu rajin ke gereja, giat berdoa rosario, rajin membaca Kitab Suci dan banyak hal rohani lainnya, tetapi Yesus menempatkannya sama dengan orang yang biasa saja di mana ia bertobat atas segaa dosa-dosanya dan sedikit berbuat baik dalam hidupnya, itu pun hanya di hari-hari akhir hidupnya.
   
Mengapa? Sebab, Dia memberi tempat terhormat itu semata karena kemurahan-Nya (Bdk. Mat 20:1-16). Selain itu, karena Yesus menghendaki agar kita, para murid-Nya, belajar dari Dia, bagaimana Dia berusaha untuk memberikan sebanyak-banyaknya tempat terhormat bagi orang yang tidak terhormat dalam kehidupan kita. Tempat terhormat itu tidak hanya satu, maka baiklah kita pun memberikan bantuan kepada mereka yang miskin, terlantar, sakit, terkena bencana alam, tersisihkan, tertindas, kurang beruntung dalam hidupnya, sedih dan menderita karena kehilangan kasih sayang, dan sebagainya. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak seketika mampu membalas undangan kita, bila kita mengadakan pesta perjamuan bagi mereka. Kita perlu membantu di dalam kasih yang sama dengan kasih-Nya, mereka yang tidak segera membalas bantuan kita.
  
Biarlah kita hanya mengharapkan balasan dari Tuhan saja, daripada mengharapkan dari orang yang telah kita beri bantuan. Dan semoga Ia berkenan menempatkan kita di tempat terhormat, bukan hanya karena keinginan kita untuk duduk di sana namun juga kemurahan hati-Nya kepada kita.
   
Dalam seluruh kehidupan-Nya Yesus merupakan contoh kita Bdk. Rm 15:5; Flp 2:5.: Ia adalah "manusia sempurna" (GS 38), yang mengundang kita supaya menjadi murid-Nya dan mengikuti Dia. Oleh pelayanan-Nya yang rendah hati Ia memberi kepada kita contoh untuk diteladani Bdk. Yoh 13:15., oleh doa-Nya Ia mengajak kita untuk berdoa Bdk. Luk 11:1., oleh kemiskinan-Nya Ia mengajak kita agar menanggung penderitaan dan penganiayaan dengan rela hati Bdk. Mat 5:11-12. ---- Katekismus Gereja Katolik, 520
    
RUAH

Sabtu, 31 Agustus 2013 Hari Biasa Pekan XXI

Sabtu, 31 Agustus 2013
Hari Biasa Pekan XXI

“Hendaknya orang tua dengan perkataan maupun teladan menjadi pewarta iman pertama bagi anak-anak mereka” (Para Bapa Konsili Vatikan II, LG 11,2)

Antifon Pembuka (Yoh 13:34)

Perintah baru Kuberikan kepadamu, yaitu supaya kamu saling menaruh cinta kasih, sebagaimana Aku menaruh cinta kasih kepadamu.

Doa Pagi

Bapa yang penuh kasih, syukur atas anugerah kasih dan rahmat-Mu yang boleh kami terima sepanjang bulan Agustus ini. Bimbinglah kami agar sepanjang hari ini juga dapat kami jalani dan isi dengan berbagai kegiatan yang positif, yang berguna bagi hidup kami, jasmani dan rohani, maupun berguna bagi sesame lewat pelayanan kami, walau dalam hal-hal yang kecil dan sederhana. Semoga Engkau sendiri yang menggandakan talenta kami untuk mendukung karya dan pelayanan kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Nasihat St. Paulus dapat dipastikan mengalir dari perintah utama Yesus. Para pengikut Yesus diminta untuk mengamalkan kasih secara berlimpah kepada sesama. Bagi Paulus, dalam kehidupan orang Kristen, mengamalkan kasih persaudaraan kepada sesama menjadi sesuatu yang amat penting, bahkan menjadi ciri khas bagi orang Kristen.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (1Tes 4:9-11)
 
"Kalian belajar kasih mengasihi dari Allah."
 
Saudara-saudara, tentang kasih persaudaraan, kiranya tidak perlu aku menulis kepadamu. Sebab kalian sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah. Hal itu kalian amalkan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kalian, Saudara-saudara, agar kalian lebih sungguh-sungguh lagi mengamalkannya. Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, sebagaimana telah kami pesankan kepada kalian.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan akan datang menghakimi para bangsa dengan adil.
Ayat. (Mzm 98:1.7-8.9)
1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
2. Biarlah gemuruh laut dan segala isinya, dunia dan semua yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gemunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan Tuhan.
3. Sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Bait Pengantar Injil, do = g, 2/4, PS 952
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Setelah ayat, Alleluya dilagukan dua kali.
Ayat. (2Kor 8:9)
Yesus Kristus menjadi miskin sekalipun Ia kaya, supaya karena kemiskinan-Nya kamu menjadi kaya.

Ciri khas “sesuatu yang hidup” adalah mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Sebaliknya, ciri khas “sesuatu yang mati” adalah tidak bertumbuh dan berkembang, sekalipun tidak akan bisa lepas dari tantangan dan rintangan. Matius menyadarkan bahwa kalau kita hidup berarti kita masih harus tumbuh dan berkembang. Maka kita diajak mengembangkan hidup itu agar orang lain dapat menerima berkat dari Allah lewat diri kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (25:14-30)
 
"Karena engkau setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, masuklah ke dalam kebahagiaan tuanmu."

Pada suatu hari Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan memercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua, dan seorang yang lain lagi satu, masing-masing menurut kemampuannya. Lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu dan memperoleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta pun berbuat demikian, dan mendapat laba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lubang di tanah, lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama kemudian pulanglah tuan hamba-hamba itu, lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta datang dan membawa laba lima talenta. Ia berkata, ‘Tuan, lima talenta Tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah memperoleh laba lima talenta’. Maka kata tuannya kepadanya, ‘Baik sekali perbuatanmu itu, hamba yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil! Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu’. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta, katanya, ‘Tuan, dua talenta Tuan percayakan kepadaku. Lihat, aku telah mendapat laba dua talenta’. Maka kata tuan itu kepadanya, “Baik sekali perbuatanmu hamba yang baik dan setia! Karena engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara kecil, maka aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu’. Kini datang juga hamba yang menerima satu talenta dan berkata, ‘Tuan, aku tahu bahwa Tuan adalah manusia kejam, yang menuai di tempat Tuan tidak menabur, dan memungut di tempat Tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta Tuan di dalam tanah. Ini, terimalah milik Tuan!’ Maka tuannya menjawab, ‘Hai engkau, hamba yang jahat dan malas! Engkau tahu bahwa aku menuai di tempat aku tidak menabur, dan memungut di tempat aku tidak menanam. Seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerima uang itu serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu daripadanya, dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, akan diberi sampai ia berkelimpahan, tetapi siapa yang tidak punya, apa pun yang ada padanya akan diambil. Dan buanglah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sana akan ada ratap dan kertak gigi.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Tuhan memuji orang yang setia melakukan hal-hal kecil. Itulah orang yang bertanggung jawab untuk mengembangkan rahmat yang dianugerahkan Tuhan. Bukan soal berapa jumlah talenta yang diberikan, tetapi soal bagaimana mengembangkannya. Ini soal ketekunan. Mereka yang bertekun boleh masuk dan menikmati sukacita bersama dengan Tuhan.

Doa Malam

Bapa yang Mahabaik, terima kasih atas kasih-Mu yang boleh kami terima dan alami sepanjang hari ini. Ampunilah kami yang kurang setia dalam membalas kasih-Mu. Bapa, Engkau tahu bahwasanya kami lemah. Maka kami serahkan diri kami kepada-Mu dengan pengantaraan Yesus Kristus Putera-Mu, Tuhan dan Penyelamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin.


RUAH

Jumat, 30 Agustus 2013 Hari Biasa Pekan XXI

Jumat, 30 Agustus 2013
Hari Biasa Pekan XXI
 
"Tradisi Suci dan Kitab Suci berhubungan erat sekali dan terpadu. Sebab keduanya mengalir dari sumber ilahi yang sama, dan dengan cara tertentu bergabung menjadi satu dan menjurus ke arah tujuan yang sama" (DV 9). Kedua-duanya menghadirkan dan mendaya-gunakan misteri Kristus di dalam Gereja, yang menjanjikan akan tinggal bersama orang-orang-Nya "sampai akhir zaman" (Mat 28:20). --- Katekismus Gereja Katolik, 80


Antifon Pembuka (Mzm 97:11-12)

Terang terbit bagi orang benar; sukacita bagi orang tulus hati. Bersukacitalah dalam Tuhan, hai orang benar, muliakanlah nama-Nya yang kudus.

Doa Pagi

Allah Bapa yang mahabaik, Engkaulah sumber kebijaksanaan kami. Berilah kami pengertian akan rencana-Mu, sehingga kami dengan giat dan penuh keyakinan menghayati hidup kami berdasarkan iman bahwa Engkau selalu mendampingi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Tesalonika (4:1-8)
 
"Inilah kehendak Allah, yaitu supaya kamu semua kudus."
 
Saudara-saudara, demi Tuhan Yesus kami minta dan menasihati kalian: Kalian telah mendengar dari kami, bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang sudah kalian turuti! Tetapi baiklah kalian melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi. Kalian tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus. Yang dikehendaki Allah adalah supaya kamu semua kudus. Ia menghendaki agar kalian menjauhi percabulan. Hendaknya kamu masing-masing hidup dengan isterinya sendiri, dalam kekudusan dan kehormatan, bukan dalam keinginan hawa nafsu, seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dalam hal-hal ini jangan ada orang memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Sebab Tuhan akan membalas semuanya itu, sebagaimana dahulu telah kami katakan dan kami tegaskan kepadamu. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan yang cemar, melainkan untuk melakukan apa yang kudus. Karena itu barangsiapa menolak ini, bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan Roh Kudus-Nya juga kepadamu.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = g, 2/4, PS 836
Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta
Ayat. (Mzm 97:1.2b.5-6.10.11-12)
1. Tuhan adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita! Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.
2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
3. Hai orang-orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan! Dia memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, dan akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.
4. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berjaga-jagalah dan berdoalah selalu, agar kamu layak berdiri di hadapan Anak Manusia.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (25:1-13)
  
"Lihatlah pengantin datang, pergilah menyongsong dia!"
 
Pada suatu hari Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong pengantin. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Yang bodoh membawa pelita, tetapi tidak membawa minyak dalam buli-bulinya. Tetapi karena pengantin itu lama tidak datang-datang, mengantuklah mereka semua, lalu tertidur. Tengah malam terdengarlah suara berseru, ‘Pengantin datang! Songsonglah dia!’ Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Yang bodoh berkata kepada yang bijaksana, ‘Berilah kami minyakmu sedikit, sebab pelita kami mau padam.’ Tetapi yang bijaksana menjawab, ‘Tidak, jangan-jangan nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kalian. Lebih baik kalian pergi membelinya pada penjual minyak.’ Tetapi sementara mereka pergi membelinya, datanglah pengantin, dan yang sudah siap sedia masuk bersama dia ke dalam ruang perjamuan nikah. Lalu pintu ditutup. Kemudian datanglah juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata, ‘Tuan, Tuan, bukakanlah kami pintu!’ Tetapi tuan itu menjawab, ‘Sungguh, aku berkata kepadamu, aku tidak mengenal kalian.’ Karena itu, berjaga-jagalah sebab kalian tidak tahu akan hari maupun saatnya.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Renungan

Dalam sebuah drama yang berjudul Menantikan Godot , Samuel Becket bercerita tentang dua tokoh, yakni Vladimir dan Estragon yang dengan sia-sia menantikan kedatangan seorang terkenal bernama Godot. Mereka mengetahui namanya, tetapi belum pernah bertemu dengannya secara pribadi. Keduanya berharap mengenalnya secara pribadi ketika mereka bertemu. Sambil menantikan kedatangannya, mereka bermain-main, makan-minum, mabuk-mabukan, dan tidur-tiduran. Ketika Godot lewat mereka tidak tahu karena masih asyik bercengkerama. Penantian mereka pun menjadi sia-sia.

Kedatangan Tuhan pada akhir zaman juga tidak disangka-sangka. Tidak seorang pun yang tahu kapan Dia akan datang. Karena itu, orang mesti selalu siap sedia setiap saat. Guna menekankan pentingnya kesiap-kesediaan itu diceritakanlah perumpamaan tentang sepuluh gadis itu. Gadis-gadis yang bijaksana adalah orang-orang Kristen yang senantiasa siap sedia menantikan kedatangan Kristus dengan tekun berbuat baik. Sedangkan gadis-gadis yang bodoh adalah orang-orang Kristen yang terlena dengan kehidupan dunia ini dan kurang peduli dengan nilai-nilai yang mereka hidupi guna memperoleh kehidupan kekal. Kita tergolong dalam kelompok garis yang mana?

Tuhan, semoga Engkau mendapati aku siap-sedia dengan tekun melakukan perbuatan-perbuatan baik ketika Engkau datang kembali pada akhir zaman. Amin.

Ziarah Batin 2013, Renungan dan Catatan Harian

Kamis, 29 Agustus 2013 Peringatan Wajib Wafatnya St. Yohanes Pembaptis, Martir

Kamis, 29 Agustus 2013
Peringatan Wajib Wafatnya St. Yohanes Pembaptis, Martir

“Yohanes Pembaptis setelah lama mengalami siksaan karena dipenjara, mengakhiri hidupnya di dunia dengan menumpahkan darahnya” (St. Beda Venerabilis)
   

Antifon Pembuka (bdk. Mzm 119:46-47)

Aku akan berbicara tentang hukum-Mu. Aku tidak malu di hadapan para raja. Segala aturan-Mu menjadi kesukaanku, yang sangat kucintai.
 
Doa Pagi


Allah yang Mahabaik, hari ini kami peringati wafatnya St. Yohanes Pembaptis, seorang rasul yang Kaujadikan utusan bagi umat kesayangan-Mu. Jadikanlah kami utusan-Mu bagi siapa saja yang kami jumpai hari ini. Rahmat-Mu cukup bagi kami, karena Engkau sendiri bersabda, “Aku menyertai engkau.”. Kuatkanlah kami dalam menapaki hidup ini agar kami tetap berani mewartakan kasih, keadilan dan kejujuran dalam setiap kesempatan yang ada pada kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Nabi diutus untuk menyampaikan apa yang disabdakan Allah. Kesulitan yang ada tidak boleh membuat dia ragu dan mundur dari tugas perutusan, karena Allah akan selalu menyertainya. Allah akan bekerja melalui orang-orang pilihan-Nya.

Bacaan dari Kitab Yeremia (1:17-19)
 
"Sampaikanlah kepada Yehuda segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka."
 
Sekali peristiwa, Tuhan berkata kepadaku, Yeremia, “Baiklah engkau bersiap! Bangkitlah dan sampaikanlah kepada umat-Ku segala yang Kuperintahkan kepadamu. Janganlah gentar terhadap mereka, supaya jangan Aku menggentarkan engkau di depan mereka! Mengenai Aku, sungguh, pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, menentang raja-raja Yehuda dan pemuka-pemukanya, menentang para imam dan rakyat negeri lain. Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan, do = d, 2/4, PS 842
Ref. Hanya pada Tuhanlah hatiku Tenang.
Ayat. (Mzm 71:1-4a.5-6b.15ab.17)
1. Padamu, ya Tuhan, aku berlindung, jangan sekali-kali aku mendapat malu. Lepaskanlah dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
2. Jadilah bagiku gunung batu tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan diri; sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku, ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang fasik.
3. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, Engkaulah kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkaulah yang telah mengeluarkan aku dari perut ibuku.
4. Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu, dan sepanjang hari mengisahkan keselamatan yang datang dari-Mu, sebab aku tidak dapat menghitungnya. Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Iman dan kemartiran hampir selalu berjalan berdampingan. Iman membutuhkan pengorbanan dalam perwujudannya. Yohanes Pembaptis menjadi korban ambisi dan kekuasaan Herodes. Namun kita tetap perlu mengingat bahwa kejahatan hanya bisa dikalahkan oleh kebaikan.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus (6:17-29)
 
"Aku mau supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis!"

Sekali peristiwa Herodes menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di dalam penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, yakni karena Herodes telah memperisteri Herodias, isteri Filipus saudaranya. Yohanes pernah menegur Herodes, “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!” Karena kata-kata itu Herodias menaruh dendam kepada Yohanes, dan bermaksud membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan terhadap Yohanes. Karena ia tahu bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci; jadi ia melindunginya. Tetapi setiap kali mendengarkan Yohanes, hati Herodes selalu terombang-ambing; namun ia merasa senang juga mendengarkan dia. Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, yakni ketika Herodes – pada hari ulang tahunnya – mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesar, para perwira dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu putri Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes serta tamu-tamunya. Maka Raja Herodes berkata kepada gadis itu, “Mintalah dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!” Lalu Herodes bersumpah kepadanya, “Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun itu setengah dari kerajaanku!” Anak itu pergi dan menanyakan kepada ibunya, “Apa yang harus kuminta?” Jawab ibunya, “Kepala Yohanes Pembaptis!” Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta, “Aku mau, supaya sekarang juga engkau memberikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis dalam sebuah talam!” Maka sangat sedihlah hati raja! Tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya, ia tidak mau menolaknya. Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara. Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu, dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya. Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu, mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kubur.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Seorang nabi sejati berani menyampaikan kebenaran. Ia tidak takut menghadapi risiko, sekalipun menyangkut hidup atau nyawanya sendiri. Yohanes Pembaptis tanpa takut menegur Herodes, sang raja karena telah mengambil Herodias, isteri saudaranya sendiri. Beranikah kita juga mengkritik cara hidup yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Injili?

Doa Malam

Allah Bapa yang Mahabaik, gengsi dan kepuasan diri sering mengelabui diri kami. Ampunilah kami dan jangan biarkan kami jatuh lagi ke dalam ego kami, melainkan berani bertobat, membela dan memperjuangkan kebenaran seperti telah dilakukan oleh St. Yohanes pembaptis, dan bersikap adil dan jujur terhadap sesama. Berkatilah juga istirahat kami sepanjang malam ini. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan bersatu dengan Engkau dan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
RUAH

Sakramen Ekaristi, Sumber Kekuatan

Oleh: M.T. Eleine Magdalena

Berikut ini adalah sharing pengalaman iman saya berkaitan dengan Sakramen Ekaristi, sumber yang “mengalirkan rahmat kepada kita, dan dengan hasil guna yang amat besar diperoleh pengudusan manusia dan pemuliaan Allah dalam Kristus, tujuan semua karya Gereja lainnya” (Konstitusi tentang Liturgi Suci, 10)

Ekaristi, Sumber Kekuatan Keluargaku

Hampir setiap hari kami sekeluarga menghadiri Misa. Sebisanya kami mengawali hari dengan hari Misa dan menyambut Tubuh Kristus. Sayng rasanya melewati begitu saja kesempatan istimewa untuk bertemu dengan Yesus yang hadir dalam Ekaristi, jika ada kesempatan untuk menghadirinya. 

Setiap kali menerima Hosti, saya mengimani bahwa saya makin diubah menjadi lebih serupa dengan-Nya dalam segi apa pun yang Tuhan kehendaki. Setiap menerima Hosti saya membayangkan apa yang dikatakan Yesus dalam Yoh 15:1-8 bahwa kita perlu bersatu dengan pokok anggur yang benar yaitu Kristus. Ekaristi menyatukan kita dengan Kristus. Penyatuan ini adalah suatu relasi yang perlu makin hari makin dipererat dan diperdalam hingga kita mencapai persatuan abadi kelak di surga.

Doa Sesudah Komuni

Doa setelah Komuni adalah saat intim bersama Yesus; adalah saat Yesus menghibur dan meneguhkanku. Ada kalanya Yesus membiarkanku menangis dalam dekapan cinta-Nya. Saya tidak kuatir akan apa kata orang walaupun saya menangis dalam gereja. Tangisan meluapkan sebagian yang ada dalam jiwaku. Ada waktunya juga kami saling berdiam dalam keheningan yang mempesona seakan waktu terhenti. 

Saat itu, waktu hanya milik kami berdua tanpa dikejar-kejar apa pun karena sesungguhnya Dialah Sang Empunya waktu. Kasih dan cinta-Nya yang sedemikian besar melampaui pikiran dan keberadaanku membuat saya selalu ingin tinggal di dalam Dia.

Berdoa bagi Anak-anak

Ketika kedua anak kami belum menerima Komuni pertama, ada kerinduan agar Winner dan Rayner, juga mengalami cinta-Nya yang kurasakan secara lebih istimewa dalam perayaan Ekaristi. Setiap kali sesampai di rumah sepulang Misa harian atau setelah menyambut Komuni kudus di gereja, saya memeluk sambil mendoakan mereka. Saya rindu Winner dan Rayner mempunyai kesempatan bersatu dengan Kristus dengan cara yang amat istimewa ini. Saya mohon Tuhan mengalirkan juga rahmat-Nya secara istimewa kepada mereka. Kini setelah kedua anak kami menerima Komuni, kami usahakan bisa menghadiri Misa harian bersama. 

Kalimat yang diucapkan oleh seluruh Gereja sebelum menyambut Hosti suci, yang dikutip dari kata-kata perwira Romawi, “Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh,” selalu menggetarkanku.

Sakramen Ekaristi menyembuhkan

Ketika hamil anak kedua, saya merasakan nyeri pada punggung dan pinggang sejak usia kandungan dua bulan. Saya tidak mampu bertahan duduk lebih dari 15 menit. Karena merasa sangat memerlukan, saat itu saya ingin sekali mengikuti retret di Pertapaan Karmel, Tumpang – Malang (Jatim). Ketika itu usia kehamilan saya memasuki bulan keenam. 

Retret yang berlangsung hari Kamis sampai dengan hari Minggu ini diawali dengan Misa. Semua peserta duduk di bawah memakai bantal atau bangku doa. Saat Misa berlangsung, rasa nyeri pada punggung mulai saya rasakan. Saya berkata dalam hati, “Tuhan, retret masih baru akan dimulai tapi pinggang dan punggung saya sudah terasa sangat nyeri. Saya ingin sekali dapat mengikuti retret hingga selesai.” 

Saya berharap sekali Tuhan menyembuhkan nyeri pada pinggang dan punggung saya. Dengan iman saya mengucapkan sungguh-sungguh, “Ya Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya tetapi bersabdalah saja maka saya akan sembuh.” Saya mengucapkan kalimat ini dengan kesungguhan hati dan kesadaran bahwa Kristus yang mau datang padaku berkuasa menyembuhkan. 

Saat menyambut Komuni saya mengimani penuh bahwa Tuhan mengalirkan kasih-Nya dan menyembuhkan saya. Setelah itu saya mengikuti acara demi acara tanpa terganggu oleh rasa sakit itu lagi hingga hari terakhir retret. Bahkan hingga saya melahirkan, rasa nyeri pada punggung dan pinggang tidak lagi saya alami. Saya bersyukur, Sakramen Ekaristi menyembuhkanku.



Sumber: Cafe Rohani

Rabu, 28 Agustus 2013 Peringatan Wajib St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja

Rabu, 28 Agustus 2013
Peringatan Wajib St. Agustinus, Uskup dan Pujangga Gereja
 
Engkau telah menciptakan kami bagi Diri-Mu, ya Allahku, dan hati kami tiada tenang sebelum beristirahat di dalam Dikau --- St Agustinus
 
Antifon Pembuka (Sir 15:5)

Ia membuka mulutnya di tengah umat. Roh kebijaksanaan dan pengetahuan dilimpahkan Tuhan ke dalam hatinya. Ia dihiasi semarak kemuliaan.

Doa Pagi

Ya Bapa, kami bersyukur atas Sabda-Mu yang boleh kami dengar, imani dan wartakan. Tambahkanlah iman kami dan berkatilah usaha kami untuk mewartakan Injil-Mu sesuai dengan kehendak-Mu, agar kelak kami boleh memasuki kerajaan-Mu seperti telah dialami oleh St. Agustinus yang kami rayakan peringatannya pada hari ini. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (2:9-13)
   
"Sambil bekerja siang malam kami memberitakan Injil Allah kepada kalian."
 
Saudara-saudara, kalian tentu masih ingat akan usaha dan jerih payah kami. Sebab kami bekerja siang malam, agar jangan menjadi beban bagi siapa pun di antaramu. Di samping itu kami pun memberitakan Injil Allah kepada kalian. Kalianlah saksinya, demikian pula Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kalian yang telah menjadi percaya. Kalian tahu, betapa kami telah mengasihi kalian dan menguatkan hatimu masing-masing, seperti seorang bapa terhadap anak-anaknya; dan betapa kami telah meminta dengan sangat agar kalian hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kalian ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. Karena itulah kami tak putus-putusnya mengucap syukur kepada Allah, sebab kalian telah menerima sabda Allah yang kami beritakan itu. Pemberitaan kami itu telah kalian terima bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan sebagai sabda Allah, sebab memang demikian. Dan sabda Allah itu bekerja giat di dalam diri kalian yang percaya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.
Ayat. (Mzm 139:7-12b)
1. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, Engkau pun ada di situ.
2. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, di sana pun tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.
3. Jika aku berkata, "Biarlah kegelapan melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam," maka kegelapan pun tidak menggelapkan bagi-Mu.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang yang mendengarkan sabda Kristus.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (23:27-32)
 
"Kalian ini keturunan pembunuh nabi-nabi."
  
Pada waktu itu Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.
  
Renungan

Kita sering mendengar orang yang "menyumpahi" orang lain karena kecewa. Bahkan, tak jarang orang sampai mengecam sesamanya karena kekecewaan yang amat mendalam. Kecaman seringkali merupakan tindakan untuk melampiaskan kemarahan dan kekecewaan. Orang melampiaskan kemarahannya dengan kecaman.

Dalam Injil hari ini Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus memang marah bahkan mengecam, tetapi kecaman tersebut buakn untuk melampiaskan kemarahan-Nya. Yesus punya maksud dan tujuan agar ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi bertobat dan berbalik kepada cara hidup yang benar. Mereka seringkali hanya memamerkan dan mementingkan penampilan luar. Jarang, mereka sampai memberi perhatian kepada hal-hal yang lebih dalam, yang menyangkut iman. Mereka lebih mementingkan aturan daripada isi dan maksud aturan tersebut.

Kecaman Yesus itu sebenarnya juga mengarah kepada kita saat ini. Kita sering berpatokan pada aturan-aturan lahiriah dan mengabaikan hal yang lebih penting dan hakiki. Hal yang lebih penting dan hakiki itu adalah iman akan Yesus yang hadir sampai sekarang ini melalui Roh Kudus. Tidak jarang kita juga mengabaikan Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. Roh yang lain sering menyingkirkan peran Roh Kudus, seperti roh egois, roh ketamakan, roh kemarahan, roh hawa nafsu, dan lain sebagainya. Roh Kudus ditempatkan di nomor sekian, bukan pada nomor satu.

St. Agustinus yang dirayakan peringatannya pada hari ini adalah seorang teladan bagi kita dalam menanggapi kecaman Yesus. Agustinus mau bertobat dan mempercayai karunia Roh Kudus. Kehidupan Agustinus muda kacau dan bahkan rusak, tetapi Roh Kudus yang bekerja di dalam dia, akhirnya dia mau berbalik kepada Tuhan dan menjadi orang yang beriman. Roh Kudus yang berkarya dalam hidupnya membuat Agustinus mau bertobat dan menikmati kebahagiaan .

Bagaimana dengan hidup kita sehari-hari? Apakah kita sudah menyadari akan teguran atau kecaman Tuhan selama ini? Masihkah kita mengandalkan Roh Kudus dalam setiap langkah hidup dan karya kita? Mari kita meneladan St. Agustinus yang mampu mengandalkan Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari. Waspadalah terhadap roh-roh yang lain, dan taatilah Roh Kudus.


Cafe Rohani 2013

Selasa, 27 Agustus 2013 Peringatan Wajib St. Monika

Selasa, 27 Agustus 2013
Peringatan Wajib St. Monika
 
“Anakku, hanya ada satu hal saja yang tadinya masih membuat aku ingin tinggal cukup lama dalam kehidupan ini, yaitu melihat engkau menjadi Kristen Katolik sebelum aku mati” (St. Monika)
 

Antifon Pembuka (Ams 31:30.28)
 
Wanita yang takwa kepada Tuhan sungguh pantas mendapatkan pujian. Ia disebut bahagia oleh anak-anaknya, dan suaminya pun memuji dia.
 
Doa Pagi

 
Tuhan, dalam tugas menggereja, seringkali menuntut pengurbanan seperti yang diteladankan St. Paulus. Untuk itu, ya Tuhan, buatlah kami rela berbagi dan berkurban kepada sesama agar Injil dan kasih-Mu semakin tersebar dan dikenal banyak orang dan nama-Mu makin dipuji dan dimuliakan sepanjang masa. Santa Monika, pelindung para ibu rumah tangga, doakanlah para ibu yang telah berusaha menjadi nabiah di tengah keluarga lewat doa-doa, kurban dan pelayanan mereka. Amin.

Paulus mengingatkan jemaat di Tesalonika tentang pengalaman hidup mereka sebagai orang beriman. Dia bekerja tanpa pamrih demi perkembangan hidup jemaat. Sikap dan tindakan Paulus seperti ini sungguh memberi kekuatan tersendiri bagi jemaat yang digembalakannya.


Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (2:1-8)
  
   
  "Kami rela membagi dengan kalian, bukan hanya Injil Allah, melainkan hidup kami sendiri."
 
Saudara-saudara, kalian sendiri tahu, bahwa kedatangan kami di antara kalian tidaklah sia-sia. Memang sebelum datang kepadamu, kami telah dianiaya dan dihina di Kota Filipi, seperti kalian tahu. Namun berkat pertolongan Allah kita, kami mendapat keberanian untuk mewartakan Injil Allah kepadamu dalam perjuangan yang berat. Sebab nasihat kami tidak lahir dari kesesatan, atau maksud tidak murni, atau disertai tipu daya. Sebaliknya Allah telah menganggap kami layak untuk memercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk menyenangkan Allah yang menguji hati kita. Seperti kalian ketahui, kami tidak pernah bermulut manis, dan tidak pernah sembunyi-sembunyi mengejar keuntungan pribadi; Allahlah saksinya. Tidak pernah pula kami mencari pujian dari manusia, baik dari kalian maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. Tetapi kami berlaku ramah di antara kalian, sama seperti seorang ibu mengasuh anaknya. Begitu besar kasih sayang kami kepadamu, sehingga kami rela membagi dengan kalian bukan hanya Injil Allah, melainkan juga hidup kami sendiri, karena kalian memang kami kasihi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan
Ref. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal kami.
Ayat. (Mzm. 139:1-3.4-6)
1. Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; Engkau mengetahui apakah aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.
2. Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya Tuhan. Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu di atasku. Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Bait Pengantar Injil
Ref. Alleluya
Ayat. Sabda Allah itu hidup dan penuh daya, menguji segala pikiran dan maksud hati.

Yesus mengkritik praktik amal persepuluhan dalam kehidupan orang Yahudi. Orang kerap kali sudah merasa berbuat banyak bila orang sudah menepati aturan dan hukum. Padahal, yang menyelamatkan bukan aturan, melainkan kasih dan keadilan yang kita lakukan kepada sesama kita.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (23:23-26)
   
"Yang satu harus dilakukan, tapi yang lain jangan diabaikan."
    
Pada waktu itu Yesus bersabda, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kalian bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kalian abaikan, yaitu keadilan, belas kasih dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan, tetapi yang lain jangan diabaikan. Hai kalian pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kalian tepiskan dari minumanmu tetapi unta di dalamnya, kalian telan. Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kalian orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kalian bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang-orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.”
Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Tuhan dan tekun melaksanakannya.
U. Sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidup kami.

Atau: Lihat Lukas 7:11-17a

Renungan

Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Karena mereka hanya mementingkan penampilan lahiriah. Mereka lupa bahwa penghayatan iman yang benar bersumber dari dalam, dari hati manusia. Kejujuran hidup sungguh sangat dibutuhkan untuk menampilkan jatidiri kita sebagai orang-orang Kristen.

Doa Malam

Tuhan Allah kami, Engkau mengajarkan agar hidup kami tetap berlandaskan keadilan, belas kasih dan kesetiaan, namun kami sering lalai. Ampunilah kami, ya Tuhan, sertailah kami dalam niat dan usaha selanjutnya untuk hidup lebih baik sesuai ajaran-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.
    
RUAH

terima kasih telah mengunjungi renunganpagi.id, jika Anda merasa diberkati dengan renungan ini, Anda dapat membantu kami dengan memberikan persembahan kasih. Donasi Anda dapat dikirimkan melalui QRIS klik link. Kami membutuhkan dukungan Anda untuk terus menghubungkan orang-orang dengan Kristus dan Gereja. Tuhan memberkati

CARI RENUNGAN

>

renunganpagi.id 2024 -

Privacy Policy